Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Preferensi dalam Memilih Hunian Menapak dan Vertikal oleh Generasi Y dan Z di Indonesia Tang, Angel; Kusuma, Hanson E.; Riska, Annisa Safira
RUAS Vol. 20 No. 1 (2022)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2022.020.01.9

Abstract

The need for housing becomes important, especially for generations Y and Z who are dominating the world's population today. The type of dwelling itself is divided into tread dwelling and vertical dwelling. In determining the type of residence they want, someone always relates it to the criteria they want as well as generations Y and Z. This study aims to determine the preferences of generations Y and Z for the type of tread or vertical residence they want. The research uses a grounded theory approach with qualitative-exploratory methods. Data collection uses a questionnaire that is distributed online and is open-ended from a freely selected sample. The findings show that there are two types of housing that are possible for generations Y and Z, namely residential treads on the outskirts of the city and vertical housing in the city center. The reasons for choosing a residence on the outskirts of the city are: flexibility, convenience, value, environment, livable culture, and security. The reasons for choosing vertical housing in the city center are: location and accessibility, facilities, practicality, atmosphere, and compulsion.
Hubungan Korelasional antara Motivasi Internal, Motivasi Eksternal, Kegiatan, dan Sense of Place di Hutan Kota Maulana, Riyad; Kusuma, Hanson E.
RUAS Vol. 20 No. 2 (2022)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2022.020.02.12

Abstract

The urban forest is a tourist destination in a natural urban environment. The relationship between visitor activities, the characteristics of the place, and the meaning of the place is very important in maintaining its nature. This research was conducted using mixed-method approach, with exploratory sequential design. The first stage explores the motivation for visiting and activities in the urban forest. The second stage reveals the correlation between internal, external motivational factors, activities, and a sense of place in the urban forest. The analysis used is factor analysis and multivariate correlation analysis, to look for relationships between dimensions that are formed based on measured variables. The results showed a correlation between internal motivation, external motivation, activities and a sense of place, interested in visiting the urban forest because of their physiological, psychological, natural environment, accessibility and relaxation needs. Meanwhile, they are very interested because of their social, cultural, recreational activities and seeing attractions.
Tiga Belas Aspek Pertimbangan Perancangan Studio Arsitektur: Kelebihan dan Kekurangan Fairuza, Nabila; Riska, Annisa Safira; Kusuma, Hanson E.
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 10 No. 4 (2021): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (945.104 KB) | DOI: 10.32315/jlbi.v10i4.9

Abstract

Perbedaan perilaku dan karakter mahasiswa arsitektur generasi Z dengan generasi sebelumnya menyebabkan perubahan preferensi mengenai tempat untuk mengerjakan tugas. Ruang studio arsitektur dianggap tidak sesuai dengan preferensi dari mahasiswa arsitektur generasi Z akibat dari ketidakpuasan terhadap pemenuhan kebutuhan oleh ruang studio arsitektur tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu aspek yang mempengaruhi keinginan mahasiswa arsitektur untuk mengerjakan tugas di ruang studio arsitektur, dan apa kekurangan yang dimiliki ruang studio berdasarkan preferensi pengguna. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan grounded theory. Pengumpulan data dilakukan dengan metode snowball sampling, dengan analisis opencoding dan distribusi. Hasil analisis menunjukkan aspek-aspek yang menjadi kekurangan maupun kelebihan dari ruang studio. Aspek tersebut kemudian diurutkan berdasarkan tingkat kepentingan yang disimpulkan berdasarkan jumlah frekuensi distribusi. Urutan aspek-aspek tersebut berdasarkan tingkat kepentingannya adalah fasilitas, kebersihan, kerapihan, dan perawatan, kenyamanan termal, koneksi, kelapangan, interaksi, teman, kenyamanan visual, suasana, keamanan dan teritori, produktivitas, serta aksesibilitas. Hasil penelitian mengungkap aspek-aspek penting yang perlu diperhatikan dan dijadikan pertimbangan agar ruang studio dapat beradaptasi untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang telah berubah. Dengan temuan ini, pertimbangan dalam mendesain ruang studio diharapkan dapat diurutkan berdasarkan tingkat kepentingan tersebut.
Hubungan Perilaku Boros Energi dengan Alasan Berperilaku Boros Energi pada Hunian Rahmadyani, Helfa; Kusuma, Hanson E.
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 10 No. 1 (2021): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.587 KB) | DOI: 10.32315/jlbi.v10i01.9

Abstract

Penggunaan energi pada bangunan berdampak pada lingkungan. Berdasarkan sektor kegiatan, penggunaan energi bangunan didominasi oleh kegiatan operasional. Dalam mengidentifikasi penggunaan energi listrik pada kegiatan operasional, aspek yang paling krusial dibahas yaitu aspek perilaku. Aspek perilaku berkaitan dengan kesadaran penghuni bangunan terhadap pentingnya menggunakan energi dengan optimal. Hal tersebut sering disebut perilaku pro-lingkungan. Penelitian ini berfokus untuk mengidentifikasi perilaku penghuni dalam mengkonsumsi energi jika dilihat dari sisi negatif pengguna, yaitu perilaku boros energi. Penelitian akan mengungkapkan hubungan korelasional antara kategori perilaku boros energi dan kategori alasan berperilaku boros energi pada hunian. Selain itu penelitian juga mengungkapkan perbedaan antar karakteristik penghuni terhadap kategori perilaku boros energi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan penelitian kualitatif-kuantitatif yang bersifat eksplanatori yakni mencari hubungan antar variabel. Metode pengumpulan data dilakukan dengan survei online yang dibagikan secara snowball-non-random-sampling. Hasil penelitian menemukan bahwa alasan boros dengan kategori “ketidakpedulian” berhubungan dengan perilaku terhadap “elektronik” dan “air”, kategori “kebiasaan” berhubungan dengan “gawai” dan “setrika”, kategori “keterpaksaan” berhubungan dengan “kendaraan” dan “alat rumah tangga”, sementara alasan boros dengan kategori “kebutuhan” berhubungan dengan perilaku terhadap “kendaraan”. Penelitian juga menemukan bahwa perbedaan jenis kelamin penghuni, pekerjaan penghuni, dan tingkat penghasilan penghuni memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku boros energi. The usage of energy in buildings has an influence on the environment. Building operating activities dominate energy usage in buildings, according to sector. The most important factor to discuss in those activities is the topic of behavior. The behavioral aspect refers to occupant awareness, often known as pro-environmental behavior. This study focuses on finding the inhabitants' negative energy consumption behavior, also known as energy wasting conduct. The study will uncover a relationship between energy-wasteful activity categories and motivations for engaging in energy-wasteful conduct. Furthermore, the study discovered disparities between occupant characteristics and the energy-wasteful behavior group. The research was conducted using qualitative-quantitative research which is explanatory in nature. The data collection method was carried out by an online survey which was distributed by snowball-non-random-sampling. According to the findings, the “indifference” category is related to the “electronics” and “water” categories, the “habit” category is related to the “gadget” and “iron” category, the “compulsion” category is related to the “vehicle” and “household appliance: category, and the “needs” category is related to the “vehicle” category. Gender disparities, occupancy variances, and occupier income levels were also shown to have a substantial influence on energy wasting behavior, according to the study.
Perilaku Spontan Penghuni Saat Bencana Alam: Dalam dan Luar Bangunan Mazaya, Ulfa; Rahmi, Marlisa; Kusuma, Hanson E.
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 10 No. 2 (2021): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (996.642 KB) | DOI: 10.32315/jlbi.v10i02.48

Abstract

Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap bencana alam. Dengan posisi yang berada pada zona Pacific Ring of Fire (cincin api) serta dikelilingi oleh tiga lempeng tektonik, keadaan tersebut berkontribusi terhadap kebanyakan bencana alam di Indonesia, seperti gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung api. Perilaku manusia sulit untuk diprediksi saat berada di situasi darurat yang menegangkan dan kacau seperti bencana alam. Pengamatan terhadap tindakan spontan pada saat bencana memungkinkan identifikasi langkah keselamatan yang diambil saat darurat. Pengamatan tersebut dapat memberikan pengetahuan akan bagaimana pola perilaku yang terjadi saat bencana alam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan memahami perilaku apa saja pada tindakan spontan yang layak untuk dipelajari oleh arsitek. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif-kuantitatif yang bersifat eksploratif dan eksplanatif. Pada pendekatan kualitatif, data pada penelitian terdahulu di analisis menggunakan open coding, axial coding dan selective coding. Pendekatan dengan metode kuantitatif dilakukan dengan menggunakan principal component analysis (PCA), factor analysis, dan analysis of variance (Anova). Data didapatkan melalui kuesioner daring yang dibagikan dengan teknik sampling snowball. Hasil yang didapatkan menunjukkan tujuh dimensi tindakan spontan selama bencana alam, dengan dua tindakan yang memiliki perbedaan signifikan pada pendekatan di dalam dan luar bangunan.
Hubungan antara Pendapatan dan Pola Kunjungan pada Kawasan Wisata Kuliner di Indonesia Sukardi, Arisa Aulia R.; Kusuma, Hanson E.; Riska, Annisa Safira
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 11 No. 1 (2022): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.871 KB) | DOI: 10.32315/jlbi.v11i01.71

Abstract

Perkembangan pariwisata yang sangat pesat merupakan salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara. Keanekaragaman kuliner di Indonesia menyimpan potensi pariwisata yang besar untuk dikembangkan. Kawasan wisata kuliner merupakan sebuah kawasan wisata yang tidak hanya menyediakan ragam kuliner tetapi aktivitas lain yang dapat mendukung kegiatan berwisata seperti area berolahraga, arena bermain, area hiburan, tempat berbelanja dan lain-lain. Sehingga dalam menyusun perencanaan pengembangan kawasan wisata yang optimal maka perlu untuk mengetahui pola kunjungan wisawatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola kunjungan masyarakat di kawasan wisata kuliner berdasarkan penghasilan yang mereka dapatkan. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif – eksploratif. Data dikumpulkan dengan kuesioner daring yang berisi pertanyaan terbuka dan tertutup. Hubungan antara data kegiatan, intensitas, durasi, mitra dan tingkat pendapatan dianalisis dengan analisis korespondensi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa masyarakat dengan kategori pendapatan Lower Middle Income (LMI) lebih menyukai jenis Wisata Hedonis, masyarakat dengan pendapatan Upper Middle Income (UMI) lebih menyukai jenis Wisata Atraksi, berbanding terbalik dengan masyarakat High Income (HI) justru hanya melakukan wisata yang masih berkaitan dengan produktivitas. One of the catalysts of a country's economic success is the rapid rise of tourism. Indonesia's culinary variety has much promise for tourist development. The culinary tourism area is a tourist area that provides a variety of culinary and other activities that could support travel activities such as sports areas, playgrounds, entertainment areas, shopping places, and others. So it is vital to determine the pattern of tourist visits to compile an appropriate tourism area development plan. This research aims to figure out the pattern of community visits in culinary tourist zones dependent on the amount of money they make. The approach used in this study was qualitative - exploratory. An online questionnaire with open and closed questions was used to collect data. Correspondence analysis was used to examine the link between activity data, intensity, duration, and income levels. According to the findings, persons in the Lower Middle Income (LMI) category choose hedonic tourism. In contrast, those in the Upper Middle Income (UMI) income category favor attraction type. Those in the High Income (HI) category only conduct tours still tied to productivity.
Korespondensi Motivasi Pengunjung dan Karakteristik Desa Wisata Prameswari, Dewi Retno; Ardhyanto, Athina; Kusuma, Hanson E.
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 7 No. 1 (2018): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.7.1.24

Abstract

Desa wisata dewasa ini memiliki peran penting dalam pembangunan perekonomian negara juga sebagai wadah kegiatan edukasi untuk memperkuat ketahanan sosial dan budaya bangsa. Dalam menjalankan kedua peran ini, desa wisata harus menjaga eksistensinya dengan melakukan inovasi dan pengembangan sehingga masyarakat tertarik untuk melakukan kunjungan. Dalam proses pengembangan dan inovasi desa wisata, faktor pendorong dan faktor penarik dalam kegiatan pariwisata desa perlu dikaji sehingga berdampak pada perbaikan kualitas destinasi wisata. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap hubungan antara motivasi wisata dan karakteristik desa wisata berdasarkan persepsi responden. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan grounded theory dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner online. Hasil penelitian mengungkakan bahwa responden dengan motivasi wisata sebagai sarana melepas penat memiliki ketertarikan pada desa wisata dengan kondisi pedesaan yang masih alami. Penelitian ini juga menemukan bahwa dalam kegiatan pariwisata terdapat empat sifat wisata yaitu wisata edukatif, wisata restoratif, wisata interaktif dan wisata hedonis
Kriteria Jalur Pedestrian di Indonesia Sakinah, Riesta; Kusuma, Hanson E.; Tampubolon, Angela C.; Prakarso, Bakri
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 7 No. 1 (2018): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.7.2.81

Abstract

Jalur pedestrian merupakan sarana infrastruktur fisik berupa jalan/jalur yang diperuntukan bagi aktifitas berjalan seorang manusia/pejalan kaki. Jalur pedestrian ini juga merupakan elemen penting dalam perancangan kota karena tidak lagi berorientasi pada keindahan visual semata, akan tetapi juga pada masalah kenyamanan bagi penggunanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara jarak berjalan kaki dengan alasannya yang nantinya akan mengeluarkan kriteria pedestrian yang dibutuhkan oleh pejalan kaki di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif eksploratif dengan pengumpulan data menggunakan survey online dalam bentuk kuesioner. Hasil analisis memperlihatkan bahwa terdapat tiga (3) keterkaitan antara jarak berjalan kaki dengan alasannya yaitu rekreatif, fungsional, dan pragmatis.
Makna Kesakralan Gereja Katolik Estika, Nita Dwi; Kurniati, Feni; Kusuma, Hanson E.; Widyawan, F. B.
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 6 No. 3 (2017): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.6.3.195

Abstract

Gereja Katolik merupakan tempat beribadah bagi umat Katolik. Gereja Katolik memiliki konsep sacred space. Manusia merasakan sacred space sebagai “kehadiran Tuhan” yang mengisi “kekosongan”. Persepsi umat sebagai pengguna mengenai kesakralan gereja Katolik merupakan lubang pengetahuan penting, namun belum terungkap. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali hal-hal pokok terkait kesakralan gereja Katolik menurut persepsi umat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat eksploratif. Pengumpulan data melalui kuesioner daring terbuka. Metode analisis menggunakan analisis isi. Berdasarkan hasil analisis ditemukan tiga makna kesakralan gereja, yaitu makna arsitektural, makna peribadatan, dan makna lingkungan.
Korespondensi antara Motivasi dan Jenis Wisata Wiyono, Bakri Prakarso Andi; Kusuma, Hanson E.; Tampubolon, Angela Christysonia; Ardhyanto, Athina
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 6 No. 4 (2017): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.7.2.74

Abstract

Indonesia memiliki potensi wisata yang berlimpah sehingga banyak sekali masyarakat yang melakukan kegiatan wisata. Setiap masyarakat memiliki jenis wisata yang disenangi serta motivasi di dalam berwisata. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara jenis wisata yang disenangi dengan motivasi berwisata. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif eksploratif. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring yang dibagikan secara bebas sehingga dimungkinkan untuk mendapat responden dari berbagai daerah di Indonesia (snowball-non-random-sampling). Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan analisis isi, analisis distribusi, analsis korespondensi, dan analisis cluster. Hasil analisis mengungkapkan bahwa jenis wisata yang dominan disenangi adalah wisata alam, sedangkan motivasi berwisata yang dominan adalah menghilangkan penat. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa hubungan jenis wisata dengan motivasi berwisata membentuk kelompok sikap di dalam berwisata yang terdiri dari kognitif, afektif, dan konatif.