Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengaruh Adiksi Media Sosial Dan Perilaku Narsistik Terhadap Fear Of Missing Out (Fomo) Pada Mahasiswa Program Studi Bimbingan Dan Konseling Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan di Universitas PGRI Madiun Dinda Sagita; Beny Dwi Pratama; Noviyanti Kartika Dewi
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 3, No 1 (2024): Tantangan dan Peluang dalam Menghadapi Revolusi Digital Dunia Pendidikan: Perspe
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fear of Missing Out, atau FoMO, ialah kekhawatiran yang muncul ketika seseorang merasa bahwa ia akan tertinggal atau ketinggalan dari orang lain. Ini bisa memengaruhi sejumlah aspek kehidupan, termasuk kesuksesan akademis. Tujuan dari penelitian ini ialah guna mengetahui bagaimana pengaruh kecanduan media sosial dan sifat narsistik terhadap FoMO pada mahasiswa yang terdaftar di program studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Madiun. Populasi dalam penelitian kuantitatif ini meliputi 200 mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Madiun angkatan 2020. Penelitian ini menggunakan pendekatan purposeful sampling, yaitu sampel dipilih berdasarkan kriteria tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian. Dari 125 responden, atau 62,5% dari total responden, wanita merupakan mayoritas dari survei ini. Sementara itu, 75 responden, atau 37,5%, adalah laki-laki. Uji t dan koefisien determinasi yang dijelaskan dalam variabel Kecanduan Media Sosial (X1) digunakan dalam pengujian hipotesis penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa thitung > ttabel, atau 12,976 > 1,984, dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05, memperlihatkan kalau Ha diterima dan Ho ditolak. Hal ini mengindikasikan bahwasanya mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Madiun mengalami Fear Of Missing Out (FoMO) sebagian disebabkan karena adanya pengaruh yang positif dan substansial dari variabel Kecanduan Media Sosial (X1). Ho ditolak dan Ha diterima pada variabel Perilaku Narsistik (X2), dimana hasil temuan menunjukkan bahwa thitung > ttabel yaitu 10,866 > 1,984 dengan signifikansi 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa di kalangan mahasiswa yang terdaftar di Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Madiun terdapat hubungan positif dan signifikan secara parsial variabel Perilaku Narsistik (X2) terhadap Fear of Missing Out (FoMO).
Pelatihan Perancangan Media Ajar Literasi dan Numerasi di SDN Sumengko Silvia Yula Wardani; Rischa Pramudia Trisnani; Noviyanti Kartika Dewi
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v6i2.2860

Abstract

Kemampuan literasi numerasi sangat penting di abad 21. Kemampuan ini menjadi kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh peserta didik. Untuk menumbuhkan dan meningkatkan kemampuan literasi numerasi diperlukan media dalam pembelajaran. Untuk memfasilitasi guru dalam menyusun media dalam meningkatkan literasi numerasi peserta didik diadakan kegiatan pelatihan. Kegiatan pelatihan diawali dengan tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan pelatihan dilakukan di SDN Sumengko Kecamatan Kwadungan Kabupaten Ngawi. Dalam kegiatan pelatihan peserta mendapatkan materi tentang literasi numerasi, cara mengembangkan media untuk meningkatkan kemampuan literasi numerasi. Kegiatan pelatihan berjalan dengan baik. Guru sebagai peserta pelatihan sangat antusias dan senang mengikuti kegiatan pelatihan karena mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru dalam mengembangkan media pembelajaran. Dalam pengembangan media tidak perlu mengeluarkan banyak biaya namun dapat dengan memanfaatkan barang atau bahan yang tersedia di sekolah. Harapannya dengan adanya media dalam pembelajaran ini siswa menjadi lebih termotivasi dan hasil belajar meningkat
Preventing Stunting in Adolescents Through Religious-Based Peer Guidance Asroful Kadafi; Noviyanti Kartika Dewi; Silvia Yula Wardani; Nur Kholifah; Cindi Febi Fatmawati
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 03 (2026): July 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i03.8008

Abstract

Stunting remains a critical nutritional challenge in Indonesia, contributing to long-term cognitive, economic, and health deficits. This study aimed to evaluate the effectiveness of religious-based peer guidance in improving adolescents' understanding of stunting as a preventive strategy. A quasi-experimental design with a non-equivalent control group was employed. The sample consisted of 20 adolescents with low baseline knowledge of stunting, divided equally into an experimental group (receiving religious-based peer guidance) and a control group (receiving conventional peer guidance through discussion only). The stunting understanding scale, developed based on Bloom's Taxonomy, was administered as a pre-test and post-test. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank Test and the Mann-Whitney U Test. Results indicated that both groups showed significant improvements; however, the experimental group demonstrated a substantially greater increase, moving from moderate to high understanding levels (post-test scores of 90–120), while the control group remained in the moderate range (post-test scores of 60–89). The Mann-Whitney U Test revealed a significant difference between the two groups (p = 0.000), confirming the superior effectiveness of the religious-based approach. These findings suggest that integrating religious values into peer guidance not only enhances cognitive understanding but also reinforces adolescents' internal commitment to stunting prevention. This study contributes a novel, culturally grounded intervention model for counselors and health educators. Keywords: adolescent health, Peer guidance, quasi-experimental study, religious values, stunting prevention
Upaya Mereduksi Academic Burnout Melalui Layanan Konseling Kelompok dengan Teknik Reframing Pada Siswa SMA Kelas XI MA Pertanian Kota Madiun Evaelistarosa Yula Selinda; Noviyanti Kartika Dewi; Silvia Yula Wardani
Indonesian Journal of Educational Counseling Vol 10 No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/001.2026102.561

Abstract

Academic burnout is a psychological condition experienced by students who feel emotionally, physically, and mentally exhausted due to continuous academic demands. This condition may reduce students’ learning motivation, concentration, academic confidence, and involvement in classroom activities. The present study aimed to examine the change in students’ academic burnout after receiving group counseling services using the reframing technique. This research employed a quantitative approach with a pre-experimental method using a one-group pretest-posttest design. The research subjects were five eleventh-grade students of MA Pertanian Kota Madiun who were identified as having a high level of academic burnout. The subjects were selected through purposive sampling based on initial observation, interviews with the school counselor, and academic burnout scale scores. The instrument used in this study was an academic burnout scale consisting of 25 Likert-type items. The data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed a decrease in students’ academic burnout scores after the intervention. The mean pretest score was 77, while the mean posttest score decreased to 51.2. The Wilcoxon test showed an Asymp. Sig. (2-tailed) value of 0.043, indicating a significant difference between pretest and posttest scores. These findings suggest that group counseling with the reframing technique has the potential to reduce students’ academic burnout by helping them develop more adaptive perspectives toward academic demands. However, the results should be interpreted carefully due to the limited number of subjects and the absence of a control group.
Teenagers' Understanding Level about Stunting in Terms of Gender Asroful Kadafi; Noviyanti Kartika Dewi; Silvia Yula Wardani; Nur Kholifah; Cindi Febi Fatmawati
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 3 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i3.5771

Abstract

Stunting is one of the issues that is being focused on by the government. The problem of stunting is a concern and also handled collaboratively with various stakeholder elements. The issue of stunting needs to be introduced to individuals from an early age or before pre-marital age. However, the reality in the field is that there are still many teenagers who do not have sufficient knowledge regarding stunting. This research aims to see the level of students' understanding about stunting. This research uses a quantitative approach, specifically using a survey method. Data sources were obtained from primary sources and analyzed using descriptive statistical analysis and also using different tests. The research results show that students' level of understanding about stunting is at a medium level. And the results of different tests to see whether there are differences in the level of understanding between male and female students show trends that are almost the same or there are no significant differences. It is hoped that the results of this research can be used as a basis for related parties in formulating policies to intervene in stunting prevalence.
PENDAMPINGAN GURU BK MELALUI KOTAK KONSELING SENSORIK DI SMP INKLUSIF KABUPATEN MADIUN Rischa Pramudia Trisnani; Silvia Yula Wardani; Noviyanti Kartika Dewi; Bayu Tri Nugroho; Dinda Karunia Putri
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol. 8 No. 3 (2026): DedikasiMU September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v8i3.12518

Abstract

Guru bimbingan dan konseling (BK) di sekolah inklusif sering mengalami kesulitan memberikan layanan yang adaptif bagi siswa berkebutuhan khusus (ABK) karena pendekatan yang digunakan masih bersifat verbal-konvensional dan minimnya media pendukung. Analisis situasi pada Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Kabupaten Madiun menunjukkan 88,9% guru BK masih mengandalkan wawancara langsung, 92% belum memiliki media konseling inovatif, dan 78% belum pernah memperoleh pelatihan media sensorik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru BK melalui pendampingan penggunaan inovasi “Kotak Konseling Sensorik” sebagai media layanan konseling inklusif berbasis multisensori. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan partisipatif, penerapan media, pendampingan, dan evaluasi dengan desain pretest-posttest terhadap 75 guru BK dari 25 SMP inklusif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh indikator kompetensi: pemahaman konsep konseling inklusif meningkat dari 18,7% menjadi 89,3%, keterampilan merancang media dari 21,3% menjadi 82,7%, kemampuan memberikan layanan adaptif dari 17,3% menjadi 88,0%, dan kemampuan menggunakan media secara mandiri dari 20,0% menjadi 85,3%, dengan kategori N-Gain tinggi (g > 0,7) pada seluruh indikator. Kegiatan ini disimpulkan efektif meningkatkan kompetensi guru BK dan menciptakan layanan konseling yang lebih nyaman, adaptif, dan berpusat pada kebutuhan siswa berkebutuhan khusus.