Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

KAJIAN HISTORIS PENDIDIKAN ISLAM DI INDO Kosim, Mohammad
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 1 (2006)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.84 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v1i1.192

Abstract

Kendati praktik pendidikan Islam di Indonesia telah berlangsung cukup lama, tepatnya sejak Islam masuk ke wilayah Nusantara sekitar 15 abad yang lalu, kajian tentang pendidikan Islam di Indonesia masih sangat terbatas dibanding kajian keislaman lainnya. Tulisan berikut menyuguhkan kajian historis tentang pendidikan Islam di Indonesia. Kajian dilakukan dengan melakukan survey terhadap sejumlah buku sejarah pendidikan Islam di Indonesia. Kajiannya diarahkan pada sejauhmana bukubuku dimaksud memberikan informasi ilmiah tentang sejarah pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam di Indonesia.
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH UMUM (Perspektif Sosio-Politik-Historis) Kosim, Mohammad
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 2 (2006)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.206 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v1i2.197

Abstract

Dalam perspektif historis, keberadaan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah umum mengalami perjalanan panjang dan rumit seiring dengan kondisi sosial politik yang menyertai. Hal ini bisa ditelusuri sejak masa penjajahan hingga era reformasi. Di masa Belanda pendidikan agama tidak ada peluang diajarkan di sekolah pemerintah dengan alasan pemerintah bersikap netral. Kebijakan Jepang lebih lunak—kendati tidak lebih baik dari Belanda—dengan mengizinkan pendidikan agama diajarkan di sekolah. Setelah Indonesia merdeka, secara perlahan dan pasti, posisi PAI di sekolah umum mulai menguat, dari sebelumnya sebagai mata pelajaran pelengkap, tidak wajib, dan tidak menentukan kenaikan kelas, menjadi mata pelajaran inti di setiap jenjang pendidikan. Meskipun posisi PAI di sekolah umum cukup kuat, tidak berarti lepas dari masalah, terutama dalam tataran aplikasi.
MADRASAH DI INDONESIA (Pertumbuhan dan Perkembangan) Kosim, Mohammad
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 2 No 1 (2007)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.407 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v2i1.209

Abstract

Kebijakan diskriminatif pemerintah Hindia Belanda terhadap umat Islam, dalam hal pendidikan, memunculkan sikap penolakan umat Islam dengan wujud beragam, defensif dan progresif. Corak defensif ditunjukkan, terutama oleh ulama tradisional, dengan cara menghindari sejauh mungkin pengaruh politik Belanda terhadap sistem pendidikan Islam. Sikap ini terlihat pada sistem pendidikan tradisional pesantren yang mengambil tempat di daerah-daerah pedalaman untuk menghindar dari pengaruh dan pantauan Belanda. Pendekatan progresif dilakukan, terutama dipelopori sejumlah ulama pembaharu, dengan “meniru” pola pendidikan modern ala Belanda tapi berbasis Islam. Melalui pola moderat ini, berdirilah sejumlah madrasah dan sekolah umum berciri khas Islam dengan beberapa corak; Pertama, madrasah dengan dominasi mata pelajaran agama ditambah mata pelajaran umum (madrasah plus). Kedua, sekolah umum model Belanda ditambah mata pelajaran agama (sekolah plus). Ketiga, madrasah dengan bidang kajian sepenuhnya agama (madrasah diniyah).
DARI SGHAI KE PGA; SEJARAH PERKEMBANGAN LEMBAGA PENDIDIKAN GURU AGAMA ISLAM NEGERI JENJANG MENENGAH Kosim, Mohammad
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 2 No 2 (2007)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.22 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v2i2.217

Abstract

Dalam rentang waktu antara 1948 hingga 1992 Departemen Agama telah menyelenggaraan pendidikan guru agama jenjang pendidikan menengah. Banyak kebijakan penting yang telah dilakukan departemen ini terkait penyelenggaraan lembaga pendidikan guru jenjang menengah. Uraian berikut akan mendeskripsikan secara kronologis kebijakan-kebijakan dimaksud. Uraiannya dibagi menjadi lima periode dengan mempertimbangkan ada tidaknya kebijakan Departemen Agama dalam suatu periode yang mempengaruhi perkembangan lembaga. Periode dimaksud meliputi; masa perintisan (1948-1950), masa perluasan (1950-1952), masa integrasi (1952-1958), masa pembinaan (1958-1978), serta masa reorganisasi dan alih status (1978-1992).
GURU DALAM PERSPEKTIF ISLAM Kosim, Mohammad
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3 No 1 (2008)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.422 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v3i1.223

Abstract

Dalam Islam, sosok guru (agama) sangat strategis, di samping mengemban misi keilmuan agar peserta didik menguasai ilmu-ilmu agama, guru juga mengemban tugas suci, misi kenabian, yakni membimbing dan mengarahkan peserta didik menuju jalan Allah SWT. Dengan peran strategis tersebut, tentu tidak mudah menjadi guru agama. Di samping itu, dalam melaksanakan tugasnya, guru agama akan dihadapkan pada tantangan yang tidak ringan, baik tantangan internal (terkait dengan materi agama dan pribadi guru) maupun tantangan eksternal (terkait dengan perhatian orang tua, lingkungan yang tidak kondusif, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang melahirkan efek negatif, di samping dampak positif).
ILMU PENGETAHUAN DALAM ISLAM (Perspektif Filosofis-Historis) Kosim, Mohammad
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2008)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.857 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v3i2.232

Abstract

Ilmu pengetahuan dalam Islam memiliki karakteristik khas yang berbeda secara fundamental dengan ilmu-ilmu yang dikembangkan di Barat, baik landasan, sumber, sarana, dan metodologinya. Dalam Islam, ilmu pengetahuan memiliki landasan yang kokoh melalui al-Qur’ān dan Sunnah; bersumber dari alam fisik dan alam metafisik; diperoleh melalui indra, akal, dan hati/intuitif. Cakupan ilmunya sangat luas, tidak hanya menyangkut persoalan-persoalan duniawi, namun juga terkait dengan permasalahan ukhrāwi.
TANTANGAN DAN PELUANG JURUSAN TADRIS DI IAIN/STAIN Kosim, Mohammad
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2009)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.609 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v4i1.244

Abstract

A consequence of dualism in education policy, the implementatin of tadris in IAIN often faces many problems. This paper will describe the history and the development of tadris in IAIN/STAIN. The discussion begins with the origin of tadris in IAIN, problems araise in the implementation of tadris in IAIN/STAIN, including the alumni’s problem. In addition, this article also reveals several opportunities for tadris graduation to develop madrasah as purely religious school to public islamic school as the result of the paradigm change.
LANGGAR SEBAGAI INSTITUSI PENDIDIKAN KEAGAMAAN ISLAM Kosim, Mohammad
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2009)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.021 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v4i2.255

Abstract

Langgar (prayer house) is the oldest Islamic education institution in Indonesia that has been grown and developed in Islamic communities. It is established earlier than pesantren (Islamic boarding school), conventional school, and madrasah (Islamic school). Langgar has been taking an important role in preparing qur’anic generation, especially junior level, for a long time. In the Indonesian Islamic education cluster, langgar is catagorized as one of non-levelling Islamic educations. It has educational elements that forms langgar’s educational system. The system covers students care, santri (students), materials, method, and evaluation. Nowadays, Langgar has been competing with the similar institution which is considered more modern, such as TK al-Qur’an (Islamic kindergarten studying Qur’an).
STUDI KOMPARASI PENGELOLAAN SD ISLAM UNGGULAN DI KABUPATEN PAMEKASAN Kosim, Mohammad
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8 No 1 (2013)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.934 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v8i1.382

Abstract

Tulisan ini bermaksud membandingkan pengelolaan tigaSD Islam unggulan di Pamekasan (SDI Al-Munawarah, SDIT Al-Irsyad, dan SDP Nurul Hikmah) dalam hal penerimaan,pengelompokan, dan pembinaan siswa. Untuk melakukan perbandingan,dilakukan penelitian komparatif dengan pendekatankualitatif dan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwainput siswa di ketiga SD tersebut bukan yang terbaik secaraakademik, karena hampir tidak ada seleksi ketat secara akademik.Pengelompokan siswa di tiga SD bervariasi, ada yang berdasarkualitas, ada yang berdasar jenis kelamin, dan ada yangmerupakan gabungan keduanya. Sedangkan pembinaan siswa ditiga SD dilakukan cukup optimal, baik dalam jam-jam belajarsekolah maupun di luar jam terjadwal.
ANALISIS MATERI PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP DALAM BUKU TEKS PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI UNTUK SEKOLAH MENENGAH ATAS Kosim, Mohammad
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 1 (2022)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.412 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v17i1.5918

Abstract

Abstract: The environment education (PLH) material has almost no place in the Islamic Religious Education and character (PAI-BP) textbooks for senior high school levels. Evidently, in the textbooks for grades 10, 11, and 12, none of the chapters specifically contains PLH. Even if there is PLH material, it is integrated into certain chapters with very limited descriptions. In contrast, the environment is one of the important aspects of Islamic teachings, especially in human relations with other creatures and the natural surroundings. Therefore, preserving­ in an Islamic perspective, the environment is not only a noble act but also rewarding worship. On the other hand, destroying the environment is not just an act of violation but also a sin that is threatened with punishment. For this reason, the government needs to revise the curriculum in order to adequately increase the content of PLH material in PAI-BP lessons. This, in the short term, aims to overcome the shortage of PLH materials, PAI-BP teachers need to optimize PLH through habituation, providing examples of clean living and clean environmental activities.