Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Bios Logos

Efektivitas Ekstrak Serai Wangi (Cimbopogon nardus L.) sebagai Larvasida Nyamuk Aedes aegypti Makkiah, Makkiah; Salaki, Christina L; Assa, Berty
JURNAL BIOS LOGOS Vol 10, No 1 (2020): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.10.1.2020.27977

Abstract

Efektivitas Ekstrak Serai Wangi (Cimbopogon nardus L.) sebagai Larvasida Nyamuk Aedes aegypti (The Effectiveness of Citronella Extract (Cymbopogon nardus) as Larvaside of Aedes aegypti) Makkiah*), Christina L Salaki **), Berty AssaProgram Studi Entomologi Pascasarjana Universitas Sam RatulangiManado, 95155*Email: khiaimoet@gmail.com,**Email korespondensi: christinasalaki@ymail.com  (Article History: Received 20-10-2019; Revised 27-11-2019; Accepted 30-12-2019) AbstrakPengendalian nyamuk sebagai vektor utama penularan penyakit DBD hanya dapat dilakukan dengan cara memutuskan rantai penularannya melalui pengendalian nyamuk. Pengendalian nyamuk dapat dilakukan pada tahap larva dengan menggunakan biolarvasida yang terbuat dari bahan alami dan salah satunya adalah dengan menggunakan ekstrak kasar dari tanaman serai wangi (Cymbopogon nardus). Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas ekstrak serai wangi sebagai larvasida larva Aedes aegypti instar III dan IV. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap. Larva yang digunakan adalah larva instar III dan IV, dengan  perlakuan konsentrasi ekstrak serai wangi 20%, 30%, 40%, dan 50% dalam 250 ml air. Pada penelitian ini terdapat kontrol yaitu aquades yang tidak ditambahkan larutan apapun. Pengamatan kematian larva dilakukan pada jam ke 1, 3, 6, 12, 24, dan jam ke 48 dengan replikasi sebanyak 4 kali. Data presentase mortalitas larva digunakan untuk menghitung nilai LC50 dan LT50 dengan menggunakan analisisi Probit. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak serai wangi efektif dalam mematikan 50% dari populasi  larva uji  dengan  nilai LC50 pada konsentrasi 36,48%serta waktu yang di butuhkan untuk mematikan  50% populasi larva uji adalah 10,45 jam. Kata kunci : Ekstrak, Cymbopogon nardus, larvasida, Aedes aegypti AbstractControl of mosquitoes as the main vector of transmission of DHF can only be done by breaking the chain of transmission through mosquito control. Mosquito control can be carried out at the larval stage by using biolarvasides made from natural materials, one of which is by using a crude extract from the citronella plant (Cymbopogon nardus). This research is to find out the effectiveness of citronella extract as larvae of Aedes aegypti larvae instar III and IV. This research is a pure experimental study using a complete random design. The larvae used were instar larvae III and IV, with the treatment of citronella extract concentration of 20%, 30%, 40%, and 50% in 250 ml of water. In this study, there was a control i.e. aquades which did not add any solution. Observation of larvae death was done at 1 hour, 2 hours. 4 hours, 12 hours, 24 hours and 28 hours with replication 4 times. Data on larval mortality were used to calculate LC50 and LT 50 values using Probit regression analysis. The results showed that citronella extract was effective in killing 50% of the population of test larvae with LC50 values at a concentration of 36.48% and the time needed to kill 50% of the population of test larvae was 10,450 hours.Keywords:  Extract, Cymbopogon nardus, larvasida, Aedes aegypti
Hubungan Tempat Perindukan dengan Kepadatan Larva Aedes aegypti sebagai Vektor Penyakit Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Kalumata Kota Ternate (Relationship of the Breeding Place with the Density of Aedes aegypti Larva as a Dengue Haemorhagic Fever Disease Vector in the Working Area of Kalumata Puskesmas Ternate City) Washliyah, Sitti; Tarore, Dantje; Salaki, Christina
JURNAL BIOS LOGOS Vol 9, No 2 (2019): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.9.2.2019.24174

Abstract

Hubungan Tempat Perindukan dengan Kepadatan Larva Aedes aegypti sebagai Vektor Penyakit Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Kalumata Kota Ternate (Relationship of the Breeding Place with the Density of Aedes aegypti Larva as a Dengue Haemorhagic Fever Disease Vector in the Working Area of Kalumata Puskesmas Ternate City) Sitti Washliyah¹*), Dantje Tarore1), Christina Salaki1**)¹)Program Studi Entomologi Pascasarjana Universitas Sam Ratulangi Manado, 95115*Email:lilihoeman@gmail.com**Email korespondensi: christinasalaki@ymail.com Diterima 2 Juli 2019, diterima untuk dipublikasi 5 Agustus 2019 Abstrak Demam berdarah dengue merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus sebagai vektor primer. Pengendalian tempat perindukan nyamuk Ae. aegypti lebih banyak dititikberatkan pada penutupan dan abatisasi bak mandi serta penguburan barang-barang bekas di sekitar rumah penduduk yang berpeluang sebagai penampung air hujan, sementara penampung air lainnya belum mendapat perhatian yang lebih memadai, padahal peluang untuk dijadikan sebagai habitat Ae. aegypti cukup besar. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan tempat perindukan dengan kepadatan larva dan membandingkan kepadatan populasi larva pada setiap tempat perindukan nyamuk Ae. aegypti. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan analisa uji chi square yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Kalumata Kota Ternate. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara tempat perindukan nyamuk dengan kepadatan larva berdasarkan karakteristik jenis, warna, bahan, letak dan kondisi. Kesimpulannya yaitu terdapat hubungan antara tempat perindukan dengan kepadatan larva Ae.aegypti sebagai vektor penyakit demam berdarah dengue.Kata kunci: Identifikasi, tempat penampungan air, survey jentik.  AbstractDengue hemorrhagic fever is a disease caused by mosquitoes species Aedes aegypti and Aedes albopictus as primary vectors. Control of breeding sites for Ae mosquitoes. aegypti is more focused on the closure and abatement of bathtubs and the burial of used goods around people's homes that have the opportunity to collect rainwater, while other water reservoirs have not received more adequate attention, even though the opportunity to be used as Ae habitat. aegypti is quite large. The purpose of this study was to determine the relationship between breeding sites with larval density and compare larval population densities at each breeding site of the Ae mosquito. aegypti. Type of quantitative research method with cross sectional approach and analysis of chi square test conducted in the working area of Kalumata Health Center, Ternate City. The results showed that there was a relationship between mosquito breeding sites and larval density based on the characteristics of the species, color, material, location and condition. The conclusion is that there is a relationship between breeding sites and the density of Ae.aegypti larvae as a vector of dengue hemorrhagic fever.Keywords: Identification, water reservoir, larva survey.