Mohammad Kosim
Program Studi Budidaya Perairan, Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Published : 29 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

MADRASAH DI INDONESIA (Pertumbuhan dan Perkembangan) Kosim, Mohammad
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 2, No 1 (2007)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Kebijakan diskriminatif pemerintah Hindia Belanda terhadap umat Islam, dalam hal pendidikan, memunculkan sikap penolakan umat Islam dengan wujud beragam, defensif dan  progresif. Corak defensif ditunjukkan, terutama oleh ulama tradisi­o­nal, dengan cara menghindari sejauh mungkin pengaruh politik Belanda terhadap sistem pendidikan Islam. Sikap ini terlihat pada sistem pendidikan tradisional pesantren yang mengambil tempat di daerah-daerah pedalaman untuk ­menghindar dari pengaruh dan pantauan Belanda. Pendekatan progresif dilakukan, terutama dipelopori sejumlah ulama pembaharu,  dengan “meniru” pola pendi­dikan modern ala Belanda tapi berbasis Islam. Melalui pola moderat ini, berdirilah sejumlah madrasah dan sekolah umum berciri khas Islam dengan beberapa corak; Pertama, madrasah dengan dominasi mata pelajaran agama ditambah mata pelajaran umum (madrasah plus). Kedua, sekolah umum model Belanda ditambah mata pelajaran agama (sekolah plus). Ketiga, madrasah dengan bidang kajian sepenuhnya agama (madrasah diniyah).
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH UMUM (Perspektif Sosio-Politik-Historis) Kosim, Mohammad
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 1, No 2 (2006)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Dalam perspektif historis, keberadaan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah umum mengalami perjalanan panjang dan rumit seiring dengan kondisi sosial politik yang menyertai. Hal ini bisa ditelusuri sejak masa penjajahan hingga era reformasi. Di masa Belanda pendidikan agama tidak ada peluang diajarkan di sekolah pemerintah dengan alasan pemerintah bersikap netral. Kebijakan Jepang lebih lunak—kendati tidak lebih baik dari Belanda—dengan mengizinkan pendidikan agama diajarkan di sekolah. Setelah Indonesia merdeka, secara perlahan dan pasti, posisi PAI di sekolah umum mulai menguat, dari sebelumnya sebagai mata pelajaran pelengkap, tidak wajib, dan tidak menentukan kenaikan kelas, menjadi mata pelajaran inti di setiap jenjang pendidikan. Meskipun posisi PAI di sekolah umum cukup kuat, tidak berarti lepas dari masalah, terutama dalam tataran aplikasi.
KAJIAN HISTORIS PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA (Telaah Literatur) Kosim, Mohammad
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 1, No 1 (2006)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Kendati praktik pendidikan Islam di Indonesia telah berlangsung cukup lama, tepatnya sejak Islam masuk ke wilayah Nusantara sekitar 15 abad yang lalu, kajian tentang pendidikan Islam di Indonesia masih sangat terbatas dibanding kajian keislaman lainnya. Tulisan berikut menyuguhkan kajian historis tentang pendidikan Islam di Indonesia. Kajian dilakukan dengan melakukan survey terhadap sejumlah buku sejarah pendidikan Islam di Indonesia. Kajiannya diarahkan pada sejauhmana buku-buku dimaksud memberikan informasi ilmiah tentang sejarah pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam di Indonesia.
KANDUNGAN AGAMA ISLAM DALAM MATA PELAJARAN IPA DI MADRASAH Kosim, Mohammad
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel hasil penelitian ini berupaya mendeskripsikankandungan agama Islam dalam bahan ajar IPA (Fisika, Kimia, danBiologi ) di madrasah. Dengan menggunakan pendekatan kualitatifdan analisis dokumen terhadap bahan ajar IPA di Madrasah Aliyah,diperoleh kesimpulan bahwa kandungan agama Islam dalam bahanajar IPA di madrasah jumlahnya sangat terbatas dan tidaksignifikan. Hal ini menunjukkan bahwa dari aspek bahan ajar,semangat Kementerian Agama untuk melakukan integrasi ilmumelalui islamisasi sains di madrasah belum terbukti. Karena itu,menjadi sangat penting untuk menyusun ulang bahan ajar IPA dimadrasah berbasis Islam. Dan tak kalah pentingnya jugamenyiapkan tenaga pengajar IPA di madrasah yang mampumenyampaikan pelajaran IPA bernuansa islami.
STUDI KOMPARASI PENGELOLAAN SD ISLAM UNGGULAN DI KABUPATEN PAMEKASAN Kosim, Mohammad
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 8, No 1 (2013)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bermaksud membandingkan pengelolaan tigaSD Islam unggulan di Pamekasan (SDI Al-Munawarah, SDIT Al-Irsyad, dan SDP Nurul Hikmah) dalam hal penerimaan,pengelompokan, dan pembinaan siswa. Untuk melakukan perbandingan,dilakukan penelitian komparatif dengan pendekatankualitatif dan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwainput siswa di ketiga SD tersebut bukan yang terbaik secaraakademik, karena hampir tidak ada seleksi ketat secara akademik.Pengelompokan siswa di tiga SD bervariasi, ada yang berdasarkualitas, ada yang berdasar jenis kelamin, dan ada yangmerupakan gabungan keduanya. Sedangkan pembinaan siswa ditiga SD dilakukan cukup optimal, baik dalam jam-jam belajarsekolah maupun di luar jam terjadwal.
PENGARUH PENAMBAHAN ENZIM FITASE DALAM PAKAN BUATAN TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN RELATIF, EFISIENSI PEMANFAATAN PAKAN DAN KELULUSHIDUPAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus) Kosim, Mohammad; Rachmawati, Diana; Samidjan, Istiyanto
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.414 KB)

Abstract

Pada proses budidaya, pakan merupakan salah satu faktor terpenting yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ikan yang dibudidayakan. Penggunaan sumber bahan baku nabati dalam bahan pakan ikan perlu memperhatikan adanya faktor anti nutrisi yaitu asam fitat. Salah satu cara untuk mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh kandungan asam fitat dalam pakan adalah penambahan enzim fitase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan enzim fitase dalam pakan buatan dan mengetahui dosis optimal enzim fitase dalam pakan buatan terhadap laju pertumbuhan relatif (RGR) dan efisiensi pemanfaatan pakan (EPP) lele sangkuriang (C. gariepinus). Ikan uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah lele sangkuriang dengan bobot rata-rata 1,22±0,06 g/ekor. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini: perlakuan A (tanpa enzim fitase), B (enzim fitase 250 mg/kg pakan), C (enzim fitase 500 mg/kg pakan), dan D (enzim fitase 750 mg/kg pakan). Data yang diamati meliputi laju pertumbuhan relatif (RGR), efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), rasio efisiensi protein (PER), dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan enzim fitase dalam pakan buatan memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap RGR, EPP dan PER. Persentase dosis optimal enzim fitase sebesar 579 mg/kg pakan dalam pakan buatan mampu menghasilkan RGR dan EPP maksimal sebesar 4,18%/hari dan 86,5%. Dosis optimal enzim fitase sebesar 583 mg/kg pakan mampu menghasilkan PER maksimal sebesar 2,75% untuk ikan lele sangkuriang (C. gariepinus). Kualitas air pada media pemeliharaan terdapat pada kisaran yang sesuai untuk budidaya lele sangkuriang. In the cultivation process, feed is one of the most important factors that will effect for growth of fish culture . The use of vegetable raw material sources in the fish feed ingredients need to pay attention to their anti nutritive factors that phytic acid. The one to solve the problems causes by the content of phytic acid in the diet is the addition of phytase enzyme. This study aims to determine the effect of adding the enzyme phytase in artificial feed and determine the optimal dose of enzyme phytase in artificial feed to the relative growth rate (RGR) and the efficiency of feed utilization (EPP) of the catfish (C. gariepinus). The fish samples used in this study is a catfish with average weight of 1.22 ± 0.06 g / fish. This method that used in this research was the experimental method completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replicates. The treatment in this study: treatment A (without phytase enzyme), B (enzyme phytase 250 mg/kg diet), C (enzyme phytase to 500 mg/kg diet), and D (enzyme phytase 750 mg/kg diet). The datas were observed included relative growth rate (RGR), efficiency of feed utilization (EPP), protein efficiency ratio (PER), and water quality. The results showed that the addition of phytase enzyme in artificial diet provides highly significant effect (P<0,01) to RGR, EPP and PER. The percentage of the enzyme phytase optimal dose 579 mg/kg in artificial feed can to produce maximum RGR 4,18%/day and EPP 86,5%. The enzyme phytase optimal dose 583 mg/kg diet can to produce maximum PER 2,75% for catfish (C. gariepinus). Water quality in the maintenance media contained in a range that is suitable for the cultivation of catfish.
INSTITUSI POLITIK DI ZAMAN NABI MUHAMMAD SAW Kosim, Mohammad
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v2i1.651

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan perjalanan panjang Nabi—di Mekah dan Madinah--dari perspektif politik. Selama di Mekah, Nabi banyak berperan sebagai kepala agama (Rasul Allah) yang mendapat mandat untuk menyebarkan Islam. Kepemimpinan po-litik belum bisa dicapai karena kerasnya penolakan kaum quraisy terhadap ajaran Islam dan figur Nabi. Sedangkan di Madinah di samping sebagai kepala agama, Nabi juga berperan sebagai kepala negara yang memimpin warga Madinah berdasar Konstitusi Madinah yang disepakati bersama. Keberhasilan Nabi menjadi kepala negara plus kepada agama di Madinah mencapai puncaknya setelah merebut kembali kota Mekah, fathu makkah, secara militer dan moral.
Religious Moderation in Madrasah Curriculum: Building a Moderate Generation Faizol, Mohammad; Syarif, Zainuddin; Kosim, Mohammad; Maimun, Maimun
Jurnal Tarbiyatuna Vol 15 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/tarbiyatuna.v15i2.12740

Abstract

This study examines the integration of religious moderation values ​​in the curriculum at MTs Al-Hasan, Proppo District. Observations showed that the implementation of religious moderation is less optimal, indicated by student intolerance, poor teacher understanding, and lack of activities that support moderation education. This study aims to understand how the values ​​of religious moderation are integrated into the curriculum to form moderate and inclusive mindsets in students. Using a qualitative approach, data was collected through in-depth interviews and observations involving the head of the madrasah, teachers, and students. The findings showed that religious moderation is implemented through an integrated curriculum, using themes that link subjects in Islamic Religious Education, to encourage students to embrace diversity and uphold their religious principles. This study emphasizes the importance of curriculum design in forming students' attitudes that respect differences and promote tolerance.
The Urgency of Strengthening Islam Moderation in the State Islamic Universities Maimun, Maimun; Kosim, Mohammad
AL-TAHRIR Vol 22 No 2 (2022): Islamic Studies
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/altahrir.v22i2.3843

Abstract

This study focused on how the concept of Islamic moderation was developed by PTKIN also the opportunities and challenges faced by universities. This paper aims to describe the role of state Islamic religious colleges in conceptualizing Islamic moderation and the opportunities and challenges of PTKIN in strengthening Islamic moderation in Indonesia. This research used a qualitative approach with descriptive-analytical type. Data obtained through in-depth interviews, observation, and documentation at four State Islamic Universities located in Central Java, West Nusa Tenggara, East Java, and Sulawesi. Data analysis used the Miles & Huberman analysis model, content analysis, and hermeneutic analysis. The results show that PTKIN has strengthened Islamic moderation by making it a method of thinking as well as a method of action. Conceptually, Islamic moderation is understood as values, thoughts, and actions that promote balance (in the middle) between two conflicting matters. PTKIN has enormous opportunities with human capital, institutional, political, institutional commitment, and moderate Islamic studies, as well as a very supportive environment for strengthening Islamic moderation in this country. However, the challenges also need to be addressed, both internally and externally
KAJIAN HISTORIS PENDIDIKAN ISLAM DI INDO Kosim, Mohammad
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 1 (2006)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.84 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v1i1.192

Abstract

Kendati praktik pendidikan Islam di Indonesia telah berlangsung cukup lama, tepatnya sejak Islam masuk ke wilayah Nusantara sekitar 15 abad yang lalu, kajian tentang pendidikan Islam di Indonesia masih sangat terbatas dibanding kajian keislaman lainnya. Tulisan berikut menyuguhkan kajian historis tentang pendidikan Islam di Indonesia. Kajian dilakukan dengan melakukan survey terhadap sejumlah buku sejarah pendidikan Islam di Indonesia. Kajiannya diarahkan pada sejauhmana bukubuku dimaksud memberikan informasi ilmiah tentang sejarah pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam di Indonesia.