Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : SOLUSI

PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT DALAM TEKNOLOGI DAN INOVASI PRODUK UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN UMKM Edy Suryawardana; Dian Triyani; Raden Rara Lulus Prapti NSS
Solusi Vol 16, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/slsi.v16i2.2161

Abstract

Produsen pengolahan bandeng di Kota Semarang sudah mulai tumbuh dengan pesatmeskipun masih menggunakan cara-cara tradisional salah satunya di Kelurahan MirotoKecamatan Semarang Tengah dan Kelurahan Jomblang Kecamatan Candisari. Jenis olahanbandeng presto yang belum tergarap dengan maksimal adalah pengolahan hasil perikanan,terutama modifikasi produk misalkan pemindangan, otak-otak bandeng, abon bandeng danbandeng presto tanpa duri yang awet tahan lama dan higienis. Oleh karena itu diadakanlah PKMusaha kecil dan menengah dalam berbagai produk olahan pada bandeng presto “Barokah Hj.Sayati” dan bandeng presto “ABI” di kota semarang. Masalah yang ditemui di lapangan berkisar pada faktor sumberdaya manusia, faktorproduksi, faktor keuangan dan faktor pemasaran dan faktor kondisi fisik lokasi produksi. Targetdari pelaksanaan PKM bagi pelaku pengolah produk ikan bandeng adalah peningkatankemampuan mengelola usaha kecil dan menengah bandeng presto “Barokah Hj. Sayati” danbandeng presto “ABI” di Kota Semarang dalam aspek produksi melalui pengenalan teknologimesin giling pemisah daging-duri ikan bandeng, mesin penghancur daging-duri (spinner) sertamesin pengawet produk bandeng anti mikroba (vacoompack) maupun aspek manajemen yangmeliputi aspek keuangan dan pemasaran serta sumber daya manusia. Luaran dari pelaksanaan PKM diversifikasi produk olahan ikan bandeng adalah: dariaspek produksi, para pengelola usaha produk olahan ikan bandeng mampu menghasilkan produkdari ikan bandeng yang berkualitas baik dan tahan lama dengan harga jual yang dapat bersaingdi pasaran. Misalnya produk abon bandeng, pepes bandeng, bakso bandeng dan otak-otakbandeng; dari aspek keuangan, pengelola usaha produk olahan ikan bandeng mampu melakukanperencanaan keuangan untuk hasil produksi olahan yang dijual sekaligus dapat mengelolakeuangan pra produksi sampai dengan pasca produksi dengan baik; dari aspek pemasaran, parapengelola usaha produk olahan ikan bandeng mampu melakukan perencanaan pemasaran untukmenjual hasil produksi olahan, sehingga para pengelola usaha ini dapat memperoleh penghasilanyang lebih tinggi melalui pemasaran lokal maupun domestik; dari aspek sumber daya manusia,para pengelola usaha produk olahan ikan bandeng mampu melakukan perencanaan prosesproduksi, pengorganisasian tugas dan tanggung jawab pekerjaan, pelaksanaan pengolahanproduk dan pengawasan mutu produk, sehingga para pengelola usaha ini dapat memperolehhasil produksi yang lebih baik sekaligus dapat memasarkan secara handal produk olahan ikanbandeng. Mencermati permasalahan tersebut, Lembaga Penelitian dan Pengabdian KepadaMasyarakat (LPPM) USM melalui Fakultas Ekonomi tergerak untuk ikut partisipasimemberikan bantuan pendampingan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat melaluipemberdayaan program pengolahan produk ikan bandeng presto yang berkualitas dan tahanlama. Dengan adanya produk olahan ikan bandeng akan mewujudkan peningkatan pada mutu dan pendapatan masyarakat khususnya di wilayah Kelurahan Miroto Kecamatan Semarang Tengah dan Kelurahan Jomblang Kecamatan Candisari Kota Semarang. Kata Kunci: Program Kemitraan Masyarakat, Olahan ikan bandeng Presto, Usaha Kecil danMenengah
PENGARUH MOTIVASI, KOMPENSASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN (STUDI PADA CV ENGGAL JAYA SEMARANG) Areis Prassetiawan; Dian Triyani
Solusi Vol 16, No 4 (2018): SOLUSI
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.396 KB) | DOI: 10.26623/slsi.v16i4.1667

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji atau mengetahui seberapa besar pengaruh variabelmotivasi, kompensasi, dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja. Penelitian ini dilakukan terhadap karyawan CV Enggal Jaya Semarang. Tekhnik yangdigunakan dalam pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan tekhnik sampling jenuhatau sensus yaitu penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel.Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan menyebar kuesioner. Metode analisis datadilakukan dengan regresi linear berganda menggunakan software SPSS 20. Tekhnik pengujian datayang digunakan dalam penelitian ini meliputi uji validitas, uji reliabilitas dengan AlphaConcbranch. Uji asumsi klasik, uji regresi linear berganda, uji t, dan koefisien determinasi bergandadigunakan untuk menguji dan membuktikan hipotesis penelitian. Hasil penelitian menunjukan dimana variabel Motivasi, Kompensasi, Lingkungan Kerjaberpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja. Dengan pengujian hipotesismenggunakan uji-t menunjukan bahwa ketiga variabel independen yang diteliti terbukti secarapositif dan signifikan mempengaruhi variabel dependen.Kata Kunci : Motivasi, Kompensasi, Lingkungan Kerja dan Kepuasan Kerja.
PENDEKATAN HOLISTIK (HOLISTIC APPROACH) SEBAGAI UPAYA EFEKTIF PENGENTASAN KEMISKINAN: STUDI KASUS PADA TIGA KELUARGA MISKIN RR. Lulus Prapti NSS; Rahoyo Rahoyo; Dian Triyani
Solusi Vol 17, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.017 KB) | DOI: 10.26623/.v17i2.1455

Abstract

AbstrakBerbagai program dan upaya pemerintah untuk mengurangi angka kemiskinan memang pernah digulirkan, antara lain Kredit Usaha Tani (1998) yang mencapai Rp8,4 triliun; Kredit Ketahanan Pangan (2000) yang mencapai 2,3 triliun; juga Program Pengembangan Kecamatan (PPK), Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) dan Jaring Pengaman Sosial.  Namun, berbagai upaya itu pun toh tak cukup signifikan mengurangi angka kemiskinan. Setidaknya, data di atas menunjukkan bahwa sejak 2002 sampai dengan 2007 angka kemiskinan tetap bertengger pada angka 16 – 18% sekalipun memang tinggal satu digit pada 2018.Tentu saja kita tidak boleh pesimis bahwa kemiskinan pada dasarnya memang bisa ditekan bahkan bisa dihapuskan. Muhammad Yunus, peraih Nobel Perdamaian 2006 telah membuktikannya di Bangladesh. Tetapi, melihat pengalaman selama 5 tahun terakhir, semua usaha yang dilakukan pemerintah belum memberikan hasil yang berarti.Pertanyaan lain yang muncul, mengapa semua program yang telah menyedot triliunan biaya tersebut tidak mampu membawa dampak signifikan dalam upaya pengentasan kemiskinan? Apakah program-program tanggap darurat (emergent) semacam beras miskin (raskin) dan bantuan langsung tunai (BLT) memang merupakan pendekatan strategis untuk pengentasan kemiskinan?Makalah ini berusaha memotret apa adanya kehidupan tiga keluarga miskin masing-masing Suji (65 tahun), Harni (55 tahun) dan Subadi (61 tahun) sebagai studi kasus. Dari deskripsi apa adanya mengenai kehidupan mereka akan dilakukan analisis untuk mengetahui aspek-aspek yang terkait dengan kemiskinan mereka. Kata kunci: pendekatan holistik, keluarga miskin