Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PERAN MANAJEMEN PERUBAHAN SDM DALAM LEMBAGA DAKWAH Robaiyadi Robaiyadi; Cecep Castrawijaya
Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah Vol 5 No 2 (2025): Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/alidaroh.v5i2.854

Abstract

Perubahan dalam suatu organisasi merupakan suatu keniscayaan, termasuk dalam lembaga dakwah yang memiliki peran strategis dalam menyebarkan nilai-nilai keagamaan kepada masyarakat. Manajemen perubahan dalam sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor kunci dalam memastikan bahwa lembaga dakwah dapat beradaptasi dengan dinamika sosial, budaya, dan teknologi yang terus berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran manajemen perubahan SDM dalam meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan lembaga dakwah. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengkaji strategi manajemen perubahan yang diterapkan, tantangan yang dihadapi, serta dampak dari pengelolaan perubahan terhadap kinerja lembaga dakwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen perubahan yang baik dalam SDM dapat meningkatkan motivasi, kompetensi, serta komitmen para pendakwah dan pengurus lembaga dalam menjalankan tugas dakwah. Selain itu, adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan perubahan sosial memungkinkan lembaga dakwah untuk tetap relevan dalam menyebarkan pesan-pesan keagamaan secara lebih luas dan efektif. Oleh karena itu, implementasi strategi perubahan yang terencana, komunikasi yang efektif, serta pengembangan kapasitas SDM menjadi faktor utama dalam keberhasilan transformasi lembaga dakwah. Keyword: Manajemen Perubahan, Sumber Daya Manusia, Lembaga Dakwah
Peran Manajemen Perubahan SDM dalam Meningkatkan Profesionalisme Lembaga Dakwah: Analisis Teori Kurt Lewin Sa’idahtul Akmala Yusuf; Cecep Castrawijaya
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.6355

Abstract

Lembaga dakwah saat ini menghadapi tantangan profesionalisme di tengah era disrupsi digital dan Society 5.0. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran manajemen perubahan sumber daya manusia (SDM) dalam meningkatkan profesionalisme lembaga dakwah dengan menggunakan pisau analisis teori perubahan Kurt Lewin (Unfreezing, Movement, dan Refreezing). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi lembaga dakwah memerlukan dekonstruksi pola pikir melalui penciptaan keamanan psikologis pada tahap unfreezing. Selanjutnya, pada tahap movement, internalisasi standar kompetensi dilakukan dengan bantuan strategi short-term wins untuk menjaga momentum perubahan. Tahap refreezing dilakukan melalui institusionalisasi budaya kerja profesional yang didukung oleh audit digital berkala guna mencegah kemunduran pola kerja. Integrasi antara nilai-nilai teologis seperti itqan dengan prinsip manajemen modern terbukti mampu meningkatkan akuntabilitas dan kredibilitas lembaga dakwah tanpa menghilangkan jati diri spiritualnya.
Perkembangan Teknologi dan Pengembangan SDM Lembaga Dakwah: Reorientasi Strategis di Era Disrupsi Digital Nurul Alvi Chindi Fadhilah; Cecep Castrawijaya
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.6281

Abstract

Era disrupsi digital memaksa lembaga dakwah untuk bertransformasi guna mempertahankan otoritas keagamaan di ruang siber. Namun, adopsi teknologi sering kali terhambat oleh rendahnya literasi digital, resistensi kultural SDM, hingga masalah teknis dalam manajemen operasional. Penelitian ini bertujuan merumuskan model pengembangan kompetensi SDM dan reorientasi operasional lembaga dakwah melalui konsep Bashirah Digital. Melalui kajian literatur yang mendalam, ditemukan bahwa digitalisasi bukan sekadar pengadaan alat, melainkan perubahan budaya kerja dan pola pikir pimpinan. Transformasi kompetensi harus mencakup pilar digital skills, culture, ethics, dan safety sebagai standar kendali dalam penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) agar tetap sesuai dengan kemurnian sanad keilmuan. Selain itu, integrasi fungsi POAC yang berbasis data diperlukan untuk mengatasi masalah sinkronisasi data manual yang selama ini menghambat efisiensi organisasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Bashirah Digital berfungsi sebagai rem moral agar teknologi tetap menjadi alat bantu informasi tanpa mengabaikan tanggung jawab teologis SDM sebagai pembimbing spiritual.
Peran Strategis Lembaga Dakwah dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia: Tanggung Jawab, Tantangan, dan Inovasi Sofian; Cecep Castrawijaya
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7796

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran strategis lembaga dakwah dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia, dengan fokus pada tanggung jawab, tantangan, dan inovasi yang diperlukan di era kontemporer. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, pengembangan SDM yang berkualitas menjadi krusial bagi kemajuan bangsa. Lembaga dakwah, sebagai institusi keagamaan yang strategis, berperan tidak hanya sebagai penyampai nilai-nilai Islam, tetapi juga sebagai agen transformasi sosial, pendidikan, dan pemberdayaan umat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) dan analisis konten terhadap berbagai jurnal, buku, dan dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga dakwah memiliki tanggung jawab multidimensional, meliputi tanggung jawab spiritual (pembinaan akidah dan akhlak), intelektual (peningkatan kapasitas keilmuan), sosial (pemberdayaan komunitas), dan institusional (tata kelola organisasi). Namun, lembaga dakwah menghadapi berbagai tantangan internal seperti keterbatasan SDM, pendanaan, dan manajemen, serta tantangan eksternal berupa globalisasi, digitalisasi, pergeseran nilai masyarakat, dan persaingan antarlembaga. Penelitian ini menemukan bahwa inovasi menjadi kunci keberhasilan, antara lain melalui pemanfaatan teknologi digital, pengembangan program pelatihan dan kaderisasi berbasis kompetensi, kolaborasi lintas sektor, model dakwah inklusif, serta penguatan ekonomi umat. Dengan inovasi yang tepat, lembaga dakwah dapat meningkatkan efektivitasnya dalam melahirkan SDM unggul yang beriman, berilmu, berakhlak, dan mandiri. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa optimalisasi peran strategis lembaga dakwah memerlukan sinergi antara dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan secara holistik. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi praktis bagi pengelola lembaga dakwah dalam menghadapi dinamika zaman.
Strategi Pengembangan Digital Skill SDM Dakwah Berbasis Masjid melalui Pendekatan Adaptive Strategic Framework Siti Hayati Nufus; Cecep Castrawijaya
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.8112

Abstract

Transformasi digital telah mendorong perubahan signifikan dalam praktik dakwah, khususnya pada lembaga berbasis masjid yang dituntut untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta merekonstruksi strategi pengembangan digital skill sumber daya manusia (SDM) dakwah melalui pendekatan adaptive strategic framework. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik studi literatur dan analisis dokumen. Landasan teoretis yang digunakan meliputi teori manajemen strategis, human capital theory, serta dynamic capabilities yang menekankan pentingnya kemampuan adaptasi organisasi dalam menghadapi perubahan lingkungan digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemngembangan kapasitas digital SDM menjadi faktor kunci dalam meningkatkan efektivitas dakwah digital. Namun, masih terdapat kesenjangan antara kebutuhan kompetensi digital dan kondisi aktual SDM di banyak masjid. Selain itu, pemanfaatan teknologi belum didukung oleh strategi yang terintegrasi dan berkelanjutan. Penelitian ini menawarkan rekonstruksi strategi berbasis pendekatan adaptif yang mengintegrasikan perencanaan strategis, penguatan kompetensi SDM, serta pemanfaatan teknologi digital secara sistematis. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan kajian manajemen dakwah berbasis digital. Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengelola masjid dalam merancang strategi dakwah yang lebih inovatif, efektif, dan relevan di era digital.
Perencanaan Inovasi Kewirausahaan bagi Majlis Taklim: Membangun Dakwah Mandiri dan Berkelanjutan Istianah Istianah; Cecep Castrawijaya
Journal Of Informatics And Busisnes Vol. 3 No. 3 (2025): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jibs.v3i3.3789

Abstract

Majlis taklim plays a vital role in community religious education, yet often faces challenges such as limited funding, reliance on donors, and weak modern management models. These conditions require innovative entrepreneurial planning to strengthen the institution’s economic base and ensure sustainable da’wah. This study employs a qualitative method using literature review and descriptive analysis on Islamic entrepreneurship, da’wah management, and case studies of majlis taklim with sharia-based enterprises. The findings reveal that entrepreneurial innovation planning, supported by SWOT analysis, enables majlis taklim to design adaptive strategic visions. Innovative practices such as halal product businesses, sharia cooperatives, and digital platforms strengthen the independence of da’wah activities. Although constrained by limited human resources and low entrepreneurial literacy, development opportunities remain open through managerial capacity building and collaboration. Thus, entrepreneurial innovation serves as an effective strategy for majlis taklim to achieve independent and sustainable da’wah.
Konsep Inovasi Kewirausahaan di Era Disruptif Heny May Widiyawati; Cecep Castrawijaya
Journal of Business Economics and Management | E-ISSN : 3063-8968 Vol. 2 No. 1 (2025): Juli - September
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines how entrepreneurs innovate in an era of disruption when technology is rapidly changing the business landscape. The study identified three key success factors: the ability to adapt quickly to change, a customer-focused approach, and strategic partnerships. Entrepreneurs who view disruption as an opportunity rather than a threat have a success rate three times higher than others. The findings suggest that modern entrepreneurial innovation extends beyond product development to business model transformation, digital technology adoption, and stakeholder relationship building. The study concludes that entrepreneurs who succeed in a disruptive environment must be able to embrace change, maintain a customer focus, and develop flexible strategies to navigate current market volatility.
Inovasi Dakwah Berbasis Kewirausahaan Islami: Strategi Adaptif dan Kolaboratif di Era Disruptif Yoga Agus Yulianto; Cecep Castrawijaya
Journal of Business Economics and Management | E-ISSN : 3063-8968 Vol. 2 No. 2 (2025): Oktober - Desember
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era disrupsi ditandai oleh kemajuan teknologi digital, globalisasi informasi, dan perubahan sosial yang cepat. Kondisi ini menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi lembaga dakwah untuk memperluas perannya dalam pemberdayaan umat. Dakwah tidak lagi terbatas pada penyampaian pesan spiritual, tetapi juga mencakup inovasi sosial dan pengembangan kewirausahaan Islami. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi literatur dari jurnal-jurnal terindeks Sinta untuk menganalisis strategi lembaga dakwah menghadapi era disrupsi. Hasil kajian menunjukkan bahwa lembaga dakwah berpotensi mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam model kewirausahaan sosial, pemanfaatan teknologi digital, serta kolaborasi lintas sektor. Inovasi seperti dakwah digital dan ekonomi komunitas terbukti meningkatkan efektivitas dan kemandirian lembaga. Keberhasilan dakwah kontemporer ditentukan oleh kemampuan adaptasi, inovasi, dan kolaborasi yang berorientasi pada kemaslahatan umat. Kata Kunci: Lembaga Dakwah, Kewirausahaan Islami, Inovasi Sosial, Era Disrupsi
Dampak Sosial Dan Lingkungan : Inovasi Kewirausahaan Lembaga Pondok Pesantren Ekologi Ath Thaariq robaiyadi .; Cecep Castrawijaya
Journal of Business Economics and Management | E-ISSN : 3063-8968 Vol. 2 No. 2 (2025): Oktober - Desember
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic boarding schools, as Islamic educational institutions, have great potential to become driving forces for social and environmental change through innovative entrepreneurial activities. Objective: This study aims to describe the entrepreneurial innovation model developed by the Ath-Thaariq Ecological Islamic Boarding School and its resulting social and environmental impacts. The research method uses a literature review research approach (systematic literature review). Results: The study shows that entrepreneurship at the Ath-Thaariq Ecological Islamic Boarding School is not only oriented towards economic profit, but also towards community empowerment and environmental preservation.Innovation based on agroecology, organic farming, and student entrepreneurship training are concrete practices of da'wah bil hal (Islamic outreach) that reflect the Islamic value of rahmatan lil 'alamin.