Nandi Kosmaryandi
Departement Of Forest Resources Conservation And Ecotourism, Faculty Of Forestry And Environment, IPB University, IPB Darmaga Campus, Bogor, 16680, Indonesia

Published : 24 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analysis of tourism potential and the community perception in buffer village to support tourism development of Alas Purwo National Park M Habibi Yadi Irawanata; Baba Barus; Nandi Kosmaryandi
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol. 11 No. 3 (2021): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Graduate School Bogor Agricultural University (SPs IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.11.3.350-362

Abstract

The current sustainable development that the Indonesian government is paying attention to is the development of the tourism sector, one of which is establishing the Alas Purwo National Park (TNAP) as a National Tourism Development Area (KPPN). The determination of the TNAP area as a tourist attraction at the national level opens opportunities and a driving force for the TNAP buffer villages to become a development target that focuses on community empowerment and regional development based on regional resource potential. This study aims to analyze the potential objects and tourist attractions in the TNAP buffer village and to find out the perception and readiness of the community towards tourism development in the buffer village. The results of the analysis show that the TNAP buffer village has potential resources that are feasible to be developed as tourist objects and attractions. There are villages that have ODTW potential, including 3 villages with very potential (SP), 1 village potential (P), 4 villages with less potential (KP), and 4 villages that do not have ODTW potential. Tourism development must provide space for people around tourist objects to participate in tourism. The results of the assessment of the perceptions and readiness of the TNAP village community for tourism development illustrate that the community agrees with tourism development in the village. Communities involved in tourism development can respond positively in supporting tourism development activities.
The development of tourism destinations based on natural tourism potential in Lohia District, Muna Regency Muhammad Afal Sainu; Rachmad Hermawan; Nandi Kosmaryandi
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.13.2.277-289

Abstract

Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna memiliki beragam objek dan daya tarik wisata alam (ODTWA) dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata untuk meningkatkan perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat. Tingkat pengelolaan potensi dan pemanfaatanya berbeda di masing masing obyek. Oleh karena itu, perlu menentukan prioritas pengembangan ODTWA. Tujuan penelitian ini adalah menentukan klasifikasi potensi pengembangan ODTWA di Kecamatan Lohia dan merumuskan arahan pengembangan destinasi wisata alam di Kecamatan Lohia. Analisis Daerah Operasi-Objek Daya Tarik Wisata Alam untuk menentukan klasifikasi potensi pengembangan, dan merumuskan arahan pengembangan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klasifikasi ODTWA Pantai Meleura, Danau Napabale, dan Danau Motonuno tergolong sangat potensial, sedangkan ODTWA Puncak Wakila dan Gua Liangkabori tergolong potensial. Klasifikasi ODTWA sangat potensial diprioritaskan untuk dikembangkan, sedangkan ODTWA dengan klasifikasi potensial dapat dikembangkan melalui berbagai upaya perbaikan. Rumusan arah pengembangan ODTWA di Kecamatan Lohia yaitu: (1) pengembangan sesuai potensi ODTWA; (2) meningkatkan media informasi dan promosi pariwisata; (3) penyusunan rencana pengelolaan ODTWA; (4) mengundang investor untuk pengembangan ODTWA; (5) pemantauan dan evaluasi dampak pariwisata; (6) melibatkan masyarakat sebagai penggerak kegiatan pariwisata.
Structural Equation Modeling-Partial Least Square sebagai Model Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Makroplastik di Sungai Cikapundung, Bandung, Jawa Barat Fahriyatun Mufidah, Farah; Kosmaryandi, Nandi; Taryono; Hariyadi, Sigid
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 14 No 4 (2024): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.14.4.708

Abstract

Sampah menjadi isu lingkungan karena jumlahnya yang semakin meningkat. Jenis sampah yang saat ini menjadi permasalahan penting adalah sampah plastik, karena dapat membahayakan makhluk hidup dan lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor partisipasi masyarakat yang berpengaruh terhadap pengelolaan sampah. Penelitian ini menggunakan metode wawancara dan pengisian kuesioner sebanyak 50 responden di Kecamatan Baleendah. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) dengan pendekatan beberapa variabel laten yang masing-masing dilengkapi indikatornya. Evaluasi model SEM-PLS diuji melalui Model Pengukuran dan Model Struktural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada model pengukuran seluruh indikator valid dan reliabel dalam mengukur konstruk yang dibangun. Pada model struktural hasil pengujian hipotesis dengan metode bootstrapping dapat disimpulkan bahwa variabel Faktor Eksternal dan Penanganan Sampah secara signifikan memengaruhi variabel Pengelolaan Sampah, variabel Pengelolaan Sampah secara signifikan memengaruhi variabel Dampak Pengelolaan Sampah, sedangkan variabel Pengurangan Sampah memengaruhi secara tidak signifikan terhadap variabel Pengelolaan Sampah.
Sustainable Scientific Tourism Development Planning Using Micmac-Mactor In Bogor City Ilhami, Wasissa Titi; Arifin, Hadi Susilo; Pramudya, Bambang; Kosmaryandi, Nandi
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 14 No 4 (2024): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.14.4.757

Abstract

Bogor merupakan salah satu kota di Indonesia yang memiliki beragam potensi objek wisata ilmiah, seperti bangunan bersejarah, lembaga pendidikan, dan lembaga penelitian. Meskipun keberadaannya selalu dibutuhkan oleh berbagai pihak sebagai referensi pembelajaran, namun objek tersebut belum dikelola secara optimal dalam sebuah sistem yang terintegrasi, sehingga tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap kegiatan pariwisata di Kota Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variabel apa saja yang mempengaruhi perencanaan pariwisata dan pola hubungan antar aktor untuk membangun strategi keberlanjutan wisata ilmiah di Kota Bogor. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Micmac dan Mactor. Hasil penelitian menunjukkan enam variabel penting untuk mengembangkan pariwisata ilmiah berkelanjutan di Kota Bogor, yaitu infrastruktur, sumber daya pariwisata, promosi, investasi, regulasi dan kebijakan, kemudian lembaga penelitian dan pendidikan. Sementara itu, Pemerintah, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pertanian, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) merupakan lembaga/aktor penting dalam pengembangan wisata ilmiah berkelanjutan. Penelitian ini telah memberikan gambaran mengenai variabel kunci dan peran aktor yang paling berpengaruh terhadap keberhasilan pengembangan wisata ini di masa depan dan memberikan dasar bagi para pengambil kebijakan untuk menjadikannya sebagai prioritas dalam menyusun strategi pengembangan wisata ilmiah di Kota Bogor.