Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Uji Kualitas Briket Berbahan Arang Ampas Kelapa Berdasarkan Nilai Kadar Air Dina Asmaul Chusniyah; Reno Pratiwi; Benyamin Benyamin; Suliestyah Suliestyah
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1226.764 KB) | DOI: 10.25105/pdk.v7i1.9778

Abstract

ABSTRAKKetersediaan bahan bakar fosil yang semakin langka berakibat pada kenaikan harga BBM, oleh karena itu diperlukan suatu energi alternatif untuk mengurangi penggunaan bahan bakar minyak. Salah satu energi alternatif tersebut yaitu dengan penggunaan energi biomassa. Dalam penelitian ini biomassa yang digunakan adalah ampas kelapa. Tujuan dalam penelitian ini yaitu memanfaatkan ampas kelapa secara optimal dengan memfokuskan pada uji kualitas kadar air briket berbahan arang ampas kelapa. Penelitian ini menggunakan sampel barupa arang ampas kelapa dengan prosedur kerja meliputi proses pengeringan ampas kelapa, kemudian proses karbonisasi, penggilingan dan penyaringan, pencampuran bahan perekat, pencetakan dan pengeringan dengan menggunakan oven dengan suhu 100oC, dan penentuan mutu briket berdasarkan kadar airnya. Kadar air mempunyai peran besar terhadap mutu suatu produk. Nilai kadar air rata-rata yang diperoleh pada penelitian ini nilai di bawah 8 % pada sampel nomor 1, 2 dan 3 yang memiliki nilai kadar air berkisar antara 4% - 6%, berdasarkan nilai kadar air ini sehingga dapat diketahui bahwa kuliatas briket yang di hasilkan memiliki kualitas yang bagus, briket dengan kadar air di bawah 8%. Sedangkan untuk sampel nomor 4,5 dan 6 memiliki nilai kadar air yang berkisar antara 9% - 13 %, berdasarkan nilai kadar air yang diperoleh, maka dapat di identifikasi bahwa briket nomor 4, 5 dan 6 memiliki kualitas yang kurang bagus. Briket dengan kadar air tinggi agak sulit utuk dinyalakan, hal ini berakibat akan menghambat proses pembakaran. 
KOMPARASI POTENSI PIROLISA LIMBAH PLASTIK PERKOTAAN UNTUK MENDAPATKAN BAHAN BAKAR CAIR SETARA BENSIN Reno Pratiwi; Wiwik Dahani; Kartika Fajarwati H
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 2 No. 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v2i2.2469

Abstract

This reseacrh aims to find out how big the potential of processing various types of plastic into fuel equivalent of gasoline. The types of plastics observed are the types that are widely available in urban wastes, the types of Light Density Polyethylene (LDPE), High Density Polyethylene (HDPE) and Polypropylene (PP). Plastic processing using pyrolysis method, with the amount of time and temperature of the process as a variable that observed its effect on the product produced. The analysis of the products using FTIR will be compared with the standard FTIR of gasoline, as well as the density test which is also compared with the standard density of gasoline applicable in Indonesia. The results show that optimum conditions can be achieved at 60 minutes process time, and different process temperatures on each type of plastic. Plastics of LDPE, HDPE and PP types have optimum temperatures of 500 oC, 530 oC and 550 oC, respectively. Percentage of results at optimum time and temperature conditions were 87.3%, 93% and 83%, respectively. Although the percentage of the results obtained is not much different from the other two types of plastics, but based on the similarity of the product with the characteristics of fuel gasoline, PP plastic type gives the closest results in terms of FTIR analysis and measurement of gasoline density. Thus PP type plastic has the potential to develop its processing into alternative fuel equivalent gasoline.
PENGARUH TES UJI FASA DAN INTERFACIAL TENSION (IFT) TERHADAP KINERJA SURFAKTAN DALAM PROSES EOR Rifki Andriyan; Rini Setiati; Sugiatmo Kasmungin; Reno Pratiwi
PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN 2018 BUKU I
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/semnas.v0i0.3514

Abstract

Kegiatan eksplorasi minyak bumi di Indonesia yang sudah berlangsung lama mengakibatkan laju produksi yang terus mengalami penurunan. Tindakan manipulasi sifat fisik maupun kimia reservoir atau dikenal sebagai Enhanced Oil Recovery (EOR).Salah satu metode EOR adalah chemical flooding yang menggunakan bahan surfaktan.Pada penelitian yang sudah dilakukan ini bermaksud untuk mengamati pengaruh konsentrasi surfaktan dan salinitas brine dalam test uji fasa dan interfacial tension (IFT) terhadap kinerja surfaktan dalam proses EOR. Bahan kimia yang digunakan pada penelitian ini adalah surfaktan jenis anionik yaitu Alpha Olein Sulfonate (AOS). Penggunaan konsentrasi larutan surfaktan yang digunakan adalah 0,5%, 1%, 1,5% dan 2% dan salinitas brine 10.000 ppm, 15.000 ppm, dan 20.000 ppm. Peralatan yang digunakan pada penelitian ini meliputi pipet tube, oven, pipet tetes, dan tensiometer Du-Nouy. Pada tes uji fasa dilihat seberapa besar emulsi yang terbentuk dan penurunannyapada pengukuran 0 jam, 0,5 jam, 1 jam, 2 jam, 24 jam, 48 jam, dan 168 jam. Emulsi yang terbentuk dari hasil tes uji fasa adalah fase atas. Faktor dari terbentuknya emulsi fase atas adalah nilai IFT tinggi dan bahan dasar dari surfaktan yaitu petroleum based. Pada Hasil pengukuran IFT terhadap larutan surfaktan memiliki rentang nilai 16 dyne/m - 41 dyne/m.
ANALISA AIR FORMASI TERHADAP KECENDERUNGAN PEMBENTUKAN SCALE CALCIUM CARBONATE (〖CaCO〗_3) DAN CALCIUM SULFATE (〖CaSO〗_4) Riri Liestyana; Lestari Said; Reno Pratiwi
PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN 2018 BUKU I
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/semnas.v0i0.3528

Abstract

Salah satu permasalahan yang dapat mempengaruhi penurunan produksi pada reservoir adalah adanya endapan scale yang terdapat dalam formasi maupun peralatan produksi. Untuk memprediksi kecenderungan terbentuknya scale pada air formasi, dilakukan pengujian terhadap air formasi di laboratorium. Analisa air formasi dilakukan dengan dua metode, yaitu Stiff & Davis, dan Skillman, McDonald, & Stiff. Terdapat empat sampel air formasi yang diuji dalam pegukuran pembentukkan scale. Dari hasil analisa dan perhitungan dengan metode Stiff dan Davis, air formasi pada sampel SAF-1, dan SAF-3 memungkinkan terbentuknya scale Calcium Carbonate () sangat besar dimana harga SI masing-masing adalah 2,0588 dan 1,9451. Sedangkan pada air formasi sampel SAF-2 dan SAF-4 harga SI adalah 0,1922 dan 0,6418, menunjukkan bahwa air formasi berada pada posisi sangat jenuh terhadap . Sehingga kemungkinan terbentuknya scale  sangatlah kecil. Scale Calcium Sulfate () dapat di perkirakan dari perbandingan besarnya nilai kelarutan  yang sebenarnya (S’) dengan perhitungan kelarutan gypsum (S). Dari hasil analisa dengan metode Skillman, McDonald & Stiif, scale Calcium Sulfate () pada air formasi untuk semua jenis sampel sangat kecil kemungkinan untuk terbentuk karena nilai S lebih besar di bandingkan nilai S’. 
PENGARUH PENGGUNAAN KATALIS ZEOLIT ALAM DALAM PIROLISIS LIMBAH PLASTIK JENIS HDPE MENJADI BAHAN BAKAR CAIR SETARA BENSIN Reno Pratiwi; Wiwiek Dahani
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sifat limbah plastik yang sulit diurai oleh alam manjadi latar belakang penelitian mengenai pengolahan plastik yang ramah lingkungan. Pirolisis selain mampu mengolah plastik dengan aman, juga menghasilkan produk cair yang bisa menjadi alternatif sumber bahan bakar. Penelitian yang  dilakukan sebelumnya menunjukkan hasil pirolisis dengan karakteristik yang berbeda-beda tergantung pada jenis plastik yang diolah. Suhu tinggi dan rendemen hasil menjadi kendala yang perlu dipecahkan dalam proses pirolisis limbah plastik. Penggunaan katalis zeolit alam diharapkan dapat meningkatkan rendemen hasil dan menurunkan suhu proses  pirolisis plastik HDPE, sehingga didapat produk cair yang mendekati karakteristik bahan bakar cair bensin. Rasio penggunaan katalis, suhu proses dan karakteristik produk cair yang didapat merupakan variabel yang akan diamati dalam penelitian ini. Nilai specific gravity, pour point dan flash point yang mendekati karakteristik bensin, serta hasil pembacaan GC-MS produk dijadikan parameter yang menentukan keberhasilan penelitian ini.
Uji Kualitas Briket Berbahan Arang Ampas Kelapa Berdasarkan Nilai Kadar Air Dina Asmaul Chusniyah; Reno Pratiwi; Benyamin Benyamin; Suliestyah Suliestyah
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1226.764 KB) | DOI: 10.25105/pdk.v7i1.9778

Abstract

ABSTRAKKetersediaan bahan bakar fosil yang semakin langka berakibat pada kenaikan harga BBM, oleh karena itu diperlukan suatu energi alternatif untuk mengurangi penggunaan bahan bakar minyak. Salah satu energi alternatif tersebut yaitu dengan penggunaan energi biomassa. Dalam penelitian ini biomassa yang digunakan adalah ampas kelapa. Tujuan dalam penelitian ini yaitu memanfaatkan ampas kelapa secara optimal dengan memfokuskan pada uji kualitas kadar air briket berbahan arang ampas kelapa. Penelitian ini menggunakan sampel barupa arang ampas kelapa dengan prosedur kerja meliputi proses pengeringan ampas kelapa, kemudian proses karbonisasi, penggilingan dan penyaringan, pencampuran bahan perekat, pencetakan dan pengeringan dengan menggunakan oven dengan suhu 100oC, dan penentuan mutu briket berdasarkan kadar airnya. Kadar air mempunyai peran besar terhadap mutu suatu produk. Nilai kadar air rata-rata yang diperoleh pada penelitian ini nilai di bawah 8 % pada sampel nomor 1, 2 dan 3 yang memiliki nilai kadar air berkisar antara 4% - 6%, berdasarkan nilai kadar air ini sehingga dapat diketahui bahwa kuliatas briket yang di hasilkan memiliki kualitas yang bagus, briket dengan kadar air di bawah 8%. Sedangkan untuk sampel nomor 4,5 dan 6 memiliki nilai kadar air yang berkisar antara 9% - 13 %, berdasarkan nilai kadar air yang diperoleh, maka dapat di identifikasi bahwa briket nomor 4, 5 dan 6 memiliki kualitas yang kurang bagus. Briket dengan kadar air tinggi agak sulit utuk dinyalakan, hal ini berakibat akan menghambat proses pembakaran. 
LIQUID HOLDUP MANAGEMENT BY PREDICTING STEADY STATE TURNDOWN RATE IN WET GAS PIPELINE NETWORK kartika fajarwati hartono; Muhammad Taufiq Fatthadin; Reno Pratiwi
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 5 No. 2 (2016): Agustus
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.732 KB) | DOI: 10.25105/petro.v5i2.2362

Abstract

Now days, one of the greatest challenges in gas development is transport the fluid especially multiphase fluid to long distances and multiphase pipeline to sell point. Yet, a challenge to transport multiphase fluid is how to operate the systemsin operating a long distance, large diameter, and multiphase pipeline.The operating system include how to manage high liquid holdup, mainly built during low production rate (turn down rate) periods especially during transient operations such as restart and ramp-up, so that liquid surge arriving onshore will not exceed the liquid handling capacity of the slug catcher. The objective of this research is to predict liquid trapped in pipeline network by analysis turn down rate in order to determine minimal gas production rate for stable operation. This research was carried out by two steps: Simulation Approach and Optimization Techniques. Simulation approach include define fluid composition and built pipeline network configuration while optimization technique include conduct scenario for turn down rate. The fluid composition from wellhead to manifold is wet gas. First scenario and Second scenario of turndown rate yield minimum gas rate for stable operation. The pipeline has to be operated above 600 MMSCFD from peak gas production rate is 1200 MMSCFD (A-Manifold Mainline) and 60 MMSCFD from peak gas production rate is 150 MMSCFD for D-Manifold Mainline.
UNLOCKING HIDDEN POTENTIAL OF SHALLOW RESERVOIR AT 1955-2342 mSS, IN RUHOUL FIELD Abda Anwaratutthifal; Lestari Lestari; Reno Pratiwi
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 8 No. 1 (2019): MARET
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (913.583 KB) | DOI: 10.25105/petro.v8i1.4288

Abstract

As a human, live in the ever-changing environment, with the abundant amount of human movement, increasing population, and advancing technology, consumpting high energy is inevitable. Indonesia has been working to obtain better energy to fuel the world. As the multinational energy company, Pertamina Hulu Mahakam, located in East Kalimantan, operate world wide to extract oil and gas from the reservoir in Mahakam Delta, which already used high technology and qualified human resource to support the safe, efficient, and effective production process.The petroleum system models, the contribution of marine shales to the generation of liquid and gaseous hydrocarbons in the Mahakam was considered negligible. The production of the oil fields has started quite early, however the major development phase of gas accumulation started within the last decade, with increasing activity since.Ruhoul is an offshore gas field belongs to Pertamina Hulu Mahakam that located in Mahakam Delta, East Kalimantan, Indonesia. It covers an area of 350 km2 and has a gross thickness of the payzone over 2000 m. Structural architecture of Ruhoul field is multilayered un-faulted anticline. Stratighraphycally, Ruhoul reservoirs are divided into two intervals which are Ruhoul Main Zone and Ruhoul Shallow. This study is only focused in Shallow zone area, they are Sh-8a, Sh-8c, and Sh-8d, as it is considered as remaining prospective area for Ruhoul field. For more specific, Sh-8a was produced by wells RJ-16A-M and RJ-2G-M.T3, Sh-8c was produced by well RJ-2G-M.T3, and Sh-8d was produced by well RJ-2G-M-T3.Over time, the gas production in Ruhoul Field keep decreasing, therefore hidden gas production potential needs to be re-evaluated. The evaluation can be done by doing the dynamic synthesis analysis based on completion type used, production history, and well correlation.The main objective of this study is to evaluate hydrocarbon potential in Ruhoul Shallow specific area. Several approaches will be used to assess Ruhoul Shallow zone prospect such an updated database, zone change inventory, and well correlation based on netpay map by layer with software Geolog 7.2.Perform Dynamic Synthesis Analysis and P/Z Straight Line Material Balance Calculation are chosen as the methodology to assess the prospect zone of this field. The results of this process are candidates to be the re-opening zone, the value of GIIP, EUR, RR, RF, also the drive mechanism applied to each layer. Not only that, the results also obtained the Plateau rate stage curve in each layer.The results showed two categories of re-opening candidates, P/Z methodology to calculate the value of GIIP and RF, and Plateau stage in each layer. Along with this study, the only well that suit to be the candidate for re-opening zone was only RJ-2G-M.T3 in Sh-8a, while the other layers and wells were not suit to be the candidate for re-opening zone. From the P/Z Straight Line calculation, the GIIP for the candidate (Sh-8a produced by RJ-2G-M.T3) is 1.15 BSCF, with 1.02 BSCF Gp max, and 89% RF, and has depletion drive as its drive mechanism. Based on Plateau stage with 4 MMSCFD as the plateau rate, the decline in RJ-2G-M.T3 (Sh-8a) started on July 2015. 
PENYULUHAN PENGOLAHAN LIMBAH CAIR TAHU SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF BIOGAS DI PABRIK TAHU USAHA MAJU PANGAN SUPLAI Dina Asmaul Chusniyah; Reno Pratiwi; Kris Pudyastuti; Lilik Zabidi; Andri Prima; Riski Akbar; Lisa Sugiarti
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN) Vol 1 No 2 (2019): JURNAL ABDI MASYARAKAT INDONESIA (JAMIN)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2199.296 KB) | DOI: 10.25105/jamin.v1i2.5856

Abstract

Teknik mengolah limbah cair tahu agar menjadi energi alternatif biogas yang ramah lingkungan dan  memberikan efek ekonomi yang baik bagi pabrik tahu dan masyarakat di sekitar pabrik tahu. Cairan limbah tahu merupakan komponen yang berbahaya jika dibuang secara sembarangan ke lingkungan karena dapat menimbulkan bau busuk, penyakit dan mencemari air, juga pemicu gas rumah kaca, agar limbah tahu tersebut tidak mencemari lingkungan dan lebih bermanfaat maka limbah tersebut perlu diolah menjadi energi alternatif salah contohnya adalah biogas. Dengan mengkonversi limbah cair pabrik tahu menjadi biogas, pemilik pabrik tahu tidak hanya berkontribusi dalam menjaga lingkungan tetapi juga meningkatkan pendapatannya dengan mengurangi konsumsi bahan bakar pada proses pembuatan tahu. Melalui kegiatan pengolahan limbah cair tahu sebagai energi alternatif biogas di pabrik tahu usaha maju pangan suplai kelurahan palmerah jakarta barat diharapkan dapat memberikan pengetahuan bagi pengurus, karyawan dan masyarakat di sekitar pabrik tahu mengenai bahaya penggunaan limbah cair tahu bagi kesehatan serta bahaya pembuangannya bagi lingkungan.
STUDI EFEKTIVITAS BRIKET BIOMASSA BERBAHAN LIMBAH RUMAH TANGGA Dina Asmaul Chusniyah; Reno Pratiwi; Benyamin Benyamin; Rizki Akbar; Lisa Sugiarti; Muhammad Zainal Abidin
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN) Vol 4 No 1 (2022): JURNAL ABDI MASYARAKAT INDONESIA (JAMIN)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.407 KB) | DOI: 10.25105/jamin.v4i1.10250

Abstract

Salah satu sumber energi alternatif pengganti bahan bakar fosil yang biasa dimanfaatkan oleh masyarakat yang memiliki sifat renewable resources yaitu sumber energi biomassa. Briket merupakan suatu material yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar yang berbentuk padat dan biasanya dibentuk dengan menggunakan cetakan. Bahan baku briket biasanya berupa sampah organik sisa pertanian/limbah rumah tangga yang sudah tidak dimanfaatkan. Tujuan kegiatan penyuluhan ini yaitu dapat memberikan informasi dan wawasan pada masyarakat disekitar Gili Sampeng mengenai pemanfaatan briket dari limbah rumah tangga menjadi sesuatu yang memiliki nilai, serta dapat diperbaharui, serta memiliki manfaat untuk keperluan bahan bakar masyarakat, salah satu contohnya untuk memasak pengganti gas elpiji. Metode yang digunakan pada kegiatan penyuluhan ini adalah metode luring, yang dimulai dari kegiatan presentasi sampai dengan memberikan contoh teknis pembuatan briket dan bentuk briket yang sudah jadi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa, pengujian briket berbahan baku arang ampas kelapa memperoleh energi kalor yang bervariasi yaitu berkisar antara 4876,37 cal/gram – 5077,89 cal/gram, harga tersebut mendekati nilai kalor bakar negara Jepang. Kegiatan penyuluhan ini dapat memberikan wawasan pada masyarakat untuk mencoba membuat sampel briket dengan memanfaatkan peralatan yang sederhana di rumah.