Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

ALTERNATIF KEBIJAKAN KETAHANAN PANGAN WILAYAH KABUPATEN BANYUMAS DENGAN PENDEKATAN CLUSTER ANALYSIS Oki Wijaya; Wangsit Juniawan; Widodo
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 9 No 3 (2022): Desember
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v9i3.32799

Abstract

Pangan merupakan salah satu kebutuhan paling dasar dan menjadi bagian dari hak asasi setiap individu. Kekurangan pangan berdampak pada instabilitas sosial, ekonomi, dan politik, sehingga ketahanan pangan menjadi salah satu penyokong ketahanan nasional suatu negara. Pembangunan ketahanan pangan memerlukan perencanaan yang strategis sehingga kebijakan yang dijalankan akan tepat sasaran. Untuk itu penelitian ini bertujuan melakukan perencanaan kebijakan ketahanan pangan dengan menganalisis status ketahanan pangan kecamatan berdasarkan indikator ketahanan pangan pada tingkat kecamatan, serta menyusun alternatif kebijakan berbasis klaster. Penelitian dilakukan di Kabupaten Banyumas dengan menggunakan data sekunder. Analisis status ketahanan pangan dilakukan dengan pendekatan indikator Food Security and Vulnerability Atlas of Indonesia (FSVA). Sedangkan alternatif kebijakan disusun berdasarkan karakteristik wilayah berdasarkan hasil cluster analysis. Hasil analisis status ketahanan pangan menunjukkan bahwa terdapat 5 kecamatan dengan kondisi sangat tahan, 16 kecamatan dengan kondisi tahan, dan 6 kecamatan dengan kondisi cukup tahan. Fokus kebijakan yang dapat dilakukan pada wilayah klaster 1 adalah penyediaan pangan wilayah kota melalui program urban tani. Fokus kebijakan pada klaster 2 adalah program pengentasan kemiskinan melalui penambahan akses ekonomi seperti pasar. Fokus kebijakan pada klaster 3 adalah peningkatan status gizi masyarakat melalui sosialisasi kesehatan dan bantuan pangan sehat pada balita.
Penguatan Potensi Karang Taruna dengan Berwirausaha di Padukuhan Rejosari, Jogotirto, Berbah, Sleman Nur Rahmawati; Oki Wijaya
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.54.956

Abstract

Karang Taruna di padukuhan Rejosari, Jogotirto, Brebah Sleman, sudah terbentuk lama, namun perjalanan kegiatan selama ini belum berjalan secara maksimal, potensi anggota karang taruna baik pemuda maupun pemudinya mempunyai tingkat Pendidikan yang cukup tinggi. Sehingga pembekalan tentang ekonomi kreatif bagi para pengurus dan anggota menjadi ujung tombak dalam mengentaskan kemiskinan dan memajukan perekonomian masyarakat di sekitarnya. Permasalahan yang ada adalah banyak anggota karang taruna padukuhan Rejosari yang potensi pendidikannya tinggi dan berusia produktif, namun motivasi berwirausaha nya masih rendah, belum mempunyai gambaran menjadi wirausaha apa yang sesuai dengan potensi yang dimiliki dan membutuhkan ketrampilan contoh praktek berwirausaha. Adapun solusi permasalahan adalah meningkatkan atau menumbuhkan motivasi berwirausaha pada pengurus dan anggota karang taruna Padukuhan Rejosari, meningkatkan wawasan tentang gambaran jenis jenis usaha yang bisa dilakukan anggota karang taruna padukuhan Rejosari dan meningkatkan ketrampilan praktek usaha yang akan dilakukan. Metode yang dilakukan adalah penyuluhan, Focus Group Discussion (FGD) dan pelatihan praktik berwirausaha. Penyuluhan dalam menumbukan jiwa kewirausahaan dapat meningkatkan pengetahuan motivasi berwirausaha dan meningkatkan keterampilan praktek membuat empek empek. Semangat dan motivasi dari peserta Karang Taruna di padukuhan rejosari menjadikan kegiatan ini berjalan dengan lancar
Pendampingan PPAH Dadi Makmur Dalam Penjaminan Mutu Produk Agen Hayati Agung Astuti; Siti Nur Aisyah; Oki Wijaya
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 5. Produktifitas dan Daya Saing Industri Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.55.1060

Abstract

PPAH Dadi Makmur adalah Kelompok Petani Pengembang Agen Hayati bertempat di Desa Jlegongan, Seyegan, Sleman. Kegiatannya penyuluhan, pelatihan, pendampingan dan pembuatan beberapa produk agen hayati untuk pengendalian hama & penyakit. Produknya Beauveria sp. Metharrizium sp, Trichoderma sp. PGPR, Corynebacterium, POC. Permasalahannya adalah mutu produk agen hayati yang belum terstandardisasi. Solusinya adalah penyuluhan dan pelatihan tentang penjaminan mutu produk agen hayati. Kegiatannya meliputi: penyuluhan tentang standardisasi produk agen hayati & penjaminan mutu, pelatihan untuk Pengujian Mutu Produk Agen Hayati & Teknik Labeling, Pendampingan dan Monev terhadap mitra selama menstandarisasi produk & penjaminan mutu serta Monev terhadap mitra selama menerapkan Pengelolaan Manajemen Operasional), dievaluasi dengan pre-test dan post-tes. Hasil menunjukkan bahwa penyuluhan meningkatkan pengetahuan anggota PPAH Dadi Makmur tentang mutu produk dan profesionalisme manajemen sebesar 75%. Dengan pelatihan maka ketrampilan anggota PPAH Dadi Makmur dalam penjaminan mutu produk Agen hayati meningkat 50%. Ada 4 produk agen hayati yang sudah teruji mutunya dengan teknik pelabelan sesuai standar
Pengembangan Kawasan Agribisnis Kopi melalui Pelatihan Pembuatan Video Channel Online pada Masyarakat Petani Kopi di Desa Sidoharjo Kecamatan Samigaluh Kabupaten Kulonprogo Oki Wijaya; Muhammad Muttaqien; Bagustama Hamka; Syahdani Satria Nugraha
Jumat Pertanian: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): April
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasper.v4i1.3499

Abstract

Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat untuk mem-branding­ desa berbasis video channel di Dusun Madigondo, Desa Sidoharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode pelaksanaan kegiatan ini meliputi pelatihan pembuatan konsep video, pelatihan pengambilan gambar dan audio, pelatihan editing video serta pendampingan media sosial online. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2022. Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat Dusun Madigondo, baik laki-laki maupun perempuan. Partisipan laki-laki dan perempuan adalah masyarakat yang tergabung dalam Karang Taruna dan Kelompok Tani Kopi. Jumlah partisipan inti hanya berjumlah 25 orang. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi: 1) Observasi; 2) Focus Discussion Group (FGD); 3) Sosialisasi; 4) Pelatihan Pembuatan Konsep dan Naskah Video; 5) Pelatihan Pengambilan Video; 6) Pelatihan Editing Video; 7) Pendampingan Pengelolaan Media Sosial; 8) Pemberdayaan Masyarakat; 9) Monitoring dan Evaluasi. Pelaksanaan kegiatan ini berbasis pada ilmu pengetahuan dan teknologi. Hasil dari kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa desa wisata penghasil kopi moka di Dusun Madigondo dapat menjadi salah satu solusi yang efektif dalam upaya peningkatan ekonomi masyarakat di Dusun Madigondo, Desa Sidoharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pengembangan Agribisnis Kopi melalui Pelatihan Business Model Canvas kepada Masyarakat Petani di Desa Sidoharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulonprogo Oki Wijaya; Siti Nur Aisyah; Garist Sekar Tanjung; Shidiq Setyaramadhan
Jumat Pertanian: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasper.v4i2.3669

Abstract

Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah melakukan pendampingan kepada petani agar memiliki nilai Agropreneur, serta dapat mengimplementasikan model bisnis dengan pendekatan Business Model Canvas di Dusun Madigondo, Desa Sidoharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2022. Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat di Dusun Madigondo, baik laki-laki dan perempuan. Partisipan laki-laki dan perempuan adalah kelompok tani, karang taruna, dan berbagai masyarakat sekitar Dusun Madigondo. Jumlah partisipan inti berjumlah 25 orang. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi: 1) Observasi; 2) Focus Discussion Group (FGD); 3) Sosialisasi; 4) Perencanaan Bisnis; 5) Penyusunan Proposal. Pelaksanaan kegiatan ini berbasis pada pengembangan bisnis. Hasil dari kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa penyusunan proposal bisnis dengan pendekatan Business Model Canvas dapat menjadi salah satu solusi yang efektif dalam upaya mencari investor untuk pengembangan bisnis di Dusun Madigondo.