Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) DENGAN PEMBERIAN PUPUK GUANO DAN NPK 16:16:16 DENGAN BERBAGAI DOSIS Saputri, Sevia Siska; Jumadi, Rahmad; Lailiyah, Wiharyanti Nur
TROPICROPS (Indonesian Journal of Tropical Crops) Vol 8 No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/tropicrops.v8i1.9508

Abstract

Mentimun (Cucumis sativus L.) adalah salah satu jenis komoditas hortikultura yang digolongkan sebagai sayuran buah yang banyak dikonsumsi masyarakat karena merupakan sumber gizi, vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh serta memiliki manfaat untuk menurunkan tekanan darah rendah. produksi mentimun di Indonesia sampai 471.941 ton ditahun 2021. Jumlah itu meningkat 6,95% darripada tahun 2020 yakni 441.286 ton. Sesuai data, produksi mentimun menurun ditahun 2011 sampai 2017. Dari 7 tahun itu, produksi mentimun turun 18,52% jadi sejumlah 424.917 ton. Tetapi produksi mentimun meningktat di 4 tahun terakhir dari tahun 2018 hingga 2021. Tetapi, jumlahnya belum seperti ditahun 2011. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas antara dosis pupuk guano dan NPK pada pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun baby. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas antara dosis pupuk guano dan NPK pada pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun baby. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Dadap Kuning Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik pada bulan Juli sampai dengan September 2024. Metode penelitian menggunakan RAK faktorial. Faktor pertama dosis pupuk guano (G) yang terdiri atas G0 (tanpa pupuk guano), G1 (Pupuk Guano 60 g/Polybag), dan G2 (Pupuk Guano 120 g/Polybag). Faktor kedua pupuk NPK (N) yang terdiri atas N0 (tanpa pupuk NPK), N1 (Pupuk NPK 6 g/Polybag), dan N2 (Pupuk NPK 9 g/Polybag). Kedua faktor tersebut dikombinasikan sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan. Setiap perlakuan diulang 3 kali sehingga terdapat 27 petak percobaan. Variabel yang diamati panjang tanaman, jumlah daun, diameter batang, jumlah bunga, bobot buah, jumlah buah, dan diameter buah. Analisis data menggunakan anova 5 %, jika terdapat perbedaan nyata dilanjutkan dengan uji BNT 5% dan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan nyata perlakuan interaksi terhadap variabel panjang tanaman, diameter batang, bobot buah, diameter buah, dan jumlah buah. Perlakuan tunggal pupuk guano menunjukkan hasil tidak berbeda nyata terhadap variabel pertumbuhan dan hasil. Perlakuan tunggal pupuk NPK menunjukkan hasil berbeda nyata terhadap variabel panjang tanaman, jumlah daun, diameter batang, jumlah bunga, bobot buah, diameter buah, dan jumlah buah.
Agronomic performance and sugar yield potential of seven promising sugarcane (Saccharum officinarum L.) clones in second ratoon cultivation Rahardiansyah, Wahyu Indra Dwiki; Budi, Setyo; Lailiyah, Wiharyanti Nur
Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 22 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/jip.v22i1.25150

Abstract

The decline in sugarcane productivity and the imbalance between sugar production and national consumption are largely attributed to the genetic degradation of long-cultivated commercial varieties and suboptimal ratoon management. This study evaluates the agronomic performance and sugar yield potential of seven promising sugarcane (Saccharum officinarum L.) clones in their second ratoon cycle. The research was conducted at the Sugarcane Research and Development Center (P3T) in collaboration with PG Krembung, PT Perkebunan Nusantara X (PTPN X), in Watesari Village, Sidoarjo, Indonesia. A randomized complete block design (RCBD) with one factor and nine treatments was employed. Statistical analysis comprised ANOVA at a 5% significance level, Least Significant Difference (LSD) test, genetic diversity analysis, and heritability estimation. The results revealed significant differences among the clones in stalk diameter, brix, stalk weight, yield, and sugar content. The JW01 UMG NX clone exhibited the highest stalk diameter (33.31 mm) and sugar recovery (11.64%), while the SB19 UMG NX clone demonstrated the highest stalk weight (165.28 tons/ha), brix (23.78 °Bx), and yield (18.79 tons/ha). Genetic diversity was low across all measured traits, but heritability values were high, suggesting a strong genetic influence. These findings indicate that JW01 UMG NX and SB19 UMG NX are highly productive and hold strong potential as candidates for new superior varieties (VUB) to support national sugar self-sufficiency.
Productivity and genetic variation of elite sugarcane (Saccharum officinarum L.) clones under dryland grumusol soil Pertiwi, Riska Indah Guritno Gita; Budi, Setyo; Lailiyah, Wiharyanti Nur
Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 22 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/jip.v22i2.24299

Abstract

Sugar production in Indonesia has declined in recent years, primarily due to climate change, extreme weather conditions, and the limited availability of high-yielding varieties. This study aimed to evaluate the productivity and genetic variation of seven elite sugarcane clones and two commercial varieties cultivated under dryland grumusol soil conditions. The research was conducted at PT Perkebunan Nusantara X, Sidoarjo, Indonesia, using a randomized block design (RBD) with nine treatments and three replications. Agronomic and yield-related parameters such as plant height, number of stalks, internodes, stalk weight, Brix value, sugar content, and crystal yield were measured. Data were analyzed using ANOVA followed by a 5% LSD test, and correlation analysis was conducted to assess inter-variable relationships. Results showed significant differences among clones in all measured traits. JW01 UMG NX exhibited the highest Brix value (24%), stem weight (106.4 tons/ha), and crystal yield (9.66 tons/ha), while SB20 UMG NX recorded the highest sugar content (9.46%). Positive correlations were observed between stalk weight and Crystal yield, while Brix values were negatively correlated with plant height. These findings indicate that the selected clones possess valuable agronomic traits and adaptability to dryland grumusol soil, making them strong candidates for future variety development
Pelatihan Kultur Jaringan Tanaman Anggrek Skala Rumah Tangga Di Kelurahan Sememi Kota Surabaya Putri, Adhellya Novia; Lailiyah, Wiharyanti Nur; Risda, Anis Satu; Qur'ani, Nurul
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman anggrek merupakan tanaman hias yang memiliki bunga indah dan unik. Di Indonesia bunga anggrek diminati sebagian masyarakat karena memiliki daya tarik dan nilai ekonomi yang tinggi. Hal tersebut dapat menjadi peluang besar untuk dikembangkan dalam bisnis. Dalam kegiatan ini ada 2 bentuk kegiatan yaitu penyuluhan kultur jaringan dan demontrasi pembuatan media serta praktik tanam anggrek ke dalam media yang sudah siap. Kegiatan pelatihan di laksanakan di lingkungan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kelurahan Sememi, Kota Surabaya. Hal tersebut dilakukan agar masyarakat dapat menerapkan ilmu dengan berwirausaha budidaya tanaman anggrek secara kultur jaringan. Peserta yang mengikuti pelatihan kultur jaringan hampir semuanya masih minim akan teori kultur jaringan tanaman anggrek. Kegiatan ini menjadi wadah untuk meningkatkan wawasan, keterampilan, dan kemampuan peserta dalam memperbanyak anggrek dengan teknik kultur jaringan skala rumah tangga. Peserta sudah mampu melakukan tahapan kultur jaringan skala rumah tangga mulai dari pembuatan media hingga penanaman bibit anggrek dengan baik. Besar harapan ibu/bapak MBR dapat meningkatkan penghasilan mereka dengan berwirausaha budidaya tanaman anggrek secara kultur jaringan.
PENGARUH PERIODE PENYIANGAN GULMA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG PANJANG (Vigna sesquipedalis L.) Lailiyah, Wiharyanti Nur; Widaryanto, Eko; Wicaksono, Karuniawan Puji
Produksi Tanaman Vol. 2 No. 7 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kacang panjang adalah sayuran yang sudah lama dikenal banyak orang. Tana-man ini juga dapat membantu menyuburkan tanaman karena pada akar kacang panjang terdapat bintil-bintil Rhizobium sp yang dapat mengikat nitrogen bebas dari udara kemudian merubahnya menjadi dalam ben-tuk yang dibutuhkan tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui waktu yang tepat untuk penyi-angan kacang panjang dan mempelajari pengaruh penggunaan herbi-sida Pra-tumbuh pada tanaman kacang panjang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Oktober 2013 di Desa Gintungan, Kecamatan Kembang-bahu, Kabupaten Lamongan yang terletak pada ketinggian  35m dpl.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok. yang tediri dari 6 perlakuan dan 4 ulangan. Sedangkan perlakuannya yaitu (P0) Tanpa pengen-dalian gulma, (P1) Penyiangan 2 kali pada waktu 2 dan 4 minggu setelah tanam (P2) Penyiangan 3 kali pada waktu 2, 4 dan 6 minggu setelah tanam (P3)  Bebas gulma (Penyiangan 5 kali pada waktu 2, 4, 6, 8 dan 10 minggu setelah tanam, (P4) Herbisida pra-tumbuh oksifluorfen dengan dosis 1,5 liter ha-1 dan (P5)  Herbisida pra-tumbuh oksifluorfen dan penyiangan 4 minggu setelah tanam dengan dosis 1,5 liter ha-1. Pengendalian gulma dengan menggu-nakan herbisida pra-tumbuh dengan kombi-nasi penyiangan 4 minggu setelah taman mampu mening-katkan pertumbuhan kacang panjang dibandingkan dengan perlakuan tanpa penyiangan, tetapi aplikasi herbisida dengan Dosis 1,5 l ha-1 kombinasi penyi-angan 4 mst kurang efektif diaplikasikan pada tanaman kacang panjang. Hasil terbaik dalam meningkatkan hasil tanaman kacang panjang adalah pada perlakuan bebas gulma.   Kata kunci: kacang panjang, herbisida, penyiangan, Gulma
Combinatory effects of pineapple peel liquid organic fertilizer and rice husk charcoal on melon (Cucumis melo L.) growth and yield Hidayat, Moh. Hamdan; Lailiyah, Wiharyanti Nur; Budi, Setyo
Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 21 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/jip.v21i2.20250

Abstract

The intensive use of synthetic fertilizers in melon cultivation can reduce soil organic matter and fertility, ultimately decreasing productivity. This situation necessitates the improvement of growing media to achieve production targets through the use of rice husk charcoal and liquid organic fertilizer (LOF) from pineapple peel. This study aims to determine the combinatory effects of pineapple peel LOF and rice husk charcoal media on the growth and yield of melon plants. The research employed a factorial randomized block design (RBD) with 6 treatment levels, and data were analyzed using ANOVA followed by an HSD test at the 5% significance level. The results showed an interaction between pineapple peel POC and rice husk charcoal media on the number of leaves variable. The P0M1 treatment (positive control and 50% rice husk charcoal : 50% soil) at 52 days after planting (DAP) produced the highest number of leaves, totaling 26. However, this increase in leaf number was not accompanied by an increase in fruit weight or brix levels. These findings open opportunities for further research to understand why the increase in leaf number did not translate to higher fruit weight or Brix levels, and to identify treatment combinations that can enhance both growth and yield.