Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Meningkatkan Kemampuan TPACK dengan Artificial Intelligence for Education (AIEd) bagi Guru SMPN 4 Padang Panjang Addinna, Ainul; Kurniawati, Eni; Suciaty, Prisyanti; Rosita, Nur
ABDI HUMANIORA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Humaniora Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdihumaniora.v6i1.131087

Abstract

Tahun 2024 menjadi tahun yang berbeda bagi guru di Indonesia yang mana guru diharuskan mengisi e-kinerja di aplikasi PMM dan menetapkan Refleksi Kompetensi. Refleksi Kompetensi ini berfokus pada kesesuaian kompetensi guru dengan kebutuhan peserta didik. Kompetensi guru ini salah satunya adalah TPACK atau Technological Pedagogical Content Knowledge yang dapat berbantukan Artificial Intelligence (AI). TPACK adalah framework pengetahuan guru abad 21 yang berguna menunjang skill pengajaran. Sementara AI adalah sejumlah aplikasi yang dapat mempermudah dan menunjang pengajaran. Dengan alat bantu ini, guru dapat mengoptimalkan kualitas dan kuantitas pembelajaran baik dari segi persiapan materi, pemberian tugas terstruktur secara digital, pelaksanaan pengajaran, dan evaluasi secara online yang hasilnya dapat secara cepat dan in real time. Hal ini membuat kegiatan mengajar dapat dilakukan tanpa kertas (paperless), tanpa papan tulis (boardless), dan dapat dilakukan dari mana saja (anywhere) dan kapan saja (anytime). Oleh sebab itu, workshop ini adalah salah satu cara yang efektif dalam meningkatkan kompetensi professional dan pedagogik guru. Disisi lain, pelatihan ini juga memberikan kebermanfaatan digital literacy skill bagi guru dalam pembelajaran di era digital. Guru akan mampu menyiapkan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran 4.0 yang tidak terbatas ruang dan waktu.
Penguatan Nilai Empati pada Mahasiswa melalui Pembelajaran Berbasis Proyek Kurniawati, Eni
Journal of Civic Education Vol 9 No 1 (2026): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jce.v9i1.1237

Abstract

Empathy is an important character value that needs to be developed in students as part of personality formation and social responsibility. However, learning in higher education still tends to emphasize the cognitive aspect and does not provide enough space for strengthening the affective aspect, especially empathy. This study aims to describe the process and results of strengthening students' empathy values through the implementation of project-based learning. This study uses a qualitative approach with descriptive methods implemented for 6 months (1 semester). The subjects of the study were students of the Pancasila and Citizenship Education Study Program at Padang State University who participated in project-based learning with the theme of social sensitivity in society through real actions in the Values and Moral Education course. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. Data analysis used data reduction techniques, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that project-based learning is able to strengthen students' empathy values, as seen from increased social sensitivity, the ability to understand others' perspectives, and a caring attitude towards community problems through real actions. These findings confirm that project-based learning is effectively used as a learning strategy to strengthen students' empathy values in higher education.
Kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan Fidia, Muhammad Alif; Fatmariza, Fatmariza; Muchtar, Henni; Kurniawati, Eni
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 6 No. 1 (2026): Fifteenth Edition
Publisher : Departemen Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Hukum Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v6i1.955

Abstract

Public awareness in maintaining environmental cleanliness is one of the essential elements in the implementation of civic responsibility at the local level. In Nagari Sicincin, Padang Pariaman Regency, environmental cleanliness remains a significant issue, as evidenced by the community’s habit of disposing of waste indiscriminately in public places such as markets, roadsides, and drainage channels. This study adopts a qualitative approach with a descriptive method to analyze the ongoing social phenomena. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, involving community members, community leaders, and village officials as informants. The results of the study indicate that the lack of public awareness is influenced by both internal and external factors. Internal factors include indifferent attitudes, laziness, and the perception that cleanliness is solely the responsibility of the government. Meanwhile, external factors include inadequate infrastructure, limited cleanliness programs, and weak socialization and law enforcement. The consequences of this situation are environmental degradation, increased health risks, and disruptions to community social activities. Therefore, collaborative efforts are needed through environmental education, the provision of adequate facilities, and the strengthening of civic responsibility values to create a clean, healthy, and sustainable environment.
Penguatan Kematangan Psikologi dan Kesehatan Mental Remaja dengan Mengimplementasikan Nilai Pancasila dan Keislaman Yusra, Siti Rahimah; Hanifa, Rizaldy; Kurniawati, Eni; Kanus, Oktari
ABDI HUMANIORA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Humaniora Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdihumaniora.v7i2.136463

Abstract

Kematangan psikologi dan kesehatan mental merupakan salah satu fondasi bagi remaja yang mengalami perubahan intens baik dalam aspek individu dan sosial. Penanaman dan implementasi nilai Pancasila serta keislaman pada siswa usia remaja diharapkan dapat menjadi benteng pengaruh negatif yang terdapat di lingkungan remaja, baik dalam dunia maya maupun nyata. Kegiatan program PKM ini disusun dalam bentuk pengarahan dan diskusi terpumpun yang dilaksanakan di MAN 1 Pariaman melalui beberapa tema diantaranya (1) kematangan psikologi remaja ditinjau dari aspek kognitif, emosional, dan sosial; (2) penyimpangan nilai-nilai Islami dan dampaknya terhadap kesehatan mental remaja; (3) media digital, literasi digital, dan kematangan psikologi dan kesehatan mental remaja. Berdasarkan poin-poin yang disampaikan pemateri, peserta memperoleh pengayaan terkait pentingnya memiliki kontrol diri, pengembangan kemampuan berfikir objektif, dan kemampuan beradaptasi dalam mengelola emosi. Selain itu, peserta juga memahami bahwa sikap mandiri, tanggungjawab, penerimaan terhadap kritik dan komunikasi efektif akan membantu dalam aspek sosial yang didukung dengan implementasi nilai-nilai etika dan moral seperti tertuang dalam Pancasila dan nilai-nilai keislaman. Beberapa poin diskusi terpumpun yang melibatkan penyimpangan terhadap nilai islami membantu siswa memahami bahwa penerapan nilai islami yang sesuai dan terarah akan mendukung kesehatan mental, mengurangi fikiran dan emosi negatif yang muncul, dan mendukung siswa untuk meraih prestasi dan menggali potensi diri. Disamping itu, diskusi terkait penggunaan media digital dan literasi digital mengarahkan peserta agar dapat bersikap bijak dalam pergaulan. Upaya-upaya tersebut adalah bentuk kepedulian tim PKM dan mitra untuk mendukung kematangan psikologi dan kesehatan mental remaja guna mempersiapkan generasi muda yang stabil, produktif, dan berkualitas.