Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN LATIHAN BREATHING EXERCISE TERHADAP PASIEN DENGAN BRONKITIS: CASE STUDY Anissa Tri Hidayani; Multasih Nita Utami; Wijianto Wijianto
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 3 No. 3: Agustus 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v3i3.6349

Abstract

Manajemen fisioterapi terhadap kasus respirasi seperti bronchitis sendiri tidak cukup banyak dilakukan secara intensif terhadap pasien. Penelitian ini bertujuan untuk melaporkan hasil dari berbagai jenis brething exercise yang diberikan terdhadap pasien dengan diagnose bronchitis. Pasien merupakan laki-laki berusia 73 tahun dengan diagnose bronchitis. Pasien menghadiri sesi latihan dari fisioterapi sebanyak 4 kali dalam 2 hari berturut-turut. Hasil pengukuran akhir menggunakan mMRC, respiratory rate (RR), dan pengukuran selisih sangkar toraks pada lobus atas, tengah dan bawah.
HUBUNGAN KESEIMBANGAN TUBUH DAN KEBUGARAN FISIK DENGAN KUALITAS HIDUP PADA LANJUT USIA DI DESA BENDOSARI, SUKOHARJO Desi Rahmadhina Putri; Dwi Rosella Komalasari; Arin Supriyadi; Wijianto -
Physio Journal Vol. 2 No. 2 (2022): SEPTEMBER
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/phyjou.v2i2.851

Abstract

Latar belakang: Seiring dengan peningkatan jumlah populasi lansia, maka kualitas hidup lansia juga perlu diperhatikan. Lansia merupakan seseorang yang telah mencapai usia diatas 60 tahun. Lansia mengalami perubahan pada strukur di berbagai sistem organ serta perubahan-perubahan tersebut akan berpengaruh pada keseimbangan tubuh, kebugaran fisik, serta kualitas hidup pada lanjut usia. Tujuan: untuk mengetahui hubungan keseimbangan tubuh dan kebugaran fisik dengan kualitas hidup lansia di desa Bendosari, Sukoharjo serta mencari faktor dominan apa saja yang mempengaruhi kualitas hidup lansia di desa Bendosari, Sukoharjo. Metode: Studi cross sectional dilakukan pada 94 lansia didesa Bendosari pada bulan Desember 2021. Instrumen yang digunakan adalah Modified Clinical Test of Sensory Interaction in Balance (mCTSIB), Timed Up and Go test (TUG), Two Minutes Walking Test (2MWT) serta WHOQOL-BREF versi Ina. Hasil: Terdapat hubungan antara keseimbangan dinamik dan kebugaran fisik terhadap kualitas hidup dengan koefisien korelasi masing-masing yaitu -0,299 dan 0,240. Keseimbangan dinamik sebagai variabel yang mempengaruhi kualitas hidup dengan [OR -0,401, 95% CI: (-0,707) – (-0,095), P=0,011] dan Body Mass Index menjadi faktor dominan yang mempengaruhi kualitas hidup dengan [OR 0,379, (95% CI: 0,022 – 0,736, P=0,038]. Kesimpulan: Variabel yang paling dominan mempengaruhi kualitas hidup lansia di desa Bendosari adalah keseimbangan dinamik serta Body Mass Index. 
DAMPAK KECEMASAN AKAN JATUH DAN DEPRESI TERHADAP KUALITAS HIDUP LANSIA DI DESA BENDOSARI, SUKOHARJO Salsabila Nurul Fitri; Dwi Rosella Komalasari; Arin Supriyadi; wijianto -
Physio Journal Vol. 2 No. 2 (2022): SEPTEMBER
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/phyjou.v2i2.852

Abstract

Latar Belakang: Kualitas hidup lanjut usia di rural mempunyai peran penting dalam kebijakan pembangunan pedesaan. Penurunan fungsi pada lansia menurunkan performa fisik yang akan meningkatkan kecemasan lansia akan jatuh. Depresi pada lansia di duga menjadi faktor psikologi tertinggi yang menurunkan kualitas hidup lansia. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh depresi dan kecemasan akan jatuh terhadap kualitas hidup lansia di daerah rural kota Surakarta serta mencari faktor dominan apa saja yang mempengaruhi kualitas hidup lansia di daerah rural kota Surakarta. Metode: study cross sectional dengan teknik pengambilan sampel quota sampling, jumlah responden sebanyak 94 lansia. Falls Efficacy Scale International (FES-I), Geriatric Depression Scale 15 (GDS-15), WHOQOL BREF-Ina digunakan untuk mengukur kecemasan akan jatuh, depresi dan kualitas hidup. Hasil: Terdapat pengaruh antara kecemasan akan jatuh terhadap kualitas hidu lansi sebesar 0.304 (30.4%). Depresi dan kualitas hidup lansia tidak saling mempengaruhi koefisein determinasi sebesar 0,080 (8%). Faktor dominan yang paling mempengaruhi kualitas hidup lansia yaitu status perkawinan [OR -1.537, 95% CI: (-3,015) – (-0.058), P=0.042)] Body Mass Index [OR 0.366, 95% CI: 0.011-0.721, P= 0.043] dan kecemasan akan jatuh [OR -0.322, 95% CI: (-0.565)-(-0.079), P=0.010] Kesimpulan: Variabel yang paling dominan mempengaruhi kualitas hidup lansia di daerah rural adalah status perkawinan, Body Mass Index dan kecemasan akan jatuh.
HUBUNGAN KEKUATAN OTOT EKSTREMITAS BAWAH, FUNGSI KOGNITIF DAN KESEIMBANGAN TUBUH PADA LANJUT USIA DI DAERAH RURAL, SURAKARTA Mely Erlika Sari; Dwi Rosella Komalasari; Wijianto -; Adnan Faris Naufal
Physio Journal Vol. 2 No. 2 (2022): SEPTEMBER
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/phyjou.v2i2.894

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: proses penuaan merupakan tahapan akhir dari fase kehidupan. Lansia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas. Lansia mengalami perubahan struktur dalam berbagai sistem organ yang mana perubahan tersebut mempengaruhi penurunan pada kekuatan otot ekstremitas bawah, fungsi kognitif pada keseimbangan tubuh lansia. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antar variable kekuatan otot ekstremitas bawah, fungsi kognitif, dan keseimbangan tubuh serta mengetahui faktor dominan yang mempengaruhi keseimbangan tubuh pada lansia di rural kota Surakarta. Metode: studi cross sectional study dengan mengambil 94 responden dengan teknik pengambilan sampel quota sampling. Hasil: Uji korelasi dengan uji Spearman Rho, tidak terdapat hubungan antara kekuatan otot ekstremitas bawah (FTSTS) dengan keseimbangan statik (mCTSIB) nilai r=-0.173, tidak terdapat hubungan antara fungsi kognitif (Moca-Ina) dengan keseimbangan statik (mCTSIB) nilai r=0.051, terdapat hubungan antara kekuatan otot ekstremitas bawah (FTSTS) dengan keseimbangan dinamik (TUG) nilai r=0.430, terdapat hubungan antara fungsi kognitif (Moca-Ina) dengan keseimbangan dinamik (TUG) nilai r=-0.207. Riwayat jatuh sebagai faktor dominan yang mempengaruhi keseimbangan static [OR -2.920, (95% CI= -5.282 - -0.558), p = 0.016], status pekerjaan sebagai faktor dominan yang mempengaruhi keseimbangan dinamik [OR -0.475, (95% CI = -0.933 - -0.016), p = 0,043] sedangkan varibel kekuatan otot ekstremitas bawah sebagai variabel kedua yang mempengaruhi keseimbangan dinamik [OR 0.299 (95% CI = -0.146 0.007), p = 0,001]. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara kekuatan otot ekstremitas bawah, fungsi kognitif dengan keseimbangan statik. Terdapat hubungan antara kekuatan otot ekstremitas bawah, fungsi kognitif dengan keseimbangan dinamik. 
Effect of Quadriceps Set and Manual Traction on Pain in Osteoarthritis W. Wijianto; Maryam Habibah
Gaster Vol 21 No 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/gaster.v21i2.1129

Abstract

Background: Osteoarthritis (OA) is a joint disorder in which progressive loss of articular cartilage occurs and can lead to disability. The most common symptom of osteoarthritis is pain. Usually the pain is exacerbated by use of the joint and relieved by rest. treatment is only aimed at relieving pain, maintaining or increasing mobility, minimizing disability, and improving quality of life. Objective: To determine the effect of quadriceps sets and manual traction on pain in knee osteoarthritis. Methods: This study used a pre-experimental method with a one group pretest and posttest design. Pain measurement was performed using a visual analogue scale (VAS). The data normality analysis test will use Shapiro Wilk while the bivariate analysis uses the paired sample t test, and the multivariate analysis uses a linear regression test. Results: The results obtained from this study, there was a significant effect of manual traction and quadriceps sets on pain p=0.000 (p <0.05) and there was no significant relationship between changes in pain with age (p=0.266) and BMI (p=0.241). Conclusion: There is an effect of giving quadriceps sets and manual traction on the incidence of reducing pain in knee osteoarthritis.
Peran Fisioterapi pada Pemulihan Fungsi Gerak dan Jaringan Kulit Pasien Amputasi Ibu Jari Kanan Post Flap: Studi Kasus Lefia, Rafika Hasmi; Wijianto, Wijianto; Hamidah, Nilam Nur
JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jumantik.v11i1.28600

Abstract

Thumb amputation causes a significant decrease in hand function, requiring reconstructive procedures such as flaps and physiotherapy rehabilitation to optimize recovery. The aim of study was to determine the role of physiotherapy in a 54-year-old male patient after amputation of the right thumb who underwent flap surgery. This study employed a case study method with a descriptive-analytical approach. The physiotherapy program provided included Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), Ultrasound Therapy, skin massage, and active-resisted workouts for 4 weeks with each session lasting 20 minutes. Evaluation assessments used numeric rating scale (NRS), goniometry, Manual Muscle Testing (MMT),  tissue elasticity examination, and Patient-Rated Wrist Evaluation (PRWE). The results of the study found that the physiotherapy interventions provided included TENS, Ultrasound Therapy, skin massage, and active-resisted workouts, which were proven to provide significant benefits in reducing pain, increasing Range of Motion (ROM), increasing muscle strength, and increasing scar tissue elasticity. This case study demonstrates that physiotherapy plays a crucial role in accelerating recovery, improving hand function, and supporting the success of tissue reconstruction procedures in post-flap thumb cases.