Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Analisis Postur Kerja Dengan Metode REBA Dan WERA Pada Pekerja Adila Grup Yupiani Yupiani; Abdul Rasyid; Hendra Uloli; Stella Junus
Jambura Industrial Review (JIREV) VOL. 4 NO. 2, NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jirev.v4i2.28411

Abstract

Adila Grup merupakan industri yang bergerak dibidang perdagangan hasil laut. Produk yang dipasarkan yaitu hasil laut (cumi-cumi, ikan, gurita dan hasil laut yang lain) yang sudah dibekukan dalam cold storage. Pekerja di Adila Grup berjumlah 11 orang dan 8 proses produksi. Karakteristik aktivitas yang dilakukan pekerja dalam proses penanganan produk melibatkan penggunaan otot tangan secara berulang-ulang. Bekerja terlalu lama, memiliki postur kerja yang salah, melakukan tugas berulang-ulang, dan tidak cukup makan adalah beberapa penyebab MSDs. Untuk mengetahui tingkat resiko MSDs pada pekerja dilakukan penelitian menggunakan metode NBM, REBA dan WERA. Hasil kuesioner NBM menunjukan bahwa tingkat kelelahan 11 pekerja masuk dalam katagori sedang. Tingkat resiko yang dialami oleh para pekerja berdasarkan metode REBA yaitu tingkat sedang pada 4 proses produksi, 3 proses masuk dalam tingkat resiko tinggi dan 1 proses dalam tingkat resiko sangat tinggi. Sedangkan untuk tingkat resiko yang dialami oleh para pekerja berdasarkan metode WERA yaitu pada seluruh rangkaian proses produksi masuk dalam tingkat resiko sedang karena skor akhir pada seluruh pekerja berada di rentan 22-44. Dibutuhkan perbaikan postur kerja untuk mengurangi resiko MSDs.
PENGARUH KEBISINGAN TERHADAP KESEHATAN KESELAMATAN KERJA KARYAWAN PT. PERTAMINA PERSERO Ahmad Kamal; Buyung Rahmad Machmoed; Abdul Rasyid
Jambura Industrial Review (JIREV) VOL.3 NO.1, MEI 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jirev.v3i1.23680

Abstract

AbstrakKebisingan merupakan masalah yang sering dijumpai di banyak perusahaan besar saat ini. Penggunaan mesin dan alat kerja yang mendukung proses produksi berpotensi menimbulkan suara kebisingan. Kebisingan dapat menimbulkan beberapa dampak pada kesehatan selain berdampak pada pendengaran intensitas bising yang tinggi juga dapat mengakibatkan hilangnya konsentrasi, hilangnya keseimbangan dan disorientasi,kelelahan, gangguan komunikasi, gangguan tidur, gangguan 2 pelaksanaan tugas, gangguan faal tubuh, serta adanya efek visceral, seperti perubahan frekuensi jantung/peningkatan denyut nadi, perubahan tekanan darah dan tingkat pengeluaran keringat. Alat kerja dan mesin-mesin yang digunakaan pada aktivitas kerja di PT PERTAMINA (Persero) Gorontalo,  berpotensi menimbulkan suara bising. Hal ini berdampak negatif terhadap para pekerja yang berada di area tersebut, yang mendengarkan kebisingan selama jam kerja berlangsung setiap harinya. Apabila tidak diperhatikan akan berdampak pada kesehatan para pekerja sehingga berpengaruh terhadap kinerja karyawan.Keselamatan kerja bertujuan melindungi tenaga kerja atas hak keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta produktivitas nasional, menjamin keselamatan setiap orang lain yang berada di tempat kerja, Pengendalian kebisingan dapat dilakukan dengan berbagai cara salah satunya pada saat intalansi. Ketika instalansi baru sedang dirancang maka akan diperoleh rating pembelian alat dan rating estimasi dari bangunan untuk mesin-mesin.
PENGENDALIAN PERSEDIAAN DI PT. AWET SARANA SUKSES MENGGUNAKAN METODE ABC DAN EOQ Sintiana Sintiana; Abdul Rasyid; Hendra Uloli
Jambura Industrial Review (JIREV) VOL. 3 NO. 2, NOVEMBER 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jirev.v3i2.23146

Abstract

Strategi Pengendalian Persediaan di PT. Awet Sarana Sukses. Berdasarkan uraian latar belakang bagimana analisis pengendalian persediaan barang dagang jika mengguakan metode ABC dan EOQ (Economic Order Quantity). Metode ABC metode ini bertujuan untuk mengkategorikan barang apa saja yang persediaannya lebih banyak, sedang-sedang, dan yang lebih sedikit persediaannya, Metode EOQ (Economic Order Quantity) metode ini bertujuan untuk menentukan jumlah pembelian pada setiap kali pesan dengan biaya yang paling rendah. Mie dan minuman masuk Kategori kelas A dengan volume penggunaan uang tahunan sekitar 15% dan mempresentasikan 70-80% dari nilai total pemakaian uang. Sabun detergen masuk Kategori kelas B dengan volume penggunaan uang tahunan sekitar 30% barang persediaan dan mempresentasikan 15 - 25% dari nilai total pemakaian uang. Jenis kecap manis dan sabun cuci piring masuk dalam kategori kelas C dengan volume penggunaan uang tahunan sekitar 55% barang persediaan dan mempresentasikan 5 – 12% dari nilai total pemakaian uang. Kata kunci: Metode ABC, Metode EOQ, Pengendalian Persediaan
PENGENDALIAN KUALITAS KADAR FFA PADA PROSES PEMURNIAN CPO MENGGUNAKAN METODE FISHBONE CHART DI PT. XYZ Jessica Gabriani Mamonto; Abdul Rasyid; Hasanuddin Hasanuddin; Esta Larosa; Sugeng Pramudibyo; Hendra Uloli
Jambura Industrial Review (JIREV) VOL. 3 NO. 2, NOVEMBER 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jirev.v3i2.22982

Abstract

Perkembangan Industri kelapa sawit saat ini di Indonesia sedang meningkat, karena kelapa sawit merupakan salah satu tanaman unggulan yang menghasilkan minyak kelapa sawit dan menjadi sumber devisa bagi negara Indonesia juga membuka lapangan kerja. Kecacatan produk sering terjadi pada setiap indsutri pengolahan kelapa sawit termasuk pada PT.XYZ, untuk dapat mengoreksi kesalahan pada proses produksi yang mengakibatkan kualitas produk kurang baik diperlukan pengendalian kualitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab kenaikan Free Fatty Acid (FFA) pada proses pemurnian, dan mengetahui langkah yang tepat untuk mengatasi kenaikan FFA berlebih pada Crude Palm Oil (CPO) dengan menggunakan metode fishbone yang berguna dalam berbagai konteks, seperti perbaikan proses, analisis masalah, dan perbaikan produk atau layanan. Didapatkan tingkat kecacatan mencapai 52%. Hal ini mengindikasikan proses masih mengalami penyimpangan dan belum mencapai tingkat kecacatan zero defect, penyebab utama kenaikan yaitu buah sawit yang digunakan oleh pabrik bukan merupakan buah yang memenuhi standar sempurna. Bahan dasar delusion yang digunakan berasal dari cairan fat pit tidak menggunakan air panas, langkah yang tepat mengatasi kenaikan FFA berlebih pada CPO maka pabrik perlu mengganti bahan delusion yang awalnya menggunakan cairan fat pit menjadi air panas agar kenaikan FFA dapat terkendali, dan menggunakan buah kelapa sawit yang matang sempurna. Kata kunci: Crude Palm Oil, Fishbone Chart, Free Fatty Acid