Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD MENGGUNAKAN ANIMASI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK LISTRIK DINAMIS KELAS X SEMESTER II SMA NEGERI 1 KUALA T.P 2012/2013 Fernando Lumban Batu; Nurdin Siregar
INPAFI (Inovasi Pembelajaran Fisika) Vol 1, No 3 (2013): INPAFI
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.665 KB) | DOI: 10.24114/inpafi.v1i3.1920

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk : mengetahui pengaruh hasil belajar siswa dengan penerapan model kooperatif tipe Student Team Achievment Division menggunakan animasi pada pokok bahasan listrik dinamis di Kelas X Semester II SMAN 1 Kuala T.P 2012/2013 dan untuk mengetahui aktivitas belajar siswa dengan penerapan model kooperatif tipe STAD menggunakan animasi pada pokok bahasan listrik dinamis di kelas X semester II SMAN 1 Kuala T.P 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan populasi seluruh siswa kelas kelas X SMA Negeri 1 Kuala yang berjumlah 7 kelas. Sampel penelitian ini terdiri dari 2 kelas yang ditentukan dengan teknik cluster random sampling, yaitu kelas X-C dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Tipe STAD menggunakan animasi dan kelas X-E dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini ada dua, yaitu: pertama, tes hasil belajar dalam bentuk pilihan berganda dengan 5 pilihan jawaban sebanyak 20 soal yang telah dinyatakan valid oleh validator dan instrumen. yang kedua, adalah lembar observasi aktifitas belajar siswa. Dari hasil penelitian diperoleh data nilai rata-rata pretes kelas eksperimen adalah 46,6 dan pada kelas kontrol diperoleh nilai rata-rata pretes 46,7. Setelah dilakukan perlakuan pada masing-masing kelas diperoleh rata-rata nilai postes pada kelas dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD sebesar 75,3 sedangkan siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran konvensional diperoleh nilai rata-rata postes siswa 64,8. Pada hasil pengujian hipotesis diperoleh thitung > ttabel yaitu 4,23 > 1,705 pada taraf signifikansi α = 0,05 dan dk = 78. Hal ini berarti Ha terima yang berarti ada pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD menggunakan animasi terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok listrik dinamis di SMA Negeri 1 Kuala T.P 2012/2013. Kata Kunci : model pembelajaran kooperatif tipe STAD, animasi, hasil belajar, aktivitas
PENGARUH MODEL SCIENTIFIC INQUIRY TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA MATERI POKOK ELASTISITAS DAN HUKUM HOOKE Herda A. Nainggolan; Nurdin Siregar
INPAFI (Inovasi Pembelajaran Fisika) Vol 9, No 3 (2021): INPAFI
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.001 KB) | DOI: 10.24114/inpafi.v9i3.27782

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model scientific inquiry untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa pada materi pokok elastisitas dan hukum hooke. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan desain control group pre-test post-test. Populasi penelitian ini adalah semua kelas XI SMA Negeri 18 Medan T.P. 2019/2020. Sampel penelitian ini diambil dengan teknik cluster random sampling yang mengambil 2 kelas dari 4 kelas, yaitu kelas XI MIPA 1 sebagai kelas eksperimen dan XI MIPA 4 sebagai kelas kontrol dengan masing-masing siswa sebanyak 26 orang. Instrumen yang digunakan yaitu soal kognitif berbentuk essay sebanyak 7 soal yang telah terlebih dahulu divalidasi. Sebelum pembelajaran dilakukan pretest, berdasarkan hasil pengolahan data pretest diperoleh nilai rata- rata kelas eksperimen yaitu 15,49 dan kelas kontrol yaitu 12,09. Hasil pretest dilakukan uji hipotesis dengan uji t pada taraf signifikan = 0,05 diperoleh bahwa kemampuan awal pada kedua sampel adalah sama dalam hal keterampilan proses sains. Selanjutnya dilakukan pembelajaran dengan model pembelajaran scientific inquiry pada kelas eksperimen dan pembelajaran konvensional pada kelas kontrol. Setelah selesai diberikan perlakuan model yang berbeda, kedua kelas melakukan postest untuk melihat kemampuan akhir siswa. Nilai rata-rata kelas eksperimen diperoleh 78,24 dan kelas kontrol diperoleh 69,67. Berdasarkan uji hipotesis dengan uji t diperoleh bahwa adanya perbedaan yang signifikan, yang berarti ada pengaruh dari model scientific inquiry yang signifikan terhadap keterampilan proses sains yang disertai penilaian aktivitas keterampilan proses sains siswa.Kata Kunci: scientific inquiry, keterampilan proses sains, aktivitas.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TRAINING BERBANTU PETA KONSEP TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SEMESTER GENAP PADA MATERI POKOK SUHU DAN KALOR DI SMA NEGERI 1 RAYA KAHEAN T.P 2016/2017 Thesa Irene Sari S; Nurdin Siregar
INPAFI (Inovasi Pembelajaran Fisika) Vol 7, No 3 (2019): INPAFI
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.268 KB) | DOI: 10.24114/inpafi.v7i3.14573

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inquiry training berbantu peta konsep terhadap hasil belajar siswa kelas X semester genap pada materi pokok suhu dan kalor di SMA Negeri 1 Raya Kahean T.P 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan populasi seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Raya Kahean yang berjumlah 4 kelas. Sampel penelitian ini terdiri dari 2 kelas yang ditentukan dengan teknik cluster random sampling, satu kelas sebagai kelas eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran inquiry training berbantu peta konsep dan satu kelas lain sebagai kelas kontrol dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini ada dua, yaitu tes hasil belajar dalam bentuk pilihan berganda yang telah dinyatakan valid oleh validator dan instrumen yang kedua adalah lembar observasi aktivitas belajar siswa pada model pembelajaran inquiry training. Dari analisis data diperoleh nilai rata-rata pretes kelas eksperimen sebesar 24,97 dengan standar deviasi 11,03 dan pada kelas kontrol diperoleh nilai rata-rata pretes sebesar 22,23 dengan standar deviasi 10,12. Setelah dilakukan perlakuan pada masing-masing kelas diperoleh rata-rata nilai postes pada kelas eksperimen sebesar 74,39 dengan standar deviasi 10,65 dan rata-rata postes kelas kontrol sebesar 66,19 dengan standar deviasi 8,81. Hasil observasi siswa selama proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran inquiry training adalah 73% tergolong kategori aktif. Dari hasil uji t diperoleh thitung = 3,50 sedangkan ttabel = 1,67 sehingga thitung > ttabel (3,50 > 1,67) maka dapat disimpulkan ada pengaruh model pembelajaran inquiry training berbantu peta konsep terhadap hasil belajar siswa kelas X semester genap pada materi pokok suhu dan kalor di SMA Negeri 1 Raya Kahean T.P 2016/2017. Kata Kunci: model pembelajaran, inquiry training, peta konsep, aktivitas, hasil belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TRAINNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK BESARAN DAN SATUAN DI KELAS X SEMESTER I SMA NEGERI 7 MEDAN Tjiufen Viin M Manurung .; Nurdin Siregar .
INPAFI (Inovasi Pembelajaran Fisika) Vol 3, No 3 (2015): INPAFI
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.383 KB) | DOI: 10.24114/inpafi.v3i3.5422

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Inquiry Training terhadap hasil belajar fisika siswa SMA dan aktivitas belajar siswa selama proses pembelejaran. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desai penelitian Two Group Pretest-Postest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA N 7 Medan yang terdiri dari 5 kelas dan sampel 2 kelas yang ditentukan secara cluster rondom sampling, yaitu kelas X IPA 5 sebagai kelas eksperimen dan kelas X IPA 1 sebagai kelas kontrol. Dari uji hipotesis diperoleh ada pengaruh yang signifikan antara hasil belajar siswa dengan pembelajaran inquiry training dan pemebelajaran konvensional pada materi pokok besaran dan satuan dikelas X SMA N 7 Medan.   Kata Kunci : Model pembelajaran inquiry training.
PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI KOMPOSIT CAMPURAN BATANG SINGKONG DAN SERAT AMPAS TEBU SEBAGAI BAHAN PAPAN PARTIKEL Wahyudi, Arya; Siregar, Nurdin
EINSTEIN (e-Journal) Vol. 12 No. 3 (2024): EINSTEIN (e-Journal)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ein.v12i3.49011

Abstract

Papan partikel komposit campuran batang singkong dan ampas tebu telah berhasil di fabrikasi. Tujuan penelitian ini untuk mencari pengaruh dari serbuk batang singkong dan serbuk serat ampas tebu dapat digunakan untuk menghasilkan papan partikel, pengaruh dari limbah plastik sebagai perekat, papan partikel limbah serbuk batang singkong dan serbuk serat ampas tebu dapat memenuhi standar SNI. Komposisi partikel 70:30, 60:40, 50:50, 40:60, 30:70, dengan variasi perekat plastik 10%, 15%, 25%. Hasil karakterisasi sifat fisis dan sifat mekanis papan partikel yang paling optimal dihasilkan pada komposisi 70:30, 60:40, 50:50, 40:60, 30:70, dengan variasi perekat plastik sebesar 25% memiliki nilai kerapatan yaitu 0,44 g/cm³, 0,43 g/cm³, 0,40 g/cm³, 0,36 g/cm³ dan 0,36 g/cm³. Nilai kadar air 4,44%, 4,44%, 6,52%, 4,76% dan 4,65%. Nilai daya serap air sebesar 72,72%, 109,09%, 115,38%, 125% dan 154,54%. Nilai keteguhan lentur (MOE) sebesar 699,87 kgf/cm², 646,77 kgf/cm², 667,25 kgf/cm2, 576,65 kgf/cm2 dan 615,51 kgf/cm2. Nilai keteguhan patah (MOR) sebesar 232,23 kgf/cm², 218,07 kgf/cm², 186,55 kgf/cm², 155,95 kgf/cm² dan 199,03 kgf/cm². Diperoleh nilai kerapatan, kadar air, dan keteguhan patah telah memenuhi standar SNI, sedangkan daya serap air dan keteguhan lentur belum memenuhi standar SNI.
Integrasi STEM Pada Bahan Ajar Fisika: Dampaknya Terhadap Pemahaman Konsep dan Kreatifitas Siswa SMA Teti Dian Sari; Siregar, Nurdin; Rahmatsyah
Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v14i1.65772

Abstract

Kondisi yang ada pada sekolah saat ini ternyata masih sangat minim bahan ajar yang bisa meningkatkan pemahaman konsep dan sekaligus meningkatkan kreatifitas siswa, maka dari itu telah dilakukan penelitian pengembangan bahan ajar dengan menggunakan pendekatan STEM. Tujuan dari penelitian ini yaitu membuat bahan ajar yang dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa dan meningkatkan kreatifitas siswa melalui pendekatan STEM. Penelitian ini menggunakan metode penelitian research and development (R&D) mengacu pada langkah-langkah Dick and Carey proses. Instrumen penelitian meliputi lembar wawancara, angket, lembar observasi, tes, dan lembar uji validasi. Uji coba terbatas menggunakan lembar observasi dan tes dan validasi prototipe bahan ajar menggunakan lembar uji validasi, dan ujicoba pemakaian menggunakan angket tanggapan dan tes. Data yang terkumpul dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 18 Medan Kelas XI. Setelah penelitian dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut: Bahan ajar dengan pendekatan STEM pada materi optik dapat meningkatkan pemahaman konsep. Bahan ajar dengan pendekatan STEM pada materi optik dapat meningkatkan kreatifitas siswa mulai dari aspek kelancaran (fluency), keluwesan (flexibility), dan keaslian (originality).
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Media Video Animasi terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Bumi dan Tata Surya Kelas VII Gulo, Puji Kasih Laurensia; Siregar, Nurdin
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 7 No. 1 (2025): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v7i1.2199

Abstract

Pembelajaran di SMP Negeri 1 Percut Sei Tuan masih menggunakan pembelajaran konvensional (teaching centered) sehingga berpengaruh pada hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning berbantuan media video animasi terhadap hasil belajar siswa pada materi bumi dan tata surya kelas VII. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu (quasi eksperimen) menggunakan desain Pretest Posttest Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas VII SMP Negeri 1 Percut Sei Tuan. Sampel yang digunakan diambil secara purposive sampling sebanyak 60 siswa dengan kelas VII-9 sebagai kelas eksperimen yang diajar dengan model PBL dan kelas VII-8 sebagai kelas kontrol diajar dengan model pembelajaran konvensional (direct instruction). Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tes pilihan berganda untuk mengetahui hasil belajar peserta didik. Data diolah secara deskriptif dengan IBM SPSS statistic 26 for windows. Berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan uji independent sample t-test pada taraf signifikansi 5% diperoleh nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000 sehingga sig. (2-tailed) < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media video animasi berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada materi bumi dan tata surya kelas VII.
THE EFFECT OF STAD TYPE COOPERATIVE LEARNING MODEL ASSISTED BY POWER POINT MEDIA ON STUDENT LEARNING OUTCOMES ON THE SUBJECT MATTER OF TEMPERATURE AND HEAT TEMPERATURE AND HEAT Siagian, Maria Agnes; Siregar, Nurdin
(IPER) Indonesian Physics Education Research Vol. 5 No. 2 (2024): IPER (Indonesian Physics Education Research)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/iper.v5i2.51572

Abstract

The selection of an inappropriate model and the lack of use of learning media cause low student learning outcomes. This study aims to determine the effect of STAD type cooperative learning model assisted by power point media on the subject matter of temperature and heat. The type of this research is quasi experiment. The population in this study were all students of class XI SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan. Sampling was done by simple random sampling technique consisting of two classes, namely class XI-Matlanfor as the experimental class and class XI-Matlansos as the control class, each of which amounted to 33 people. The instrument used was a student learning outcomes test totaling 20 questions in the form of multiple choice. The results of data analysis showed that the STAD type cooperative learning model assisted by power point media had a significant effect on student learning outcomes on temperature and heat material.
The Effect of Guided Inquiry Learning Model Based on PhET Media on Critical Thinking Skills of Junior High School Students in Vibration and Wave Material Nadhilla, Annisa; Siregar, Nurdin
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.11082

Abstract

Science learning in the 21st century or the technological century, requires teachers to have teaching skills by utilizing technology. Learning carried out in Indonesia is still less encouraging for the achievement of critical thinking skills of students. The study aims to determine the Effect of the Guided Inquiry Learning Model based on PhET Media on the Critical Thinking Skills of Junior High School Students on Vibration and Wave Material. The type of research used is a quasi-experiment with Pretest and Posttest Control Group Design. The population in the study were all students of class VIII UPT SMP Negeri 27 Medan totaling 317 students. The research sample was taken using probability sampling techniques, namely VIII-3 as the experimental class and VIII-2 as the control class, each class consisting of 30 students. The instrument used was multiple choice consisting of 20 validated questions. The data analysis technique used normality test, homogeneity test, hypothesis test and n-gain test. The results of the study were obtained from hypothesis testing using the Independent T-Test 2-Tailed test obtained Sig. (2-tailed) of 0.000. The Independent T-Test 2-Tailed test result data states that there is a difference in the average value of the two classes. The N-gain test in the experimental class obtained a result of 0.74 with a high category, so it can be concluded that the application of the guided inquiry learning model based on PhET media has an influence on improving students' critical thinking skills on vibration and wave material in class VIII UPT SMP Negeri 27 Medan. The research is useful as information material for teachers, as alternative material for selecting learning models and as a reference for researchers to study the same research.
Fabrikasi dan Karakterisasi Film Tipis ZnO Terhadap Arus Deposisi Menggunakan Metode Elektroplating Hutajulu, Romantina; Jubaidah, Jubaidah; Siregar, Nurdin
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 3 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.3.445-451.2024

Abstract

Seng oksida (ZnO) merupakan material semikonduktor tipe-n yang banyak dikembangkan untuk berbagai aplikasi salah satunya adalah sel surya. ZnO biasanya dibuat dalam bentuk film tipis. Film tipis ZnO telah berhasil disintesis menggunakan metode elektroplating dengan variasi arus deposisi (7, 10, 25, dan 35 mA). Sampel film tipis ZnO diuji menggunakan XRD, SEM-EDX, dan UV-Vis untuk mengetahui struktur, morfologi, dan sifat optiknya. Hasil analisis difraktogram XRD menunjukkan struktur kristal untuk semua sampel adalah Wurtzite Hexagonal dan ukuran kristalit 18,1-28,0 nm dengan puncak tertinggi dihasilkan bidang Miller (200). Analisis morfologi menunjukkan bahwa semakin tinggi arus deposisi, semakin seragam bentuk partikel kristalit dan semakin merata menutupi permukaan substrat. Hasil UV-Vis menunjukkan nilai transmitansi film tipis ZnO untuk semua sampel > 80% dan lebar celah pita energi film tipis ZnO berkisar antara 3,41-3,47 eV sehingga dapat diaplikasikan pada sel surya.
Co-Authors Agustina Butar-butar Alfandi Gulo Anna Aria Ningsih Harahap Ayu Andini Br Napitupuli, Monika Shinta Kasih Br Sebanyang, Resi Mai Linda Etaminta Br Sipahutar, Desy Meriani Dede Aria Ningsih Harahap Dewi Feronika Manullang Dewita AR Diego Ferdinand Disna Margaretha Erniria Erniria Eva Marlina Ginting Everyanti, Ida Cathy Evy Maria Br Meliala Fahmi, Jam'an Fahmi, Jaman Fauzi Girsang Fernando Lumban Batu Gulo, Puji Kasih Laurensia Gusrianta Gusrianta Harahap, Anna Aria Ningsih Harahap, Dede Aria Ningsih Herda A. Nainggolan Husna, Wiki Nadia Hutajulu, Romantina Intan Kemala Sari NS Iramaya Fridayanti Sinaga Jubaidah, Jubaidah Laia, Syukurman Limbong, Julian Lubis, Ghania Dhia Ulhaq Lumbantoruan, Sifra H.R Manullang, Dewi Feronika Manullang, Riska Greselia Marbun, Elazabeth Motlan . Motlan Motlan Nadhilla, Annisa Nainggolan, Lidya Revalina Novita Pakpahan Nurhabibah Purba Nurliana Marpaung Pangihutan Gultom Peranginangin, Gunawan Pinem, Sri Karina Puandra, Esti Miska Purba, Nurhabibah Purba, Sunita Karin Radisman Saragih Rahmatsyah Ramadhan , Dwi Sapri Ramadhan, Dwi Sapri Rita Juliani Rotua Fetricia Silitonga Saanatun . Sabarina Sabarina Safitri, Wulan Dwi Sagala, Novitri Yolanda Salomo Leonardus Simanjuntak Santro Nomember Manalu Siagian, Maria Agnes Sihotang, Pelita Silalahi, Sarina Septiani Simamora, Elisabeth Simanjutak, Mariati Purnama Siregar, Ida Cathy Everyanti Siregar, Koriatul Jannah Sri Karina Pinem Teti Dian Sari Thesa Irene Sari S Tjiufen Viin M Manurung . Wahyudi, Arya Wardana, Dian Yohana Chintya Siregar Yuni Evany Sinaga Zubir, Moondra