Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Puanhayati Jawa Tengah Sebagai Media Aktualisasi Perempuan dan Pelestarian Budaya Angga, Vicky Verry; Purwanti, Eni; Dieni, Novita Al Ihyak; Hayati, Endah Dwi
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 20, No 2 (2025): Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol. 20 No. 2
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.20.2.76-87

Abstract

Puanhayati is an organization of women adherents of the Indigenous Faith (Kepercayaan Terhadap Tuhan YME) that serves as a platform for self-actualization and the advocacy of women's rights in social, cultural, and national spheres. Since its declaration in 2017, Puanhayati has expanded its network to the provincial and district/city levels, with Central Java being one of its most active regions. The organization runs programs focused on economic empowerment, education and regeneration of spiritual values, advocacy of constitutional rights, strengthening of identity and leadership, and the preservation of local culture. Through culture-based training such as batik-making, Puanhayati plays a role in both preserving cultural heritage and enhancing the capacity of women adherents. Its commitment to national unity and diversity makes Puanhayati not only a platform for rights advocacy but also an agent of cultural and spiritual preservation. Puanhayati has proven its strategic role in empowering women adherents toward a more inclusive and just society.
Analisis Strategi Pembelajaran dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik pada Pendidikan Kepercayaan dan Budi Pekerti Sri Setiyani Setiyani; Eni Purwanti
SOKO GURU: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025): Desember : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sokoguru.v5i3.4996

Abstract

Pendidik pada mata pelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Budi Pekerti diampu oleh penyuluh Kepercayaan. Pada penerapannya, terdapat penyuluh Kepercayaan masih mengalami kendala dalam memahami strategi pembelajaran sehingga belum menggunakan strategi pembelajaran yang bervariasi. Adapun tujuan penelitian yaitu: untuk mendiskripsikan penerapan strategi pembelajaran pada Mata Pelajaran Pendidikan Kepercayaan dan Budi Pekerti di SMP Negeri 1 Ambarawa, untuk menjelaskan strategi pembelajaran dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik, untuk menguraikan faktor-faktor keberhasilan dan kegagalan strategi pembelajaran dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik, untuk menjabarkan persepsi peserta didik tentang strategi pembelajaran yang diterapkan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan pendidik sudah menggunakan strategi pembelajaran yang beragam dan peserta didik termotivasi dalam proses pembelajaran, faktor keberhasilan yaitu komunikasi yang dipengaruhi oleh minat dan cita-cita peserta didik, peran orang tua, penghargaan dan pujian, lingkungan belajar yang nyaman dan peran pengajar. Faktor kegagalan yaitu pembelajaran yang kadang-kadang tidak bisa dilakukan secara tatap muka serta pemberian tugas secara online. Peserta didik memberikan tanggapan yang positif terhadap strategi pembelajaran yang diterapkan pendidik. Implikasi penelitian ini menekankan pada pentingnya perencanaan pembelajaran yang efektif.
Digitalisasi Pariwisata Melalui Variasi Bahasa Konten Kreator Kelurahan Wonolopo Kecamatan Mijen Kota Semarang Sony Junaedi; Hadi Karyono; Eni Purwanti
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 10 No 1 (2025): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpm.v10i1.10832

Abstract

Implementing this Community Service Program strengthens the digitalization of tourism by accelerating the herbal medicine village tourism village based on the language variations of content creators.  Currently, not many tourists and enthusiasts come to buy herbal medicine at Kampung Jamu Wonolopo. Based on this description, the Community Service Team of the University of 17 Agustus 1945 Semarang assists Mitra Pokdarwis Manggar Selaras, which includes activities: Socialization and Program Coordination with Partners, Motivation and Strengthening HR Capacity, Training and Practice in Using Tools for Creating Digital Content, Workshop on Creating and Editing Video Content, Workshop on Using Various Languages for Content Creators, Handing Over Appropriate Technology Tools. As a result of this service, it is hoped that the residents of Jamu Wonolopo village will be able to improve the quality of human resources through digital skills to manage the development of the tourism potential of Jamu village by optimizing the preservation of nature and culture through interesting language variety content, to improve the quality of life for economic growth, job creation so that The results can improve community welfare.
DINAMIKA POLITIK IMPLEMENTASI LAYANAN PENDIDIKAN KEPERCAYAAN PADA SATUAN PENDIDIKAN Eni Purwanti; Vicky Verry Angga; Sony Junaedi
NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 5 No. 1 (2026): April, NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/nalar.v5i1.3928

Abstract

Layanan Pendidikan kepercayaan pada satuan Pendidikan belum sepenuhnya merata di seluruh wilayah Indonesia. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dinamika politik dalam implementasi layanan pendidikan kepercayaan pada satuan pendidikan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa secara normatif, negara telah memberikan landasan hukum yang kuat untuk menjamin hak pendidikan bagi siswa penghayat kepercayaan. Namun, dalam implementasinya masih terdapat berbagai kendala, seperti keterbatasan guru pendidikan kepercayaan, rendahnya pemahaman pihak sekolah, serta adanya stigma sosial yang memengaruhi penerimaan layanan tersebut. Selain itu, minimnya inisiatif dari peserta didik dan orang tua dalam mengajukan layanan pendidikan kepercayaan turut menjadi faktor penghambat.Dinamika politik yang terjadi tidak hanya berkaitan dengan kebijakan formal, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor sosial dan budaya di lingkungan pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan upaya kolaboratif antara pemerintah, satuan pendidikan, dan masyarakat untuk memperkuat implementasi layanan pendidikan kepercayaan melalui peningkatan sosialisasi, penyediaan tenaga pendidik, serta penguatan praktik pendidikan inklusif yang berkeadilan dan menghargai keberagaman.