Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PERBEDAAN PENGARUH EFEK AKUT INSTRUMENT ASSISSTED SOFT TISSUE MOBILIZATION (IASTM) DAN SELF MYOFASCIAL RELEASE (SMFR) UNTUK MENINGKATKAN FLEKSIBILITAS OTOT HAMSTRING wijianto .; Nizar Wazdi
Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.801 KB) | DOI: 10.33660/jfrwhs.v3i2.67

Abstract

Latar Belakang: Instrumen Assisted Soft Tissue Mobilization (IASTM) merupakan prosedur terapi yang mana menggunakan instrumen untuk secara mekanik menstimulus struktur jaringan lunak untuk mengurangi nyeri otot, ketidaknyamanan, dan meningkatkan secara keseluruhan mobilitas dan fungsi Self Myofascial Release (SMFR) merupakan salah satu teknik manual terapi dengan cara memberikan tekanan pada otot dan fascia yang bertujuan untuk menambah Range of Motion (ROM), mengurangi nyeri, dan meningkatkan fungsi. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek akut perubahan fleksibilitas otot hamstring setelah diberikan IASTM dan SMFR, juga mengetahui adanya perbedaan efek akut antara pemberian IASTM dan SMFR pada perubahan fleksibilitas otot hamtring. Metode: Penelitian eksperimen dengan membandingan pre dan post tes dari dua kelompok yang berbeda perlakuan. Kelompok pertama diberikan perlakuan teknik IASTM, kelompok kedua diberikan perlakuan SMFR. Data yang dikumpulkan dianalisa menggunakan paired t-test dan mann-whitney test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan efek akut IASTM terhadap fleksibilitas otot hamstring (p = 0,001), efek akut SMFR terhadap fleksibilitas otot hamstring (p = 0,000), Perbedaan pengaruh antara passive dan active MFR terhadap ketegangan otot (p = 0,134). Kesimpulan: Terdapat peningkatan fleksibilitas otot hamstring pada grup 1 dan grup 2. Tidak ada beda pengaruh yang signifikan antara pemberian IASTM atau SMFR terhadap fleksibilitas otot hamstring. Kata Kunci: Hamstring, instrumen assisted soft tissue mobilization, fleksibilitas, self myofascial release.
Pengaruh Posisi Duduk dan Lama Kerja Terhadap Nyeri Punggung Bawah Pada Pengemudi Ojek Online (GO-JEK) Wijianto .; Retno Widiyas Tuti
Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jfrwhs.v6i1.152

Abstract

Nyeri punggung bawah merupakan fenomena yang sering kali di jumpai pada setiap pekerjaan. Nyeri punggung bawah adalah kondisi yang tidak mengenakkan atau nyeri kronik dan disertai keterbatasan gerak saat melakukan aktivitas sehari-hari. Pengemudi ojek online bekerja selama 8 hingga 12 jam perhari untuk mengantar jemput penumpang, serta menunggu penumpang dengan posisi yang sering kali kurang ergonomis. Jika posisi yang kurang ergonomis tersebut terjadi secara terus menerus maka akan menimbulkan gangguan kesehatan berupa nyeri punggung bawah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh posisi duduk dan lama kerja terhadap nyeri punggung bawah pada pengemudi ojek online. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan design studi cross sectional. Karena pada penelitian ini, variabel independen dan variabel dependen diukur pada waktu yang sama. Sampel penelitian ini adalah pengemudi ojek online yang berada di wilayahiSurakarta yang berjumlah 50 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Oswestry Low Back Pain Disability Index dan REBA. Analisis hasil uji statistika denganiuji Chi-square. Berdasarkan hasil penelitian yang telah peneliti lakukan, diperoleh hasil bahwa. Terdapat pengaruh posisi duduk terhadap nyeri punggung bawah. Diketahui nilai p-value sebesar 0,000<0,05 dan nilai p-value untuk lama kerja terhadapinyeriipunggungibawahiadalahisebesar 0,042<0,05 berartiiterdapatipengaruhiantara lama kerjaiterhadap kejadianinyeri punggung bawah padaipengemudi ojek online. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat pengaruh posisi duduk terhadap nyeri punggung bawah, serta terdapat pengaruh lama kerja terhadap nyeri pungung bawah pada pengemudi ojek online.
Pengaruh Penambahan Traksi pada Intervensi Graston Technique terhadap Penurunan Nyeri Gerak pada Lansia dengan Osteoarthritis Lutut W Wijianto; Mahendra Wahyu Dewangga; Dea Choirunisa
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.874 KB)

Abstract

Peningkatan populasi lansia saat ini sejalan dengan permasalahan kesehatan yang juga meningkat pada lansia. Permasalahan kesehatan tersebut dapat mempengaruhi kualitas hidup dan merupakan tantangan bagi keluarga dan masyarakat. Permasalahan kesehatan pada lansia yang sering terjadi adalah penyakit degeneratif, salah satunya yaitu Osteoarthritis (OA). Prevalensi OA di Indonesia sendiri mencapai 23,6% - 31,3% dan diperkirakan 1-2 juta lansia menderita cacat akibat OA. Penanganan pada osteoarthritis lutut bertujuan untuk mengurangi nyeri terutama nyeri gerak yang diakibatkan karena adhesi dan spasme otot, meningkatkan aktifitas fungsional dan mencegah disabilitas. Modalitas fisioterapi yang digunakan dalam penanganan osteoarthritis lutut yaitu graston technique dan traksi. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara intervensi graston technique dengan penambahan traksi pada intervensi graston tehnique terhadap penurunan nyeri gerak pada lansia dengan osteoarthritis lutut. Jenis penelitian yang digunakan yaitu pendekatan Quasi Experiment yang dilakukan untuk mencari sebab akibat dengan desain penelitian pre and post test with group control. Desain penelitian tersebut membandingkan antara 2 kelompok (kelompok perlakuan dan kelompok kontrol). Kelompok perlakuan diberikan intervensi graston technique dan kelompok kontrol diberikan traksi dan graston technique. Pemeriksaan menggunakan Numeric Rating Scale dan Time Up and Go Test. Hasil analisis menggunakan uji Independent sample t test didapatkan nilai p sebesar 0,002. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya perbedaan pengaruh antara pemberian graston technique dan traksi pada OA.
Edukasi Pertolongan Pertama Dan Pencegahan Cedera Berulang Pada Komunitas Pencak Silat Tapak Suci Universitas Muhammadiyah Surakarta Wijianto Wijianto; Edi Sugiarto; Ariska Nabila; Siti Khadijah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.816 KB)

Abstract

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) pencak silat tapak suci Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) merupakan salah satu komunitas olahraga bela diri yang rutin mengisi kegiatan yang diadakan di kampus UMS maupun diluar kampus, mengikuti kejuaraan cabang, kejuaraan nasional antar mahasiswa hingga internasional. Dengan mempertimbangkan hal tersebut, penyuluhan dilakukan dengan memberikan edukasi pertolongan pertama dan pencegahan cedera berulang berupa stability excersise.Untuk mengetahui tingkat kesadaran manfaat pertolongan pertama dan pencegahan cedera berulang dengan memberikan stability exerci Metode fisioterapi yang digunakan pada pertolongan pertama berupa PRICE, dan pencegahan dengan Stabiliy Exercise, kuisoner untuk mengetahui pemahaman pertolongan pertama dan pence gahan cedera berulang.Dari seluruh anggota diambil 19 data, pada pre edukasi didapati skor 57 tahu dan 38 tidak tahu, untuk mengetahui tingkat pemahaman setelah edukasi, peserta mempraktikkan kembali penanganan pertolongan pertama dan Latihan Stabilisasi, didapatkan tingkat pemahaman pre 38 dan post 95.Dapat dilihat dengan hasil kuesioner berdasarkan nilai tahu adalah 38. Namun, setelah diberikannya penyuluhan dan demonstrasi tentang pertolongan pertama pada cedera terjadinya peningkatan kepahaman atlet yang ditandai dengan adanya perubahan nilai kuesioner yaitu menjadi 95.
Edukasi Program Fisioterapi dan Posisi Ergonomis pada Penjahit di PT Boyazy Garmindo Perkasa Karanganyar Arif Pristianto; Abdurrafi Fajar Syauqi; Farid Rahman; Wijianto Wijianto; Edward Kusumandari; Adelia Suryani
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.321 KB)

Abstract

Ergonomi adalah ilmu terapan biologi manusia yang berhubungandengan ilmu teknik bagi pekerja dan lingkungan kerja supayamenghasilkan kepuasan kerja yang maksimal serta meningkatkanproduktivitasnya, atau penyesuainn tugas pekerjaan dengankondisi tubuh manusia. Kegiatan penyuluhan dilakukan kepada 27orang penjahit di PT Boyazy Garmindo Perkasa. Kegiatan yangdilakukan berupa edukasi program Fisioterapi tentang posisiergonomis saat menjahit dan treatment berupa stretching leheruntuk mengurangi nyeri. Metode yang akan digunakan dalampenyuluhan ini berupa presentasi dengan mencontohkan beberapalatihan stretching dan menggunakan media Leaflet. Penilaianposisi ergonomis pengukuran menggunakan REBA (Rapid EntireBody Assessment), dilakukan 2 kali pengukuran yaitu sebelumdan sesudah penyuluhan, didapatkan hasil rata-rata skor REBAsebelum penyuluhan yaitu 3,851 dengan rata-rata action level1,629 dan setelah dilakukan penyuluhan diperoleh hasil rata-rataskor REBA 2,74 dan rata-rata action level 1,529. Berdasarkanhasil tersebut didapati skor REBA setelah dilakukan penyuluhanterjadi penurunan rata-rata 1,111 sedangkan penurunan padaaction level terjadi pada 10 orang penjahit dengan rata-rata sebesar0,37 dari action level 2 (resiko sedang) menjadi 1 (resiko rendah).Meskipun penurunan action level hanya didapati pada 10 orang,namun skor REBA pada 19 penjahit mengalami penurunan.Kegiatan penyuluhan pencegahan nyeri leher dan edukasi posisiergonomis pada penjahit PT Boyazy Garmindo Perkasa dapatmenurunkan resiko terjadinya musculoskletal disorder,meningkatkan produktivitas pekerja, kualitas hasil produksi danmengurangi biaya tambahan yang harus dikeluarkan, sehinggakeuntungan yang diperoleh perusahaan juga meningkat.
Pengaruh Pemberian Stretching Lower Extrimity Dan Core Stability Terhadap Keseimbangan Dinamis Pemain Basket Ukm Ums Wijianto Wijianto; Suci Indah Ramadhani
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.601 KB)

Abstract

Components of physical conditions namely speed, strength, endurance, flexibility, strength, coordination, balance, and agility in improving basketball player performance. one of them is the relationship between ability to balance and the risk of sports injury has been determined in many cases, but the relationship between ability and balance between athletics is less clear. There is limited data on skills training in elite athletic motor training. Training on the balance between endurance training, this finding endurance training produces superior results for high jump and run time. The importance of balance for the basketball player itself reduces injury and improves performance during matches. Determine the effect of giving low stretches and core stability on dynamic equilibrium. paired test results t sample test in the consent group obtained an average result in pair 1 namely 2.35824 with a significant value of 0.000 where p <0.05 then Ha was accepted and pair 2 was 1.67059 with a significance value of 0.005 while the value of p <0.05 then Ha can be accepted which stretches the lower extrimity and core stability needed to increase dynamic balance. Supporting the stretching of lower severity and core stability can improve the dynamic balance of the basket player.
Program Fisioterapi Untuk Mengatasi Keluhan Pada Cervical Root Syndrome: Studi Kasus Asmin Vetiani; Wijianto Wijianto; Arif Pristianto
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 4 No. 1 (2022): Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Edisi Juni 2022
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v4i1.21864

Abstract

Cervical Root Syndrome (CRS) adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh iritasi atau kompresi radikulopati serviks yang disebabkan oleh tonjolan diskus invertebralis dengan hilangnya sensorik atau motorik. Penelitian ini untuk mengetahui manfaat dari pemberian Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), Ultra Sound (US), Neck Calliet Exercise, Stretching, dan Cervical Traction pada kasus CRS. Pengukuran yang dipakai yaitu pengukuran nyeri menggunakan Numerical Rating Scale (NRS), pengukuran Lingkup Gerak Sendi (LGS) menggunakan meterline, dan pengukuran spasme otot dengan palpasi. Pengukuran kemampuan fungsional menggunakan Neck Disability Index (NDI). Penelitian dilakukan secara langsung kepada seorang pasien dengan kondisi CRS dengan pemberian terapi sebanyak enam kali pertemuan dengan pemberian intervensi fisioterapi. Setelah dilakukan intervensi tersebut didapatkan hasil bahwa terjadi penurunan nyeri pada nyeri gerak dan tekan. Terjadi peningkatan LGS pada bidang gerak leher fleksi, lateral fleksi dekstra dan sinistra, rotasi neck dekstra. Terjadi penurunan nilai spasme pada m. upper trapezius dekstra. Penurunan keluhan menyebabkan perbaikan pada kemampuan fungsional (NDI) dimana tingkatan intensitas nyeri, perawatan diri, aktivitas mengangkat, bekerja, dan tidur. Pemberian intervensi pada kasus CRS terdapat penurunan nyeri gerak dan nyeri tekan, peningkatan LGS, penurunan spasme otot m. upper trapezius, dan peningkatan kemampuan fungsional NDI.
MANAJEMEN FISIOTERAPI PADA KASUS OSTEOARTHRITIS KNEE DEXTRA (A CASE REPORT) Annisa Septiyani; Wijianto Wijianto
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 7: Desember 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Osteoarthritis (OA) lutut adalah penyakit degeneratif sendi yang paling umum dan utama di sebagian besar negara di seluruh dunia yang menyebabkan terjadinya perubahan pada struktur tulang rawan atau kartilago. Fisioterapi dapat berperan dalam meringankan gejala osteoarthritis lutut seperti nyeri, kekakuan sendi atau stiffness, kelemahan otot dan keterbatasan lingkup gerak sendi. Tujuan: untuk mengetahui efektifitas manajemen fisioterapi berupa elektroterapi, massage dan GTO release, mobilisasi patella, serta stretching dan strengthening exercise dalam mengurangi gejala OA dan peningkatan kemampuan fungsional pada pasien osteoarthritis lutut. Metode: Case Report yang dilakukan terhadap penderita Osteoarthritis lutut dengan diberikan program komprehensif fisioterapi, selanjutnya dilakukan pengukuran evaluasi menggunakan Western Ontario And Mcmaster Universities Arthritis Index (WOMAC). Hasil: Subjek mengalami penurunan tingkat disabilitas sehingga terjadi peningkatan kemampuan fungsional yang dievaluasi menggunakan WOMAC dengan nilai pre treatment 45% dan post treatment 24%. Kesimpulan: Manajemen fisioterapi berupa TENS, Massage & GTO release, Mobilisasi Patella, Stretching & Strengthening Exercise efektif dalam mengurangi gejala OA dan meningkatkan kemampuan fungsional.
Resiko Terjadinya Gangguan Keseimbangan Dinamis dengan Kondisi Forward Head Posture (FHP) pada Pegawai Solopos W. Wijianto; Mahendra Wahyu Dewangga; Nuraida Batubara
Gaster Vol 17 No 2 (2019): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2041.22 KB) | DOI: 10.30787/gaster.v17i2.427

Abstract

Forward head posture adalah salah satu jenis postural yang paling umumdan digambarkan sebagai posisi kepala ke anterior. Salah satu dampak antara lain terjadinyapenurunan proprioseptif dan penurunan kemampuan keseimbangan. Keseimbangan dibutuhkanuntuk mempertahankan posisi dan stabilitas ketika bergerak dari satu posisi ke posisi yang lain.Tujuan:untuk mengetahui resiko terjadinya gangguan keseimbangan dinamis dengan kondisi forward head posture.Metode:korelasi dengan pendekatan penelitian cross sectional. Pengambilan sample pada penelitian inimenggunakan teknik random sampling. Pemeriksaan forward head menggunakan metode foto dengan melihatsudut derajat dari cervical. Hasil analisis data menggunakan uji product moment pearson didapakan nilai korelasi-0,784 dengan nilai signifikansi 0,000.Hasil:p < 0,05 maka dapat diartikan bahwa ada terdapat resiko gangguan keseimbangan dinamis denganforward head posture. Tingginya resiko gangguan keseimbangan dinamis dengan forward head posturedapat dilihat dari nilai correlation coeffcient sebesar -0,784 yang berarti termasuk sangat tinggi.Kesimpulan: forward head posture mempunyai resiko gangguan keseimbangandinamis.
The Effect of Active and Passive Recovery Exercise in Reduring Doms (Delayed Onset Muscle Soreness): Critical Review W. Wijianto; Ega Fahla Agustianti
Gaster Vol 20 No 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.234 KB) | DOI: 10.30787/gaster.v20i1.773

Abstract

Background: Sport is an activity that has a positive effect on an individual. DOMS occurs when a person starts exercising after a long period of inactivity and results from an increase in the load and intensity of the exercise. DOMS is characterized by the onset of muscle soreness after exercise. Any type of activity that places an unusual load on the muscles can cause DOMS.Objective: to determine the existence of active recovery and passive recovery in reducing DOMS (delayed onset muscle soreness).Method: The study design in this research is a critical review. The data were obtained using several literature searches, namely Physiotherapy Evidence Database (PEDro), Science Direct, Google scholar, pubmed, NCBI, Jane BiosemanticResults: based on 7 articles found, 3 articles said massage with the rolling massage technique had a significant effect on reducing doms symptoms, 2 articles said it was not effective, 1 article said aerobic exercise had an effect on preventing doms and 1 article said stretching was not effective