Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Edulib

MODAL SOSIAL DALAM KESEHARIAN LAYANAN PERPUSTAKAAN UMUM KOTA DEPOK Adyannisa, Vanka; Laksmi, Laksmi
Edulib Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v8i2.12766

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai modal sosial yang terbentuk dalam layanan Perpustakaan Umum Kota Depok berdasarkan pada unsur kepercayaan, jaringan, dan norma. Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk mendeskripsikan proses pembentukan modal sosial dalam layanan dan memahami interaksi yang terjadi antara pustakawan dan pemustaka pada aktivitas dan kegiatan layanan Perpustakaan Umum Kota Depok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Informan penelitian ini adalah pustakawan layanan, pustakawan pengelola dan pemustaka yang terlibat interaksi dalam layanan perpustakaan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian, dari ketiga unsur modal sosial, jaringan sosial menjadi unsur paling dominan karena interaksi pustakawan dan pemusta dalam layanan perpustakaan mampu membentuk kerjasama antara perpustakaan dengan sekolah, menjadi tempat untuk berdiskusi, dan melakukan kerja kelompok bagi pemustaka pelajar, serta menjadi tempat untuk hiburan keluarga yang mengedukasi. Sementara norma sosial berada di posisi terendah, terlihat bahwa pemustaka kurang mempedulikan aturan yang ada sehingga pustakawan memberikan teguran kepada pemustaka. Untuk itu, Perpustakaan Umum Kota Depok perlu membangun norma sosial lebih kuat agar pemustaka dengan pustakawan saling menghargai dan keduanya dapat mematuhi dan memahami bersama peraturan yang ada.
PERILAKU INFORMASI PEMILIH PEMULA MENGHADAPI PEMILU 2019 DI SMA 103 JAKARTA Wijayanti, Arliana; Laksmi, Laksmi
Edulib Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v9i2.15232

Abstract

Penelitian ini mengenai perilaku informasi pemilih pemula siswa SMAN 103 Jakarta dalam menghadapi pemilu 2019. Sebagai generasi milenial, pemilih pemula tidak lepas dari pengaruh tekhnologi, karena mereka tumbuh bersama perkembangan teknologi. Fenomena ini sedikit menggambarkan perilaku pencarian informasi mereka. Jumlah suara dari pemilih pemula merupakan jumlah suara potensial bagi para calon legislatif dan calon presiden nanti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perilaku informasi pemilih, yaitu 16 orang siswa SMAN 103, dalam menghadapi pemilihan umum pertamanya. Metodologi penelitan ini menggunakan pendekatan kualitatif. Untuk penjaringan data, digunakan metode Focus Group Discussion (FGD) atau diskusi kelompok terfokus yang terdiri dari 16 siswa. Hasil dari penelitian ini adalah hampir semua peserta FGD paham akan pemilu yang akan mereka hadapi. Mereka sudah mempunyai kesadaran untuk mengikutinya dalam mewujudkan demokrasi di negara ini. Perilaku informasi para pemilih pemula ini terlihat dengan interaksi mereka dengan teknologi sekitarnya sebagai sumber informasi utamanya.
STRATEGIES TO FOSTER READING INTEREST THROUGH EMERGENT LITERACY AT TAMAN PENGEMBANGAN ANAK MAKARA Juwitasari, Farah Fida; Laksmi, Laksmi
Edulib Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v9i2.16533

Abstract

This research discusses the strategies to foster reading interest for children at early age at Taman Pengembangan Anak Makara, Universitas Indonesia that is compatible with emergent literacy implemented by effective early childhood teachers. The purpose of this study is to improve the strategy of basic literacy in order to increase reading interest in early childhood in day care centers. This research uses qualitative approach with case study method. The informants were vice coordinators of TPAM, facilitators and co-facilitators, and parents of students. The result shows that the efforts are infusing literacy introduction to children's language development, using interesting media when telling stories, reading books to children before bedtime, teaching children to love books, delivering books creatively and effectively, and providing training to the facilitators in TPAM. It was concluded that emergent literacy in TPAM emphasizes a child-oriented pattern. In essence, children can maximize their potential to have better literacy. The recommendation is that TPAM needs to give more training for the facilitators, add more varied books, and improve books related activities.