Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISIS BIAYA KEMACETAN AKIBAT ADANYA PUTAR BALIK (U-TURN) DI KOTA BANDAR LAMPUNG (STUDI KASUS Jl. TEUKU UMAR) Dharmawan, Weka Indra; Setiawan, Hendra Pepen
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v1i2.1104

Abstract

Jl. Teuku Umar sangat berperan penting dalam melayani dan melewatkan arus lalu lintas. Tundaan yang dimaksud pada wilayah studi adalah bertambahnya waktu perjalanan karena adanya pergerakan U-Turn pada ruas Jl. Teuku Umar, masalah tersebut mengakibatkan meningkatnya kepadatan lalu lintas, tingginya waktu tunda serta menurunnya kinerja ruas jalan yang berdampak pada kenaikan biaya perjalanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya biaya perjalanan akibat tundaan lalu lintas yang disebabkan adanya U-Turn di Jl. Teuku Umar, Bandar Lampung. Data-data yang diperlukan berupa data primer dan data sekunder. Analisis biaya kemacetan didapat dari mencari biaya perjalanan. Biaya perjalanan ditentukan berdasarkan kecepatan arus bebas yaitu kondisi arus lalu lintas tanpa mengalami tundaan dan berdasarkan kecepatan rata-rata perjalanan yaitu kondisi arus yang mengalami tundaan. Faktor utama yang mempengaruhi biaya perjalanan adalah besarnya biaya operasi kendaraan dan besarnya nilai waktu perjalanan. Perhitungan BOK (Biaya Operasi Kendaraan) kendaraan, digunakan model yang dikembangkan oleh LAPI-ITB (1997). Analisis nilai waktu perjalanan dihitung dengan menggunakan data UMR kota Bandar Lampung dan berdasarkan referensi nilai waktu studi-studi terdahulu. Jl. Teuku Umar merupakan ruas jalan yang memiliki arus lalu lintas yang cukup padat, terbukti dengan volume kendaraan jam puncak mencapai 7.380 kendaraan/jam. Penelitian ini menunjukkan ruas Jl. Teuku Umar memiliki tingkat pelayanan E. Besarnya biaya kemacetan yang ditimbulkan akibatadanya U- Turn pada ruas Jl. Teuku Umar adalah Rp. 485.614.573/tahun. Besarnya biayaperjalanan tiap jalur pada Jl. Teuku Umar akibat tundaan lalu lintas yang dialami oleh pengguna kendaraan sebagai akibat adanya tundaan lalu lintas pada arah A (R. Basa – T. Karang) adalah sebesar Rp. 130.498,4755/jam yang menjadi Rp. 250.557.072/tahun sedangkan untuk arah B (T.Karang – R.basa) adalah sebesar Rp. 122.425,7824/jam yang menjadi Rp. 235.057.501/tahun.Kata Kunci : kinerja ruas jalan, u-turn, biaya operasional kendaraan, nilai waktu perjalanan.ABSTRACT: Congestion Cost Analysis of U-Turn Effect (Study Cases : Teuku Umar Street Bandar Lampung). Teuku Umar Street has a very important role in serving and skips traffic flow. Delay is referred to the study area is the increased travel time because movement incurred of-U-Turn on Teuku Umar Street, the problem causing increasing traffic density, high performance and reduced delay effecting road travel cost increases. The purpose of this study was to know the cost of travel expenses due to delay traffic on the road because of U-Turn of Teuku Umar Street, Bandar Lampung. The data required was primary data and next is secondary data. Congestion cost analysis optained is from travel expense. Travel expenses is determined based on the free floor speed of the traffic flow conditions without delay and according to the everage traveling speed of the flow speed of the flow conditions experienced delays. The main factors effecting the cost of travel is the amount of vehicle operating costs and the value of travel time. For the calculation of BOK (Biaya Operational Kendaraan) use the model developed by LAPI-ITB (1997). Analysis the value of travel time is calculated by using the data of UMR in Bandar Lampung City and by reference to the time value of previous studies. Teuku Umar Street is the road with sufficiently higt level of traffic flow, proven with peak hour vehicle volume reached 7.380 vehicles/hour. This study shows in Teuku Umar Street segment having a level of E service. Congestion costs incurred due to U-Turn on Teuku Umar Street segment amounted Rp. 489.168.244,1/year. The cost of travel of each track on JL. Teuku Umar due to traffic delays experienced by user of vehicle as a result of the delay traffic in the direction A (R. Basa - T. Karang) is Rp. 131.423,910/hour to Rp. 252.333.907,5/ year while for direction B (T. Karang - R.basa) is Rp. 123.351,217/hour to Rp. 236.834.336,6/year. Keywords : segment performance roads, u-turn, vehicle operating costs, value time travel.
Commuter Travelers Perception of Toll Roads During the Ramp Up Period in Indonesia Dharmawan, Weka Indra; Sjafruddin, Ade; Frazila, Russ Bona; Zukhruf, Febri
Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 3 (2023): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2023.30.3.2

Abstract

Abstract Studies on the travelers’ perceptions to toll roads during the ramp-up period are still rare, whereas they are important to assess toll road investment. The paper aims to establish a first approach in modeling the perceptions of individual commuter travelers during the learning process and adaptation to newly operating toll roads. Particularly, efforts to identify the attitudes and behaviors of individual commuter travelers towards interurban toll roads that connect between developing agglomeration areas. The data is collected through revealed and stated preference surveys using a snowball sampling technique with social media applications. Then we develop a binary logit model to explore commuter travelers’ perceptions to toll road during ramp-up period, and the results indicate that when doing commuter travel activities prefer to use the toll road, with the attributes that most influence on decision making respectively, travel time, travel costs, toll gate distance, travel distance, traveler's age, scenic beauty and the frequency of using toll roads. The paper also showed that the positive preference of toll roads during the ramp-up period is not always related to traffic congestion such as in dense urban areas, the presence of sightseeing traffic is very potential. Keywords: Route choice behavior, binary logit model, toll road, ramp-up period Abstrak Studi mengenai persepsi masyarakat terhadap jalan tol selama periode ramp-up masih jarang dilakukan, hal ini penting untuk menilai kelayakan investasinya. Makalah ini bertujuan untuk menetapkan pendekatan pertama dalam memodelkan persepsi individu pelaku perjalanan komuter selama periode tersebut sebagai proses belajar dan beradaptasi terhadap jalan tol yang baru beroperasi. Khususnya, upaya untuk mengidentifikasi sikap dan perilaku individu pelaku perjalanan terhadap jalan tol antar kota penghubung kawasan aglomerasi yang sedang berkembang. Pengumpulan data dilakukan melalui survei revealed dan stated preference dengan teknik bola salju (snowball sampling) yang menggunakan media sosial. Kemudian kami mengembangkan model logit-biner untuk mengeksplorasi persepsi penumpang komuter terhadap jalan tol pada periode ramp-up dan hasilnya menunjukkan bahwa ketika melakukan aktivitas perjalanan, pelaku perjalanan komuter lebih memilih menggunakan jalan tol dengan atribut yang paling berpengaruh terhadap pengambilan keputusan masing-masing adalah, waktu tempuh, biaya perjalanan, jarak gerbang tol, jarak tempuh, umur penumpang, keindahan pemandangan dan frekuensi penggunaan jalan tol. Makalah ini juga menunjukkan bahwa preferensi positif terhadap jalan tol pada periode ramp-up tidak selalu terkait dengan kemacetan lalu lintas seperti di wilayah perkotaan yang padat, keberadaan lalu lintas tamasya sangat potensial mempengaruhi. Kata-kata kunci: Perilaku pemilihan rute, model logit-biner, jalan tol, periode ramp-up
Analisis Pengaruh Penutupan Palang Rel Kereta Api Terhadap Aktivitas Jaringan Jalan (Studi Kasus: Jl. Urip Sumoharjo - Jl. Ki Maja - Jl. Pajajaran) Prayoga, Irfan Ahmad; Oktavia, Amelia; Dharmawan, Weka Indra; Febrina, Rina
TEKNIKA SAINS Vol 10, No 2 (2025): TEKNIKA SAINS
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/teksis.v10i2.4471

Abstract

Seiring meningkatnya aktivitas masyarakat, kebutuhan akan infrastruktur transportasi yang andal dan efisien semakin mendesak. Titik pertemuan antar moda transportasi, seperti perlintasan sebidang, sering kali menjadi sumber konflik lalu lintas. Di Kota Bandar Lampung, permasalahan tersebut terjadi pada perlintasan sebidang kereta api di ruas Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Ki Maja, dan Jalan Pajajaran yang merupakan kawasan perkotaan dengan intensitas kendaraan tinggi setiap hari. Penelitian ini bertujuan menganalisis volume lalu lintas dan kinerja jaringan jalan di sekitar perlintasan tersebut secara komprehensif menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan selama tujuh hari pada jam sibuk di empat titik sekitar ruas jalan utama. Hasil penelitian menunjukkan volume lalu lintas tertinggi sebesar 1.915,4 SMP/jam, derajat kejenuhan tertinggi sebesar 0,77 dengan tingkat pelayanan D yaitu arus mendekati tidak stabil, tundaan tertinggi sebesar 174 detik/kendaraan dengan tingkat pelayanan F, dan panjang antrian tertinggi sebesar 255 meter. Kondisi ini dipengaruhi oleh tingginya volume kendaraan, keterbatasan dimensi jalan, serta frekuensi penutupan palang pintu kereta api. Rekomendasi yang diberikan meliputi menerapkan sistem informasi lalu lintas berbasis teknologi untuk memberi informasi real-time kepada pengendara, serta mengatur ulang jadwal perjalanan kereta api khususnya babaranjang, dari jam sibuk ke malam hari guna mengurangi durasi penutupan palang.
Analisa Kinerja Jalur Kereta Api Segmen Tanjung Karang – Kotabumi Menggunakan Metode Indonesia Yandaru, Arifian Fahmi; Oktavia, Amelia; Dharmawan, Weka Indra
TEKNIKA SAINS Vol 10, No 2 (2025): TEKNIKA SAINS
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/teksis.v10i2.4546

Abstract

Analisis kapasitas lintas jalur kereta api untuk menentukan jumlah maksimum kereta yang dapat dioperasikan pada infrastruktur dan interval tertentu dalam kondisi operasional saat ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur kapasitas lintas jalur kereta api dan mengevaluasi tingkat pelayanan (Level of Service) pada segmen Tanjung Karang–Kotabumi menggunakan Metode Indonesia. Penelitian dilakukan melalui survei visual untuk menilai kondisi fisik jalur rel, kemudian dianalisis menggunakan Metode Indonesia, yaitu metode yang diterapkan oleh PT KAI untuk menghitung kapasitas lintas jalur kereta api di Indonesia. Hasil analisis kapasitas lintas dan Level of Service pada kondisi eksisting (full single track) menunjukkan bahwa kapasitas teoritis rata-rata mencapai 120 kereta per hari, kapasitas praktis 84 kereta per hari, kapasitas terpakai 58 kereta per hari, dan kapasitas tersisa 26 kereta per hari. Dari total petak jalan, enam petak memiliki Level of Service C (cukup baik, jadwal masih stabil), tiga petak Level of Service D (cukup padat dan sensitif terhadap gangguan), serta empat petak Level of Service E (padat dan rawan keterlambatan). Lebih lanjut, hasil perhitungan kapasitas lintas setelah rencana pembangunan full double track berdasarkan Grafik Perjalanan Kereta Api tahun 2025 menunjukkan kapasitas praktis rata-rata sebesar 90 kereta per hari, dengan kapasitas terpakai 58 kereta per hari dan kapasitas tersisa 136 kereta per hari.