Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Pendidikan Geografi

PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN "PRAKTIKUM GEOLOGI STRUKTUR DAN DINAMIK" MELALUI PROGRAM ASESMEN DAN TUTORIAL MAHASISWA DI JURUSAN GEOGRAFI Soegiyanto,
Pendidikan Geografi Vol 6, No 12 (2007)
Publisher : Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bekal awal akademik, kemajuan belajar dan hasil belajar mahasiswa melalui asesmen; mendeskripsikan peningkatan pembelajaran mahasiswa melalui program asesmen dan tutorial akademik mahasiswa dengan strategi pembelajaran kooperatif.   .Jenis penelitian adalah  penelitian tindakan kelas ( PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Pada tiap-tiap siklus dilaksanakan asesmen formatif yang bersifat berkelanjutan sesuai dengan jumlah kompentensi yang ada Jenis data yaitu data kuantitatif dan data kualitatif yang terdiri atas hasil belajar ( hasil asesmen), rencana pembelajaran, isian lembar observasi dan kuesioner pelaksanaan pembelajaran dan jurnal harian. Hasil penelitian  sebagai berikut: 1). Dibandingkan nilai hasil asesmen bekal awal nilai hasil rata-rata asesmen formatif pembelajaran siklus I mengalami peningkatan nilai sebesar 40,48 point atau 270,25 % , sedangkan pada nilai asesmen formatif pembelajaran siklus II terjadi peningkatan nilai sebesar 44,02 point atau 235,82%. Terjadi peningkatan perolehan nilai rata-rata hasil asesmen formatif pembelajaran siklus II dibandingkan nilai rata-rata formatif pada pembelajaran siklus I yaitu sebesar 11,57 point, jumlah mahasiswa yang berhasil memperoleh predikat belajar tuntas hanya 13,64 % pada pembelajaran siklus I meningkat menjadi 74 % .Pada pembelajaran siklus II terjadi peningkatan kinerja mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran pada siklus II dibandingkan siklus I. Pada siklus II terdapat 25 % mahasiswa dengan kriteria sangat baik yang pada siklus I belum ada sama sekali, mahasiswa dengan kriteria baik  38,54% pada siklus I meningkat menjadi 63,64% pada siklus II.. 2). Hasil asesmen formatif baik pada pembelajaran siklus I maupun siklus II digunakan sebagai dasar untuk mengadakan tutorial. Materi pembelajaran yang dikuasai kurang dari 75% , dibahas kembali secara klasikal.. Sedangkan materi yang telah dikuasai lebih dari 75%, dibahas kembali secara tutorial. Mahasiswa yang memperoleh asesmen kurang dari 75% diberi kesempatan untuk mengikuti tutorial sampai mereka dapat lulus ujian. 3). Pembelajaran melalui program asesmen dan tutorial akademik mahasiswa dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Hal ini dapat diketahui dari peningkatan hasil  nilai asesmen bekal awal, nilai asesmen formatif pembelajaran siklus I dan siklus II. Disamping itu  terjadi peningkatan kinerja mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran
PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI RAWAN BANJIR , SOEGIYANTO
Pendidikan Geografi Vol 12, No 1 (2014): Volume 12 Nomor 1 Juni 2014
Publisher : Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Pada umumnya banjir dipengaruhi oleh tiga faktor utama yaitu (1) faktor meteorologis, (2) faktor daerah aliran sungai, (3) faktor manusia. Faktor meteorologis yang penting adalah presipitasi atau hujan. Dalam pendefinisian DAS, pemahaman akan konsep daur hidrologi sangat diperlukan terutama untuk melihat masukan berupa curah hujan yang selanjutnya didistribusikan melalui konsep daur hidrologi. Konsep daur hidrologi DAS menjelaskan bahwa air hujan langsung  sampai ke permukaan tanah untuk kemudian terbagi menjadi air larian, perkolasi dan infiltrasi, yang kemudian akan mengalir ke sungai sebagai debit aliran. Dalam mempelajari ekosistem DAS, dapat diklasifikasikan menjadi daerah hulu, tengah dan hilir. DAS bagian hulu dicirikan sebagai daerah konservasi, DAS bagian hilir merupakan daerah pemanfaatan. Dalam suatu sistem DAS, hujan adalah faktor input, DAS itu sendiri sebagai prosesor, dan tata air di hilir sebagai output. Apabila hujan sebagai faktor yang tidak dapat dikendalikan, maka kondisi tata air akan sangat tergantung pada kondisi DAS. Banjir maupun banjir bandang menunjukkan fenomena perubahan tata air sebagai bentuk respon alam atas interaksi alam dan manusia dalam sistem pengelolaan. Telaah masalah kerusakan siklus air tersebut harus menggunakan satuan Daerah Aliran Sungai (DAS). Untuk menganalisa kinerja suatu DAS, harus melihat keseluruhan komponen yang ada, baik output yang bersifat positif (produksi) maupun dampak negatif. Pengelolaan DAS dapat disebutkan merupakan suatu bentuk pengembangan wilayah yang menempatkan DAS sebagai suatu unit pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang secara umum untuk mencapai tujuan peningkatan produksi pertanian dan kehutanan yang optimum dan berkelanjutan (lestari) dengan upaya menekan kerusakan seminimum mungkin agar distribusi aliran air sungai yang berasal dari DAS dapat merata sepanjang tahun. Pentingnya posisi DAS sebagai unit perencanaan yang utuh merupakan konsekuensi logis untuk menjaga kesinambungan pemanfaatan sumberdaya hutan, tanah dan air. Dalam upaya  menciptakan pendekatan pengelolaan DAS secara terpadu, diperlukan perencanaan secara terpadu, menyeluruh, berkelanjutan dan berwawasan lingkungan dengan mempertimbangkan DAS sebagai suatu unit pengelolaan.   Kata kunci : Pengelolaan, Daerah Aliran Sungai (DAS)