Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Analisis Hubungan Tebal Hujan dan Durasi Hujan Pada Stasiun Klimatologi Lasiana Kota Kupang Bunganaen, Wilhelmus; Krisnayanti, Denik S.; Klau, Yacobus A.
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.986 KB)

Abstract

Rusaknya alat ukur curah hujan dapat mengakibatkan kehilangan data tebal hujan dalam beberapa waktu. Penelitian ini dilakukan untuk mencari model persamaan hubungan antara tebal hujan dan durasi hujan pada Stasiun Klimatologi Lasiana Kota Kupang. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data curah hujan otomatis (jam-jaman) yang diperoleh dari alat ukur curah hujan otomatis tipe Hellman dari tahun 2000 – 2011 (11 tahun pengamatan). Teknik analisa data dalam penelitian metode analisis regresi linear sederhana, dan selanjutnya diuji dengan analisis chi-kuadrat. Hasil penelitian diperoleh model persamaan hubungan antara tebal hujan dan durasi hujan yaitu H = 11.03 t0.34, dimana ‘H’ merupakan tebal hujan yang dinyatakan dalam millimeter (mm) dan ‘t’ merupakan durasi hujan yang dinyatakan dalam menit. Model persamaan ini telah diuji menggunakan uji chi-kuadrat yang hasilnya menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tebal hujan dan durasi hujan, oleh sebab itu persamaan ini dapat dipakai dalam menentukan tebal hujan pada Stasiun Klimatologi Lasiana Kota Kupang.
ANALISIS ATAS JARINGAN PERPIPAAN KELURAHAN KOLHUA KOTA KUPANG Bunganaen, Wilhelmus; Krisnayanti, Denik S.; Laleb, Fenny L.
Jurnal Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.692 KB)

Abstract

Sumber mata air Kolhua saat ini dikelola oleh PDAM Kabupaten Kupang, namun dalam teknisnya sumber air bersih disalurkan ke wilayah tertentu saja yang sudah memiliki jaringan perpipaan, dalam hal ini perumahan BTN Kolhua; sedangkan area perumahan warga lainnya tidak tersuplai. Elevasi sumber mata air yang lebih rendah dari daerah Kolhua menjadikendala utama dalam pendistribusian air bersih di Kelurahan Kolhua.Pengaliran gabungan merupakan solusi yang harus ditempuh agar air bersih dapat terdistribusi merata ke seluruh masyarakat di Kelurahan Kolhua. Perhitungan proyeksi jumlah penduduk menggunakan Metode Aritmatik, menghitung pertambahan jumlah fasilitas, serta perhitungan proyeksi kebutuhan air. Hasil proyeksi jumlah penduduk zona K1 = 199 orang, zona K2 = 157 orang, zona K3 = 3.332 orang, zona K4 = 512 orang, zona K5 = 2.780 orang, zona K6 = 1.217 orang. Besar kebutuhan air pada tahun rencana zona K1 = 0,3108 ltr/dtk, zona K2 = 0,2452ltr/dtk, zona K3 = 5,8083 ltr/dtk, zona K4 = 0,7997 ltr/dtk, zona K5 = 4,3422ltr/dtk dan zona K6 = 2,4302ltr/dtk.Kolhua spring is currently managed by PDAM Kupang regency, but in technical sources of clean water channeled to certain areas that already have a pipeline network, in this housing BTN Kolhua; while other residential areas are not supplied. Elevation of lower springs from the Kolhua region and the drainage system that relies on gravity is a major obstacle in the distribution of clean water.Combined drainage is a solution that must be taken so that clean water can be distributed evenly to all community in Kolhua village. Calculation of population projection using Arithmetic Method,calculate the increase of the facilities, and calculate of projected water needs. The projected population of zone K1 = 199 people, zone K2 = 155 people, zone K3 = 3.309 people, zone K4 = 507 people, zone K5 = 2.799 people, zone K6 = 1.211 people. The water requirement in the year plan of zone K1 = 0,3108 ltr / sec, zone K2 = 0,2421 ltr / sec, zone K3 = 6,5472 ltr / sec, zone K4 = 0,7919 ltr / sec, zone K5 = 4,3719 ltr / sec and zone K6 = 2,1443 ltr / sec
KOEFISIEN LIMPASAN PERMUKAAN PADA EMBUNG KECIL DI PULAU SUMBA Krisnayanti, Denik S.; Karels, Dolly W.; Nurdin, Ramadhan R.
Jurnal Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.495 KB)

Abstract

Pulau Sumba dengan luas 11.005,62 km2 memiliki curah hujan yang tidak merata dimana semakin ke bagian barat pulau curah hujan yang terjadi semakin tinggi.Curah hujan yang relatif tinggi dan kondisi geografis Pulau Sumba yang sebagian besar wilayahnya berbukit-bukit dapat dioptimalkan untuk membangun embung kecil. Penelitian ini dilakukan pada 4 kabupaten di Pulau Sumba.Metode yang digunakan adalah metode analisis matematis, grafik Puslitbang, metode Hassing, dan tabulasi software GIS.Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data curah hujan, klimatologi, dan data teknis embung tahun terbaru. Nilai koefisien limpasan permukaan yang didapat dengan metode analisis matematis berkisar antara 0,24 – 0,76, dengan grafik Puslitbang berkisar antara 0,34 – 0,99, nilai dengan metode Hassing didapat antara 0,28 – 0,46, dan nilai berdasarkan tabulasi GIS berkisar antara 0,26 – 0,65.Sumba islandwith an area of 11,005.62 km2havethe uneven distribution of high rainfall which the more westerly a trajectory is taken across the island, the higher the rainfall becomes.With a relatively high rainfall, the geographical conditions of Sumba Island, mostly its territory is hilly can be optimized to building a small retention basin. This research was conducted on 4 districts in Sumba Island. There are several methods used in this study; the method of mathematical analysis, graphical of research and development center, Hassing method, and tabulation GIS software. The data used in this research are rainfall, climatology, and technical data of the latest year of the retention basin. The value of the surface runoff coefficient obtained by mathematical analysis method ranged from 0,24 - 0,76, with graph of Research and development center ranged between 0,34 - 0,99, the value with Hassing method got between 0,28 - 0,46, and the value based on tabulation of GIS ranged between 0,26 – 0,65.
KESEIMBANGAN AIR (WATER BALANCE) DI KABUPATEN SABU-RAIJUA Ndoen, Oliver K.; Krisnayanti, Denik S.; Utomo, Sudiyo
Jurnal Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1683.063 KB)

Abstract

Sabu Raijua is one of districts in East Nusa Tenggara province with dry climate that have annual rainfall about 997 mm/year and including in low grade (
PERENCANAAN DRAINASE KOTA SEBA Krisnayanti, Denik S.; Hunggurami, Elia; Dhima-Wea, Kristina N.
Jurnal Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.855 KB)

Abstract

Drainage aims to drain the water from an area that comes from rain water and waste water, in order to avoid excessive inundation. The purpose of this study is planned drainage system in the city of Seba to drain water during the rainy season to prevent inundation of rainfall that is too big. The drainage zone divided into 4 zone based one the contour and the water canal that would be canalized. The divided zone also based on Seba Region RDTR (2011). Based on the calculation of the results obtained by the rectangular canal as many as 44 canals and a trapezoid shape as many as 21 canals. Canal base width (b) the average for the rectangular-shaped canal is 0.80 m, while the trapezoidal canal average of 0.50 m. The width of the surface of the trapezoidal canal average of 0.65 m. Planning drainage canals adapted to existing research data canals at the sites. There are 12 canal base width of the canal remains were taken from the existing canal data, while existing canals steeper modified according to plan based on the calculation of flood discharge plan
PENDUGAAN EROSI DAN SEDIMENTASI MENGGUNAKAN METODE USLE DAN MUSLE PADA DAS NOEL-PUAMES Krisnayanti, Denik S.; Udiana, I Made; Muskanan, Melati J.
Jurnal Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.287 KB)

Abstract

Daerah aliran sungai sebagai daerah tangkapan air hujan yang rentan dengan permasalahan erosi dan sedimentasi. Jumlah sedimentasi akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah erosi yang berdampak besar seperti pendangkalan, air menjadi keruh serta dapat mempengaruhi umur suatu bendungan. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan nilai pendugaan erosi dan sedimentasi pada daerah aliran sungai Bendungan Raknamo menggunakan Metode Universal Soil Loss Equation (USLE) dan Modified Universal Soil Loss Equation (MUSLE). Dari hasil penelitian diperoleh nilai faktor erosivitas hujan (R) tahun 1997-2016,  faktor erodibilitas tanah (K) sebesar 0,40, faktor panjang dan kemiringan lereng (LS) sebesar 1,67, faktor penutupan vegetasi (C) sebesar 0,31 dan faktor konservasi lahan (P) sebesar 1,00 sehingga besar laju erosi dan sedimentasi menggunakan Metode USLE adalah 196,46 ton/ha/thn dan 34,62 ton/ha/thn.Lalu diperoleh nilai debit banjir maksimum (QP) dan total volume limpasan permukaan (VQ) tahun 1997-2016 sehingga besar laju erosi dan sedimentasi menggunakan Metode MUSLE sebesar 342,57 ton/ha/thn dan 57,19 ton/ha/thn. Kemudian didapat rasio perbandingan metode USLE dan MUSLE yaitu sebesar 1 : 1,65.River flow area as rainwater catchment areas are vulnerable to erosion and sedimentation problems. The amount of sedimentation will continue to increase along with the increase in the amount of erosion which has a large impact such as silting, the water becomes cloudy and can affect the life of a dam. The purpose of this research is to get estimated value of erosion and sedimentation in river flow area of dam raknamo using the Method Universal Soil Loss Equation (USLE) and Modified Universal Soil Loss Equation (MUSLE). The result of this research is value of rain erosivity factor (R) 1997-2016, soil erodibility factor (K) is 0.40, length and slope factor (LS) are 1,67, the vegetation closure factor (C) is 0.31 and land conservation factor (P) is 1.00 so the rate of erosion and sedimentation using USLE method is 196,46 ton/ha/year and 34,62 ton/ha/year.Then obtained the value of maximum discharge flood (QP) and total volume of runoff surface (VQ) 1997-2016 so the rate of erosion and sedimentation using MUSLE method is 342,57 ton/ha/year and 57,19 ton/ha. Then obtained for ratio of comparison method of USLE and MUSLE which is 1: 1,65.
KOEFISIEN PENGALIRAN EMBUNG KECIL DI PULAU FLORES BAGIAN BARAT Krisnayanti, Denik S.; Karels, Dolly W.; Nursyam, Nurul A.
Jurnal Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.042 KB)

Abstract

Provinsi NTT memiliki empat pulau besar, salah satunya adalah Pulau Flores dengan luas wilayah ±14.000 km2 yang terbagi atas 8 kabupaten. Daerah tersebut termasuk dalam daerah dengan persebaran curah hujannya tidak merata dimana curah hujan rata-rata bulanan berkisar antara 16,669 – 354,058 mm/bulan. Penelitian ini dilakukan pada 4 kabupaten yakni Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan nilai koefisien pengaliran menggunakan cara analisis dan perhitungan grafik. Pada penelitian ini menggunakan data curah hujan, klimatologi dan teknis embung untuk perhitungan koefisien pengaliran dengan cara analisis dan perhitungan grafik. Cara analisis menggunakan perhitungan evapotranspirasi metode Penman modifikasi dan perhitungan debit metode F. J. Mock. Cara perhitungan grafik menggunakan data curah hujan dan data kemiringan lahan. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan cara analisis diperoleh nilai koefisien pengaliran berkisar 0,000 – 0,355 di Manggarai Barat, 0,220 – 0,823 di Manggarai, 0,006 – 0,246 di Manggarai Timur, dan Ngada berkisar 0,162 – 0,786.NTT Province has four large islands, which one is Flores Island with an area ±14,000 km2 devided into 8 districs. These area have uneven distribution of rainfall  where the average monthly rainfall ranges from 16.669 – 354.058 mm/month. The research was conducted in 4 districts that West Manggarai, Manggarai, East Manggarai, and Ngada. The purpose of this research is to know the difference of runoff coefficient value by using the analysis method and calculation of the runoff coefficient graph. In this study using rainfall data, climatology data and technical data of retention basin for the calculation of runoff coefficient. The analysis method uses Penman modification for evanpotranspiraton and the F. J. Mock method for analysis of dependable flow. Based on the analysis results, the runoff coefficient value ranges from 0.000 - 0,355 in West Manggarai, 0,220 - 0,823 in Manggarai, 0,006 - 0,246 in East Manggarai and Ngada around 0,162 - 0,786.
STUDI POLA LENGKUNG KEBUTUHAN AIR UNTUK IRIGASI PADA DAERAH IRIGASI TILONG Mada, Yohanes V.S.; Krisnayanti, Denik S.; Udiana, I Made
Jurnal Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.785 KB)

Abstract

Daerah Irigasi Tilong dengan luas daerah irigasi sebesar 1.484 ha disuplai air dari Bendungan Tilong dengan debit sebesar 2,23 m3/det pada pintu pengambilan. Dengan kapasitas saluran tersebut, air dialirkan ke seluruh bagian kiri dengan luas 233 ha dan bagian kanan dengan luas layanan 1.251 ha. Dengan luas daerah yang demikian penulis ingin mengetahui bagaimana pola lengkung kapasitas saluran dari kapasitas Tilong Untuk menentukan lengkung kapasitas tersebut, digunakan data klimatologi dengan kala ulang 15 tahun serta data sekunder dari irigasi setempat dan mencari berapa besarnya kebutuhan air di sawah per hektar. Dengan demikian digunakan rumus perhitungan kapasitas saluran dengan rumus NFR dan Lengkung Kapasitas Tegal untuk mendapatkan besarnya kapasitas saluran. Dengan metode perhitungan kebutuhan air diperoleh nilai besarnya kebutuhan air maksimum per hektar di Daerah Irigasi Tilong sebesar 2,12 ltr/dt.ha. Analisis kapasitas saluran dengan menggunakan rumus NFR dan Lengkung Kapasitas Tegal menunjukkan kebutuhan air yang berbeda. Pola lengkung yang trend dari rumus NFR membentuk linear artinya terjadi penambahan kapasitas pada saluran jika areal yang dilayani semakin luas sedangkan dengan Lengkung Kapasitas Tegal membentuk garis parabola artinya akan terjadi pengurangan kapasitas saluran ketika areal yang dilayani semakin luas.
ANALISIS PARAMETER ALFA HIDROGRAF SATUAN SINTETIK NAKAYASU PADA DAS DI PULAU FLORES Krisnayanti, Denik S.; Frans, John H.; Halema, Emanuel U. M.
Jurnal Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.815 KB)

Abstract

Pulau Flores termasuk wilayah sungai strategis nasional sehingga perlu dikaji data karakteristik DAS sebagai dasar perhitungan debit banjir metode Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) Nakayasu. Metode ini sederhana karena parameter inputnya sedikit. Namun penerapan HSS Nakayasu dijumpai kesulitan dalam penentuan parameter ? (alfa) yang bersifat perkiraan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh bentuk DAS di pulau Flores terhadap nilai alfa menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG), mengetahui persamaan parameter alfa sesuai karakteristik DAS di pulau Flores, dan mengetahui besar koefisien determinasi dan standar error persamaan alfa yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh bentuk DAS berdasarkan SIG yaitu DAS memanjang dan kompleks menghasilkan kisaran nilai alfa 1,5 - 2. Adapun bentuk DAS radial dan paralel berkisar antara 2 - 3. Nilai alfa rata-rata DAS kompleks sebesar 1,783, DAS memanjang sebesar 1,928, DAS paralel sebesar 2,076, dan DAS radial sebesar 2,131. Persamaan parameter ? (alfa) hasil regresi non linear diperoleh ? = 0,47.A0,036. L0,597 / Tg. Koefisien determinasi sebesar 0,989. Standar error hasil estimasi sebesar 2%.Flores Island is included in the national strategic river area, so data on watershed characteristics need to be assessed as the basis for calculating the Synthetic Unit Hydrograph (SUH) Nakayasu method. This method is simple because the input parameters are few. However, the application of SUH Nakayasu was found to be difficult in determining the parameter ? (alpha) which is approximate. The study aims to determine the effect of Flores island watershed shape against alpha value using Geographic Information System (GIS), modeling the parameter equation alpha according to watershed characteristics on the island of Flores, and knowing the magnitude of the coefficient of determination and standard error of alpha equations obtained. The results showed the effect of the watershed shape based on GIS namely longitudinal and complex watershed produced a range of alpha values of 1.5 - 2. The the shape of radial and parallel watersheds ranged between 2 - 3. The average alpha value of complex watershed was 1,783, longitudinal watershed was 1,928, parallel watershed is 2,076, and radial watershed is 2,131. The equation ? (alpha) results of non linear regression are obtained ? = 0.47.A0.036. L0,597 / Tg. The determination coefficient is 0.989. Standard estimated error is 2%.
EFISIENSI PEMANFAATAN AIR DENGAN SARANA PENAMPUNGAN AIR HUJAN PADA RUMAH WARGA KOTA KUPANG Krisnayanti, Denik S.; Yosafath, Yoshua T.; Pah, Jusuf J. S.
Jurnal Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.576 KB)

Abstract

Kota Kupang memiliki musim hujan yang cukup singkat (3-4 bulan), namun tingkat curah hujan harian tergolong tinggi yakni berkisar antara 79 mm ? 203 mm. Limpasan air hujan yang tinggi dapat dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan air rumah tangga dengan pembuatan sarana PAH. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efisiensi pemanfaatan air pada rumah warga dengan memanfaatkan sarana PAH. Metode yang digunakan dalam perencanaan bangunan PAH adalah metode neraca air. Metode ini membandingkan tingkat kebutuhan air (demand) terhadap volume air yang dapat ditampung atau ketersediaan air (supply). Dalam penelitian ini, digunakan 30 sampel untuk mewakili 6 kecamatan di Kota Kupang. Interval kapasitas media penyimpan minimum sarana PAH adalah 26.592? 44.097 liter atau sebesar 26,59-44,10  m3. Berdasarkan hasil perhitungan, dengan memanfaatkan sarana PAH setiap sampel yang dijadikan objek penelitian dapat melakukan penghematan air dengan efisiensi rata-rata sebesar 30,57%. Berdasarkan angka ini, maka dengan adanya bangunan PAH cukup membantu penghematan pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan air bersih.Kupang City have short time of rainy season (3-4 months), butthe value of daily rainwater at Kupang city is classified high drops, that ranges between 79 mm-203 mm. The high amount of rainwater runoff can be utilize to support water domestic needs by build the rooftop rainwater harvesting system. The purpose of this research is to know the efficient of water utilization in citizen?s house by utilize the rooftop rainwater harvesting system. The used method in the rooftop rainwater harvesting system planning is water balance method. This method compares the water demand level to water volume that can be supplied. In this research, 30 samples are used to represent 6 sub-districts in Kupang City. The interval of rooftop rainwater harvesting minimum median capacity is 26.592? 44.097 litre or 26,59-44,10 m3. Based on the calculation result, by utilize the rooftop rainwater harvesting facility on each sample that made as research object can be done by water saving with the average efficiency is 30,57%. Based on this number, then with the exist rooftop rainwater harvesting can help to saving the domestic output for clean water needs too.