Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Optimasi Ongkir dan Rute Pengiriman Menggunakan Haversine Formula dan Algoritma Kruskal Maulana Fauzil Adhim; Joko Minardi; Heru Saputro
bit-Tech Vol. 8 No. 1 (2025): bit-Tech
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/bt.v8i1.2336

Abstract

Optimasi ongkos kirim (ongkir) dan rute pengiriman menjadi tantangan utama bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama dalam meningkatkan efisiensi logistik. Toko Keripik Aldafa menghadapi permasalahan dalam menentukan ongkir secara akurat serta memilih rute pengiriman yang optimal karena masih menggunakan metode manual. Ketidakakuratan dalam estimasi biaya dan rute yang kurang efisien menyebabkan peningkatan waktu tempuh serta tingginya biaya operasional. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem berbasis web yang dapat membantu mengoptimalkan ongkir dan rute pengiriman dengan memanfaatkan Haversine Formula untuk perhitungan jarak geografis serta Algoritma Kruskal untuk menentukan jalur pengiriman terpendek. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi penerapan Haversine Formula untuk menghitung jarak berdasarkan koordinat lintang dan bujur, serta Algoritma Kruskal dalam membangun Minimum Spanning Tree (MST) guna menemukan jalur distribusi yang paling optimal. Pengujian dilakukan dengan membandingkan hasil perhitungan manual dan sistem berbasis web. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu meningkatkan akurasi estimasi ongkir dan mengoptimalkan rute pengiriman. Dibandingkan dengan metode manual, sistem ini berhasil mengurangi biaya logistik rata-rata sebesar 18,5% serta menghemat waktu tempuh hingga 22,3%. Selain itu, perbedaan hasil perhitungan manual (8.15 km) dan sistem (8.12 km) menunjukkan tingkat akurasi yang tinggi dengan selisih yang kecil. Dengan implementasi sistem ini, UMKM seperti Toko Keripik Aldafa dapat mengurangi ketidakefisienan dalam proses logistik dan meningkatkan daya saing di era digital. Penelitian ini juga membuka peluang pengembangan lebih lanjut, seperti penggunaan data real-time dan integrasi dengan sistem pemetaan lainnya untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi distribusi barang.
PENERAPAN TRANSFORMASI DIGITAL MELALUI SMART LIBRARY FOR ALL (SALEA) UNTUK MEWUJUDKAN DESA LITERASI LEBAK JEPARA Hamidaturrohmah Hamidaturrohmah; Khoirul Muslimin; Joko Minardi; Santi Andriyani; Noor Azizah
Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 5 No. 1 (2026): Devote : Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, Maret 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/devote.v5i1.5999

Abstract

Lebak Village is one of the leading villages in Jepara Regency; however, it still faces challenges in strengthening community functional and digital literacy. The main problems are identified in the Village Library (Perpusdes) Pondok Ilmu, including the cessation of library management for the past two years, a manual administrative system, poorly maintained reading collections, the absence of access to digital information sources, and weak collaboration among stakeholders. These conditions have limited the development of community literacy, including civic literacy, which is essential for fostering a critical, participatory, and responsible society in the digital era. This Village Partnership Community Service Program (PKDB) aims to support the realization of Lebak Village as a Literacy Village that is adaptive to digital technological developments while strengthening community civic literacy, in line with the Asta Cita agenda for human resource development and the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly Goal 4 on quality education. The implementation methods include socialization activities, digital-based village library management training, the introduction and application of the Smart Library for All (SaLeA) application, training on the development of local digital content, multi-stakeholder mentoring, and program sustainability evaluation. The results show that the implementation of SaLeA has improved the effectiveness of village library management, digital literacy, and community participation, with a program achievement rate ranging from 95.71% to 98.57%. This program highlights the importance of digital transformation in village libraries as a sustainable strategy for fostering a literacy culture, strengthening civic literacy, and improving the quality of village human resources.