Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Mapping Slip Trip & Fall and Crowd Crush Hazards at Fisherman's Wharf: A Triangulation of Physical, Observational, and Survey Data Alicya Rosa Kumalaratri; Lukmandono Lukmandono; Po Hsiang Liu; Yoniv Erdhianto
Jurnal Teknologi dan Manajemen Vol 7, No 2 (2026): July
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat ITATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jtm.2026.v7i2.9223

Abstract

Fisherman’s Wharf in Tamsui, Taiwan, is a popular coastal tourist destination that attracts large numbers of visitors, increasing the likelihood of Slip, Trip and Fall (STF) and Crowd Crush hazards. This study evaluates risk levels, examines hazard-generating activities, and identifies the root causes of risk to develop more effective and sustainable control measures. It integrates Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA), Job Safety Analysis (JSA), and Root Cause Analysis (RCA) within a comprehensive risk assessment framework. Data derive from 300 hours of field observation, visual documentation, and a survey of 96 respondents, including visitors, employees, and site managers. HIRA assesses risk levels and identifies priority areas, JSA examines high-risk activities, and RCA investigates the underlying causes of risk. The results show that Zone C (Floating Pier and Stairs) presents the highest STF risk, with a HIRA score of 12 (High Risk), while Zone B (Lover’s Bridge) records the highest Crowd Crush risk, with a HIRA score of 16 (High Risk). Walking on damp and slippery surfaces emerges as the principal contributor to STF incidents. In contrast, visitor congestion, two-way pedestrian flows, and the tendency of visitors to stop for photographs drive Crowd Crush risks. RCA findings highlight several key root causes, including inadequate anti-slip surface treatments, insufficient preventive facility inspections, and ineffective crowd management practices. These findings underline the need to upgrade physical infrastructure, improve visitor flow management, and strengthen safety systems through systematic near-miss monitoring and reporting.
Pemasaran Digital Pupuk Kompos di Desa Ketajen Kecamatan Gedangan Kabupaten Sidoarjo Suparto Suparto; Rony Prabowo; Yoniv Erdhianto; Anindya Rachma Dwicahyani; Gatot Basuki HM; Suhartini Suhartini; Kayla Arfat Nursayyidah
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i2.4191

Abstract

Pemasaran produk pupuk kompos melalui platform digital bertujuan untuk meningkatkan jangkauan pemasaran dan daya saing produk UMKM dengan memanfaatkan teknologi digital. Program ini dirancang untuk membantu pelaku usaha pupuk kompos di Desa Ketajen dalam memasarkan produknya secara mandiri dan menjangkau pasar yang lebih luas secara online. Kegiatan diawali dengan identifikasi produk pupuk kompos hasil pengolahan sampah organik rumah tangga melalui observasi dan diskusi langsung dengan pelaku usaha untuk memahami bagaimana proses produksi serta kendala yang terjadi dalam pemasaran, khususnya keterbatasan akses pasar dan pemanfaatan media digital. Selanjutnya dilakukan sosialisasi dan pendampingan pemasaran digital kepada pelaku UMKM. Pendampingan mencakup pengenalan dan penggunaan media sosial serta platform digital seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, Instagram, dan Facebook Marketplace sebagai sarana promosi, pembuatan akun, pengambilan foto produk, penulisan deskripsi produk yang informatif dan menarik, penentuan harga, dan simulasi penjualan dan penanganan pesanan secara online. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pelaku usaha terhadap strategi pemasaran digital dan kemampuan para pelaku UMKM dalam mengelola pemasaran produk pupuk kompos secara online rata-rata sebesar 40%. Temuan ini memberikan wawasan praktis bagi pengembangan pemasaran digital UMKM desa Ketajen dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin berkembang.