Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Penyelesaian Konflik Pemilihan Umum Di Republik Afrika Tengah Oleh Dewan Keamanan Pbb Melalui Minusca Tahun 2020-2021 Martin, Ali
SOSIO DIALEKTIKA Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : LP2M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/sd.v9i1.11293

Abstract

Penelitian ini menganalisis tentang konflik dan resolusi konflik oleh organisasi internasional yaitu Dewan Keamanan United Nations yang terjadi di Republik Afrika Tengah ketika diadakan Pemilihan Umum di tahun 2020-2021, dengan lembaga misi perdamaiannya MINUSCA (Multidimentional Integrated Stabilization Mission in The Central African Republic). Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peran apa saja yang dilakukan MINUSCA ketika konflik di Afrika Tengah tersebut terjadi. Dalam menguraikan permasalahan yang terjadi, penulis menggunakan metode penelitian Kualitatif Eksplanatif yang menjelaskan apa dibalik kejadian tersebut serta resolusi konflik yang terjadi di Republik Afrika Tengah, dengan metode pengumpulan data sekunder dan data primer melalui wawancara kepada salah satu anggota satgas KIZI G-37 MINUSCA Indonesia yang bertugas disana, dari beberapa sumber literatur, jurnal, media sosial, berita dan buku. Pada penelitian ini, penulis menemukan beberapa alasan Dewan Keamanan PBB mengirimkan pasukan MINUSCA di Republik Afrika Tengah, salah satunya yaitu untuk melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai organisasi keamanan dan perdamaian internasional.
Penguatan Dakwah Islam Aswaja pada Generasi Muda di Era Digital Imam Khoirul Ulumuddin; Ma’as Shobirin; Ali Martin
Kifah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Mafapress Institut Pesantren Mathali'ul Falah Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35878/kifah.v1i2.533

Abstract

Belum optimalnya keterlibatan generasi muda Nahdlatul Ulama dalam melakukan syiar Ahlussunnah wal jama’ah di media sosial. Kecenderungan mereka masih sebagai penikmat, pendengar dan penonton dari kajian keislaman yang tersaji di youtube, Instagram dan beberapa aplikasi media sosial lainnya, dan belum sampai pada upaya untuk menghasilkan sebuah kontek dakwah. Meski memiliki kemampuan cukup, namun perlunya dorongan dan pembinaan bagi mereka untuk lebih berani dalam menghasilkan konten positif. Program pengabdian ini bertujuan untuk melatih peserta dalam mengembangkan kompetensi dan keterampilan dalam menghasilkan produk atau konten dakwah Islam sebagai ikhtiar dalam melakukan syiar Islam ruang digital. Di sisi lain, upaya ini juga memberikan ruang dan memberdayakan generasi muda dalam mengaktualisasikan kemampuan dalam berdakwah, baik secara lisan maupun tulisan. Desain kegiatan berupa pelatihan yang ditujukan bagi 20 dan peserta merupakan mahasiswa Universitas Wahid Hasyim yang tergabung dalam komunitas Pegiat Muda Aswaja (PMA). Kegiatan dilaksanakan bulan Juni – November 2022 yang bertempat di laboratorium Aswaja Universitas Wahid Hasyim. Program melibatkan dosen dan praktisi yang memiliki keahlian di bidangnya. Materi yang diisajikan berupa keislaman, konten kreatif, pemanfaatan media sosial dan beberapa materi relevan lain. Diskusi, mentoring, penugasan menjadi bagian metode yang dilakukan dalam pelaksanaan program. Hasil dari pengadian antara lain, 1) konten penulisan; 2) Konten pemberitaan; dan 3) Konten video keislaman.
Sikap Uni Eropa Terhadap Konflik Rusia dan Ukraina Martin, Ali; Farizi, Salman Al
Kajian Hubungan Internasional Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences - Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/khi.2024.3.1.11139

Abstract

The attitude of the European Union in the conflict over Russia's invasion of Ukraine which occurred on February 24 2022 has had a major impact on security stability in the European region. So the European Union as a region is experiencing impacts in the form of damage to the ecosystem, social order and humanity due to Russia's invasion of Ukraine. Therefore, providing economic sanctions to reduce Russia's costs in invading Ukraine. This effort is only to maintain the stability of the European region. And the European Union also provides military assistance to Ukraine, even assistance in the form of health and safety to Ukrainian citizens. This is the European Union's stance to reduce the costs of encroaching on Russia and also reduce the burden on Ukraine as an eastern region of Europe. This research was carried out using qualitative methods, meaning that the research mostly uses qualitative data such as values (norms), attitudes, ideologies or people's thoughts which are processed by connecting one phenomenon with another. Specifically, to understand the phenomenon of the European Union's attitude towards the conflict between Russia and Ukraine, data analysis uses interpretive methods. Keywords: European Union Attitude, Invasion, Russia, and Ukraine.  ABSTRAK Sikap Uni Eropa dalam konflik invasi Rusia ke Ukraina terjadi pada tanggal 24 Februarai 2022 sangat berdampak pada stabilitas keamanan di kawasan Eropa. Sehingga Uni Eropa sebagai organisasi regional yang mengalami dampak berupa kerusakan ekosistem, tatanan sosial dan juga kemanusiaan  atas  invasi Rusia ke Ukraina.  Maka alternatifnya memberikan sanksi ekonomi agar mengurangi biaya Rusia dalam invasi terhadap Ukraina. upaya tersebut hanya untuk menjaga stabilitas wilayah Eropa. Dan Uni Eropa juga memberikan bantuan militer terhadap Ukraina, bahkan bantunan berupa kesehatan dan keselamatan  kepada warga Ukraina Bentuk sikap Uni Eropa untuk mengurangi biaya pengeluaran Rusia dan juga mengurangi beban Ukraina sabagai wilayah timur Eropa. Penelitian ini dilakukan dengan metode diskriptif kualitatif, yang lebih banyak menenkankan pada data kualitatif seperti nilai (norm), sikap, ideologi atau pemikiran orang diproses dengan menghubungkan fenomena yang satu dengan lainnya. Secara khusus untuk memahami fenomena hubungan sikap Uni Eropa terhadap dalam konflik Rusia dan Ukraina, analisis data menggunakan interpretatif
Ancaman Keamanan Indo-Pasifik Terhadap Keputusan Australia Membangun Kapal Selam Tenaga Nuklir Tahun 2021 Martin, Ali; Safitri, Diva Ayu
SOSIO DIALEKTIKA Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : LP2M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/sd.v9i2.12402

Abstract

Ditengah memanasnya tensi dalam pusaran konflik sengketa Laut China Selatan, AUKUS muncul sebagai aliansi baru di bawah kesepakatan trilateral yang disebut sebagai pakta keamanan. Kehadiran AUKUS dinilai sebagai manuver baru sekutu untuk melawan dominasi China yang semakin agresif di kawasan Indo-Pasifik. Fokus utama aliansi AUKUS yaitu pembangunan kapal selam nuklir untuk Angkatan Laut Australia. Pengumuman kerjasama trilateral ini menjadi latar belakang dari reaksi beragam negara-negara dalam kawasan. Oleh karena itu, penelitian ini memaparkan ancaman keamanan kawasan Indo-Pasifik terhadap keputusan Australia membangun kapal selam tenaga nuklir. Penelitian ini dianalisis mengunakan teori Kompleksitas Keamanan Regional (regional security) dan menggunakan metode kualitatif dalam pengumpulan data dari berbagai sumber dan literatur yang berkaitan. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa kawasan Indo-Pasifik terancam karena adanya aliansi AUKUS dan kerjasama keamanan kapal selam nuklirnya yang dapat memunculkan adu kekuatan negara besar dan perlombaan senjata nuklir yang mana hal ini dapat mengancam kestabilan dan keamanan di kawasan Indo-Pasifik.ABSTRACTIn the midst of heated tensions in the vortex of conflict over the South China Sea dispute, AUKUS emerged as a new alliance under a trilateral agreement known as a security pact. The presence of AUKUS is seen as a new maneuver by allies to counter China's increasingly aggressive dominance in the Indo-Pacific region. The main focus of the AUKUS alliance is the construction of nuclear submarines for the Australian Navy. The announcement of this trilateral cooperation became the background for the reactions of various countries in the region. Therefore, this research explains the security threats in the Indo-Pacific region regarding Australia's decision to build nuclear-powered submarines. This research was analyzed using the Regional Security Complexity theory and used qualitative methods in collecting data from various sources and related literature. The results of the research show that the Indo-Pacific region is threatened because of the AUKUS alliance and its nuclear submarine security cooperation which could give rise to a power struggle between big countries and a nuclear arms race which could threaten stability and security in the Indo-Pacific region.
Kepentingan Ekonomi Indonesia Dalam Ekspor Karet Alam Ke Jepang Pada Masa Tahun 2017 Hastuti, Dyah Ayu Widya; Martin, Ali
Kajian Hubungan Internasional Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences - Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/khi.2023.2.1.7583

Abstract

For Indonesia, Japan is one of the largest trading partner countries in terms of Indonesian import exports. Japan is a country with economic growth that can be taken into account with other developed countries. Japan is an industrial country but the limitations of natural resources are one of natural rubber. This study aims to find out the purpose of Indonesia to export natural rubber to Japan in 2017. The theory used by the author is the theory of national interest. This research method uses qualitative methods. The results in the study explained that a cooperation between Indonesia and Japan has affected national economic interests. Indonesia's natural rubber exports to Japan have boosted the economy for Indonesia. The need for Japanese natural rubber is increasing due to Japan's industry as one of the largest automotive manufacturers in the world. There are economic ties between Indonesia and Japan from the past.
Pembukaan Hubungan Diplomatik Uni Emirat Arab Dengan Israel Tahun 2020 Martin, Ali; Kumalasari, Alza Agustin Tri
Kajian Hubungan Internasional Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences - Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A country's diplomatic relations with other countries are carried out with the aim of meeting the needs of each country concerned. Therefore, a country will definitely open diplomatic relations as a form of recognition of sovereignty and good relations with other countries with the ultimate aim of meeting the needs of each country. The focus of this research is on the issue of opening diplomatic relations by the United Arab Emirates towards Israel, which received a lot of rejection and opposition from other countries, especially in the Arabian peninsula countries. However, the United Arab Emirates has other considerations so the decision to open diplomatic relations with Israel remains pending. By using the theory of national interest which refers to realism, the author will connect and analyze the reasons and factors behind this policy termination. The research method in this writing uses a qualitative descriptive method, to describe in more depth the interests of the United Arab Emirates in diplomatic relations with Israel. Keywords: diplomatic relations, national interests, United Arab Emirates, Israel
Analysis Of Twitter's Social Media Usage In Russia-Ukraine War In 2022 Martin, Ali; Hartati, Anna Yulia; Riyanto, Agus; Ismiyatun, Ismiyatun
Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Vol. 23 No. 002 (2024): Pena Justisia (Special Issue)
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pj.v23i3.4789

Abstract

Russia's invasion of Ukraine occurred on February 24, 2022, followed by an information war that occurred on social media. Ukraine, which is inferior in terms of the number of weapons compared to Russia, certainly took advantage of this momentum to win the information war circulating on social media. Therefore, the narrative, in the form of persuasion or pressure, was carried out by official accounts from the Ukrainian government and officials to put pressure on several parties. Twitter is used to win the information war and get support from all parties. There are three Ukrainian targets: foreign governments, foreign companies, and the public. Of course, this is Ukraine's move to be able to attack Russia, especially on the economic front. This study uses qualitative research methods and secondary data. The theory used in this research is international political communication theory