Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PERENCANAAN DRAINASE KOTA SEBA Krisnayanti, Denik S.; Hunggurami, Elia; Dhima-Wea, Kristina N.
Jurnal Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.855 KB)

Abstract

Drainage aims to drain the water from an area that comes from rain water and waste water, in order to avoid excessive inundation. The purpose of this study is planned drainage system in the city of Seba to drain water during the rainy season to prevent inundation of rainfall that is too big. The drainage zone divided into 4 zone based one the contour and the water canal that would be canalized. The divided zone also based on Seba Region RDTR (2011). Based on the calculation of the results obtained by the rectangular canal as many as 44 canals and a trapezoid shape as many as 21 canals. Canal base width (b) the average for the rectangular-shaped canal is 0.80 m, while the trapezoidal canal average of 0.50 m. The width of the surface of the trapezoidal canal average of 0.65 m. Planning drainage canals adapted to existing research data canals at the sites. There are 12 canal base width of the canal remains were taken from the existing canal data, while existing canals steeper modified according to plan based on the calculation of flood discharge plan
KOEFISIEN LIMPASAN PERMUKAAN PADA EMBUNG KECIL DI PULAU SUMBA Krisnayanti, Denik S.; Karels, Dolly W.; Nurdin, Ramadhan R.
Jurnal Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.495 KB)

Abstract

Pulau Sumba dengan luas 11.005,62 km2 memiliki curah hujan yang tidak merata dimana semakin ke bagian barat pulau curah hujan yang terjadi semakin tinggi.Curah hujan yang relatif tinggi dan kondisi geografis Pulau Sumba yang sebagian besar wilayahnya berbukit-bukit dapat dioptimalkan untuk membangun embung kecil. Penelitian ini dilakukan pada 4 kabupaten di Pulau Sumba.Metode yang digunakan adalah metode analisis matematis, grafik Puslitbang, metode Hassing, dan tabulasi software GIS.Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data curah hujan, klimatologi, dan data teknis embung tahun terbaru. Nilai koefisien limpasan permukaan yang didapat dengan metode analisis matematis berkisar antara 0,24 – 0,76, dengan grafik Puslitbang berkisar antara 0,34 – 0,99, nilai dengan metode Hassing didapat antara 0,28 – 0,46, dan nilai berdasarkan tabulasi GIS berkisar antara 0,26 – 0,65.Sumba islandwith an area of 11,005.62 km2havethe uneven distribution of high rainfall which the more westerly a trajectory is taken across the island, the higher the rainfall becomes.With a relatively high rainfall, the geographical conditions of Sumba Island, mostly its territory is hilly can be optimized to building a small retention basin. This research was conducted on 4 districts in Sumba Island. There are several methods used in this study; the method of mathematical analysis, graphical of research and development center, Hassing method, and tabulation GIS software. The data used in this research are rainfall, climatology, and technical data of the latest year of the retention basin. The value of the surface runoff coefficient obtained by mathematical analysis method ranged from 0,24 - 0,76, with graph of Research and development center ranged between 0,34 - 0,99, the value with Hassing method got between 0,28 - 0,46, and the value based on tabulation of GIS ranged between 0,26 – 0,65.
SIMULASI POLA TATA TANAM DAERAH IRIGASI RAKNAMO Krisnayanti, Denik S.; Lungan, Maria D. A.; Karels, Dolly W.
Jurnal Teknik Sipil Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2030.828 KB)

Abstract

Daerah Irigasi Raknamo terletak di Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang. Luas potensial DI Raknamo sebesar 1323 Ha dengan luas fungsional sebesar 854 Ha. Sebagian besar mata pencaharian masyarakat di Desa Raknamo adalah bercocok tanam. Namun karena dipengaruhi kondisi iklim di mana curah hujan tahunan sebesar 960 mm/tahun, menyebabkan masyarakat di Desa Raknamo cukup sulit mendapatkan air untuk bercocok tanam. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola tata tanam yang efisien yang sesuai dengan ketersediaan air DI Raknamo saat musim hujan maupun kemarau. Dalam penelitian ini digunakan data klimatologi dan data curah hujan selama 15 tahun (2002-2016) yang diperoleh dari Stasiun Klimatologi Lasiana, peta situasi, luas areal potensial, dan peta jaringan DI Raknamo. Debit andalan dihitung berdasarkan Metode F.J. Mock dan diperoleh sebesar 0,79-3,45 m³/det. Neraca air dihitung berdasarkan selisih antara debit andalan dengan kebutuhan air irigasi. Kebutuhan air irigasi untuk pola tanam padi-padi-palawija yang direkomendasikan ialah simulasi 2 dengan sebesar 0 - 2,43 m³/det. Untuk pola tanam padi-palawija-palawija yang direkomendasikan ialah simulasi 4 dengan kebutuhan air irigasi sebesar 0 - 1,80 m³/det.The Raknamo Irrigation Area is located in Raknamo Village, Amabi Oefeto District, Kupang Regency. The potential area in Raknamo is 1323 Ha with a functional area is 854 Ha. Most of the livelihoods of the people in Raknamo Village are farming. However, due to climatic conditions where annual rainfall is 1200 mm / year, it is difficult for the community in Raknamo Village to get water for farming. Therefore this study aims to determine the efficient cropping pattern. In this study used data in the form of climatology data and rainfall data for 15 years (2002-2016) obtained from Lasiana Climatology Station, Kupang, as well as situation maps, potential area, and network maps Raknamo Irrigation Area obtained from BWS Nusa Tenggara II. The main discharge rate is calculated based on the F.J method. Mock and obtained  0.79-3.45 m³ / sec. Water balance is calculated based on the difference between the mainstay debit and irrigation water needs. The amount of irrigation water requirements for cropping pattern rice-rice-secondary crops recommended is simulation 2 with a value of irrigation water needs is 0 - 2.43 m³ / sec. Recommended cropping pattern rice-secondary crops-secondary crops is simulation 4 with irrigation water needs is 0 - 1.80 m³ / sec.
KOEFISIEN LIMPASAN PERMUKAAN PADA EMBUNG KECIL DI TTU, BELU, MALAKA DAN SABU-RAIJUA Krisnayanti, Denik S.; Hangge, Elsy E.; Sae, Yan C. D.
Jurnal Teknik Sipil Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1901.612 KB)

Abstract

Provinsi Nusa Tenggara Timur terdiri dari pulau-pulau yang berukuran besar maupun kecil seperti Pulau Timor dan Pulau Sabu Raijua yang merupakan lingkupan daerah (semi-arid) atau daerah semi kering. Penelitian ini dilakukan pada 4 Kabupaten di Pulau Timor yaitu Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kabupaten Belu, Kabupaten Malaka, dan Kabupaten Sabu Raijua. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan nilai koefisien limpasan menggunakan analisis matematis, menggunakan grafik Puslitbang dan menggunakan aplikasi berbasis sistem informasi geografis. Cara analisis menggunakan perhitungan evapotranspirasi metode Penman dan perhitungan debit metode F. J. Mock. Cara perhitungan grafik menggunakan data curah hujan dan data kemiringan lahan. Berdasarkan hasil perhitungan untuk memperoleh nilai koefisien pengaliran limpasan pada Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yaitu nilai matematis 0,71 - 0,86, grafik Puslitbang 0,62 dan SIG 0,29 ? 0,55. Kabupaten Belu yaitu nilai matematis 0,44 - 0,71, grafik Puslitbang 0,62 dan SIG 0,31 ? 0,60. Kabupaten Malaka yaitu nilai   matematis 0,44 - 0,70, grafik Puslitbang 0,44 dan SIG 0,30 ? 0,57.  Kabupaten Sabu Raijua yaitu nilai matematis  0,00 - 0,06,  grafik   Puslitbang 0,62 dan SIG 0,12 ? 0,48.East Nusa Tenggara province consists of large and small islands such as Timor island and SabuRaijua island which are semi-arid region. This research is done in 4 districts on Timor island namely Timor Tengah Utara (TTU) district, Belu district, Malaka district, and SabuRaijua district.The purpose of this research is to determine the difference of run off coefficient value using mathematical analysis, Puslitbangchart and geographic system information application. The method of analysis using the calculation of evapotranspiration  by Penman method and the calculation of discharge by F. J. Mock method. How to calculate the graph using rainfall data and slope data. Based on the results of calculations to obtain runoff flow coefficient values in Timor Tengah Utara District (TTU), namely the mathematical value of 0.71 - 0.86, Puslitbang graph 0.62 and GIS 0.29 - 0.55. Belu Regency is a mathematical value of 0.44 - 0.71, Puslitbang graph 0.62 and GIS 0.31 - 0.60. Malaka Regency is a mathematical value of 0.44 - 0.70, Puslitbang graph 0.44 and GIS 0.30 - 0.57. SabuRaijua Regency is a mathematical value of 0.00 - 0.06, Puslitbang graph 0.62 and GIS 0.12 - 0.48.
PERBANDINGAN DEBIT BANJIR RANCANGAN DENGAN METODE HSS NAKAYASU, GAMA I DAN LIMANTARA PADA DAS RAKNAMO Krisnayanti, Denik S.; Hunggurami, Elia; Heo, Rivaldi S.
Jurnal Teknik Sipil Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1071.4 KB)

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Raknamo terletak di Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur yang memiliki luas 38,347 km2 dengan panjang sungainya 15,708 km yang mempunyai keadaan iklim semi kering dengan tinggi hujan harian rata-rata 102,098 mm. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan debit banjir rancangan dengan metode HSS NAkayasu, Gama I dan Limantara. Metode Hidrograf Satuan Sintetis merupakan suatu cara untuk mendapatkan hidrograf satuan yang berdasarkan data karakteristik DAS. Metode yang digunakan adalah metode analisis, dimulai dengan pengumpulan data curah hujan serta peta topografi. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan 20 tahun terakhir yaitu tahun 1997-2016 yang berasal dari 3 pos hujan yaitu pos hujan Camplong, Naibonat dan Raknamo. Data curah hujan rencana dihitung dengan menggunakan distribusi Log Pearson Type III. Hasil perhitungan didapat debit banjir dengan menggunakan metode HSS Nakayasu sebesar 884,541 m3/detik. Debit banjir hasil perhitungan metode HSS Gama I sebesar 711,891 m3/detik. Debit banjir hasil perhitungan metode HSS Limantara sebesar 904,544 m3/detik. Berdasarkan lama waktu surut banjir dan hasil analisis didapat metode hidrograf satuan sintetis yang sesuai dengan karakteristik DAS Raknamo adalah HSS Limantara.Raknamo?s river watershed located in Kupang district, East Nusa Tenggara Province that have area 38,347 km2 with 15,708 km river length that have climate condition semi dry with average daily water height is 102,098 mm. the purpose of this research is compare the design flood discharge with Nakayasu?s HSS Method, Gamma I and Limantara. The Synthetic Unit Hydrograph method is a way to get the unit hydrograph based on the data characteristics of the watershed. The method used is the analysis method, starting with rainfall data collection and topographic maps. The rainfall data used is the rainfall data for the last 20 years, namely in 1997-2016 which came from 3 rain posts namely Camplong rain post, Naibonat and Raknamo. The plan rain water precipitation data calculated by use Log Pearson Type III distribution. Results of calculations using the Nakayasu HSS method obtained a flood discharge of 884.541 m3 / sec. The flood discharge from the calculation of the HSS Gama I method is 711,891 m3 / second. The flood discharge from the calculation of the Limantara HSS method is 904.544 m3 / second. Based on the time of flood and analysis results obtained by synthetic unit hydrograph method that is in accordance with the characteristics of the Raknamo watershed is HSS Limantara method.
PERBANDINGAN DEBIT BANJIR RANCANGAN DENGAN METODE HSS NAKAYASU, GAMA I DAN LIMANTARA PADA DAS RAKNAMO Krisnayanti, Denik S.; Hunggurami, Elia; Heo, Rivaldi S.
Jurnal Teknik Sipil Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1071.4 KB)

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Raknamo terletak di Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur yang memiliki luas 38,347 km2 dengan panjang sungainya 15,708 km yang mempunyai keadaan iklim semi kering dengan tinggi hujan harian rata-rata 102,098 mm. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan debit banjir rancangan dengan metode HSS NAkayasu, Gama I dan Limantara. Metode Hidrograf Satuan Sintetis merupakan suatu cara untuk mendapatkan hidrograf satuan yang berdasarkan data karakteristik DAS. Metode yang digunakan adalah metode analisis, dimulai dengan pengumpulan data curah hujan serta peta topografi. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan 20 tahun terakhir yaitu tahun 1997-2016 yang berasal dari 3 pos hujan yaitu pos hujan Camplong, Naibonat dan Raknamo. Data curah hujan rencana dihitung dengan menggunakan distribusi Log Pearson Type III. Hasil perhitungan didapat debit banjir dengan menggunakan metode HSS Nakayasu sebesar 884,541 m3/detik. Debit banjir hasil perhitungan metode HSS Gama I sebesar 711,891 m3/detik. Debit banjir hasil perhitungan metode HSS Limantara sebesar 904,544 m3/detik. Berdasarkan lama waktu surut banjir dan hasil analisis didapat metode hidrograf satuan sintetis yang sesuai dengan karakteristik DAS Raknamo adalah HSS Limantara.Raknamo’s river watershed located in Kupang district, East Nusa Tenggara Province that have area 38,347 km2 with 15,708 km river length that have climate condition semi dry with average daily water height is 102,098 mm. the purpose of this research is compare the design flood discharge with Nakayasu’s HSS Method, Gamma I and Limantara. The Synthetic Unit Hydrograph method is a way to get the unit hydrograph based on the data characteristics of the watershed. The method used is the analysis method, starting with rainfall data collection and topographic maps. The rainfall data used is the rainfall data for the last 20 years, namely in 1997-2016 which came from 3 rain posts namely Camplong rain post, Naibonat and Raknamo. The plan rain water precipitation data calculated by use Log Pearson Type III distribution. Results of calculations using the Nakayasu HSS method obtained a flood discharge of 884.541 m3 / sec. The flood discharge from the calculation of the HSS Gama I method is 711,891 m3 / second. The flood discharge from the calculation of the Limantara HSS method is 904.544 m3 / second. Based on the time of flood and analysis results obtained by synthetic unit hydrograph method that is in accordance with the characteristics of the Raknamo watershed is HSS Limantara method.
SIMULASI POLA TATA TANAM DAERAH IRIGASI RAKNAMO Krisnayanti, Denik S.; Lungan, Maria D. A.; Karels, Dolly W.
Jurnal Teknik Sipil Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2030.828 KB)

Abstract

Daerah Irigasi Raknamo terletak di Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang. Luas potensial DI Raknamo sebesar 1323 Ha dengan luas fungsional sebesar 854 Ha. Sebagian besar mata pencaharian masyarakat di Desa Raknamo adalah bercocok tanam. Namun karena dipengaruhi kondisi iklim di mana curah hujan tahunan sebesar 960 mm/tahun, menyebabkan masyarakat di Desa Raknamo cukup sulit mendapatkan air untuk bercocok tanam. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola tata tanam yang efisien yang sesuai dengan ketersediaan air DI Raknamo saat musim hujan maupun kemarau. Dalam penelitian ini digunakan data klimatologi dan data curah hujan selama 15 tahun (2002-2016) yang diperoleh dari Stasiun Klimatologi Lasiana, peta situasi, luas areal potensial, dan peta jaringan DI Raknamo. Debit andalan dihitung berdasarkan Metode F.J. Mock dan diperoleh sebesar 0,79-3,45 m³/det. Neraca air dihitung berdasarkan selisih antara debit andalan dengan kebutuhan air irigasi. Kebutuhan air irigasi untuk pola tanam padi-padi-palawija yang direkomendasikan ialah simulasi 2 dengan sebesar 0 - 2,43 m³/det. Untuk pola tanam padi-palawija-palawija yang direkomendasikan ialah simulasi 4 dengan kebutuhan air irigasi sebesar 0 - 1,80 m³/det.The Raknamo Irrigation Area is located in Raknamo Village, Amabi Oefeto District, Kupang Regency. The potential area in Raknamo is 1323 Ha with a functional area is 854 Ha. Most of the livelihoods of the people in Raknamo Village are farming. However, due to climatic conditions where annual rainfall is 1200 mm / year, it is difficult for the community in Raknamo Village to get water for farming. Therefore this study aims to determine the efficient cropping pattern. In this study used data in the form of climatology data and rainfall data for 15 years (2002-2016) obtained from Lasiana Climatology Station, Kupang, as well as situation maps, potential area, and network maps Raknamo Irrigation Area obtained from BWS Nusa Tenggara II. The main discharge rate is calculated based on the F.J method. Mock and obtained  0.79-3.45 m³ / sec. Water balance is calculated based on the difference between the mainstay debit and irrigation water needs. The amount of irrigation water requirements for cropping pattern rice-rice-secondary crops recommended is simulation 2 with a value of irrigation water needs is 0 - 2.43 m³ / sec. Recommended cropping pattern rice-secondary crops-secondary crops is simulation 4 with irrigation water needs is 0 - 1.80 m³ / sec.
KOEFISIEN LIMPASAN PERMUKAAN PADA EMBUNG KECIL DI TTU, BELU, MALAKA DAN SABU-RAIJUA Krisnayanti, Denik S.; Hangge, Elsy E.; Sae, Yan C. D.
Jurnal Teknik Sipil Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1901.612 KB)

Abstract

Provinsi Nusa Tenggara Timur terdiri dari pulau-pulau yang berukuran besar maupun kecil seperti Pulau Timor dan Pulau Sabu Raijua yang merupakan lingkupan daerah (semi-arid) atau daerah semi kering. Penelitian ini dilakukan pada 4 Kabupaten di Pulau Timor yaitu Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kabupaten Belu, Kabupaten Malaka, dan Kabupaten Sabu Raijua. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan nilai koefisien limpasan menggunakan analisis matematis, menggunakan grafik Puslitbang dan menggunakan aplikasi berbasis sistem informasi geografis. Cara analisis menggunakan perhitungan evapotranspirasi metode Penman dan perhitungan debit metode F. J. Mock. Cara perhitungan grafik menggunakan data curah hujan dan data kemiringan lahan. Berdasarkan hasil perhitungan untuk memperoleh nilai koefisien pengaliran limpasan pada Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yaitu nilai matematis 0,71 - 0,86, grafik Puslitbang 0,62 dan SIG 0,29 – 0,55. Kabupaten Belu yaitu nilai matematis 0,44 - 0,71, grafik Puslitbang 0,62 dan SIG 0,31 – 0,60. Kabupaten Malaka yaitu nilai   matematis 0,44 - 0,70, grafik Puslitbang 0,44 dan SIG 0,30 – 0,57.  Kabupaten Sabu Raijua yaitu nilai matematis  0,00 - 0,06,  grafik   Puslitbang 0,62 dan SIG 0,12 – 0,48.East Nusa Tenggara province consists of large and small islands such as Timor island and SabuRaijua island which are semi-arid region. This research is done in 4 districts on Timor island namely Timor Tengah Utara (TTU) district, Belu district, Malaka district, and SabuRaijua district.The purpose of this research is to determine the difference of run off coefficient value using mathematical analysis, Puslitbangchart and geographic system information application. The method of analysis using the calculation of evapotranspiration  by Penman method and the calculation of discharge by F. J. Mock method. How to calculate the graph using rainfall data and slope data. Based on the results of calculations to obtain runoff flow coefficient values in Timor Tengah Utara District (TTU), namely the mathematical value of 0.71 - 0.86, Puslitbang graph 0.62 and GIS 0.29 - 0.55. Belu Regency is a mathematical value of 0.44 - 0.71, Puslitbang graph 0.62 and GIS 0.31 - 0.60. Malaka Regency is a mathematical value of 0.44 - 0.70, Puslitbang graph 0.44 and GIS 0.30 - 0.57. SabuRaijua Regency is a mathematical value of 0.00 - 0.06, Puslitbang graph 0.62 and GIS 0.12 - 0.48.
PENINGKATAN JARINGAN AIR TANAH DAN TINGKAT KEPUASAN MASYARAKAT PEMAKAI AIR TANAH DESA BATAKTE Nasjono, Judi K.; Krisnayanti, Denik S.; Frans, John; Simatupang, Partogi; Hunggurami, Elia; Kumalawati, Andi; Seuk, Maria Desideria
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaringan air bersih yang meliputi sumur bor, reservoir, jaringan pipa dan bak hidran umum telah tersedia di Desa Batakte. Dengan adanya sistim air pedesaan ini masyarakat sekitar diharapkan dapat terpenuhi kebutuhan air mereka. Namun kenyataan saat ini pembagian air untuk masyarakat masih belum terpenuhi karena beberapa anggota masyarakat masih tinggal relatif jauh dari hidran umum sehingga memerlukan usaha lebih dalam memenuhi kebutuhan air, Beberapa kerusakan pada sistim jaringan air bersih telah berhasil diidentifikasi mempengaruhi distribusi air pada msayarakat. Penelitian oleh mahasiswa memperlihatkan tingkat kepuasan masyarakat atas jaringan air yang tersedia. Perbaikan jaringan dan perluasan telah dikarjakan dan telah dinikmati masyarakat. Mayoritas masyarakat pemakai air bekerja sebagai petani, pekerjaan tidak tetap lainnya, mereka umumnya puas dengan adanya jaringan air tanah di lingkungannya dan berpartisipasi penuh dalam kegiatan menyangkut perbaikan dan perluasan jaringan air baku ini.