Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Keteraturan Siklus Menstruasi padaRemaja di Universitas ‘AisyiyahSurakarta Safina Nisfu Amalia; Sri Kustiyati
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Bulan Oktober
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i2.289

Abstract

Siklus menstruasi merupakan salah satu indikator kesehatan reproduksi perempuan. Keteraturan siklus menstruasi dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah status gizi yang dapat diukur menggunakan Indeks Massa Tubuh. IMT yang tidak normal, baik terlalu rendah maupun terlalu tinggi, dapat memengaruhi keseimbangan hormon reproduksi sehingga menyebabkan gangguan siklus menstruasi. Mengetahui hubungan antara Indeks Massa Tubuh dengan keteraturan siklus menstruasi pada mahasiswi Program Studi Sarjana Kebidanan Reguler Universitas 'Aisyiyah Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan pendekatan accidental sampling, Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling dengan jumlah sampel sebanyak 86 responden. Data diperoleh melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan untuk menentukan IMT serta kuesioner untuk mengetahui keteraturan siklus menstruasi. Analisis data menggunakan uji Fisher-Freeman-Halton Exact Test. Sebagian besar responden memiliki IMT normal sebanyak 56 responden (65,1%) dan memiliki siklus menstruasi teratur sebanyak 66 responden (76,7%). Hasil analisis menggunakan uji Fisher-Freeman-Halton Exact Test menunjukkan nilai p-value sebesar 0,005 (p<0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan keteraturan siklus menstruasi. Terdapat hubungan yang signifikan antara Indeks Massa Tubuh dengan keteraturan siklus menstruasi pada mahasiswi Program Studi Sarjana Kebidanan Reguler Universitas 'Aisyiyah Surakarta. Mahasiswi dengan IMT normal cenderung memiliki siklus menstruasi yang lebih teratur dibandingkan mahasiswi dengan IMT tidak normal.
Perbedaan Intensitas Dismenore antara Sebelum dan Setelah Diberikan Madu Akasia pada Remaja Putri di Karangtaruna Desa Ngombakan, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo Ristina Tri Utami; Sri Kustiyati
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Bulan Oktober
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i2.291

Abstract

Latar Belakang : Dismenore merupakan nyeri menstruasi yang sering dialami remaja putri, Masa remaja adalah tahap kehidupan antara anak-anak dan dewasa, yaitu dari usia 10 hingga 19 tahun yang ditandai dengan menstruasi, Kerusakan dinding endometrium menyebabkan peningkatan hormon prostaglandin yang memicu kontraksi selama menstruasi, hal ini disebut dismenore,  hal ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Berbagai penanganan dismenore banyak remaja putri yang hanya membiarkan rasa nyeri tersebut mereda dengan sendirinya meskipun merasa terganggu. Tujuan : Mengetahui perbedaan intensitas dismenore pada remaja putri di Karangtaruna Desa Ngombakan Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan rancangan one group pretest and posttest. Instrumen yang digunakan merupakan lembar pengisian Numerical Rating Scale (NRS) dengan Self report. Jumlah sampel dalam penelitian ini mengacu pada aturan Roscoe. Dalam penelitian ini ditetapkan sebanyak 20 responden. Koreksi untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya drop out dilakukan penambahan sampel sebesar 10% sehingga Total sampel pada penelitian ini adalah 22 responden.  Hasil : dalam penelitian ini adalah sebelum intervensi, median skor dismenore adalah 4,00. Setelah intervensi, median skor dismenore menurun menjadi 2,00. Kesimpulan : Terdapat perbedaan intensitas dismenore antara sebelum dan setelah diberikan madu akasia pada Remaja Putri di Karangtaruna Desa Ngombakan Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo.  
Hubungan Tingkat Pengetahuan Kesehatan Reproduksi dengan Kesiapan Menghadapi Masa Pubertas pada Siswi Sekolah Dasar Pinkan Ameliy; Sri Kustiyati
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 4, No 7 (2026): August 2026
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21801531

Abstract

Puberty is a transitional period characterized by physical, mental, and emotional changes. Knowledge of reproductive health is essential to help female students prepare for these changes. This study aimed to determine the relationship between the level of reproductive health knowledge and preparedness for puberty among female students at SDIT Ar-Risalah Wonosari, Klaten. This research employed a correlational analytic design with a cross-sectional approach. The study population consisted of 57 fourth- and fifth-grade female students, with a sample of 53 students who met the inclusion criteria and were selected using a total sampling technique. Data were collected using a questionnaire and analyzed with the Chi-square test. The majority of respondents had a good level of reproductive health knowledge (38 students, 71.7%) and were prepared to face puberty (34 students, 64.2%). The Chi-square test showed a significant relationship between the level of reproductive health knowledge and preparedness for puberty (p = 0.002), with a moderate strength of association based on Cramer's V value of 0.492. In conclusion, there was a significant relationship between the level of reproductive health knowledge and preparedness for puberty among female students at SDIT Ar-Risalah Wonosari, Klaten.