Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Analysis of the Symbolic Meaning and Cultural Identity in Sarolangun Batik Arts Jambi Province Padma Dewi; Budiwirman Budiwirman
International Journal of Educational Dynamics Vol 2 No 2 (2020): International Journal of Educational Dynamics (IJEDs)
Publisher : Postgraduate School, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ijeds.v2i2.266

Abstract

The purpose of this study is to analyze the symbolic meaning and cultural identity of batik. The symbolic meaning of a form of batik motifs gives signs to represent the cultural character of Sarolangun District. Cultural identity acts as a mediation of interaction by the Sarolangun district community to be known in the outside the world. This research method uses descriptive qualitative method. The approach taken is semiotics by Charles Piers.The results of the Semiotics Peirce concept can distinguish the meaning of batik based on the shape of the batik motif and the sign found in the decoration. The symbolic meaning of a number of batik motifs are found in the theme of Mato Punai, Cik Minah edge motif, quaint bird. Mato Punai is a bird's eye motif as a symbol of prosperity. Cik Minah edge motif symbolizes the agility of a woman in life. There are 18 batik motifs that have been recognized and has been patents, hereby that Sarolangun batik arts has its own identity for Saroalngun district culture.
Keterampilan Mengkonstruksi Bahan Limbah Menjadi Karya Seni Rupa dengan Model Inkuiri Terbimbing pada Anak Usia Dini Budiwirman Budiwirman
Jurnal PAUD: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.084 KB) | DOI: 10.17977/um053v1i1p19-26

Abstract

Abstract:This research is a classroom action research collaboration with the inquiry approach, aiming to find a pattern like learning in early childhood in the city of Padang in improving the skills of students create works based on the construction of plastic waste materials. Construction work is that the students are works of art with a montage techniques.According to the research by conducting two cycles of learning found that shows a progress of learning outcomes increase student skills in producing works of a montage. Keywords; Inquiry, engineering, construction and montage Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pola padan anak usia dini di kota Padang dalam meningkatkan keterampilan siswa membuat karya berdasarkan konstruksi bahan limbah plastik.Metode yang digunakan penelitian tindakan kelas dengan teknik kolaboratif.Kemampuan kontruksi yang dibuat siswa berupa karya seni dengan teknik montase.Hasil  penelitian dengan dilakukan dua siklus belajar menunjukkan penerapan inkuiriterbimbing dapatmeningkatkan keterampilan mengkonstruksi karya montase  anak usia dini siswa kelas III SD. Kata Kunci:  penyelidikan, teknik, konstruksi dan montase
Identitas Visual Kampung Budaya Dan Religi Sigando Padang Panjang Zulfikri Zulfikri; Budiwirman Budiwirman
DEKAVE : Jurnal Desain Komunikasi Visual Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/dekave.v12i2.116879

Abstract

Kota Padang panjang merupakan sebuah kota kecil dengan julukan serambi mekah. Kota ini juga terdapat kampung wisatanya yang masih asri. Desa atau kampung yang akan dikiatkan menjadi salah satu kampung wisata yaitu kampung Sigando, dengan menawarkan sebuah wisata religi dan budaya.kampung ini belum memiliki logo serta branding yang belum sesuai dengan target audiencenya.Pembuatan logo kampung Sigando bisa menarik minat  masyarakat sehingga memiliki citra yang positif. Tujuan dari Perancangan Identitas Visual Kampung Budaya dan Religi Sigando ini supaya masyarakat dapat mengetahui apa aja yang di tawarkan oleh kampong Sigando, sehingga kedepanya dapat memiliki identitas visual untuk di perkenalkan kepada masyarakat. Metode peracangan menggunakan metode Glass box dengan pendekatan analisis 5W+1H (what, who, where, when, why dan how). Dalam  menentukan jawaban dari pembuatan logo kampung Sigando. Hasil pembuatan logo dimulai dari pemantauan, riset  dan interviu dengan penggiat kampung Sigando,supaya bisa membantu pembuatan logo kampung sigando.  Hasil utama perancangan identitas visual Kampung Sigando yaitu: logo dan Manual book sebagai Hasil utama dengan sarana pendukung antara lain poster, x-banner, totebag, kaos, gantungan kunci, sign dan stiker.
MANAGEMENT EVENT SENI PERTUNJUKAN PERFORMANCE ART Syafrizal Syafrizal; Agusti Efi; Budiwirman Budiwirman
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol 11, No 2 (2022): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v11i2.34713

Abstract

Performance art is an activity of staging the work of artists who use the body as a medium for their work. This study aims to explain the performance performance management of performance art performance art. The type of research used is qualitative research. The research stage is carried out by collecting literature sources, both primary and secondary. The results showed a performance art management process which includes research, design (design), division of tasks and responsibilities, determining the right sponsor, communication and coordination between teams and evaluation. Carrying out an event requires careful coordination and preparation so that the event can be managed more efficiently and effectively.Keywords: management, event, performance, performance art. AbstrakPerformance art merupakan kegiatan pementasan  hasil karya para perupa yang menggunakan tubuh sebagai media berkaryanya. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan manajemen pergelaran seni pertunjukan performance art. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Tahapan penelitian dilaksanakan dengan menghimpun sumber kepustakaan, baik primer maupun sekunder. Hasil penelitian menunjukkan proses manajemen performance art yang meliputi riset, desain (rancangan),  pembagian tugas dan tanggung jawab, menentukan sponsor yang tepat, komunikasi dan koordinasi antar tim dan evaluasi . Melaksanakan suatu event memerlukan koordinasi serta persiapan yang matang agar event bisa dikelola dengan lebih efisien serta efektif.  Kata Kunci: management, event, pertunjukan, performance art. Authors:Syafrizal : Universitas Negeri PadangAgusti Efi : Universitas Negeri PadangBudiwirman : Universitas Negeri PadangReferences:Ayuni, Astari & Efi, Agusti. (2020). Manajemen Festival Seni Pertunjukan Pekan Nan Tumpah Di Provinsi Sumatera Barat. Padang. Universitas Negeri Padang Sumatera Barat.Brantas. (2009). Dasar-Dasar Manajemen. Jakarta: Alfabeta.Hasibuan, M. S. (2001). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara.Isnanta, S. D. (2010). Representasi Tubuh Perempuan Dalam Performance Art Karya Melati Suryadarmo. Brikolase: Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa, 2(1).Kusuma, Rr. Chusnu Syarifa Diah. (2016). Modul Manajemen Event. Modul. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.Lubis, S. K., Retnowati, T. H., & Syawalina, S. (2020, July). Predictive Power of Intellectual Ability Test Score on Students’ Fine Art Learning Outcomes. In 3rd International Conference on Arts and Arts Education (ICAAE 2019) (pp. 41-44). Atlantis Press.Prayhogi, I. (2016). Penciptaan Video Musik dengan Materi Performance Art (Doctoral dissertation, State University of Surabaya).Rochbeind, F., & Pristiati, T. (2022). Analysis of Movement and Music Characteristics of Performance Art in “Touching the Heart for a Broken Wing” Performance. Harmonia: Journal of Arts Research and Education, 22(1), 119-128.Safroni, K. H .M. Ladzi. (2012), Manajemen dan Reformasi Pelayanan Publik dalam Konteks Birokrasi Indonesia (Teori, Kebijakan, dan Implementasi). Yogyakarta: Aditya Media.Saputro, Johan. (2014). Perencanaan Event Management Festival Kesenian Yogyakarta sebagai Media Komunikasi Identitas Yogyakarta. Yogyakarta: Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.Sedyawati, Edi. (1981). Pertumbuhan Seni Pertunjukan. Jakarta: Sinar Harapan.Supriyadi, S. (2017). Community of Practitioners: Solusi Alternatif Berbagi Pengetahuan antar Pustakawan. Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi Dan Kearsipan, 2(2), 83-93.Terry, George. R., & Rue, L. W. (2010). Dasar-dasar Manajemen. Jakarta: Bumi.
MENGEMBANGKAN KARAKTER ANAK MELALUI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA Mariana Heristian; Agusti Efi; Budiwirman Budiwirman
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol 11, No 2 (2022): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v11i2.35339

Abstract

Character education is a learning with the aim of forming a good personality by instilling certain character values in a person. The important function of character education is to develop the abilities that humans have in themselves. Cultural arts lessons have the meaning of being multicultural, which means that they can foster public awareness in carrying out democracy, respecting each other, and having good manners. The purpose of this research is to see the achievement of students in shaping through art and culture learning such as being responsible, working together and helping to help. In this case we take an example when students enter into the art of dance. When children perform dances, students will interact with others. This research uses basic research methods which later the results of the research will be used as a basis in developing attitudes to change behavior through the educational process. And to realize all that, good performance is needed from the teaching staff in the school, not the responsibility of the arts and culture teacher alone, but the responsibility of all existing teachers. Keywords: education, character, arts and culture. AbstrakPendidikan karakter merupakan suatu pembelajaran dengan tujuan membentuk kepribadian yang baik dengan menanamkan nilai-nilai karakter tertentu pada diri seseorang. Fungsi dilakukannya pendidikan karakter adalah untuk mengembangkan kemampuan yang dimiliki manusia dalam dirinya. Pelajaran seni budaya memiliki makna sebagai multikultural yang artinya dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam melakukan demokrasi, saling menghargai, dan memiliki adab yang baik. Tujuan penelitian ini untuk melihat ketercapaian peserta didik dalam membentuk karakter melalui pembelajaran seni budaya seperti bertanggung jawab, kerjasama dan tolong menolong. Dalam hal ini kita mengambil contoh ketika siswa masuk ke aspek seni tari. Pada saat anak menampilkan tarian siswa akan berinteraksi satu dengan yang lainnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dasar yang nantinya hasil dari penelitian tersebut akan digunakan sebagai landasan dalam pengembangan sikap untuk mengubah perilaku melalui proses pendidikan. Dan untuk mewujudkan semua itu diperlukan kinerja yang baik dari tenaga pengajar yang ada di sekolah bukan hanya tanggung jawab guru seni budaya saja, namun tanggung jawab semua guru yang ada.  Kata Kunci: pendidikan, karakter, seni budaya.Authors:Mariana Heristian : Universitas Negeri PadangAgusti Efi : Universitas Negeri PadangBudiwirman : Universitas Negeri Padang References:Afandi, R. (2011). Integrasi Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar. Jurnal Pedagogia, 1(1), 85-98. https://doi.org/10.21070/pedagogia.v1i1.32.Badan Standar Nasional Pendidikan. (2006). Panduan Penyusunan KurikulumTingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: BSNP.Idris, S., & Tabrani, Z. (2017). Realitas Konsep Pendidikan  Humanisme Dalam Konteks Pendidikan Islam.  Jurnal Bimbingan Konseling, 3(1), 96-113. http://dx.doi.org/10.22373/je.v3i1.1420.Kesuma, Dharma et. al., (2011). Pendidikan Karakter. Bandung: Remaja Rosdakarya.Mahendra, Y., et. al., (2019). Pengembangan Pendidikan Karakter Menuju Transformasi Abad 21. Prosiding SEMNASFIP,187-191. https://jurnal.umj.ac.id/index.php/SEMNASFIP/article/view/5126.Muslih, M. (2011). Menjawab Tantangan Krisis Multidimensional. Jakarta: Bumi Aksara.Prawiradilaga, Dewi Salma. (2008). Mozaik Teknologi Pendidikan. Jakarta: Kencana.Rohendi, R. T. (2014). Pengembangan Media Pembelajaran Pendidikan Seni Budaya Berbasis Kearifan Lokal (Wayang Sebagai Sumber Gagasan). Jurnal Seni, 8(1), 1-8.https://doi.org/10.15294/imajinasi.v7i1.7284.Sudrajat, A. (2011). Mengapa Pendidikan Karakter. Jurnal Pendidikan Karakter, 1(1), 47-58. http://dx.doi.org/10.21831/jpk.v1i1.1316.Tim Penyusun. (1996). Kamus Besar Bahasa Indonesia Kamus Pusat Pembinaan Dan Pengembagan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta: Balai Pustaka.
MODEL PEMBELAJARAN KRITIK SENI MELALUI VIDEO DAN KEGIATAN BERKARYA DI SMA NEGERI 2 TAPUNG Roni Sarwani; Agusti Efi; Budiwirman Budiwirman
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol 11, No 2 (2022): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v11i2.34678

Abstract

Fine art criticism is knowledge to students for learning criticism in art learning activities in high school (SMA). There are many opinions that the form of criticism of a work of art can only be judged from one side of the form, as a result, all forms of fine art, both pure and applied, can be critiqued. The application of art criticism learning models through videos and creative activities at SMA Negeri 2 Tapung is carried out with the aim that students are able to give an assessment of a work of art. This model can sharpen critical thinking, and be able to appreciate works of art. The purpose of this research is to see that student achievement can be developed in high school. This study uses a qualitative method to produce an art criticism learning model. This model provides instructions for students to be able to do verbal criticism in class. At first they were nervous, but then it was fun. For researchers, this model is very effective in presenting work in class for learning at SMA Negeri 2 Tapung, Riau Province.Keywords: criticism, appreciation, art, learning, video.Abstrak Kritik seni rupa adalah pengetahuan kepada siswa untuk pembelajaran kritik dalam aktivitas belajar seni rupa di Sekolah Menengah Atas (SMA). Banyak pendapat bahwa wujud kritik terhadap satu karya seni hanya dapat dinilai dari satu sisi bentuk saja, pada hasilnya semua bentuk karya seni rupa baik murni maupun terapan dapat dilakukan proses kritik. Penerapan model pelajaran kritik seni melalui video dan kegiatan berkarya di sekolah SMA Negeri 2 Tapung dilakukan dengan tujuan agar para siswa mampu memberikan penilaian terhadap sebuah karya seni. Model ini dapat mempertajam berpikir kritis, serta mampu mengapresiasi karya seni. Tujuan Penelitian ini melihat ketercapaian siswa dapat dikembangkan di sekolah menengah atas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif sehingga menghasilkan model pembelajaran kritik seni. Model ini memberikan petunjuk siswa untuk dapat melakukan kritik secara lisan di kelas. Awalnya mereka gugup, namun kemudian dirasa menyenangkan. Bagi peneliti melalui model ini sangat efektif untuk menyajikan karya di kelas untuk pembelajaran di SMA Negeri 2 Tapung Provinsi Riau.  Kata Kunci: kritik, apresiasi, seni, pembelajaran, video. Authors:Roni Sarwani : Universitas Negeri PadangAgusti Efi : Universitas Negeri PadangBudiwirman : Universitas Negeri Padang References:Bangun, S. (2000). Kritik Seni Rupa, Bandung: Penerbit ITB.Ramli, Muhammad. (2020),10 Agustus. How To Paint On Canvas With Acrylic Paints For Beginner [Video]. YouTube. https://youtu.be/s9GrirQAUJg.Sarwani, Roni. (2021), 7 Agustus. Bahan Dan Alat Melukis Diatas Media Kanvas. [Video] YouTube. https://youtu.be/jE4wAV3zTC8.Sarwani, Roni. (2022), 24 Mei. Persentase Karya. [Video] YouTube. https://youtu.be/bFBDpqPLivk.Sarwani, Roni. (2022), 24 Mei. Apresiasi Kritik Terhadap Karya Teman di Kelas. [Video] YouTube. https://www.youtube.com/shorts/Kwgh4i6wfB8.Soedarso, Sp. (2006). Trilogi Seni Penciptaan, Eksistensi Dan Kegunaan Seni. Yogyakarta: Badan Penerbit ISI Yogyakarta.Sudjoko. (2000). Pengantar Seni Rupa. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional.Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: PT Alfabeta.Susanto, Mikke. (2003). Membongkar Seni Rupa. Yogyakarta: Penerbit Buku Baik dan Penerbit Jendela.
Perancangan Buku Panduan “Cara Mudah Menggambar Gijinka Chibi Untuk Pemula” Aang Ronanda; Budiwirman Budiwirman
DEKAVE : Jurnal Desain Komunikasi Visual Vol 12, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/dekave.v12i4.120211

Abstract

Rancangan ini ditujukan untuk seniman pemula yang ingin mencoba memahami apa itu Gijinka. banyak seniman pemula yang belum tahu apa itu gijinka karena seniman profesional sangat jarang menampilkan karya gijinkanya. Gijinka ialah kata yang masyarakat Jepang gunakan untuk istilah antropomorfisme, yaitu penyandangan atribusi karakteristik manusia terhadap makhluk non-manusia atau benda. Metode yang digunakan oleh penulis dalam proses desain perancangan adalah 4D (four-D Design), yang menggunakan empat langkah dalam perancangan, yaitu : define atau pendefinisian, design atau perancangan, development atau pengembangan, serta disseminate atau penyebarannya. Metode analisis data adalah 5H+1H, dan metode pengumpulan data adalah dokumentasi dan wawancara. Rancangan ini akan menghasilkan dalam media utama berupa buku panduan yang memberikan langkah-langkah menggambar gijinka chibi, dan media pendukung berupa gantungan kunci, stiker, pin, poster, x-banner, tote bag, dan Tumbler sebagai media promosi.
Katalog Jiwani Rivandra Asrina Dinata; Budiwirman Budiwirman
Journal on Education Vol 5 No 2 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v5i2.1233

Abstract

Jiwani is a cafe located on Jl. Behind Olo 1 No. 20, Padang City. Jiwani was founded in 2021, its founder is Sayyid Syauqi Alva. Jiwani already has an information medium in the form of Instagram but there are still many obstacles such as unclear product information and the use of promotional Instagram media, making this media have many limitations in providing detailed product information. the author aims to design media information that is useful, interesting and informative to provide information on the products to be sold. The design method used is the glass box method with SWOT analysis techniques. This design uses a simple and minimalist concept, where this style will make the information to be conveyed clear and simple so that it is easy to understand. The results of this media design are in the form of a physical book catalog which will provide information about what Jiwani and its products are, also accompanied by other supporting media such as posters, business cards, x-banners, and id cards.
The Use of Poster Masks in the Application of Project Based Learning Models in Illustration Drawing Materials Dibba Gazwami; Budiwirman Budiwirman; Darmansyah Darmansyah
International Journal of Educational Dynamics Vol 4 No 2 (2022): International Journal of Educational Dynamics (IJEDs)
Publisher : Postgraduate School, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ijeds.v4i2.387

Abstract

In the Era of the Industrial Revolution 4.0, which is sweeping all life, the world of education must be able to adapt to technological knowledge, which is a competency that must be mastered to support the improvement of the learning process. Meanwhile, for students themselves, mastery of technology can support thought processes and mastery of science and technology. The industrial revolution in the 21st-century has a major influence on the mindset and also the needs that students must have as Soft Skills so that it is referred to as 21st-century learning. various age levels, educational levels, and fields of study, you can adjust to the conditions of the school. One of the learning models referred to is Project Based Learning. Meanwhile, material for drawing illustrations that are by the demands of 21st-century learning and used in Project Based Learning learning is using a poster maker or making posters with application-based digital techniques.
Creating Conversations that Lead to Learning on Poster Material Nofrizal Nofrizal; Budiwirman Budiwirman
International Journal of Educational Dynamics Vol 4 No 2 (2022): International Journal of Educational Dynamics (IJEDs)
Publisher : Postgraduate School, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ijeds.v4i2.394

Abstract

Creating learning-generating conversations in poster materials for Junior High School 11 Mandau students in organizational behavior and leadership courses is a useful method for students to share their learning. Presenters share their posters with colleagues in a walking gallery format. This allows students to convey their learning experiences in an unscripted way, allowing for organic and direct conversation among class participants. Combining environmental situations with poster conversation results in more engagement between students than perhaps requiring papers alone. This activity is an interesting approach that encourages rich interaction and dialogue.