Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Efektivitas Penggunaan Media Puzzle dalam Membaca Huruf Hijaiyyah Putri Purnamasari; Oyoh Bariah; Nancy Riana
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.705 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.5683

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendidik manusia agar mampu mengaplikasikan sebuah media pembelajaran dalam bentuk puzzle guna mengembangkan kemampuan membaca serta menulis huruf hijaiyah yang baik dan benar. Membaca huruf hijaiyyah pada anak usia dini dapat dilakukan dengan berbagai macam metode salah satunya adalah metode demonstrasi. Penggunaan metode pengajaran yang tepat dan sesuai dengan karakter anak dapat memfasilitasi perkembangan berbagai potensi dan kemampuan anak secara optimal sehingga tumbuhnya sikap dan perilaku positif bagi anak. Adapun media yang digunakan disini yaitu media puzzle.
Penggunaan Pembelajaran ICT dalam Pelajaran PAI di MA Nihayatul Amal Rawamerta Karawang Riska Syafarina; Oyoh Bariah; Nancy Riana
FONDATIA Vol 6 No 3 (2022): SEPTEMBER
Publisher : Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.45 KB) | DOI: 10.36088/fondatia.v6i3.2031

Abstract

Technology in this digital era has become a very important study in teaching and learning activities in schools. So from now on, educators in schools need to be equipped with information and communication technology that will support the course of learning in e-learning in the future. Educational institutions strive to produce human resources who master the demands of the times, of course, know science and technology better and have professional qualities in their fields. Leads to Information and Communication Technology or what is called technology related to data retrieval, collection and storage and distributing it to a human audience which is presented in the form of software or other printed magazines. The purpose of this paper is to find out how proficient the teacher's activities at the Nihayatul Amal school are when using ICT learning in Islamic Religious Education subjects for students studying at school. To answer the problem, the researcher uses a literature study with qualitative research methods with a library research approach and is combined with the Filed Research approach, so that data collection uses observational studies and interviews so that the collected data is complementary to one another. The results obtained from this study are that ICT-based learning emphasizes the development of abilities (competencies) using multimedia in the learning process with certain standards so that the results can be felt directly by students. When viewed from the implementation, the ICT-based PAI learning process carried out at the Nihayatul Amal MA Rawamerta Karawang has been running and scheduled well. Based on the observations made by the researchers, the teacher was disciplined in teaching and the students were diligent in following the lesson. The ICT-based PAI learning process at SMP Negeri 2 Semarang has several components that must be fulfilled, namely learning planning, learning implementation, learning methods, types of multimedia or ICT use, learning methods and evaluation.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMAHAMI ILMU TAJWID MELALUI METODE DEMONSTRASI PADA PESERTA DIDIK Rachmah Khairunnisa; Nancy Riana
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL-ILMI Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32529/al-ilmi.v5i2.1821

Abstract

Rendahnya pemahaman peserta didik di SMPN 46 Kota Bekasi Kelas VII 1A terhadap ilmu tajwid, membuat peserta didik sulit untuk membaca Al-Quran dengan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap ilmu tajwid melalui metode demonstrasi. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas dengan model Kemis & Mc. Taggart sebanyak 2 siklus. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dan kuantitatif, instrumen penelitian yang digunakan yaitu observasi, dokumentasi, tes tertulis, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan pemahaman peserta didik terhadap ilmu tajwid melalui metode demonstrasi, yaitu pada pra siklus terdapat 4 dari 20 peserta didik yang tuntas berkisar 20%, pada siklus I terdapat 12 dari 20 peserta didik yang tuntas berkisar 60%, sedangkan pada siklus II terdapat 18 dari 20 peserta didik yang tuntas berkisar 90%, sehingga terjadi peningkatan sebesar 70% dari pra siklus ke siklus II. Maka dapat disimpulkan terjadi peningkatan pemahaman peserta didik terhadap ilmu tajwid melalui metode demonstrasi.
Stimulasi Kemampuan Berfikir Simbolik Melalui Media Monotif Nancy Riana; Debibik Nabilatul Fauziah
MUNTAZAM: JOURNAL OF ISLAMIC EDUCATION MANAGEMENT Vol 2 No 2 (2021): Manajemen Pendidikan Islam Abad 21
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN & PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kegiatan yang dilakukan untuk menstimulasi kemampuan berfikir simbolik anak menggunakan media monotif. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Penggunaan media monotif dalam menstimulasi kemampuan berfikir simbolik anak sangat tepat, karena melalui media monotif aspek-aspek yang terdapat pada kemampuan berfikir simbolik bisa terstimulasi. Selain itu melalui media monotif guru bisa menerapkan bermacam-macam metode pembelajaran. Melalui media monotif kemampuan berfikir simbolik anak menjadi optimal, karena anak berinteraksi dengan lingkungannya (siswa dengan siswa, siswa dengan guru) sehingga di akhir kegiatan belajar kemampuan
PELATIHAN PERANAN KELUARGA DAN MASYARAKAT DALAM PENDIDIKAN ISLAM DI SEKOLAH Bambang Ismaya; Resty Gustiawati; Nancy Riana
SABAJAYA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): SABAJAYA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : SABA JAYA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.103 KB) | DOI: 10.59561/sabajaya.v1i2.7

Abstract

Learning Training and the primary source of education is family education. As every kid is born in the core of the family and receives the first education in the family, the family is considered to be the first educational institution. It is claimed largely because the education that arises and occurs in this household has a significant impact on the lives and later education of children. The function of the culture is also one of the most important in Islamic education since the kid is aware of his surroundings, both good and negative, and this environment has an influence on the role of Islamic education.
Mengembangkan Literasi Numerasi Anak Usia Dini melalui Media Pembelajaran Puzzel Edukatif-Interaktif Ramlah Ramlah; Nancy Riana; Agung Prasetyo Abadi
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 7, No 1 (2023): April 2023
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v7i1.2171

Abstract

ABSTRACTIn the era of the industrial revolution 4.0,  literacy movement is still a very important concern in education sector. One of the literacy skills must be developed in early childhood is numeracy literacy in aspect of counting. Numeracy ability of early childhood has’nt been optimally developed. The application of educational-interactive puzzle learning media can be done by teachers and parents is an alternative to solve this problem. The purpose this activity to help teachers and parents in the Az-Zariyat environment of Pasirjengkol Village, Majalaya District, Karawang Regency in developing numeracy literacy skills in numeracy aspect of early childhood, through mentoring and training in making educational-interactive puzzle media. This service activity received very positive responses, this can be seen from the enthusiasm and active participation of the participants during activity. The level of satisfaction given by the participants was 87.5%. Participants gave the response “strongly agree” when educational-interactive puzzle media are applied to early childhood, to develop their numeracy literacy skills. In general, this service activity provides excellent feedback, and improves skills in using and making educational-interactive puzzle media for the participants. So, media can be implemented by teachers and parents to develop numeracy literacy skills arithmetic aspect of early childhood. ABSTRAKPada era revolusi industri 4.0, gerakan literasi masih menjadi perhatian yang sangat penting dalam sektor pendidikan. Salah satu kemampuan literasi yang harus dikembangkan pada anak usia dini adalah literasi numerasi pada aspek berhitung. Kemampuan berhitung anak usia dini belum berkembang secara optimal. Penerapan media pembelajaran puzzle edukatif-interaktif yang dapat dilakukan oleh guru dan orang tua, menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk membantu para guru dan orang tua di lingkungan PAUD Az-Zariyat Desa Pasirjengkol Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang dalam mengembangkan kemampuan literasi numerasi pada aspek berhitung anak usia dini, melalui kegiatan pendampingan dan pelatihan pembuatan media puzzle edukatif-interaktif. Kegiatan pengabdian ini memperoleh tanggapan yang sangat positif, hal ini terlihat dari antusias dan partisipasi yang aktif dari para peserta selama kegiatan berlangsung. Tingkat kepuasan yang diberikan oleh para peserta, yaitu sebesar 87,5%. Peserta memberikan tanggapan ‘sangat setuju’ bila media puzzle edukatif-interaktif diterapkan pada anak usia dini, untuk mengembangkan kemampuan literasi numerasinya. Secara umum kegiatan pengabdian ini memberikan feed back yang sangat baik, dan meningkatkan keterampilan menggunakan dan  membuat media puzzle edukatif-interaktif bagi para peserta. Sehingga media tersebut dapat diimplementasikan oleh guru dan orang tua untuk mengembangkan kemampuan literasi numerasi pada aspek berhitung anak usia dini. 
KOLABORASI ORANG TUA DAN GURU DALAM MENDAMPINGI ANAK USIA DINI 5-6 TAHUN MENGHAFAL AL-QUR’AN SECARA DARING Niharotussadiah Niharotussadiah; Astuti Darmiyanti; Nancy Riana
JCE (Journal of Childhood Education) Vol 5 No 1 (2021): March-Agust
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jce.v5i1.551

Abstract

Proses pebelajaran pada anak usia dini mengalami perubahan yang disebabkan oleh pandemi COVID-19 yang pada awalnya dilakukan secara tatap muka kemudian dialihkan menjadi daring (dalam jaringan) sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19, sehingga berdampak pada hasil pencapaian hafalan anak-anak dan menuntut keterlibatan orang tua dalam mendamping anak belajar menghafal Al-Qur’an di rumah yang mana orang tua memiliki keterbatasan kemampuan dan waktu. Sehingga tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji bagaimana kolaborasi orang tua dan guru dalam mendampingi anak usia dini 5-6 tahun menghafal AlQur’an secara daring. Karena, peran orang tua saat ini bertambah untuk menjadi guru di rumah, akan tetapi peran guru tidak akan lepas untuk selalu membimbing proses pembelajaran menghafal Al-Qur’an di rumah secara daring. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi dan triangulasi data yang diperoleh dari informan dan subjek penelitian. Analisis data dari pengambilan data, kondensasi data, penyajian data dan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa keberhasilan kolaborasi orang tua dan guru dalam mendampingi anak usia dini 5-6 tahun dalam menghafal Al-Qur’an secara daring yaitu dipengaruhi oleh faktor komunikasi antara orang tua dan guru secara intens dan partisipatif serta penggunaan media pembelajaran speaker Al-Qur’an untuk mempermudah orang tua dalam mendampingi dan mengajarkan anak menghafal Al-Qur’an di rumah, serta pemanfaatan teknologi whatssapp sebagai alat komunikasi antara orang tua, guru dan anak.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Simbolik Anak Usia 5-6 Tahun melalui Media Kincir Simbolik di TK Bunga Bhakti Jakarta Salwa Nur Amalia Putri; Feronica Eka Putri; Nancy Riana
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i2.18910

Abstract

Abstract: This classroom action research aimed to describe the learning process and the improvement of symbolic thinking ability among children aged 5–6 years at Bunga Bhakti Kindergarten, Jakarta, through the use of Kincir Simbolik media. The study was motivated by the low achievement of children in recognizing number and letter symbols, using numbers for counting, distinguishing vowels and consonants, and representing objects through drawings or written symbols. The novelty of this study lies in the use of a concrete rotating windmill medium that integrates numbers, letters, pictures, and simple mathematical operations in one play-based learning activity. The subjects were 15 children in Group B. The research followed the Kemmis and McTaggart model consisting of planning, action, observation, and reflection, implemented in two cycles: six meetings in Cycle I and four meetings in Cycle II. Data were collected through observation, interviews, documentation, and an 18-item performance-based rubric. The instrument was valid, with item-total correlation values ranging from 0.624 to 0.913, and reliable, with Cronbach’s Alpha of 0.959. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics, while qualitative data were analyzed through data reduction, display, and conclusion drawing. The results showed an increase in symbolic thinking ability from 41.11% in the pre-action stage to 51.30% in Cycle I and 78.59% in Cycle II. These findings indicate that Kincir Simbolik media can support teachers in providing active, concrete, and meaningful symbolic learning experiences in early childhood classrooms. Abstrak: Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran dan peningkatan kemampuan berpikir simbolik anak usia 5–6 tahun di TK Bunga Bhakti Jakarta melalui penggunaan media Kincir Simbolik. Penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan anak dalam mengenal simbol angka dan huruf, menggunakan angka untuk berhitung, membedakan huruf vokal dan konsonan, serta merepresentasikan objek melalui gambar atau tulisan. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan media kincir konkret yang mengintegrasikan angka, huruf, gambar, dan operasi hitung sederhana dalam satu aktivitas bermain. Subjek penelitian adalah 15 anak kelompok B. Penelitian menggunakan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi, serta dilaksanakan dalam dua siklus, yaitu siklus I sebanyak enam pertemuan dan siklus II sebanyak empat pertemuan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan rubrik penilaian performa berbasis aktivitas yang terdiri atas 18 butir. Instrumen dinyatakan valid dengan nilai korelasi butir 0,624–0,913 dan reliabel dengan Cronbach’s Alpha sebesar 0,959. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir simbolik dari 41,11% pada pra-tindakan menjadi 51,30% pada siklus I dan 78,59% pada siklus II. Temuan ini menunjukkan bahwa media Kincir Simbolik dapat membantu guru menghadirkan pembelajaran simbolik yang aktif, konkret, dan bermakna bagi anak usia dini.
Peningkatan Kemampuan Membaca Huruf Hijaiyah melalui Media Bottle Caps pada Anak Usia 4-5 Tahun Jihan Sabina; Astuti Darmiyanti; Nancy Riana
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i2.19276

Abstract

Abstract: Recognizing and reading hijaiyah letters is an important component of early religious literacy. This classroom action research aimed to improve hijaiyah-letter reading skills through bottle-cap media among 15 children aged 4-5 years in Group A at TKIT An-Najah, Tambun Selatan. The study followed the Kemmis and McTaggart model in two cycles, comprising seven meetings in Cycle I and five meetings in Cycle II. Data were collected through observation, interviews, documentation, and field notes. The observation instrument contained 22 items rated on a four-level developmental scale: not yet developed, beginning to develop, developed as expected, and very well developed. Three domains were assessed: understanding written symbols, pronouncing hijaiyah letters, and recognizing and distinguishing hijaiyah letters. Overall achievement increased from 33.33% at baseline to 56.05% in Cycle I and 81.86% in Cycle II. At the end of Cycle II, achievement reached 84.33% for understanding written symbols, 79.57% for pronunciation, and 80.13% for recognition and discrimination. Improvement followed more structured demonstrations, repeated practice, hands-on manipulation, and individual assistance. The findings indicate that bottle-cap media can serve as a concrete, inexpensive, and visually engaging learning aid for improving hijaiyah-letter reading skills in the investigated classroom context. Because the study involved one class without a comparison group, the findings should not be generalized without further research. Abstrak: Kemampuan membaca huruf hijaiyah merupakan bagian penting dari literasi awal keagamaan pada anak usia dini. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan membaca huruf hijaiyah melalui media bottle caps pada 15 anak kelompok A usia 4-5 tahun di TKIT An-Najah, Tambun Selatan. Penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, terdiri atas tujuh pertemuan pada siklus I dan lima pertemuan pada siklus II. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. Instrumen observasi terdiri atas 22 butir dengan skala empat tingkat, yaitu belum berkembang, mulai berkembang, berkembang sesuai harapan, dan berkembang sangat baik. Tiga aspek yang dinilai meliputi pemahaman lambang tertulis, pelafalan huruf hijaiyah, serta kemampuan mengenali dan membedakan huruf hijaiyah. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan capaian keseluruhan dari 33,33% pada pra-tindakan menjadi 56,05% pada siklus I dan 81,86% pada siklus II. Pada siklus II, capaian aspek pemahaman lambang tertulis mencapai 84,33%, pelafalan huruf hijaiyah 79,57%, serta pengenalan dan pembedaan huruf hijaiyah 80,13%. Peningkatan terjadi setelah kegiatan diperbaiki melalui demonstrasi yang lebih terstruktur, pengulangan, pemberian kesempatan manipulatif, dan pendampingan individual. Temuan menunjukkan bahwa media bottle caps dapat digunakan sebagai media konkret, murah, dan menarik untuk meningkatkan kemampuan membaca huruf hijaiyah dalam konteks kelas yang diteliti. Hasil ini tidak dimaksudkan untuk digeneralisasi di luar konteks penelitian tanpa pengujian lebih lanjut.