Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh Terapi Bermain Mewarnai Gambar terhadap Kecemasan Hospitaslisasi pada Anak Prasekolah Dwi Aryani; Nedra Wati Zaly
Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi Vol. 10 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jab.v10i1.289

Abstract

Hospitalization is a state of crisis in children, when the child is sick and hospitalized. The hospital care environment can cause fear and anxiety in the child. Play activity therapy is one of the good activities to overcome the anxiety of children who are hospitalized, so that it can accelerate the healing process of pain in children. This study aims to find out the effect of play therapy coloring pictures on anxiety due to hospitalization in preschool age children in the pavilion of Gatot Soebroto Hospital. This research applies pre-experimental method with one group pre test post test design approach. The sample of this study was 35 respondents with purpose sampling techniques. T test results obtained p = 0.000 value if α = 0.05 then p<α and Ha are accepted. The results of this study showed that there is an influence of play therapy coloring pictures on the decrease in anxiety due to hospitalization in preschool-age children in the Pavilion of Gatot Soebroto Hospital in 2019. This research is expected to increase play therapy activities as one of the interventions to help reduce anxiety, especially preschool-age children who are experiencing hospitalization
PKM Internalisasi dan Pendampingan Aplikasi Teknologi Kemasan Pangan yang Sehat dan Halal bagi Pelaku Usaha Salimahpreneur Depok Nedra Wati Zaly; Muhammad Novianto Bayu Saputro; Sabriela Afni
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v6i2.2230

Abstract

Standar kemasan pangan sudah diatur dalam PP No. 86 Tahun 2019 pasal 82 ayat 2, namun seringkali ditemukan banyak penyimpangan di lapangan. Kekurangan informasi tentang kemasan pangan banyak ditemukan pada pelaku usaha karena aksesibilitas terhadap pelatihan yang kurang. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan pelaku usaha pangan tentang kemasan pangan yang baik yaitu sehat dan halal. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan metode partisipatif dengan melakukan pendekatan terhadap pelaku usaha Salimahpreneur. Setelah mendapatkan ijin salimahpreneur Depok, pelaksana mempersiapkan materi pelatihan. Selanjutnya pemberian pelatihan tentang kemasan pangan yang sehat dan halal dan tentang penggunaan kemasan pangan yang sehat dan halal. Setelah pelatihan, pelaksana memberikan pendampingan bagi peserta dalam memilih dan menggunakan kemasan pangan yang baik dan halal. Kegiatan ini memberikan dampak yang signifikan dalam hal kebermanfaatan bagi pelaku usaha Salimahpreneur serta meningkatkan produktifitasnya.
Penilaian Mahasiswa Terhadap Pembelajaran Mata Kuliah Keperawatan Islami di STIKes Jayakarta PKP DKI Jakarta Kadun, Murtiningsih; Zaly, Nedra Wati
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.19 KB) | DOI: 10.33867/jka.v6i1.81

Abstract

Tujuan penelitian ini menggambarkan penilaian mahasiswa terhadap pelaksanaan pembelajaran mata kuliah keperawatan islami. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester 2 (dua) STIKes Jayakarta sejumlah 98 orang.Teknik pengumpulan data dengan kuesioner evaluasi dosen oleh mahasiswa (EDOM) secara online melalui website STIKes Jayakarta. Hasil penelitian didapatkan penilaian (1) kurang, (2) cukup, (3) memuaskan, dan (4) sangat memuaskan. Penilaian Mahasiswa kelas A terhadap kesiapan mata kuliah didapatkan sebesar 3% kurang, 3 % cukup, 26% memuaskan dan 68 % sangat memuaskan. Penilaian terhadap pelaksanaan pembelajaran sebesar 3% cukup, 31% memuaskan, dan 66% sangat memuaskan. Penilaian terhadap mata kuliah sebesar 26% memuaskan dan 74% sangat memuaskan. Penilaian terhadap praktek laboratorium sebesar 3% cukup, 21% memuaskan, dan 76% sangat memuaskan. Penilaian terhadap kunjungan rumah sakit 3% cukup, 21% memuaskan, dan 76% sangat memuaskan. Penilaian evaluasi mata kuliah 40% memuaskan, dan 60% sangat memuaskan. Saran yang dapat direkomendasikan dari penelitian ini adalah peningkatan praktek laboratorium demontrasi dalam membantu ibadah pasien wudhu, tayamum dan sholat. Hendaknya pada saat praktek dirumah sakit mahasiswa mengaplikasikan keperawatan islami kepada pasien yang dibimbing oleh pembimbing akademik. Kata Kunci, Keperawatan Islami, Evaluasi pembelajaran
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI SEIMBANG DENGAN STATUS GIZI ANAK USIA 3-5 TAHUN DI POSYANDU RW 002 KELURAHAN TUGU SELATAN KOTA JAKARTA UTARA Wati, Putri Laras; Zaly, Nedra Wati
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.42730

Abstract

Masalah gizi pada anak usia 3–5 tahun masih menjadi isu kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di wilayah perkotaan seperti Jakarta Utara. Pengetahuan ibu tentang gizi seimbang merupakan salah satu faktor tidak langsung yang berpotensi memengaruhi status gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi seimbang dengan status gizi anak usia 3–5 tahun di Posyandu RW 002 Kelurahan Tugu Selatan, Kota Jakarta Utara. Penelitian ini menggunakan desain analitik cross-sectional dengan teknik total sampling yang melibatkan 118 ibu dan anak. Data pengetahuan ibu dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Guttman, sedangkan status gizi anak dinilai berdasarkan indikator antropometri WHO (BB/U, TB/U, BB/TB, dan IMT/U) yang dihitung menggunakan aplikasi WHO Anthro. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki tingkat pengetahuan cukup (50,8%), dan mayoritas anak berada pada kategori status gizi normal berdasarkan seluruh indikator antropometri. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu tentang gizi seimbang dengan status gizi anak usia 3–5 tahun berdasarkan indikator BB/U, TB/U, BB/TB, dan IMT/U (p < 0,05). Disimpulkan bahwa pengetahuan ibu berasosiasi signifikan dengan status gizi anak. Penguatan edukasi gizi melalui kegiatan posyandu diperlukan sebagai strategi preventif untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG STIMULASI MOTORIK HALUS DAN KASAR TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK Widiyanti, Monica; Zaly, Nedra Wati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.56041

Abstract

Perkembangan motorik pada anak usia dini merupakan salah satu komponen penting yang sangat dipengaruhi oleh pemberian stimulasi dari orang tua, terutama ibu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan ibu mengenai stimulasi dengan perkembangan motorik kasar dan motorik halus anak usia 3 tahun di Posyandu Rawa Badak Selatan, Jakarta. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian terdiri dari 81 pasangan ibu dan anak usia 3 tahun yang diambil dengan teknik simpel random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner pengetahuan ibu serta lembar observasi perkembangan motorik anak, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher Exact. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai stimulasi motorik kasar (98,8%) dan motorik halus (88,9%). Sebagian besar anak usia 3 tahun juga menunjukkan perkembangan motorik kasar dan motorik halus yang sesuai dengan usia, masing-masing sebesar 97,5%. Analisis bivariat memperlihatkan adanya hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu tentang stimulasi dengan perkembangan motorik kasar anak usia 3 tahun (p = 0,025) serta perkembangan motorik halus anak usia 3 tahun (p = 0,000). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan pengetahuan ibu tentang stimulasi terhadap perkembangan motorik kasar dan motorik halus pada anak usia 3 tahun. Oleh karena itu, upaya peningkatan pengetahuan ibu melalui kegiatan edukasi kesehatan di Posyandu perlu terus ditingkatkan guna mendukung perkembangan motorik anak secara optimal sejak usia dini.