Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

The Use of Ambon Banana Starch (Musa paradisiaca var. sapientum L.) as a New Binder in Tablet Formulation : Penggunaan Pati Pisang Ambon (Musa paradisiaca var. sapientum L.) Sebagai Bahan Pengikat Baru Dalam Formulasi Tablet Ikhwatun Mutmainnah; Santi Sinala; Sisilia TR Dewi
Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmacy) (e-Journal) Vol. 9 No. 1 (2023): (March 2023)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/j24428744.2023.v9.i1.15917

Abstract

Background: Synthetic materials are commonly used as binders in tablet formulations, this causes the price of tablets to be more expensive. For this reason, new discoveries are sought that can replace synthetic materials by utilizing materials from nature. One of the binders that comes from natural ingredients and is easily obtained is the Ambon Banana Starch (Musa paradisiaca var. sapientum (L.)). Objectives: This study was conducted to determine the physical characteristics of paracetamol tablets from Ambon banana starch (Musa paradisiaca var. sapientum L.) as a binder. Materials and Methods: Paracetamol tablets were compressed using the wet granulation method by adding a binder in the form of Ambon banana starch mucilago. The consentration of Ambon banana starch used was Formula I (15%), Formula II (17.5%) and Formula III (20%). Evaluation of the physical characteristics of the preparation is determined through the parameters of granule testing and tablet testing. Results: Formulation I, II, and III have met the requirements for the granule test. Meanwhile, in tablet testing, the results of size uniformity test, weight uniformity test, hardness test, and disintegration time test met the requirements for all formulations. However, in the friability test, Formula I (15%) did not meet the requirements with a value of 2.07% (requirement <1%), while formulas II and III had met the requirements. Conclusions: This study showed that Ambon banana starch can be used as a binder in tablet formulation.
Formulasi Sediaan Balsem Stik Dari Lada Putih (Piper album) Jumriani Jumriani; Santi Sinala; Ismail Ibrahim
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v8i2.202

Abstract

Lada putih atau merica (Piper album) dapat digunakan sebagai analgetik dan anti inflamasi pada asam urat. Asam urat (artritis gout) merupakan suatu penyakit dengan potensi ketidakmampuan akibat radang sendi dimana terjadi penumpukan kristal pada daerah sendi sehingga menyebabkan adanya nyeri, kerusakan sendi, dan kehilangan fungsi pada sendi. Untuk itu dicari penemuan baru ekstrak yang dapat mengurangi nyeri dan inflamasi serta stabil apabila dibuat sediaan topikal atau balsem. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kestabilan fisik dari sediaan balsem stik lada putih (Piper album). Sediaan  balsem  stik  dari  ekstrak biji   lada   putih     (Piper album)      ini     dilakukan beberapa  pengujian  mutu  fisik yakni uji organoleptis, uji homogenitas, pengukuran pH, uji daya oles, uji daya sebar, uji iritasi dan uji hedonik. Formulasi sediaan balsem stik dari ekstrak biji lada putih (Piper album) dibuat dengan variasi tiga formula. Hasil dari pengujian mutu fisik sediaan balsem stik diperoleh semua sediaan memenuhi syarat. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sediaan balsem ekstrak Lada putih (Piper album) dengan tiga variasi formula memiliki kestabilan mutu fisik sediaan yang baik dan memenuhi syarat.
Formulasi Masker Gel Peel Off Ekstrak Kulit Buah Langsat (Lansium domesticum L) dengan Variasi PVA (Polivinil Alkohol) Een Samsul; Jumain Jumain; Santi Sinala
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v8i2.203

Abstract

Masker merupakan salah satu jenis perawatan kosmetik yang banyak digunakan dan dikenal oleh masyarakat. Kosmetik didefinisikan sebagai bahan yang dioleskan. Masker gel peel off dideskripsikan sebagai sediaan kosmetik perawatan kulit berbentuk gel yang dapat dilepas atau terkelupas seperti selaput elastis setelah dioleskan pada kulit selama beberapa waktu hingga mengering. Karena dapat mempengaruhi sifat fisik masker yang dihasilkan, maka pembentukan lapisan film merupakan tambahan yang paling berpengaruh terhadap formula masker gel peel-off. Salah satu bahan yang dapat digunakan untuk membuat lapisan film adalah PVA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan ekstrak kulit buah langsat menjadi sediaan masker gel peel-off dan untuk mengetahui pengaruh penambahan variasi konsentrasi PVA yang stabil terhadap sediaan masker gel peel-off. Masker gel peel-off dibuat dengan konsentrasi polivinil alkohol (PVA) yang berbeda: 10%, 12,5%, 15%. Evaluasi mutu fisik dilakukan sebelum dan sesudah penyimpanan sediaan masker wajah gel peel-off terutama percepatan penyimpanan melalui metode (freeze thaw) sebanyak 6 siklus yang meliputi homogenitas, viskositas, pengamatan organoleptik, waktu kering, pengukuran pH, dan daya sebar. Ekstrak kulit buah langsat dapat dibuat menjadi sediaan masker gel peel-off, menurut hasil penelitian. Hasil mutu fisik sediaan menunjukkan bahwa formula dengan konsentrasi PVA 12,5% dan 15% memenuhi syarat mutu fisik.
FORMULASI SABUN PADAT TRANSPARAN DENGAN SARI DAGING BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) SEBAGAI ANTIOKSIDAN Amelia Nissy Theresia Jireh Dhara; Santi Sinala; St Ratnah
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 27 No. 1 (2023): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sabun padat transparan merupakan salah satu sediaan dalam bidang kefarmasian. Untuk membuat sediaan sabun padat transparan dilakukan serangkaian prosedur yang diharap tidak menimbulkan permasalahan guna mempertahankan kestabilan mutu fisik sediaan tersebut. Sebagai sediaan yang dikenal akan kealamiannya berdasarkan tampilan yang transparan, maka sediaan akan diformulasikan dengan bahan alam yaitu sari daging buah naga merah sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji stabilitas mutu fisik sedian sabun padat transparan yang diformulasikan bersama bahan alami sari daging buah naga merah sebagai antioksidan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh hasil pengujian mutu fisik sediian sabun padat transparan dengan sari daging buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) yang meliputi uji organoleptik, transparansi sabun, Ph, stabilitas busa dan homogenitas sediaan dinyatakan sesuai dengan syarat mutu fisik sediaan.
Formulasi Emulgel Ekstrak Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas (L.) Poiret) Dengan Variasi Gelling Agent Alfiyani Bakri; Santi Sinala; St. Ratnah
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ubi jalar ungu mengandung senyawa antosianin yang berkhasiat sebagai antioksidan. Ubi jalar ungu diformulasikan menjadi sediaan topical emulgel. Sediaan emulgel memiliki keuntungan dibandingkan sediaan gel atau sediaan emulsi saja karena emulgel merupakan gabungan dari emulsi dan gel yang terdiri atas dua fase yaitu fase minyak dan fase air sehingga dapat melarutkan bahan-bahan yang bersifat hidrofobik. Selain itu adanya fase minyak dapat membuat bahan obat akan menempel lebih lama pada kulit dengan daya sebar yang baik dan mudah dalam pengaplikasiannya di kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi gelling agent terhadap stabilitas fisik sediaan emulgel ekstrak ubi jalar ungu. Dibuat 3 formulasi emulgel ekstrak ubi jalar ungu. Formula 1 mengandung Carbopol 1%, formula 2 mengandung Carrageenan 1% dan formula 3 mengandung Carbopol 1% dan Carrageenan 1%. Uji fisik meliputi uji organoleptik, uji pH, uji   daya sebar, uji daya lekat, uji viskositas, uji tipe emulsi dan uji hedonik. Hasil dari pengujian stabilitas mutu fisik didapatkan formula 1 memenuhi semua syarat dalam pengujian dan merupakan formula paling baik diantara formula 2 dan formula 3. Pada formula 2, tidak memenuhi persyaratan untuk uji homogenitas dan uji viskositas. Dan formula 3, tidak memenuhi persyaratan untuk uji homogenitas. Namun, pada pengujian hedonik didapatkan nilai tertinggi dan yang paling banyak disukai oleh panelis adalah formula 3. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan Carbopol sebagai gelling agent dapat memberikan stabilitas fisik yang baik pada sediaan emulgel ekstrak ubi jalar ungu dibandingkan dengan penggunaan Karagenan.
Transparent Antiseptic Soap as a Personal Hygiene Product for Maternal and Child Health in Bontoala Tua Village, Makassar City Santi Sinala; Rusli Rusli; Sisilia Teresia Rosmala Dewi
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v4i2.302

Abstract

Personal hygiene merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk menjaga kebersihan tubuh pribadi. Upaya ini dapat berupa kegiatan perawatan diri seperti mandi, mencuci tangan, memakai pakaian yang bersih dll, demi mendapatkan tubuh yang sehat. Situasi dan kondisi lingkungan berpengaruhi dalam munculnya personal hygiene yang rutin. Letak pemukiman yang berada di daerah kota dengan tingkat polusi yang tinggi, dan didukung dengan kondisi pandemi Covid 19 di beberapa tahun ke belakang, memaksa kita harus meningkatkan kebiasaan personal hygiene. Ibu dan anak merupakan kelompok rentan yang dapat menjadi objek penderita yang utama. Anak dengan aktivitas yang permainan yang tinggi menyediakan paparan bakteri melalui udara akan gampang mengkontaminasi kulit. Salah satu upaya personal hygiene adalah mandi dan mencuci tangan dengan menggunakan sabun antiseptik. Mendukung program pemerintah 5M yaitu mencuci tangan menggunakan sabun, maka akan dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang pentingnya personal hygiene dan praktek pembuatan sabun transparan antiseptik. Lokasi sasaran adalah Kelurahan Bontoala Tua, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan interaktif dan pelatihan pembuatan sabun transparan antiseptik yang mengandung sari buah naga sebagai sumber zat aktif antiseptiknya. Untuk mengukur ketercapaian kegiatan pengabdian ini maka dilakukan dengan pre dan post test. Hasil yang dicapai dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah keinginan peserta untuk mengetahui pembuatan sabun transparan antiseptik yang mengandung sari buah naga. Hal ini dapat dilihat dari hasil kuisioner pada 30 orang koresponden dimana hasil pre dan post test yaitu Pre test = 30.3%, Post Test = 96%.  Hasil ini menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat. Dari kegiatan ini dihasilkan adanya peningkatan pengetahuan dan transfer ilmu tentang pentingnya menjaga kesehatan personal hygiene.
Karakteristik Mikroemulsi Deksametason Menggunakan Variasi Surfaktan Tween 80 dengan Kombinasi Kosurfaktan Propilen Glikol dan Gliserin Nur Husfianingsi; Santi Sinala; Arisanty Arisanty
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i2.314

Abstract

Bentuk sediaan dengan penghantaran yang buruk dapat menurunkan bioavailabilitas dan menyebabkan obat tidak dapat menghasilkan efek terapi secara optimal. Obat yang mempunyai kelarutan sukar larut dalam air yaitu deksametason. Salah satu langkah yang dapat meningkatkan kecepatan disolusi dan ketersediaan hayati obat yaitu diformulasikan menjadi sediaan mikroemulsi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik mikroemulsi deksametason menggunakan variasi surfaktan tween 80 dengan kombinasi kosurfaktan propilen glikol dan gliserin. Pada penelitian ini digunakan metode observasi dengan mengamati karakteristik dari masing-masing formula yang meliputi uji organoleptis, uji pH, uji viskositas, uji morfologi, dan uji ukuran partikel. Hasil pengujian organoleptis formula 1 dan 2 terjadi pemisahan fase ketika telah dimasukkan dalam climatic chamber, pengujian pH formula 1-4 mempunyai nilai rata-rata pH sebelum masuk climatic chamber berturut-turut 5,5; 5,7; 5,4; 5,8; dan setelah 4,3; 4,9; 5,0; 4,8; Pengujian viskositas formula 1-4 sebelum masuk dalam climatic chamber berturut-turut 211 cps, 344 cps,  496,7 cps, 413 cps, dan setelah 250,7 cps, 287,3 cps, 315,3 cps, 428,3 cps, pengujian morfologi semua formula berbentuk sferis, pengujian ukuran partikel formula 1-4 berturut turut 42,7 µm, 38,7 µm, 23,2 µm, 28,7 µm. Mikroemulsi deksametason pada konsentrasi tween 80 sebesar 30% mampunyai karakteristik yang paling stabil karena sifat fisikokimia yang paling stabil secara orgonoleptik dan mempunyai ukuran partikel yang paling kecil.