Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : SAINTEK

Implementasi Quality Information Management Pada Lean Manufacturing System Adi Rusdi Widya; Sugeng Budi Raharjo
Prosiding Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 1 (2022): Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SAINTEK) ke 1 - Juli 2022
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industrial development in the era of Industry Revolution 4.0 (IR4.0) requires the company's readiness to run its business in order to remain competitive, strategies and efforts are needed to improve company performance, in carrying out Lean Manufacturing (LM) making maximum use of resources and minimizing waste and eliminating non-existent activities. value-added. One aspect that is focused on increasing productivity is availability, performance, and quality. Overall Equipment Effectiveness (OEE) is a measurement method that functions to determine the effectiveness of the use and utilization of machines, equipment, time and materials in a production process used by management as an approach in solving equipment effectiveness problems. Quality Information Management (QIM) to evaluate and verify the benefits gained by improving process maturity levels, process models and product quality models with improved, high-quality software products that are delivered on time and at lower costs. In its application, OEE can be integrated with the use of Radio Frequency Identification (RFID), Quick Response code (QR) and Barcode. This paper describes the implementation and development of research on QIM, widespread use of ICT in production, can connect physical objects with digital systems and integrate them. The use of QIM can increase flexibility and productivity and be able to track and trace in the event of an abnormality and prevent operation errors. Keywords: IR.4.0, lean manufacturing, QIM, OEE, RFID, QR, Bar Code
Literatur Review, Faktor Keberhasilan Dan Kegagalan Implementasi Six Sigma Di Beberapa Negara Sugeng Budi Raharjo; Ismasari Nawangsih; Adi Rusdi Widya
Prosiding Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 1 (2022): Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SAINTEK) ke 1 - Juli 2022
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Six sigma method is a method for improving the achievement of quality by means of a breakthrough, where the old model by means of Continuous Improvement cannot achieve a very critical target, namely 6 sigma, or 3.4 million defects from 1 million production or operations. Six sigma techniques have been implemented in many countries, first developed in 1986 by Bill Smith, Engineer at Motorola. Since then, it has been applied in many countries, because of its very effective use, especially such as the Aircraft Industry, Health Industry, and others that require reliability of up to 99, 999%. How about in Indonesia? Several companies have implemented this system, especially foreign companies, which are affiliated with Indonesian companies, as well as companies that have ventured overseas. This study uses quantitative research, by analyzing the Literature Review of the success of the Six Sigma program in the company based on the Leader's Vision and Mission, Organizational Culture, Discipline in running the program and the success of program implementation. Sampling of research was 60 international journals, and after in-depth research on 15 journals the following findings were found: There are four factors that have the greatest impact, namely (1) the need for top management commitment to the running of the Six Sigma program (2) training needs for the green belt team in the success of Six Sigma (3) Infrastructure needs to support the running of the Six Sigma program (4) The need for other supports such as: Business Strategy Linkages, Relationships with Customers, Changes in Organizational Culture and the need for Six Sigma Team Competencies Keywords: Six Sigma, Industrial Sector, Organizational Culture, Effectiveness of Program Implementation
PERBAIKAN KUALITAS DALAM MENGURANGI PRODUK CACAT DENGAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DI PERUSAHAAN PEMBUAT KOMPONEN OTOMOTIF Akbar Ikbal; Adi Rusdi Widya; Putri Anggun Sari
Prosiding Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 1 (2023): Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SAINTEK) ke 2 - Februari 2023
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui jenis cacat dominan yang terjadi pada produk katalis knalpot, mengetahui faktor – faktor yang menyebabkan produk terjadinya cacat pada produk, dan memberikan usulan perbaikan mengenai cara untuk meningkatkan kualitas pada produk katalis knalpot yang saat ini masih melebihin standar yang telah ditentukan untuk maksimal cacat adalah sebesar 1% per bulan. Pendekatan masalah yang digunakan yaitu menggunakan tools pareto diagram, lalu menggunakan metode Fault Tree Analysis (FTA) dan metode Failure Mode And Analysis (FMEA). Dari hasil pengolahan data menggunakan diagram pareto didapatkan jenis cacat dominan yaitu cacat shadow, kemudian analisa menggunakan metode Fault Tree analysis dan metode Failure Mode And Effect Analysis yang menjadi prioritas perbaikan yaitu pada proses finishing dengan faktor penyebab faktor manusia dan faktor metode, dan prioritas perbaikan berdasarkan nilai RPN terbesar yaitu pola penyemprotan dengan nilai sebesar 336, usulan perbaikan yaitu dengan penambahan pola penyemprotan zigzag agar proses penyemprotan lebih maksimal dan terarah.
Analisis Sistem Antrian Layanan BPJS di Rumah Sakit dengan Simulasi Arena dan Root Cause Analysis untuk Optimalisasi Kinerja Pelayanan Mohamad Fatur Ramdan; Fabyan Hijri Satrio; Fajar Rudiyanto; Resi Khalisya Wildani; Adi Rusdi Widya
Prosiding Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2026): Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SAINTEK) ke 5 - Februari 2026
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waktu tunggu pasien yang panjang dan kepadatan antrian masih menjadi permasalahan utama dalam pelayanan BPJS rawat inap di rumah sakit, terutama akibat ketidakseimbangan antara tingkat kedatangan pasien dan kapasitas layanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengoptimalkan sistem antrian layanan BPJS rawat inap di Rumah Sakit Bhakti Husada Cikarang dengan mengintegrasikan simulasi peristiwa diskrit menggunakan perangkat lunak Arena dan Root Cause Analysis (RCA). Metode penelitian yang digunakan adalah mixed method, di mana analisis kuantitatif dilakukan melalui pemodelan simulasi untuk mengevaluasi indikator kinerja seperti waktu tunggu, panjang antrian, dan tingkat utilisasi sumber daya, sedangkan analisis kualitatif dilakukan menggunakan RCA untuk mengidentifikasi akar penyebab permasalahan operasional. Model simulasi dikembangkan berdasarkan data empiris dan divalidasi dengan kondisi operasional aktual rumah sakit. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan skenario perbaikan mampu menurunkan waktu tunggu pasien, mengurangi bottleneck pada proses pemeriksaan dokter dan ketersediaan tempat tidur rawat inap, serta meningkatkan keseimbangan pemanfaatan sumber daya pelayanan, sehingga kinerja sistem antrian BPJS rawat inap menjadi lebih efisien.
Implementasi Monitoring Injection Machine (MIM) Berbasis IoT untuk Pengendalian Lost Time Pada Proses Injection Molding di Perusahaan Komponen Otomotif Adi Rusdi Widya; Maharani Rahmawati
Prosiding Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2026): Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SAINTEK) ke 5 - Februari 2026
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses injection molding di industri komponen otomotif rentan terhadap lost time akibat downtime mesin yang tidak terpantau, menyebabkan kerugian produktivitas hingga 20% dari waktu operasi. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan Monitoring Injection Machine (MIM) berbasis IoT untuk pengendalian lost time secara real-time. Sistem MIM dikembangkan menggunakan sensor IoT (vibrasi, suhu, tekanan) terhubung ke mikrokontroler ESP32 dan platform cloud Thingspeak untuk akuisisi data, analisis prediktif dengan algoritma machine learning sederhana (threshold-based anomaly detection), serta dashboard monitoring. Pengujian lapangan dilakukan di PT. XYZ (perusahaan komponen otomotif) selama 3 bulan pre- dan post-implementasi, dengan pengukuran lost time menggunakan formula OEE. Implementasi MIM mengurangi lost time dari 2160 menit/bulan menjadi 1020 menit (penurunan 52,8%), meningkatkan OEE dari 72% menjadi 85%, dan menghemat biaya downtime Rp 250 juta per tahun berdasarkan 10 mesin injection. Akurasi deteksi anomali mencapai 92%. MIM berbasis IoT terbukti efektif untuk optimalisasi proses injection molding, sejalan dengan prinsip Industry 4.0. Tantangan seperti konektivitas jaringan dapat diatasi dengan edge computing; rekomendasi untuk adopsi luas di manufaktur Indonesia guna mendukung sustainable production.