Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KEAUSAN BALL BAJA ST 90 MENGGUNAKAN TRIBOTESTER PIN-ON-DISC DENGAN VARIASI KONDISI PELUMAS Abdul Basyit Afta; Darmanto Darmanto; Imam Syafa'at
CENDEKIA EKSAKTA Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v2i2.2083

Abstract

Pin-on-disc merupakan salah satu komponen dari tribotester yang berfungsi untuk menguji tingkat keausan dan gesekan dari suatu material. Pin-on-disc terdiri dari Pin yang berbentuk ball dan disc berbentuk piringan yang terbuat dari material baja st. 90. Tujuan penalitian ini  untuk mengetahui tingkat volume keausan dari pin dengan menggunakan variasi kondisi pelumasan. Pin diuji tanpa pelumasan, serta menggunakan pelumas SAE 40, SAE 90 dan SAE 140. Volume keausan tertinggi terletak pada pengujian tanpa pelumas yaitu 0,0089 cm3 dengan panjang jarak tempuh 1,05 Km, sedangkan volume keausan tertinggi pada pengujian menggunakan pelumasan adalah sama yaitu 0,0038 cm3, namun yang membedakan adalah panjang jarak tempuh yang diperlukan. Sedangkan faktor keausan pin tanpa pelumas adalah 7,9 x 10-9 cm3/N.cm, sedangkan nilai faktor keausan pada masing – masing kondisi pelumasan SAE 40, SAE 90 dan SAE 140 adalah 2,6 x 10-10 cm3/N.cm, 1,5 x 10-10 cm3/N.cm dan 1,3 x 10-10 cm3/N.cm. Keyword: Keausan pin, Pin-on-disc, Variasi pelumasan
ANALISA KEAUSAN CYLINDER BEARING MENGGUNAKAN TRIBOTESTER PIN-ON-DISC DENGAN VARIASI KONDISI PELUMAS Darmanto Darmanto; Wahid Nasruddin; Imam Syafa’at
CENDEKIA EKSAKTA Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v2i1.1793

Abstract

Pin-on-disc merupakan salah satu komponen dari tribotester yang berfungsi untuk menguji tingkat keausan dan gesekan dari suatu material. Pin-on-disc terdriri dari pin yang berbentuk cylinder dan disc berbentuk piringan yang terbuat dari material baja st. 90. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat volume keausan dari pin dengan menggunakan variasi kondisi pelumasan. Pin diuji tanpa pelumasan, serta menggunakan pelumas SAE 40, SAE 90 dan SAE 140. Volume keausan tertinggi terletak pada pengujian tanpa pelumas yaitu 0,011 cm3 dengan panjang jarak tempuh 7,24 Km, sedangkan volume keausan tertinggi pada pengujian menggunakan pelumasan adalah sama yaitu 0,0038 cm3, namun yang membedakan adalah panjang jarak tempuh yang diperlukan. Sedangkan faktor keausan pin tanpa pelumas adalah 1,4 x 10-9 cm3/N.cm, sedangkan nilai faktor keausan pada masing – masing kondisi pelumasan SAE 40, SAE 90 dan SAE 140 adalah 6,8 x 10-11 cm3/N.cm, 4,7 x 10-11 cm3/N.cm dan 4,8 x 10-11 cm3/N.cm. Keyword: Keausan pin, Pin-on-disc, Variasi pelumasan
ANALISIS KONSUMSI BAHAN BAKAR SEPEDA MOTOR DENGAN BAHAN BAKAR PERTAMAX DAN PERTAMAX PLUS MENGGUNAKAN DINAMOMETER CHASIS Setyoko Setyoko; Tabah Priangkoso; Darmanto Darmanto
CENDEKIA EKSAKTA Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v1i2.1724

Abstract

Dinamo meter adalah suatu mesin yang digunakan untuk mengukur torsi dan kecepatan putaran dari tenaga yang diproduksi oleh suatu mesin, motor atau penggerak berputar lainnya, dynamo meter juga dapat digunakan untuk menentukan tenaga dan torsi yang diperlukan untuk mengoperasikan suatu mesin. Penelitian ini berrtujuan untuk mengetahui pengaruh kecepatan dan jenis bahan bakar pertamax dan pertamax plus terhadap konmsumsi bahan bakar sepeda motor. Dari data yang diambil dalam penelitian ini menggunakan sepeda motor Honda Supra X 125, Suzuki Shogun 125 dan Yamaha Jupiter MX 135 denganmenggunakandinamometerchasis. Penelitian dilakukan pada Gigi 1, 2, 3 dan 4pada kecepatan 5, 10, 15, 20, 25, 30, 35, 40, 45, 50 km/jam. Dari hasil pengujian konsumsi bahan bakar pada 3 ( tiga ) sepeda motor dengan 2 ( Dua ) jenis bahan bakar yang berbeda yaitu pertamax dan pertamax plus menunjukan bahwa pertamax plus lebih hemat dibandingkan pertamax pada kecepatan dan beban yang sama. Urutan yang paling hemat adalah Honda Supra X 125, Yamaha Zupiter MX 135 dan Suzuki Shogun 125. Hasil dari penelitian menunjukan selisih penghematan konsumsi bahan bakar menggunakan pertamax dan pertamax plus pada Honda Supra X 125 gigi-1 12,28%, gigi-2 11,34%, gigi-3 11,48%, gigi-4 10,15%. Suzuki Shogun 125 pada gigi-1 10,60%, gigi-2 10,30%, gigi-3 9,37%, gigi-4 10,59%. Yamaha Jupiter MX135 pada gigi-1 10,89%, gigi-2 10,27%, gigi-3 9,83%, gigi-4 10,59%. Semakin tinggi kecepatan semakin hemat konsumsi bahan bakarnya dan semakin jauh jarak tempuhnya terjadi pada tiap gigi dengan 2 ( dua ) jenis bahan bakar yang berbeda yaitu pertamax dan pertamax plus.Kata kunci: Bahan bakar motor, jenis kendaraan dan konsumsi bahan bakar.
The Effect of Plasma Nitridation on Surface Hardness of Titanium Alloy (Ti-6Al-4V) for Artificial Knee Joint Applications Angga Yunis Prasetya; Darmanto Darmanto; Muhammad Dzulfikar
Journal of Biomedical Science and Bioengineering Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Center for Biomechanics, Biomaterials, Biomechantronics and Biosignal Processing (CBOIM3S)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.203 KB) | DOI: 10.14710/jbiomes.2021.v1i2.49-53

Abstract

Nitriding has been carried out using plasma nitriding techniques for surface treatment of Titanium as a biomaterial component. The purpose of this study was to determine the effect of plasma nitriding on surface hardness that occurs in titanium. The material used is Titanium Alloy (Ti-6Al-4V) Grade 5 which is processed by plasma nitriding by varying nitrogen (N2) and argon (Ar) gases of (100% N2/0% Ar), (95% N2/5% Ar), (90% N2/10% Ar), (85% N2/15% Ar), (80% N2/20% Ar), and (75% N2/25% Ar), and temperature 400ºC, time 5 hours and a pressure of 1.6 bar. The test results show that the optimum hardness is found in the gas composition with a ratio of 95% N2: 5% Ar. Obtained a hardness of 371 HV/VHN or an increase of 159% of the raw material with hardness value of 143 HV/VHN