Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGARUH OPTIMALISASI SELF-REGULATED LEARNING TERHADAP KINERJA AKADEMIK MAHASISWA DALAM PEMBELAJARAN DARING Fathan, Naufal; Winarno, Winarno; Azizah, Fahriza Nurul; Kurnia, Iin
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.3816

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the effect of optimizing self-regulated learning (SRL) on students’ academic performance in online learning. The development of online learning systems following the COVID-19 pandemic has posed new challenges for students, such as low learning motivation, limited engagement, and difficulties in time management. Optimizing SRL is considered a key strategy to overcome these issues. This research uses a quantitative approach with a correlational survey design. Data were obtained from a standardized and validated SRL questionnaire, along with students' Grade Point Average (GPA) as an indicator of academic performance. The data were analyzed using Pearson correlation with the assistance of SPSS Statistics 23. The results show a significant positive relationship between optimized SRL and students’ academic performance. The higher the students’ SRL level, the better their academic performance in online learning. These findings highlight that optimizing SRL can be a crucial strategy to enhance students' academic success in online learning environments at the university level. Keyword: Self-regulated learning, online learning, academic performance, university students, Pearson correlation. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh optimalisasi self-regulated learning (SRL) terhadap kinerja akademik mahasiswa dalam pembelajaran daring. Perkembangan sistem pembelajaran daring setelah pandemi COVID-19 menghadirkan tantangan baru bagi mahasiswa, seperti rendahnya motivasi belajar, keterlibatan yang minim, serta kesulitan dalam pengelolaan waktu. Optimalisasi SRL dipandang sebagai salah satu strategi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei korelasional. Data diperoleh melalui kuesioner SRL yang telah terstandarisasi dan tervalidasi, serta data Indeks Prestasi Semester (IPS) mahasiswa sebagai indikator kinerja akademik. Analisis dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson dengan bantuan perangkat lunak SPSS Statistics 23. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara tingkat optimalisasi SRL dan kinerja akademik mahasiswa. Semakin tinggi tingkat SRL mahasiswa, semakin baik pula kinerja akademiknya dalam pembelajaran daring. Temuan ini menegaskan bahwa optimalisasi SRL dapat menjadi strategi penting untuk meningkatkan keberhasilan akademik mahasiswa dalam konteks pembelajaran daring di perguruan tinggi. Kata kunci: Self-regulated learning, pembelajaran daring, kinerja akademik, mahasiswa, korelasi Pearson.
Elevated Serum Tumor Markers (HE4 and ROMA Score) and Increased Treg Cells Distinguished Ovarian Cancer and Benign Tumor Hutapea, Manuel; Syamsudin, Syamsudin; Kurnia, Iin; Fattah, Miswar; Hikmat, Ujang Saeful; Putri, Vinessa Gracia
The Indonesian Biomedical Journal Vol 16, No 3 (2024)
Publisher : The Prodia Education and Research Institute (PERI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18585/inabj.v16i3.3027

Abstract

BACKGROUND: Tumor markers such as human epididymis protein 4 (HE4), cancer antigen 125 (CA-125), and risk of ovarian malignancy algorithm (ROMA) are frequently utilized for diagnostic and prognostic purposes. Lymphocytes, essential immune cells, play a significant role in eliminating cancer cells. However, the precise correlation between tumor markers and lymphocytes remains incompletely elucidated. The aim of this study was to explore the correlation between tumor markers and lymphocyte subtype profiles in differentiating ovarian cancer and benign tumors.METHODS: This was a cross-sectional study involving 12 ovarian cancer and 17 benign ovarian tumor patients. Blood samples were collected for the characterization of T lymphocytes, B lymphocytes, natural killer (NK), and T regulatory (Treg), which were analyzed using flowcytometry. Additionally, tumor markers HE4 and CA-125 were measured from patient serum using the chemiluminescent microparticle immunoassay (CMIA) method.RESULTS: Benign ovarian tumors and ovarian cancer can be distinguished by a significant increase in HE4 levels (p=0.004), ROMA (p=0.004), and Treg cells (CD4+/CD25+/FOXP3+, p=0.017). Furthermore, the correlation between tumor markers and lymphocytes indicates that an increase in ROMA was weakly correlated with an increase in the percentage of T regulatory cells (CD4+/CD25+/FOXP3+, r=0.553, p=0.006) and B lymphocytes (CD19+, r=0.528, p=0.010), accompanied by a decrease in the number of T lymphocytes (CD3+, r=-0.598, p=0.003), T helper lymphocytes (CD3+CD4+, r=-0.594, p=0.003), and cytotoxic lymphocytes (CD3+CD8+, r=-0.510, p=0.013).CONCLUSION: The elevation of serum tumor markers (HE4 and ROMA) accompanied by an increase in Treg cells can distinguish between benign ovarian tumor patients and ovarian cancer patients.KEYWORDS: tumor marker, CA-125, HE4, ROMA, subtype of lymphocytes, ovarian cancer
KORELASI ANTARA KADAR HbA1c DENGAN KREATININ PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI LABORATORIUM PRAMITA SAMANHUDI Kurnia, Iin; Ismawatie, Emma
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v1i3.549

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) didefinisikan sebagai suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang disebabkan oleh berbagai sumber. Salah satu tanda Diabetes Mellitus (DM) adalah tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein karena insufisiensi fungsi insulin. Kadar gula yang tinggi akan membuat ginjal bekerja ekstra keras untuk membuang kadar gula berlebih ke dalam urin. Apabila kondisi ini dibiarkan terjadi dalam jangka waktu yang lama, ginjal dapat rusak dan perlahan-lahan kehilangan fungsinya untuk menyaring zat sisa atau racun. Hiperglikemia pada DM dimulai dengan pembentukan HbA1c yang menyebakan pembuluh - pembuluh darah kecil mengalami penyumbatan, yang mengakibatkan komplikasi mikrovaskular salah satunya nefropati diabetikum. Komplikasi nefropati diabetikum pada penderita DM dapat dinilai dengan pemeriksaan Kreatinin serum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara nilai HbA1c dengan kadar kreatinin pada pasien Diabetes melltus. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian ini adalah 171 pasien usia dewasa (43.3 %) dan lansia( 56.7%) yang terindikasi Diabetes melltus yang melakukan pemeriksaan HbA1c dan Kreatinin, dengan instrumen data rekam medis Januari- Mei 2024. 171 pasien terdiri dari 44.4% laki-laki dan 55.6% perempuan. Hasil analisis statistik dengan menggunakan uji korelasi Spearman menunjukkan nilai rho sebesar 0.226 dan nilai p-value sebesar 0,003 (p-value < 0,05) yang berarti terdapat korelasi yang signifikan dengan kekuatan korelasi positif lemah antara nilai HbA1c dengan kadar kreatinin pada pasien Diabetes melltus di Laboratoium pramita Samanhudi. Kedua variabel meningkat bersamaan. Artinya ketika kadar HbA1c meningkat, kadar kreatininin juga terjadi peningkatan.