Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

KESENIAN JARANAN KPK (KRIDHO PANJI KUSOMO) KOTA BLITAR SEBAGAI SIMBOL MAKNA KULTURAL (SEBUAH STUDI LINGUISTIK ANTROPOLOGI) Miza Rahmatika Aini
FRASA: Jurnal Keilmuan, Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 3 No. 1 (2022): FRASA: JURNAL KEILMUAN BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesenian merupakan salah satu bagian dri unsur kebudayaan. Dalam kesenian tersebut di antaranya berupa seni musik, seni rupa dan seni tari. Jaranan sebagai sebuah seni tari merupakan kesenian yang telah ada secara turun-temurun. Dalam sejarahnya jaranan merupakan kepercayaan masyarakat Jawa agraris yang percaya kepada roh leluhur dan hewan-hewan. Beberapa bagian dalam jaranan yang meliputi, gerak tarik, dan musik instrumennya memiliki simbpl-simbol dan fungsi tertentu. Bahasa tidak pernah lepas dari makna kebudayaan. Karena kebudayaan itu sendiri yang membentuk sebuah makna. Sehingga jaranan direpresentasikan pada simbol-simbol tertentu. Dalam hal ini peneliti melakukan observasi dan wawancara pada kelompok jaranan KPK (Kridho Panji Kusumo) yang terletak di desa Sawahan Kelurahan Klampok Kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan studi kasus. Hasil penelitian ini berupa data yang menyebutkan bahwa ada tiga jenis tarian jaranan yakni Jawa Klasik, Sentherewe dan Pegon. Simbolisasi dan makna tarian Jaranan merupakan simbolisasi atau pemaknaan dari “trance”atau “ndadi”atau keseurupan yang berarti pemaknaan dan penyembahan kepada roh leluhur.