Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Energi

PENGARUH KADAR AIR TERHADAP TEGANGAN TEMBUS MINYAK TRANSFORMATOR DISTRIBUSI Christine Widyastuti; Tasdik Darmana; Oktaria Handayani
Energi & Kelistrikan Vol 10 No 2 (2018): Energi & Kelistrikan
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.572 KB) | DOI: 10.33322/energi.v10i2.232

Abstract

Abstract Transformer oil is one of the liquid insulating materials that functions as insulation and cooling in the transformer. Some oil insulation materials must have the ability to withstand penetrating stresses, while as a transformer oil cooler must be able to reduce the heat generated, so that with these two capabilities transformer oil is expected to be able to protect the transformer from interference. Examination of breakdown stress using the IEC 60156-1995 method. For evaluation of oil on the power transformer determines the water content. The feasibility of transformer oil uses breakdown voltage and water content testing as a result of feasibility simulations based on international standards to improve reliability in the treatment of power transformers in the industrial world especially for community service. With greater breakdown voltage, it proves that the oil is still suitable for use. Whereas if the oil water content is higher, it proves that the oil is not suitable for use. Transformer oil, according to the PLN (SPLN) test standards 49-1 / 1992, must have a 30kV / 2.5mm breakdown voltage. In the study of sample A and sample B it has a breakdown voltage of 14kVA and 18kVA. With this, sample A and sample B are not suitable for use. Keywords: moisture content, transformer oil, breakdown voltage, SPLN 49-1 / 1992 ABSTRAK Minyak transformator merupakan salah satu bahan isolasi cair yang berfungsi sebagai isolasi dan pendingin pada transformator. Sebagian bahan isolasi minyak harus memiliki kemampuan untuk menahan tegangan tembus, sedangkan sebagai pendingin minyak transformator harus mampu meredam panas yang ditimbulkan, sehingga dengan kedua kemampuan ini maka minyak transformator diharapkan mampu melindungi transformator dari gangguan. Pengujian tegangan tembus menggunakan metode IEC 60156-1995. Untuk evaluasi minyak pada transformator daya menentukan kadar air. Kelayakan minyak transformator menggunakan pengujian tegangan tembus dan kadar air sebagai hasil simulasi kelayakan berdasarkan standar internasional untuk meningkatkan kehandalan dalam perawatan transformator daya dalam dunia industri khususnya terhadap pelayanan masyarakat. Dengan tegangan tembus yang semakin besar membuktikan minyak tersebut masih layak pakai. Sedangkan apabila kadar air minyak tersebut semakin tinggi membuktikan minyak tersebut sudah tidak layak pakai. Minyak transformator, sesuai standar uji PLN (SPLN) 49-1/1992 harus memiliki tegangan tembus 30kV/2,5mm. Dalam penelitian dari sampel A dan sampel B memiliki tegangan tembus sebesar 14kVA dan 18kVA. Dengan ini, sampel A dan sampel B tidak layak pakai. Kata kunci: kadar air, minyak trafo, tegangan tembus, SPLN 49-1/1992
Dampak Korona pada SUTET 500 kV Terhadap Radio Interference Christine Widyastuti; I Nyoman Bagus Yudha Dharma
Energi & Kelistrikan Vol 11 No 2 (2019): Energi & Kelistrikan
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.96 KB) | DOI: 10.33322/energi.v11i2.842

Abstract

Corona can occur in SUTET because SUTET carries a high enough electric current and voltage, this causes excessive electrical pressure that is not proportional to the breakdown strength of the air around the conductor so that there will be a phenomenon where the electric field will collide with free electrons in the air and will form ionisations in the form of new ions and electrons. This process will continue as long as there are currents and voltages on the extra-high-voltage network. This certainly will affect the surrounding environment through which SUTET is included, among others, interference with radio waves (Radio Interference). The addition of the number of sub conductors is considered more effective in reducing corona losses and radio interference in each wicket than increasing the distance of the conductor to the ground. The impact of corona on a 500 kV double-channel SUTET on radio interference in the Greater Jakarta area is still within reasonable limits because it is still below the IEEE standard of 40 dB.
Keandalan Sistem Penyaluran Listrik Berdasarkan Saidi Dan Saifi Sebelum Dan Sesudah Pemasangan Kubikel Arrester di PT PLN UP3 Serpong Christine Widyastuti; Oktaria Handayani; Tony Koerniawan
Energi & Kelistrikan Vol 13 No 2 (2021): Energi dan Kelistrikan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33322/energi.v13i2.1031

Abstract

Keandalan sistem penyaluran tenaga listrik merupakan faktor yang sangat diperhatikan oleh PT PLN (Persero) UP3 Serpong. Parameter keandalan penyaluran tenaga listrik terdiri dari SAIFI (System Average Interuption Frequency Index) yang merupakan rata-rata frekuensi (kali) padam yang dirasakan oleh pelanggan per tahun dan SAIDI (System Average Interuption Duration Index) yang merupakan durasi (lama) padam yang dirasakan oleh pelanggan per tahun. Jaringan listrik di PT PLN UP3 Serpong banyak menggunakan saluran kabel, dimana pada saluran kabel sering terdapat titik jointing. Gangguan pada saluran kabel bisa diakibatkan karena adanya arus inrush ketika terjadi peralihan beban di jaringan dan merusak jointing kabel. Oleh karena itu sekarang metode pemasangan kubikel arrester di saluran kabel dilakukan PT PLN UP3 Serpong untuk mengurangi intensitas gangguan tersebut, sehingga nilai keandalan sistem seperti parameter SAIDI dan SAIFI menjadi lebih baik. Nilai SAIDI dan SAIFI sebelum pemasangan arrester adalah SAIDI 9,39 jam/pelanggan/tahun dan SAIFI 6,98 kali/pelanggan/tahun. Nilai tersebut belum sesuai dengan SPLN 68-2:1986.