Ahmad Syarif
Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Makna pada Lirik Lagu "Komang" Karya Raim Laode melalui Pendekatan Semiotika Ferdinand De Saussure Utira AR, Sherina Cahya; Wardah, Wardah; Syarif, Ahmad
Jurnal Komunikasi dan Organisasi (J-KO) Vol. 7 No. 1 (2025): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi, FISIP Unismuh Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jko.v7i1.17589

Abstract

Musik merupakan salah satu sarana yang dapat digunakan oleh setiap individu untuk menyampaikan komunikasi dengan cara yang berbeda, yaitu melalui suara karena salah satu tujuan musik sebagai media berkomunikasi. Lagu yang terbentuk dari hubungan antara unsur musik dengan unsur syair atau lirik lagu merupakan media yang digunakan dalam menyampaikan pesan oleh komunikator kepada komunikan dalam jumlah yang besar melalui media massa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna dalam lirik lagu. Dimana dalam sebuah lirik lagu memiliki sebuah pesan yang ingin disampaikan pencipta dan penyanyi kepada pendegarnya. Pada penelitian ini, menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan analisis semiotika dari Ferdinand de Saussure dimana objek yang digunakan adalah sebuah lirik lagu dengan membagi keseluruhan lirik lagu menjadi beberapa bait dan selanjutnya perbait akan dianalisis dengan menggunakan teori semiotika dari Ferdinand de Saussure. Model teori dari Saussure lebih memfokuskan perhatian langsung kepada signified (petanda) dan signifier (penanda) serta hubungan sintagmatik dan paradigmatik. Hasil penelitian dari lirik lagu "Komang" bahwa lagu dapat dijadikan media komunikasi ekspresi cinta yang mencerminkan kerinduan dan kekaguman yang mendalam terhadap suatu objek. Ditemukan juga hasil penelitian terkait pengaruh sosial yang dirasakan masyarakat berupa perasaan emosional tentang perjuangan dan harapan.
ANALISIS RESEPSI GEN Z TERHADAP WACANA CHILDFREE DALAM KONTEN INFLUENCER GITASAV (STUDI TEORI RESEPSI STUART HALL) Maulidiah Jamal, Nurfadhilah; Syarif, Ahmad; Alim, Irwan
Journal of Media and Communication Studies Vol 4 No 1 (2025): Jourmics (Journal Of Media and Communication Studies)
Publisher : Communication and Islamic Broadcasting Studies IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/jourmics.v4i1.15241

Abstract

The childfree phenomenon, defined as a conscious decision not to have children, has sparked public debate, especially after influencer Gita Savitri Devi (Gitasav) openly expressed her views on social media. Generation Z, who grew up in the digital era, represents an interesting group to study because they have extensive access to information and are accustomed to shaping opinions through social media platforms. This research aims to analyze Gen Z’s reception of the childfree discourse in Gitasav’s content using Stuart Hall’s reception theory, which categorizes audience responses into three positions: dominant hegemonic position, negotiated position, and oppositional position. The study employs a qualitative approach with the reception study method. Data were collected through in-depth interviews with five Gen Z informants who are students of Universitas Muhammadiyah Makassar. The results show that Gen Z’s reception is divided into three main positions: (1) full acceptance of the childfree perspective as a form of individual freedom (dominant position), (2) selective acceptance by aligning it with cultural and religious values (negotiated position), and (3) complete rejection based on religious norms and social traditions (oppositional position). Factors such as religious background, cultural values, personal experiences, and the intensity of social media exposure influence the formation of these receptions. Keywords: Childfree, Generation Z, Reception, Gitasav, Stuart Hall
KOMUNIKASI BENCANA DAN KETIMPANGAN INFORMASI: ANALISIS KRITIS KOORDINASI ANTARLEMBAGA DI KOTA MAKASSAR Ahmad Syarif; Kamsar Kamsar
Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Vol. 11 No. 2 (2026): EDISI APRIL
Publisher : Laboratorium Ilmu Komunikasi Fisip UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jikuho.v11i2.2032

Abstract

Kota Makassar menghadapi risiko bencana majemuk yang menuntut komunikasi risiko dan krisis konsisten dalam struktur pemerintahan daerah. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara kritis bagaimana koordinasi pemerintahan kota melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) membentuk komunikasi bencana dan memunculkan ketimpangan informasi publik. Studi ini menggunakan desain kualitatif berbasis studi pustaka dan analisis dokumen sepuluh tahun terakhir dari basis data bereputasi serta dokumen kebijakan daerah. Melalui pendekatan ini, penelitian memetakan hubungan antara tata kelola kelembagaan dan efektivitas distribusi informasi di tengah masyarakat perkotaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas komunikasi bencana ditentukan oleh tiga simpul koordinasi utama; integrasi data, keseragaman pesan, dan alur diseminasi informasi. Ketimpangan informasi muncul ketika simpul-simpul tersebut tidak selaras dalam sistem komando, ditandai oleh fragmentasi data, perbedaan indikator, ketiadaan standardisasi instruksi tindakan, serta lemahnya pembaruan situasi (situational update). Ketidaksinkronan ini berdampak pada kesiapsiagaan yang tidak merata, instruksi evakuasi tidak spesifik wilayah (area-specific), hingga bias dalam prioritas distribusi bantuan. Temuan ini menegaskan bahwa komunikasi bencana merupakan refleksi langsung dari kualitas koordinasi birokrasi. Penelitian ini merekomendasikan penguatan tata kelola melalui BPBD dengan menetapkan rujukan data bersama serta menyepakati indikator dan ambang peringatan lintas instansi. Diperlukan pula penerapan templat pesan berorientasi tindakan yang spesifik wilayah guna menjangkau karakter permukiman yang beragam. Pembentukan Prosedur Operasional Standar (SOP) pembaruan situasi yang konsisten menjadi prasyarat mutlak untuk menekan ketimpangan informasi dan meningkatkan keselamatan publik. Penguatan fungsi komando informasi diharapkan dapat menjamin hak warga atas informasi bencana yang akurat dan inklusif.