Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pendidikan dan Latihan: Merancang Kegiatan Menyenangkan untuk Mengembangkan Kemampuan Berpikir Simbolik Bagi Anak Usia Dini Vanida Mundiarti; Sartika Kale; Irul Khotijah; Engelbertus Nggalu Bali
Jurnal Kelimutu Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2023): Mei
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/kjcs.v3i1.11343

Abstract

The training activities carried out are solutions to the problems found, especially in designing activities that can stimulate symbolic thinking skills for early childhood. The training activities were carried out in two sessions, the first session was the provision of material by resource persons and the second session was the practice of compiling activities to stimulate children's symbolic thinking skills. The final results of the activity show that there is an additional teacher's understanding of children's symbolic thinking abilities, and the teacher's skills in designing fun activities to provide stimulation in an effort to improve children's symbolic thinking skills.
Strategies of Learning from Home in Kurnia’ Play Group Sartika Kale; Vanida Mundiarti
Early Childhood Education Development and Studies (ECEDS) Vol 2 No 2 (2021): November
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/eceds.v2i2.5954

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses Belajar dari Rumah (BDR) yang dilaksanakan oleh peserta didik dari Kelompok Bermain Kurnia Bakunase. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Waktu penelitian dari bulan Mei-Juni 2021 yang berlangsung di Kelompok Bermain Kurnia, Bakunase, Kota Kupang NTT. Informan dari penelitian ini berjumlah dua belas orang anak (semua peserta didik di KB Kurnia pada Tahun Ajaran 2020/2021) yang berusia empat sampai lima tahun, satu orang guru, dan orangtua murid. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi dan wawancara. Hasil yang diperoleh yaitu Kelompok Bermain Kurnia memiliki strategi khusus dalam melaksanakan proses Belajar dari Rumah (BDR) yang tidak menyulitkan orangtua dan anak seperti belajar tidak selalu melalui daring, adanya workshop sebelum orangtua menjalankan BDR bersama anak, orangtua dan anak tidak harus menyelesaikan semua tugas dalam satu hari, orangtua diberikan kebebasan untuk memanfaatkan alat dan bahan di rumah menjadi media pembelajaran dan penilaian dilakukan oleh orangtua sendiri karena orangtualah yang paling memahami perkembangan anak yang tentunya dengan bimbingan dari guru.
Edukasi Lingkungan Belajar Ramah Anak dengan Media Loose Parts Sartika Kale; Vanida Mundiarti
Jurnal Kelimutu Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): Kelimutu Journal of Community Service (KJCS)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/kjcs.v3i2.13507

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pelatihan pengelolaan lingkungan main anak dengan loose part ini dilaksanakan berdasarkan masalah yang ditemukan pada sekolah mitra, masalah yang dihadapi sekolah mitra berkaitan dengan pengelolaan lingkungan bermain bagi anak sehingga proses pembelajaran terkesan kurang menarik bagi anak, solusi yang ditawarkan melalui PKM ini adalah dengan memberikan pelatihan pengelolaan lingkungan main bagi anak dengan media Loose Part. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode pendekatan orang dewasa yaitu melalui pemberian materi dan praktik menyusun dan merancang media loose part bagi peserta dalam bentuk pelatihan. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan didapatkan kesimpulan yaitu (1) kegiatan pelatihan berjalan dengan lancer, dan sesuai dengan kebbutuhan sekolah mitra, terlihat dari antusias peserta selama kegiatan ; (2) adanya peningkatan keterampilan peserta dalam membuat media dilihat dari banyaknya ide kreatif baru dari peserta dalam merancang media loose part
Usaha Preventif Anak Stunting Melalui Program Penguatan Bagi Guru Paud Di Kelurahan Sikumana Jurdan Martin Siahaan; fernando saragih; Bella` Theo Tomi Pamungkas; Vanida Mundiarti; Jeni Solagratia Demang; Maria Ana Witin Ana Witin
Jurnal Kelimutu Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): Kelimutu Journal of Community Service (KJCS)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/kjcs.v3i2.13623

Abstract

Pada praktik pendidikan di PAUD guru berperan langsung dalam memberikan stimulasi pendidikan bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, dengan demikian guru juga memegang peran penting dalam mengetahui kondisi anak baik secara pertumbuhan fisik dan psikis. Berkaitan dengan hal tersebut fakta lain di temukan di lapangan, berdasarkan data pengamatan dan wawancara bersama guru, kepala sekolah, dan beberapa lembaga mitra, ditemukan guru-guru belum pernah mendapatkan penyuluhan terkait dengan stunting bagi anak di sekolah, guru juga membutuhkan keahlian dalam melaksanakan deteksi dini tumbuh kembang anak, kerjasama yang dilakukan dengan tenaga kesehatan hanya pada pemeriksaan kesehatan, pemberian vitamin dan imunisasi, namun belum sampai pada melatih guru di sekolah untuk melakukan pengamatan terhadap tumbuh kembang anak. Solusi yang ditwarkan untuk masalah-masalah yang idtemukan di atas, melalui kegiatan PKM ini akan dilakukan kegiatan Pelatihan dan penguatan, untuk menambah pengetahuan dan keterampilan guru dalam melakukan pengukuran tumbuh kembang anak di sekolah, sebagai upaya pencegahan stunting pada anak
Problems of Independent Curriculum Planning in the Kelapa Lima State Kindergarten Kupang Aleksandria Abuk; Vanida Mundiarti; Abdul Syukur; Theodorina Novyani Seran
Early Childhood Education Development and Studies (ECEDS) Vol 4 No 2 (2023): November
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/eceds.v4i2.14097

Abstract

Hadirnya kurikulum merdeka sebagai bagian dari pembelajaran paradigma baru, dimana kurikulum Merdeka Belajar ialah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi tahapan dan problematika yang dialami dalam pembuatan perencanaan kurikulum merdeka di TK Negeri Kelapa Lima Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukan terdapat problematika yang dialami guru saat menyiapkan perencanaan kurikulum merdeka yaitu keterbatasan guru dalam menganalisis alur tujuan pembelajaran, keterbatasan guru dalam menyiapkan pembelajaran yang kreatif dan berdiferensiasi, serta keterbatasan guru dalam mengembangkan modul ajar projek profil pancasila. Diskusi dan kolaborasi antara kepala sekolah, guru dan orang tua menjadi solusi yang diberikan guru dalam mengatasi keterbatasan yang ada dalam proses perencanaan kurikulum merdeka. Kata Kunci: Problematika; Perencanaan; Kurikulum Merdeka.
Program Pemberian Makanan Tambahan Bagi Anak Usia 5-6 Tahun di PAUD Pelangi Ararat Yohana Yuniati; Merliana Hungu Rihi; Credo Gregoriana Betty; Angelikus Nama Koten; vanida mundiarti
Early Childhood Education Development and Studies (ECEDS) Vol 5 No 2 (2024): November
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/eceds.v5i2.19193

Abstract

Pemberian Makanan Tambahan merupakan kegiatan pemberian makanan dalam bentuk makanan sehat dan bergizi sebagai bentuk meningkatkan kesehatan dan gizi Manusia. Program Pemberian Makanan Tambahan menjadi salah satu program yang sedang diterapkan oleh sekolah-sekolah baik dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini sampai jenjang Sekolah Dasar dengan tujuan meningkatkan kesehatan dan gizi dalam upaya pencegahan stunting di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran program pemberian makanan tambahan di Pendidikan Anak Usia Dini untuk mencegah stunting serta meningkatkan kesehatan dan gizi dalam mengenalkan anak makanan bergizi. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif. Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, Teknik pengumpulan data yaitu wawancara dan observasi. Hasil penelitian bahwa program Pemberian Makanan Tambahan dilaksanakan dengan alur kegiatan yang sering dilaksanakan di sekolah yaitu: pelaksanaan Pemberian Makanan Tambahan dilaksanakan seusai pembelajaran di kelas. Kegiatan Pemberian Makanan Tambahan dilaksanakan 1 bulan sekali dan pemberian makanan yang diberikan dalam bentuk makanan tradisional dan makanan sehat seperti susu, bubur kacang hijau dan buah, sayuran. Setelah dilaksanakan dilakukan evaluasi terkait Pemberian Makanan Tambahan yang sudah dijalankan baik berupa sarana prasarana, respon peserta didik dan tidak lupa tanggapan orang tua yang cukup beragam serta puas dengan adanya program Pemberian Makanan Tambahan di sekolah.