Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Modul Fisika berbasis Kearifan Lokal dengan Pendekatan Scaffolding Erlin Eveline; Eko Fery Haryadi Saputro; Ima Dwi Jayanti
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 13 No 4 (2023): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v13i4.1182

Abstract

Sumber belajar yang kontekstual dan sesuai dengan karakteristik siswa masih diperlukan. Namun, sumber belajar utama di sekolah masih berasal dari buku teks di mana materi yang disediakan masih umum atau tidak sesuai karakteristik siswa. Modul fisika berbasis kearifan lokal dengan pendekatan scaffolding dapat menjadi sumber belajar yang menyediakan informasi yang kontekstual. Pendekatan scaffolding diterapkan agar siswa dapat mencapai kemampuan potensial siswa yang diharapkan oleh guru. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kelayakan modul fisika berbasis kearifan lokal suku Dayak Keninjal dengan pendekatan scaffolding. Penelitian ini menggunakan metode R&D model 4D dengan tahapan define, design, develop, dan disseminate. Pengumpulan data menggunakan teknik nontes berupa angket penilaian kelayakan modul dan angket respon siswa terhadap modul. Data dianalisis dengan analisis deskriptif dengan menghitung nilai rata-rata hasil penilaian dari para ahli dan mengkonversi nilai yang diperoleh menjadi ke dalam skala 5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian dari ahli media dan ahli materi berada pada kategori sangat baik, sedangkan penilaian dari siswa untuk aspek materi, fungsi, dan Bahasa berada pada kategori baik. Secara keseluruhan total penilaian dari siswa berada pada kategori sangat baik. Beberapa revisi dilakukan terhadap modul berdasarkan hasil penilaian kelayakan dan uji keterbacaan modul. Modul yang dikembangkan dapat menjadi sumber belajar yang layak dan berguna dalam pembelajaran fisika.
WORKSHOP PENYUSUNAN KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL (KKM) MATA PELAJARAN DI SATUAN PENDIDIKAN Eko Fery Haryadi Saputro; Nurul Apsari; Novika Lestari
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v2i1.499

Abstract

Permasalahan yang dihadapi mitra adalah kesulitan guru dalam menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) karena belum adanya workshop atau pelatihan terkait penentuan dan penyusunan KKM pada tiap mata pelajaran. KKM yang digunakan sekolah mengikuti arahan dari Dinas Pendidikan. KKM yang digunakan pada tiap mata pelajaran terdapat ketidaksesuaian dengan kondisi nyata pada proses pembelajaran. Solusi yang ditawarkan pada Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) adalah pelaksanaan workshop yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang cara penyusunan dan KKM serta melakukan pendampingan kepada guru SMA Negeri 1 Pinoh Utara untuk menyusun KKM pada setiap mata pelajaran yang diampu sehingga menghasilkan dokumen KKM pada tiap mata pelajaran. Berdasarkan hasil pretest dan postest pengetahuan peserta terhadap materi workshop diperoleh rata-rata nilai sebesar 40 untuk pretest dan terjadi peningkatan menjadi 94,67 pada postest. Pada angket evaluasi pelaksanaan PKM diperoleh 85,8% respon positif peserta terhadap pelaksanaan PKM. Rentang keterampilan setiap peserta dalam menyusun KKM mata pelajaran adalah 72,5-90% dengan rata-rata 82,3.
PENGUATAN KOMPETENSI GURU MELALUI PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN PADA SATUAN PENDIDIKAN DI DESA KOMPAS RAYA KABUPATEN MELAWI Erlin Eveline; Novika Lestari; Eko Fery Haryadi Saputro; Rindah Permatasari; Nurul Apsari
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v3i2.1052

Abstract

Abstract: The teacher's pedagogic competence is an important factor in the success of student learning in the classroom. Teachers must be able to plan and carry out learning. One of the competencies that teachers need to improve in the implementation of learning is related to learning media. Besides being able to use it, teachers need to be able to make learning media. However, in learning activities at SMPN 1 Pinoh Utara, the use of technology-based media that can be accessed online is difficult to implement due to limited internet networks. Flipbook and Ispring media can be used to overcome this problem because they can be accessed offline. This service aims to improve teacher competence in making technology-based learning media that can be accessed offline. The method used in this activity is training. The training was held on January 31, 2023 at SMPN 1 Pinoh Utara, Kompas Raya Village, Melawi Regency, and attended by 17 participants. During the activity, participants were given a pretest and posttest. The pretest was given a questionnaire to determine whether the participants were familiar with the Flipbook and Ispring applications as learning media. Posttest was given a satisfaction questionnaire on service activities. The material provided is the creation of learning media using the Flipbook and Ispring applications. The results obtained show that the participants: (1) are familiar with and able to make learning media using the Flipbook and Ispring applications, (2) Participants are satisfied with the community service activities. Only one participant stated that the time allotted was not suitable for delivering the material. Training can increase teacher competence in making learning media.Keywords: Teacher, competence, learning media, flipbook, ispring Abstrak: Kompetensi pedagogik guru menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan pembelajaran siswa di kelas. Guru harus mampu merencanakan dan melaksanakan pembelajaran. Salah satu kompetensi yang perlu ditingkatkan guru dalam pelaksanaan pembelajaran adalah berkaitan dengan media pembelajaran. Selain mampu menggunakan, guru perlu juga mampu membuat media pembelajaran. Namun, dalam kegiatan pembelajaran di SMPN 1 Pinoh Utara, penggunaan media berbasis teknologi dan dapat diakses secara online sulit diterapkan karena keterbatasan jaringan internet. Media Flipbook dan Ispring dapat dimanfaatkan untuk mengatasi permasalahan tersebut karena dapat diakses secara offline. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pembuatan media pembelajaran berbasis teknologi dan dapat diakses secara offline. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan. Pelatihan dilaksanakan pada 31 Januari 2023 di SMPN 1 Pinoh Utara Desa Kompas Raya Kabupaten Melawi diikuti oleh 17 peserta. Selama kegiatan, peserta diberikan pretest dan posttest. Pretest diberikan angket untuk mengetahui apakah peserta telah mengenal aplikasi Flipbook dan Ispring sebagai media pembelajaran atau tidak. Posttest diberikan angket kepuasan terhadap kegiatan pengabdian. Materi yang diberikan adalah pembuatan media pembelajaran menggunakan aplikasi Flipbook dan Ispring. Hasil yang diperoleh menunjukkan peserta: (1) telah mengenal dan mampu membuat media pembelajaran dengan menggunakan aplikasi Flipbook dan Ispring, (2) Peserta puas dengan kegiatan pengabdian. Hanya satu orang peserta menyatakan bahwa waktu yang disediakan tidak sesuai untuk penyampaian materi. Pelatihan dapat meningkatkan kompetensi guru dalam membuat media pembelajaran. Kata kunci: Guru, kompetensi, media pembelajaran, flipbook, ispring
Analisis Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar Terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia di Kelas IV SDN 15 Emang Raya Ega Silvia; Septian Peterianus; Eko Fery Haryadi Saputro
JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR Vol. 4 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jppsd.v4i2.5095

Abstract

Abstrak Pendidikan merupakan salah satu faktor penentu kemajuan sumber daya manusia pada suatu bangsa, termasuk bangsa Indonesia. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan terus dilakukan. Salah satu upaya tersebut adalah dengan mengembangkan kurikulum pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Kurikulum Merdeka Belajar terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia di kelas IV SDN 15 Emang Raya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Subjek utama dalam penelitian ini adalah guru, sedangkan subjek pendukungnya adalah 10 orang siswa. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi lembar wawancara, lembar observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia di SDN 15 Emang Raya masih berada pada tahap penyesuaian. Guru telah menerapkan metode pembelajaran berbasis proyek dan diskusi terbuka. Namun, ketercapaian kompetensi siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia belum sepenuhnya terlihat jelas, serta prestasi siswa belum dapat diukur secara signifikan. Kata Kunci: Kurikulum Merdeka, Hasil Belajar, Bahasa Indonesia.   Abstract Education is one of the determining factors in the development of human resources in a nation, including Indonesia. Therefore, efforts to improve the quality of education continue to be carried out. One of these efforts is through the development of the educational curriculum. This study aims to analyze the implementation of the Merdeka Belajar Curriculum on Indonesian language learning outcomes in Grade IV at SDN 15 Emang Raya. This research employed a qualitative method with a descriptive qualitative approach. The main subject of the study was the teacher, while the supporting subjects were 10 students. The research instruments included interview sheets, observation sheets, and documentation. Data analysis was conducted through three stages: data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings of the study indicate that the implementation of the Merdeka Curriculum in Indonesian language learning at SDN 15 Emang Raya is still in the adjustment stage. Teachers have begun to apply project-based learning and open discussion methods. However, the achievement of students’ competencies in Indonesian language subjects has not yet been fully evident, and student achievement cannot yet be measured significantly. Keywords: Merdeka Curriculum, Learning Outcomes, Indonesian Language