Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Development of fowl cholera vaccine: I. Protection of Pasteurella multocida local isolate vaccine against challenge of homologous and heterologous strains. Supar .; Yudi Setiadi; Djaenuri .; Nina Kurniasih; Bhakti Poerwadhikarta; Sjafei .
Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner Vol 6, No 1 (2001): MARCH 2001
Publisher : Indonesian Center for Animal Research and Development (ICARD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.899 KB) | DOI: 10.14334/jitv.v6i1.220

Abstract

Pasteurella multocida locally isolated from chicken and ducks (BCC 299, BCC 2331, DY1, DY2, 12TG, 15TG) andimported strains (BCC 1359, 1362; HEDDLESTON group 1 and 6 respectively) had been tested for its pathogenicity in theprevious study. The aims of this experiment were to study the preparation of local isolate pasteurellosis vaccines and to determine the protective effect of that vaccines in chicken against the highly pathogenic local isolates of P. multocida. Killed monovalent, bivalent and polyvalent pasteurellosis vaccines were prepared and each was adjunvanted with aluminum hydroxide gel at a final concentration of 1.5% and the cell concentration was equal to the No 10 of MacFarland tube standard. Each of the vaccine prepared was used to vaccinated on a group of six week old of layer chicken (8 per group). Each chicken was subcutaneously injected with 0.2 ml of vaccine, four weeks later each was boostered with similar vaccine with the same dose. Two weeks after giving the boostered vaccine each group of chicken were challenged, half with life bacterium of P. Multocida BCC 2331 and other with DY2. Any chick which survive after challenge was designated as protected by vaccination. Before vaccination 1 ml of blood was drawn from each of chicken and then two weeks apart up to challenge. Serum from each sample was separated and kept in deep freeze until tested by enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA). Chicken vaccinated with killed whole cell P. multocida vaccines of monovalent (BCC 2331 or DY2) and bivalent (BCC 2331 + DY2) were protected against challenge with live bacterium of either BCC 2331 or DY2 at rate 67-100%. There was no protection in chicken vaccinated with either BCC 299, DY1, 12TG, 15TG, BCC 1359, or 1362 killed vaccine. Similarly no protection of chicken vaccinated with either DY1 + BCC299, 12TG + 15TG or BCC 1359 + BCC 1362 bivalent vaccines. The protection rate of the polyvalent local isolate vaccine was at average 50-75%. All vaccinated chicken showed the presence of antibody responses againsted the extract cell and whole cell antigens of either P. multocida BCC 2331 or DY2 local isolate as detected by ELISA. The antibody responses from vaccinated chicken against extra cellular antigens prepared from broth cultures of BCC 2331 and DY2 were detected only from vaccinated chicken with vaccine containing killed antigen of BCC 2331 and/or DY2 isolate. It is likely, the local isolate of P. multocida BCC 2331 and DY2 would be benefit for producing inactive fowl cholera vaccine use in Indonesia, but the protective antigen that enhances immune protection should be determined by means of immunoblotting techniques.   Key words: Pasteurella multocida, fowl cholera, vaccine, protection
Development of alpha hemolytic verotoxigenic Escherichia coli vaccine: Verotoxic antibody responses in experimental animals, mice, rabbits and dairy cows Supar .; B Peorwadikarta; Nina Kurniasih; Djaenuri .
Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner Vol 4, No 1 (1999): MARCH 1999
Publisher : Indonesian Center for Animal Research and Development (ICARD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.083 KB) | DOI: 10.14334/jitv.v4i1.135

Abstract

Escherichia coli isolates showing alpha hemolytic on blood agar were found in calves with bloody diarrhoea from Bandung, Sukabumi and Bogor. Three E. coli isolates designated as (B34c, B909, B910) were pathogenic for mice and selected for vaccine candidates. Crude supernatant of tryptic soy broth (TSB) cultures precipitated with saturated ammoniumsulphate caused cytopathic effect on vero cell line. For vaccine preparation the isolates were grown on tryptic soy agar (TSA). Whole cell inactive vaccine containing equal proportion of each isolate was prepared and emulsified in aluminum hydroxide gel at a final concentration of 1.5% and cell concentration equal to the tube number 10 of MacFarland standard. Mice and rabbits were injected subcutaneously of monovalent vaccine with the dose of 0.2 ml and 1 ml respectively. Four weeks later mice or rabbits were boostered with the same dose. Before injection each animal was bleed, subsequently every two weeks period up to 4 weeks after the second injection. The sera were separated and kept at -20oC up to serological assay with an enzyme linked immunoassay (ELISA) was done. Vaccinated mice with VTEC were challenged with homologous isolate did not die, where as 60% of unvaccinated mice died within 2 days post challenged. Pregnant cows were given 2 doses of three valent vaccine 6 weeks and again 2 weeks before expected date of calving. Calves born were given colostrum and milk of the own mother. The three day old calf was challenged with three isolates of verotoxigenic E. coli studied. Calves born from vaccinated cows did not show diarrhoea at post challenged, whereas calf from unvaccinated cow demonstrated bloody diarrhoea at post challenged. From the experimental animals (mice and calves) demonstrated the presence of protection against challenged. The antiverotoxic antibody probably involved in important role of immunoprotection. These were supported by the presence of high titer anti verotoxic antibody in serum of experimental animals (mice and cows), as well as in experimental rabbits, but none in the unvaccinated animals.   Key words: E. coli, alpha hemolytic, verotoxic, dysentery, vaccine
Pengembangan Usaha “Keito Coffee” di Masa Pandemi Covid 19 Riany Laila Nurwulan; Yuce Sariningsih; Nina Kurniasih
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i4.4397

Abstract

Abstrak Program Kemitraan Masyarakat dilaksanakan melalui Pengembangan Usaha Kuliner “Keito Coffee”, salah satu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Margahayu Kabupaten Bandung. Berdasarkan observasi yang dilakukan, Tim pelaksana kegiatan menilai terdapat permasalahan mitra yaitu bahwa dalam situasi Pandemi COVID 19, Pelaku UMKM khususnya bidang usaha kuliner mengalami penurunan penjualan yang cukup drastis. sehingga berpengaruh terhadap penjualan, yakni penurunan penjualan yang cukup drastis sehingga mengakibatkan menurunnya pula pendapatan dan menimbulkan permasalahan lain, yakni: masalah kemampuan pemenuhan kebutuhan usaha, baik kebutuhan modal, kebutuhan penggajian pegawai, dan kebutuhan sewa tempat. Berdasarkan hal tersebut tim pengusul memberikan solusi pemasalahan mitra yaitu pengembangan usaha guna menanggulangi dan memulihkan kondisi, sehingga pelaku UMKM dapat bangkit dari situasi ini. Adapun Pokok-pokok kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut: Engagement intake dan kontrak, yaitu tahap pelamaran terhadap mitra, yakni mengenai kesediaannya untuk menjadi mitra dalam kegiatan PKM dan kesepakatan bekerjasama; Asesment; yaitu mengidentifikasi potensi dan kendala kegiatan, Menyusun/kompilasi rencana kegiatan berdasarkan data kebutuhan. Pada tahap pelaksanaan kegiatan memberikan penyuluhan mengenai Pemeliharaan Lingkungan sekitar café, Penyuluhan Optimalisasi Pelayanan Konsumen, Penyuluhan Manajemen SDM, serta Penyerahan bantuan fasilitas, Evaluasi hasil kegiatan dan terminasi. Hasil dari kegiatan Pengembangan Usaha ini adalah bertambahnya pengetahuan dan pemahaman pelaku usaha mengenai daya tarik tempat usaha dan hal-hal yang mendukung terhadap pengembangan usaha yang berdampak pada meningkatnya jumlah pelanggan, sehingga dapat menambah penghasilan serta dapat memenuhi kebutuhan usahanya. Dengan demikian dalam masa pandemi ini kegiatan usaha masih bisa bertahan. Kata Kunci: Usaha Kuliner, Dampak Pandemi, Pengembangan Usaha, Penyuluhan.
STRATEGI INOVASI MANAJEMEN UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI DAN PRODUKTIVITAS DI ERA DIGITAL TRANSFORMASI Nina kurniasih; Nur Alaela sari
Jurnal Dinamika Sosial dan Sains Vol. 1 No. 3 (2024): Jurnal Dinamika Sosial dan Sains
Publisher : CV.Sentral Bisnis Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jdss.v1i3.68

Abstract

Era transformasi digital membawa tantangan sekaligus peluang bagi dunia manajemen untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi inovasi manajemen yang efektif dalam menghadapi perubahan teknologi yang cepat dan dinamis. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini menggabungkan studi literatur dan wawancara mendalam dengan para praktisi manajemen dari berbagai sektor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adopsi teknologi digital, pengembangan sumber daya manusia berbasis kompetensi digital, dan implementasi budaya kerja yang fleksibel merupakan tiga pilar utama dalam inovasi manajemen yang sukses. Selain itu, kolaborasi lintas fungsi dan penggunaan data analytics terbukti mampu meningkatkan pengambilan keputusan yang berbasis bukti, sehingga berdampak signifikan pada efisiensi operasional dan pencapaian target produktivitas. Penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan, seperti resistensi terhadap perubahan, keterbatasan infrastruktur teknologi, dan kebutuhan akan kepemimpinan yang adaptif. Dengan memahami dan mengatasi tantangan ini, organisasi dapat lebih siap menghadapi dinamika era digital. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan strategi manajemen inovatif yang relevan untuk mendukung keberlanjutan organisasi di masa depan.
PENGUATAN KOMPETENSI PEKERJA SOSIAL DALAM PROGRAM REHABILITASI BERBASIS MASYARAKAT (RBM) UNTUK LANSIA TERLANTAR DI KELURAHAN CIGADUNG KOTA BANDUNG Nina Kurniasih; Willya Achmad; Salma Aulia; Farhan Rifqi
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 01 (2025): Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, Maret-Juni 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan pola hidup masyarakat, terutama di wilayah perkotaan, telah memperburuk kondisi lansia terlantar. Urbanisasi yang pesat menyebabkan banyak generasi muda meninggalkan kampung halaman, sehingga komunikasi antarwarga berkurang dan sistem gotong royong perlahan menghilang. Akibatnya, banyak lansia kehilangan dukungan sosial dari lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguatan kompetensi pekerja sosial dalam pelaksanaan Program Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) bagi lansia terlantar di Kelurahan Cigadung, Kota Bandung. Metode yang digunakan adalah observasi langsung dan wawancara mendalam untuk mendapatkan informasi yang akurat dan relevan dari lapangan. Fokus kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan pekerja sosial dalam mendampingi lansia secara efektif melalui pendekatan berbasis komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program penguatan kompetensi pekerja sosial memberikan dampak positif dalam penanganan lansia terlantar. Tiga langkah utama, yaitu sosialisasi RBM, pendampingan langsung, dan pelatihan pekerja sosial, terbukti mampu menciptakan layanan sosial yang lebih responsif dan partisipatif. Masyarakat menjadi lebih sadar dan peduli terhadap isu lansia, sementara pekerja sosial menunjukkan peningkatan keterampilan dalam memberikan intervensi sosial yang tepat. Selain itu, terjalin kerja sama lintas sektor yang memperkuat jaringan layanan sosial. Program ini juga mendorong perubahan sikap sosial, dari yang sebelumnya individualistik menjadi lebih solider terhadap lansia di lingkungan sekitar.
Utilization of Social Capital of Persons with Disabilities in Disaster Mitigation in the Lembang Fault Area Willya Achmad; Nina Kurniasih; Farhan Rifqi; Salma Aulia
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia (JIM-ID) Vol. 4 No. 7 (2025): Jurnal Ilmiah Multidisplin Indonesia (JIM-ID), August 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Lembang Fault stretches 29 kilometers from Ngamprah Padalarang in West Bandung Regency to Palintang Pasirwangi Ujung Berung in Bandung City. Although the last earthquake occurred in the 15th century, approximately 500 years ago, this fault remains active and has the potential to cause future earthquakes. The urgency of this research is to understand and increase the involvement of the entire community in reducing disaster risk in the Lembang Fault area by utilizing inclusive social capital. Furthermore, a problem arises from the lack of a disaster mitigation planning process for people with disabilities. The purpose of this study is to determine how to early predict the decline or improvement of corporate image through employee satisfaction and performance. This research method uses a qualitative approach. This approach was chosen because this study seeks to describe the empowerment and inclusive use of social capital in disaster mitigation in the Lembang Fault area. Qualitative research relies on responses that describe the experiences, meanings, and perspectives of the research subjects. These research subjects, in general, are those deemed relevant to the issue or topic being studied. To gather the required data, researchers sought detailed information and data through observation, in-depth interviews, and documentation studies. The output will be publications in reputable international journals.
Pengembangan Usaha “Keito Coffee” di Masa Pandemi Covid 19 Riany Laila Nurwulan; Yuce Sariningsih; Nina Kurniasih
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i4.4397

Abstract

Abstrak Program Kemitraan Masyarakat dilaksanakan melalui Pengembangan Usaha Kuliner “Keito Coffee”, salah satu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Margahayu Kabupaten Bandung. Berdasarkan observasi yang dilakukan, Tim pelaksana kegiatan menilai terdapat permasalahan mitra yaitu bahwa dalam situasi Pandemi COVID 19, Pelaku UMKM khususnya bidang usaha kuliner mengalami penurunan penjualan yang cukup drastis. sehingga berpengaruh terhadap penjualan, yakni penurunan penjualan yang cukup drastis sehingga mengakibatkan menurunnya pula pendapatan dan menimbulkan permasalahan lain, yakni: masalah kemampuan pemenuhan kebutuhan usaha, baik kebutuhan modal, kebutuhan penggajian pegawai, dan kebutuhan sewa tempat. Berdasarkan hal tersebut tim pengusul memberikan solusi pemasalahan mitra yaitu pengembangan usaha guna menanggulangi dan memulihkan kondisi, sehingga pelaku UMKM dapat bangkit dari situasi ini. Adapun Pokok-pokok kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut: Engagement intake dan kontrak, yaitu tahap pelamaran terhadap mitra, yakni mengenai kesediaannya untuk menjadi mitra dalam kegiatan PKM dan kesepakatan bekerjasama; Asesment; yaitu mengidentifikasi potensi dan kendala kegiatan, Menyusun/kompilasi rencana kegiatan berdasarkan data kebutuhan. Pada tahap pelaksanaan kegiatan memberikan penyuluhan mengenai Pemeliharaan Lingkungan sekitar café, Penyuluhan Optimalisasi Pelayanan Konsumen, Penyuluhan Manajemen SDM, serta Penyerahan bantuan fasilitas, Evaluasi hasil kegiatan dan terminasi. Hasil dari kegiatan Pengembangan Usaha ini adalah bertambahnya pengetahuan dan pemahaman pelaku usaha mengenai daya tarik tempat usaha dan hal-hal yang mendukung terhadap pengembangan usaha yang berdampak pada meningkatnya jumlah pelanggan, sehingga dapat menambah penghasilan serta dapat memenuhi kebutuhan usahanya. Dengan demikian dalam masa pandemi ini kegiatan usaha masih bisa bertahan. Kata Kunci: Usaha Kuliner, Dampak Pandemi, Pengembangan Usaha, Penyuluhan.