Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN LATIHAN BREATHING EXERCISE TERHADAP PASIEN DENGAN BRONKITIS: CASE STUDY Anissa Tri Hidayani; Multasih Nita Utami; Wijianto Wijianto
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 3 No. 3: Agustus 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v3i3.6349

Abstract

Manajemen fisioterapi terhadap kasus respirasi seperti bronchitis sendiri tidak cukup banyak dilakukan secara intensif terhadap pasien. Penelitian ini bertujuan untuk melaporkan hasil dari berbagai jenis brething exercise yang diberikan terdhadap pasien dengan diagnose bronchitis. Pasien merupakan laki-laki berusia 73 tahun dengan diagnose bronchitis. Pasien menghadiri sesi latihan dari fisioterapi sebanyak 4 kali dalam 2 hari berturut-turut. Hasil pengukuran akhir menggunakan mMRC, respiratory rate (RR), dan pengukuran selisih sangkar toraks pada lobus atas, tengah dan bawah.
HUBUNGAN KESEIMBANGAN TUBUH DAN KEBUGARAN FISIK DENGAN KUALITAS HIDUP PADA LANJUT USIA DI DESA BENDOSARI, SUKOHARJO Desi Rahmadhina Putri; Dwi Rosella Komalasari; Arin Supriyadi; Wijianto -
Physio Journal Vol. 2 No. 2 (2022): SEPTEMBER
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/phyjou.v2i2.851

Abstract

Latar belakang: Seiring dengan peningkatan jumlah populasi lansia, maka kualitas hidup lansia juga perlu diperhatikan. Lansia merupakan seseorang yang telah mencapai usia diatas 60 tahun. Lansia mengalami perubahan pada strukur di berbagai sistem organ serta perubahan-perubahan tersebut akan berpengaruh pada keseimbangan tubuh, kebugaran fisik, serta kualitas hidup pada lanjut usia. Tujuan: untuk mengetahui hubungan keseimbangan tubuh dan kebugaran fisik dengan kualitas hidup lansia di desa Bendosari, Sukoharjo serta mencari faktor dominan apa saja yang mempengaruhi kualitas hidup lansia di desa Bendosari, Sukoharjo. Metode: Studi cross sectional dilakukan pada 94 lansia didesa Bendosari pada bulan Desember 2021. Instrumen yang digunakan adalah Modified Clinical Test of Sensory Interaction in Balance (mCTSIB), Timed Up and Go test (TUG), Two Minutes Walking Test (2MWT) serta WHOQOL-BREF versi Ina. Hasil: Terdapat hubungan antara keseimbangan dinamik dan kebugaran fisik terhadap kualitas hidup dengan koefisien korelasi masing-masing yaitu -0,299 dan 0,240. Keseimbangan dinamik sebagai variabel yang mempengaruhi kualitas hidup dengan [OR -0,401, 95% CI: (-0,707) – (-0,095), P=0,011] dan Body Mass Index menjadi faktor dominan yang mempengaruhi kualitas hidup dengan [OR 0,379, (95% CI: 0,022 – 0,736, P=0,038]. Kesimpulan: Variabel yang paling dominan mempengaruhi kualitas hidup lansia di desa Bendosari adalah keseimbangan dinamik serta Body Mass Index. 
DAMPAK KECEMASAN AKAN JATUH DAN DEPRESI TERHADAP KUALITAS HIDUP LANSIA DI DESA BENDOSARI, SUKOHARJO Salsabila Nurul Fitri; Dwi Rosella Komalasari; Arin Supriyadi; wijianto -
Physio Journal Vol. 2 No. 2 (2022): SEPTEMBER
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/phyjou.v2i2.852

Abstract

Latar Belakang: Kualitas hidup lanjut usia di rural mempunyai peran penting dalam kebijakan pembangunan pedesaan. Penurunan fungsi pada lansia menurunkan performa fisik yang akan meningkatkan kecemasan lansia akan jatuh. Depresi pada lansia di duga menjadi faktor psikologi tertinggi yang menurunkan kualitas hidup lansia. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh depresi dan kecemasan akan jatuh terhadap kualitas hidup lansia di daerah rural kota Surakarta serta mencari faktor dominan apa saja yang mempengaruhi kualitas hidup lansia di daerah rural kota Surakarta. Metode: study cross sectional dengan teknik pengambilan sampel quota sampling, jumlah responden sebanyak 94 lansia. Falls Efficacy Scale International (FES-I), Geriatric Depression Scale 15 (GDS-15), WHOQOL BREF-Ina digunakan untuk mengukur kecemasan akan jatuh, depresi dan kualitas hidup. Hasil: Terdapat pengaruh antara kecemasan akan jatuh terhadap kualitas hidu lansi sebesar 0.304 (30.4%). Depresi dan kualitas hidup lansia tidak saling mempengaruhi koefisein determinasi sebesar 0,080 (8%). Faktor dominan yang paling mempengaruhi kualitas hidup lansia yaitu status perkawinan [OR -1.537, 95% CI: (-3,015) – (-0.058), P=0.042)] Body Mass Index [OR 0.366, 95% CI: 0.011-0.721, P= 0.043] dan kecemasan akan jatuh [OR -0.322, 95% CI: (-0.565)-(-0.079), P=0.010] Kesimpulan: Variabel yang paling dominan mempengaruhi kualitas hidup lansia di daerah rural adalah status perkawinan, Body Mass Index dan kecemasan akan jatuh.
HUBUNGAN KEKUATAN OTOT EKSTREMITAS BAWAH, FUNGSI KOGNITIF DAN KESEIMBANGAN TUBUH PADA LANJUT USIA DI DAERAH RURAL, SURAKARTA Mely Erlika Sari; Dwi Rosella Komalasari; Wijianto -; Adnan Faris Naufal
Physio Journal Vol. 2 No. 2 (2022): SEPTEMBER
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/phyjou.v2i2.894

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: proses penuaan merupakan tahapan akhir dari fase kehidupan. Lansia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas. Lansia mengalami perubahan struktur dalam berbagai sistem organ yang mana perubahan tersebut mempengaruhi penurunan pada kekuatan otot ekstremitas bawah, fungsi kognitif pada keseimbangan tubuh lansia. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antar variable kekuatan otot ekstremitas bawah, fungsi kognitif, dan keseimbangan tubuh serta mengetahui faktor dominan yang mempengaruhi keseimbangan tubuh pada lansia di rural kota Surakarta. Metode: studi cross sectional study dengan mengambil 94 responden dengan teknik pengambilan sampel quota sampling. Hasil: Uji korelasi dengan uji Spearman Rho, tidak terdapat hubungan antara kekuatan otot ekstremitas bawah (FTSTS) dengan keseimbangan statik (mCTSIB) nilai r=-0.173, tidak terdapat hubungan antara fungsi kognitif (Moca-Ina) dengan keseimbangan statik (mCTSIB) nilai r=0.051, terdapat hubungan antara kekuatan otot ekstremitas bawah (FTSTS) dengan keseimbangan dinamik (TUG) nilai r=0.430, terdapat hubungan antara fungsi kognitif (Moca-Ina) dengan keseimbangan dinamik (TUG) nilai r=-0.207. Riwayat jatuh sebagai faktor dominan yang mempengaruhi keseimbangan static [OR -2.920, (95% CI= -5.282 - -0.558), p = 0.016], status pekerjaan sebagai faktor dominan yang mempengaruhi keseimbangan dinamik [OR -0.475, (95% CI = -0.933 - -0.016), p = 0,043] sedangkan varibel kekuatan otot ekstremitas bawah sebagai variabel kedua yang mempengaruhi keseimbangan dinamik [OR 0.299 (95% CI = -0.146 0.007), p = 0,001]. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara kekuatan otot ekstremitas bawah, fungsi kognitif dengan keseimbangan statik. Terdapat hubungan antara kekuatan otot ekstremitas bawah, fungsi kognitif dengan keseimbangan dinamik. 
Effect of Quadriceps Set and Manual Traction on Pain in Osteoarthritis W. Wijianto; Maryam Habibah
Gaster Vol 21 No 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/gaster.v21i2.1129

Abstract

Background: Osteoarthritis (OA) is a joint disorder in which progressive loss of articular cartilage occurs and can lead to disability. The most common symptom of osteoarthritis is pain. Usually the pain is exacerbated by use of the joint and relieved by rest. treatment is only aimed at relieving pain, maintaining or increasing mobility, minimizing disability, and improving quality of life. Objective: To determine the effect of quadriceps sets and manual traction on pain in knee osteoarthritis. Methods: This study used a pre-experimental method with a one group pretest and posttest design. Pain measurement was performed using a visual analogue scale (VAS). The data normality analysis test will use Shapiro Wilk while the bivariate analysis uses the paired sample t test, and the multivariate analysis uses a linear regression test. Results: The results obtained from this study, there was a significant effect of manual traction and quadriceps sets on pain p=0.000 (p <0.05) and there was no significant relationship between changes in pain with age (p=0.266) and BMI (p=0.241). Conclusion: There is an effect of giving quadriceps sets and manual traction on the incidence of reducing pain in knee osteoarthritis.
Implementation of Islamic Ethics in Pharmaceutical Services: A Literature Review Approach Diski Wahyu Wijianto; Ahda Maulida Ulufan Nurinnafi'a; Anisah Luthfitah; Muhammad Wildan Firdaus; Sastyana Suryandaru; Rizkina Elistya Febriani
Solo International Collaboration and Publication of Social Sciences and Humanities Vol. 1 No. 03 (2023): Solo International Collaboration and Publication of Social Sciences and Humani
Publisher : Walidem Institute and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61455/sicopus.v1i03.64

Abstract

Pharmacy services require a solid moral foundation in addition to technical skills. In situations like this, the application of Islamic ethics in pharmaceutical practice becomes relevant and important. Excavating Islamic moral principles that cover spiritual, social, and human aspects, this article discusses the close relationship between Islamic ethics and pharmaceutical service. Pharmacists need to provide fair and dignified service to Islamic moral values. Islamic values include sincere intentions, strong beliefs, prevention of damage, justice, privacy, and professional development. In addition, the spiritual aspect is emphasized, given the importance of spirituality in the lives of Muslim patients. The data search method is used through online journals through the use of sources such as Google Scholar, ScienceDirect, Web Of Science, Scopus, and Elsevier, by conducting journal reviews over the past 15 years. This article emphasizes the importance of Islamic ethics education and training in pharmaceutical practice and stresses that pharmacists who understand Islamic Ethics better can help patients better, guarantee quality of service, and address complex ethical issues. It is recognized that the effective application of Islamic ethics in the pharmaceutical industry requires cooperation between the public, pharmacists, and other health professionals. It is expected that public awareness of the importance of Islamic ethics can shape a positive attitude toward pharmaceutical services and encourage adherence to ethical principles. Despite obstacles such as the lack of support for spiritual care and the limitations of knowledge, the future offers a great opportunity to develop extensive pharmaceutical practices that are consistent with Islamic moral values. This can be achieved through improved education, clear ethical guidelines, and interprofessional collaboration. The application of Islamic ethics in pharmaceutical services can be a solid foundation for comprehensive and dignified health care.
Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Pasien Post Sectio Caesarea Et Causa Oligohidroamnion  : Studi Kasus Faradila Risky Adha; Wijianto Wijianto; Arif Abdullah
Jurnal Dunia Ilmu Kesehatan (JURDIKES) Vol. 3 No. 1 (2025): JURDIKES - JUNI
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jurdikes.v3i1.508

Abstract

Sectio caesarea (SC) merupakan suatu tindakan bedah untuk melahirkan bayi melalui sayatan pada dinding perut dan rahim. Salah satunya faktor penyebabnya yaitu komplikasi oligohidramnion. Masalah yang dialami wanita pasca SC meliputi nyeri, keterbatasan gerak, dan menurunnya kemampuan aktivitas sehari-hari. Untuk mengetahui apakah program fisoterapi rehabilitasi yang diberikan dapat mengurangi nyeri serta meningkatkan kemampuan aktivitas fungsional pada pasien pasca operasi caesarea. Penelitian ini menggunakan metode case study yang dilakukan secara langsung kepada pasien Ny. FR berusia 24 tahun, di diagnosis post partum setelah menjalani operasi sectio caesarea yang disebabkan oleh kondisi oligohidramnion, dan dirawat di RS PKU Muhammadiyah Selogiri pada bulan Februari 2025. Program fisioterapi yang diberikan meliputi deep breathing exercise, ankle pumping, pelvic floor exercise, pelvic tilt exercise, serta latihan mobilisasi. Untuk mengevaluasi tingkat nyeri digunakan alat ukur Numeric Rating Scale (NRS), Curl Up Test  untuk mengukur kekuatan otot dan Kenny Self Care Index untuk mengukur kemampuan aktivitas fungsional. Setelah dua kali sesi terapi, terjadi penurunan tingkat nyeri : nyeri saat diam menurun dari skor 3 menjadi 2, nyeri tekan dari 7 menjadi 5, dan nyeri saat bergerak dari 6 menjadi 4. Adanya peningkatan kekuatan otot dari fair menjadi fair+, serta hasil Kenny Self Care Index dari 10 menjadi 23. Intervensi fisioterapi yang terdiri dari deep breathing exercise, ankle pumping, pelvic floor exercise, pelvic tilt exercise dan mobilisasi terbukti efektif dalam mengurangi nyeri, meningkatkan kekuatan otot serta meningkatkan kemampuan fungsional harian pada pasien dengan Post SC.
Peran Fisioterapi pada Pemulihan Fungsi Gerak dan Jaringan Kulit Pasien Amputasi Ibu Jari Kanan Post Flap: Studi Kasus Rafika Hasmi Lefia; Wijianto Wijianto; Nilam Nur Hamidah
JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jumantik.v11i1.28600

Abstract

Thumb amputation causes a significant decrease in hand function, requiring reconstructive procedures such as flaps and physiotherapy rehabilitation to optimize recovery. The aim of study was to determine the role of physiotherapy in a 54-year-old male patient after amputation of the right thumb who underwent flap surgery. This study employed a case study method with a descriptive-analytical approach. The physiotherapy program provided included Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), Ultrasound Therapy, skin massage, and active-resisted workouts for 4 weeks with each session lasting 20 minutes. Evaluation assessments used numeric rating scale (NRS), goniometry, Manual Muscle Testing (MMT),  tissue elasticity examination, and Patient-Rated Wrist Evaluation (PRWE). The results of the study found that the physiotherapy interventions provided included TENS, Ultrasound Therapy, skin massage, and active-resisted workouts, which were proven to provide significant benefits in reducing pain, increasing Range of Motion (ROM), increasing muscle strength, and increasing scar tissue elasticity. This case study demonstrates that physiotherapy plays a crucial role in accelerating recovery, improving hand function, and supporting the success of tissue reconstruction procedures in post-flap thumb cases.