Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Penanamam Nilai-Nilai Nasionalisme dalam Pembelajaran Sejarah di SMA Negeri 5 Pariaman Kota Pariaman Oktavia, Amelia; Ofianto, Ofianto
Jurnal Kronologi Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v6i2.819

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan: (1) bagaimana strategi penanaman nilai-nilai Nasionalisme dalam pembelajaran sejarah di SMA N 5 Pariaman, (2) evaluasi penanaman nilai-nilai nasionalisme dalam pembelajaran sejarah di SMA N 5 Pariaman, dan (3) kendala yang dihadapi guru sejarah di SMA N 5 Pariaman dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme. Penelitian ini menggunakan metode dan pendekatan kualitatif dan menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi dengan bantuan trianggulasi data. Hasil penelitian ini menunjuukkan beberapa hal yaitu: 1) starategi penanaman nilai-nilai nasionalisme yang dilakukan oleh guru sejarah mencakup pembelajaran sejarah yang dimulai dari perencanaan dengan menyiapkan perangkat ajar yang sesuai, pelaksanaan dengan menggunakan berbagai model dan metode serta media pembelajaran yang menarik, dan evaluasi pembelajaran, 2) evaluasi pembelajaran penanaman nilai-nilai nasionalisme dalam pembelajaran sejarah dilakukan dengan melihat berbagai aspek seperti kognitif dan afektif, 3) kendala yang dihadapi dalam penanaman nilai-nilai nasionalisme pada pembelajaran sejarah berkaiatan dengan tahapan-tahapan pembelajaran yaitu pada tahap persiapan pembelajaran permasalahan yang dihadapi berkaiatan dengan konsistensi dalam menyusun bahan ajar yang sesuai, dan pada tahap pelaksanaan kendala yang dihadapi adalah keterbatasan waktu.
Analysis of Service Performance at Kotabumi Lampung Train Station using the Kano Method Oktavia, Amelia; Aryani, Marnida; Prayogi, Galih Rio; Michael, Michael
CIVED Vol. 11 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/cived.v11i3.634

Abstract

The Railway Station is an essential thing in the operation of the train. Passenger trains will raise and lower passengers, both the initial destination of passengers and transit. Kotabumi Railway Station is a station whose activities are to raise and lower passengers; in this case, the train station must have excellent and effective service performance for passengers. So, it is necessary to research the level of passenger satisfaction with the benchmarks for the service performance of train stations regulated in the Minister of Transportation Regulation No. 63 of 2019 concerning Minimum Service Standards. These benchmarks are then submitted as questions to the passengers, which are then processed using the kano method to determine the level of passenger needs and satisfaction. The kano method on the level of passenger satisfaction at the Kotabumi Railway Station results in that 19 attributes are one-dimensional where service performance if fulfilled, will experience the pleasure that is balanced with the existing version, and six characteristics of satisfaction levels are in the indifferent category, namely service performance must remain maintained. Furthermore, the highest CS and DS values ​​were obtained for information on train arrivals and station operating schedules. If this service performance is fulfilled, the passenger satisfaction level is 0.77. If the service performance is not fulfilled, passenger disappointment is at -0.82, so this attribute must be a top priority.
Analisa Faktor Muat (Load Faktor) Penumpang Angkutan Umum Kota (Angkot) Dharmawan, Weka Indra; Fadilasari, Dewi; Jumari, Jumari; Oktavia, Amelia
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 9, No 2 (2025): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v9i2.21292

Abstract

ABSTRAKPengguna moda transportasi pada masyarakat umum terus meningkat. Demikian juga mobilitas yang terjadi di Kota Bandar Lampung berkembang pesat. Kondisi load factor angkutan kota (angkot) di Kota Bandar Lampung khususnya pada trayek Way Halim – Tanjung Karang kurang optimal. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis faktor muat (load factor) dan lokasi naik turun penumpang. Metode yang digunakan dalam proses penelitian ini yaitu metode kuantitatif. Data primer bertujuan mendapatkan jumlah penumpang, pola naik turun penumpang, kapasitas angkutan (angkot). Survey data primer dilakukan pada dua hari kerja dan dua hari libur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai load factor pada Weekday sebesar 16,2%. Sedangkan pada Weekend sebesar 17,0%. Dari hasil penitian load factor dapat disimpulkan bahwa nilai load factor tersebut 70% dimana kinerja angkutan umum kota (angkot) pada trayek Way Halim – Tanjung Karang Kota Bandar Lampung kurang optimal karena lebih kecil dari standar dalam SK. Dirjen Perhubungan Darat No. 687 tahun 2002 yaitu sebesar 70%, maka dari itu perlunya dilakukan peningkatan pelayanan agar masyarakat kembali tertarik menggunakan moda transportasi umum khususnya mobil penumpang angkutan umum kota (angkot) pada trayek Way Halim – Tanjung Karang Kota Bandar Lampung. Jumlah penumpang naik terbanyak terdapat pada Tanjung Karang menuju ke Way Kandis sebesar 19 orang penumpang. Jumlah penumpang turun terbanyak terdapat pada Way Kandis menuju ke Tanjung Karang sebesar 12 orang penumpang. Kata Kunci: Load Factor; Penumpang; Angkutan Umum
Analisis Rencana Anggaran Biaya Pada Proyek Pembangunan Balai Kampung Nambah Rejo Kecamatan Kota Gajah Kabupaten Lampung Tengah Provinsi Lampung Akbar, Aldharin Rizky; Juansyah, Yan; Oktavia, Amelia; Oktarina, Devi
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 9, No 2 (2025): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v9i2.21735

Abstract

ABSTRAK Penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) ialah untuk menghitung biaya-biaya yang diperlukan dari suatu bangunan dan dengan biaya ini bangunan tersebut dapat terwujud sesuai dengan yang direncanakan. Mengingat besar serta luasnya arti bangunan yang harus dihitung pembiayaannya maka pengetahuan akan hal-hal yang ada hubungannya denan perhitungan biaya sangat diperlukan. Ada persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi untuk menyusun rencana anggaran biaya yaitu gambar konstruksi bangunan, harga bahan bangunan dan upah tenaga kerja. Tujuan Penelitian ini adalah tentang analisis rencana anggaran yang dilakukan pada Proyek Pembangunan Balai Kampung Nambah Rejo Kec. Kota Gajah Kab. Lampung Tengah. Metode penelitian yang digunakan mengambil perbandingan harga proyek dengan harga yang dilaksanakan dilapangan pada Kota Metro berdasarkan Harga Basic Price Upah dan Bahan Tahun 2025 Kota Metro. Dari hasil penelitian ini didapatkan beberapa faktor yang mempengaruhi perbedaan biaya total konstruksi, yaitu: harga bahan material, dan upah tenaga konstruksi di Kota Metro lebih murah dibandingkan harga yang ada di Kabupaten Lampung Tengah Provinsi Lampung. Kata Kunci: Analisis Rencana Anggaran Biaya, Balai Kampung dan Proyek ABSTRACT Budget Plan Analysis for the Nambah Rejo Village Hall Construction Project, Kota Gajah District, Central Lampung Regency, Lampung Province. The preparation of a Cost Budget Plan (RAB) is to calculate the costs required for a building and with this cost the building can be realized according to the plan. Considering the large and broad meaning of the building whose financing must be calculated, knowledge of things related to cost calculations is very necessary. There are requirements that must be met to prepare a cost budget plan, namely building construction drawings, building material prices and labor wages. The purpose of this study is to analyze the budget plan carried out on the Nambah Rejo Village Hall Construction Project, Kota Gajah District, Central Lampung Regency. The research method used is to compare the project price with the price implemented in the field in Metro City based on the Basic Price of Wages and Materials in 2025 for Metro City. From the results of this study, several factors were found that influenced the difference in total construction costs, namely: the price of materials and construction labor wages in Metro City were cheaper than the price in Central Lampung Regency, Lampung Province. Keywords: Budget Plan Analysis, Village Hall and Project
SOSIALISASI INOVASI TONG SAMPAH MINIM ASAP UNTUK LINGKUNGAN HIDUP DENGAN TEMA “RAPI : RAMAH ASAP, PENGELOLAAN SAMPAH INOVATIF” SERTA PEMBUATAN TONG PEMBAKAR SAMPAH MINIM ASAP DI PEKON DATARAJAN, ULUBELU, TANGGAMUS Husna, Nurul; Oktavia, Amelia
Jurnal Bakti Masyarakat Manajemen Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jbmm.v5i1.22915

Abstract

Permasalahan sampah rumah tangga di pedesaan seringkali ditangani dengan cara membakar terbuka atau dibuang ke sungai, yang dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Pekon Datarajan, Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, dengan tema “RAPI: Ramah Asap, Pengelolaan Sampah Inovatif”. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang bahaya pembakaran sampah yang tidak tepat, dampak membuang sampah di sungai, serta memperkenalkan alternatif pengelolaan sampah yang sehat melalui inovasi tong pembakar sampah minim asap. Metode pelaksanaan berupa sosialisasi, diskusi, dan praktik pembuatan tong pembakar minim asap. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat tentang cara membakar sampah yang tepat, komitmen untuk tidak membuang sampah di sungai, serta keterampilan praktis dalam membuat tong pembakar minim asap. Program ini memberikan solusi sederhana dan aplikatif untuk pengelolaan sampah ramah lingkungan di tingkat rumah tangga.
Perencanaan Desain Geometri Jalan Rel Rute Rejosari - Tarahan Oktavia, Amelia; Michael, Michael; Situmeang, Martin Juharlin
CIVED Vol. 10 No. 2 (2023): June 2023
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/cived.v10i2.429

Abstract

Pada era modern saat ini segala aktivitas kehidupan manusia tidak terpisahkan dari transportasi/perpindahan barang atau manusia antar tempat, sehingga diperlukan salah satu sarana transportasi yang efisien, misalnya kereta api. Kereta api merupakan serangkaian kendaraan yang ditarik oleh suatu lokomotif yang melintas pada jalur rel untuk mengangkut penumpang/orang atau barang, sehingga sebelum kereta api dapat digunakan perlu dianalisis terlebih dahulu jalur rel yang akan digunakan sebagai lintasannya. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini membahas tentang bagaimana mendesain jalur untuk transportasi kereta api. Pada penelitian ini memprioritaskan rencana pembangunan geometri jalan rel rute Rejosari-Tarahan, agar seluruh kereta api (KA) industri seperti KA Babaranjang tidak lagi masuk ke daerah kota Bandarlampung. Direncanakan untuk membangun jalur kereta api dengan panjang rute kurang lebih 37 km, untuk KA Babaranjang nantinya tidak lagi melewati Stasiun Gedung Ratu, Labuhan Ratu, Tanjungkarang, Garuntang, dan Pidada. Rute ini juga dirancang sebagai jalur lingkar luar dan menggunakan beberapa lahan yang sudah dibebaskan pada pembangunan Tol Trans Sumatera untuk menghemat biaya pembebasan lahan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah studi dokumen dimana metode ini menggunakan data-data yang bersumber dari PT. KAI dan BBWS Lampung. Penelitian ini mendesain jalan rel dengan jenis single track. Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi produktifitas dari jalur rel itu sendiri diantaranya beban dari kereta yang melintas, mutu material dari struktur rel, suhu di lingkungan, serta perawatan rutin dari jalur rel tersebut. Berdasarkan hasil analisa pada 4 trase rencana dipilih alternatif trase 4 dengan jarak 35,204 km, 12 tikungan tipe spiral-circle-spiral (SCS), serta melalui pertimbangan atas kawasan lahan, kondisi topografi, serta area pengalihan jalur kereta agar tidak lagi melalui kawasan perkotaan.
Analysis of Passenger Car Equivalency (EMP) Values on Road Sections in BandarLampung City (Case Study: Ratu Dibalau Road Section and Damar Island Road Section) Oktavia, Amelia; Michael, Michael; Maulana, Muhammad Irsal
CIVED Vol. 11 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/cived.v11i1.529

Abstract

The increase in vehicle volume in Lampung Province has resulted in a decrease in road performance. Capacity evaluation is prevention, determining capacity there are several parameters, one of which is EMP. In this case, the analysis of road section performance refers to MKJI 1997. The characteristics of MKJI 1997 are strongly influenced by the traffic of major cities in Indonesia which are made the place of empirical research in 1991 - 1995. Of course, there are differences in the characteristics that occurred in that year with the current situation. This study was conducted to determine whether there is a difference in the EMP value in MKJI with the current field EMP. This research uses field survey data including traffic volume, road section geometry, and Time Headway data between vehicles. In this study, the emp value is analyzed using the Time Headway method and the data for analyzing the performance of road sections refers to the 1997 Indonesian Road Capacity Manual (MKJI). The results of the emp MC value for the morning and afternoon peak hours on Section 1 are 0.48 and 0.46. Section 2 is 0.46 and 0.44. This value is significantly different from the 1997 MKJI emp of 0.25. for the DS value using emp MKJI on section 1, the results are 0.45 and 0.68. for DS emp calculations on section 0,3 of 0,43 and 1. For section 2 DS emp MKJI of 0.33 and 0.48. For DS emp calculations on section 2 of 0,48 and 0,65. It can be seen that significant differences can be caused by traffic flow conditions, differences in road characteristics, road gemetry conditions, and environmental conditions in 1997 with current conditions. It can also be seen that the greater the emp value will affect the amount of traffic volume so as to make the degree of saturation value greater.
Analisis Pengaruh Penutupan Palang Rel Kereta Api Terhadap Aktivitas Jaringan Jalan (Studi Kasus: Jl. Urip Sumoharjo - Jl. Ki Maja - Jl. Pajajaran) Prayoga, Irfan Ahmad; Oktavia, Amelia; Dharmawan, Weka Indra; Febrina, Rina
TEKNIKA SAINS Vol 10, No 2 (2025): TEKNIKA SAINS
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/teksis.v10i2.4471

Abstract

Seiring meningkatnya aktivitas masyarakat, kebutuhan akan infrastruktur transportasi yang andal dan efisien semakin mendesak. Titik pertemuan antar moda transportasi, seperti perlintasan sebidang, sering kali menjadi sumber konflik lalu lintas. Di Kota Bandar Lampung, permasalahan tersebut terjadi pada perlintasan sebidang kereta api di ruas Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Ki Maja, dan Jalan Pajajaran yang merupakan kawasan perkotaan dengan intensitas kendaraan tinggi setiap hari. Penelitian ini bertujuan menganalisis volume lalu lintas dan kinerja jaringan jalan di sekitar perlintasan tersebut secara komprehensif menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan selama tujuh hari pada jam sibuk di empat titik sekitar ruas jalan utama. Hasil penelitian menunjukkan volume lalu lintas tertinggi sebesar 1.915,4 SMP/jam, derajat kejenuhan tertinggi sebesar 0,77 dengan tingkat pelayanan D yaitu arus mendekati tidak stabil, tundaan tertinggi sebesar 174 detik/kendaraan dengan tingkat pelayanan F, dan panjang antrian tertinggi sebesar 255 meter. Kondisi ini dipengaruhi oleh tingginya volume kendaraan, keterbatasan dimensi jalan, serta frekuensi penutupan palang pintu kereta api. Rekomendasi yang diberikan meliputi menerapkan sistem informasi lalu lintas berbasis teknologi untuk memberi informasi real-time kepada pengendara, serta mengatur ulang jadwal perjalanan kereta api khususnya babaranjang, dari jam sibuk ke malam hari guna mengurangi durasi penutupan palang.
Analisa Kinerja Jalur Kereta Api Segmen Tanjung Karang – Kotabumi Menggunakan Metode Indonesia Yandaru, Arifian Fahmi; Oktavia, Amelia; Dharmawan, Weka Indra
TEKNIKA SAINS Vol 10, No 2 (2025): TEKNIKA SAINS
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/teksis.v10i2.4546

Abstract

Analisis kapasitas lintas jalur kereta api untuk menentukan jumlah maksimum kereta yang dapat dioperasikan pada infrastruktur dan interval tertentu dalam kondisi operasional saat ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur kapasitas lintas jalur kereta api dan mengevaluasi tingkat pelayanan (Level of Service) pada segmen Tanjung Karang–Kotabumi menggunakan Metode Indonesia. Penelitian dilakukan melalui survei visual untuk menilai kondisi fisik jalur rel, kemudian dianalisis menggunakan Metode Indonesia, yaitu metode yang diterapkan oleh PT KAI untuk menghitung kapasitas lintas jalur kereta api di Indonesia. Hasil analisis kapasitas lintas dan Level of Service pada kondisi eksisting (full single track) menunjukkan bahwa kapasitas teoritis rata-rata mencapai 120 kereta per hari, kapasitas praktis 84 kereta per hari, kapasitas terpakai 58 kereta per hari, dan kapasitas tersisa 26 kereta per hari. Dari total petak jalan, enam petak memiliki Level of Service C (cukup baik, jadwal masih stabil), tiga petak Level of Service D (cukup padat dan sensitif terhadap gangguan), serta empat petak Level of Service E (padat dan rawan keterlambatan). Lebih lanjut, hasil perhitungan kapasitas lintas setelah rencana pembangunan full double track berdasarkan Grafik Perjalanan Kereta Api tahun 2025 menunjukkan kapasitas praktis rata-rata sebesar 90 kereta per hari, dengan kapasitas terpakai 58 kereta per hari dan kapasitas tersisa 136 kereta per hari.
Analysis of Hardness Test and Microstructure Test of R.54 Type Railway Rail with Variations in Heat Treatment Cooling Media Oktavia, Amelia; Tabitha, Adinda Kanaya; Drajat, Bambang; Pujiyulianto, Eko
Journal of Engineering and Scientific Research Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Lampung Jl. Soemantri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung, Indonesia 35141

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jesr.v7i2.175

Abstract

Rail steel R.54 is a steel that is included in high carbon steel. Rail steel R.54 has a carbon element of 0.60-0.80% allowing the hardening process to be carried out with appropriate heat treatment . This type of research is an experimental laboratory study. The study aims to determine the effect of variations in cooling media on the observation of microstructure and hardness values in the hardening process of rail steel R.54. The Vickers method with a load of 500 gf is one of the important aspects in hardness testing. The results showed that the hardness value without heat treatment was 383.93 HV and the hardness value after heat treatment with three variations of cooling media, namely soapy water of 669.13 HV, 35% table salt (NaCl) of 689.14 HV, and new oil of 835.50 HV. The three cooling media can be concluded that the highest level of steel hardness is achieved in specimens that are hardened and cooled with new oil cooling media. The viscosity of new oil affects the hardness level of R-54 rail steel. The hardness level of R-54 rail steel will increase along with the increasing viscosity of the oil that is inserted into the cooling medium of R-54 rail steel after the quenching process. The results of observations of the microstructure of R-54 rail steel samples show that there is a phase change without heat treatment that is formed is ferrite and pearlite to form ferrite , austenite and martensite phases due to the heating process of austenite which is cooled rapidly in the cooling medium.