Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENYUSUNAN SKALA MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA DENGAN PENERAPAN MODEL RASCH Nur Aeni; Purwo Susongko; M Shaefur Rokhman
JPMP Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/jpmp.v1i1.791

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menyusun tes motivasi belajar matematika yang terstandarisasi, (2) Memvalidasi tes motivasi belajar matematika dengan penerapan model Rasch dilihat dari aspek isi, substantif, struktur, eksternal, dan konsekuensi. Populasi dalam penelitian ini adalah semua peserta didik SMA N 1 Pagerbarang. Sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X SMA N 1 Pagerbarang. Pengambilan sampel menggunakan teknik convenience sampling.  Sampel  dalam penelitian ini adalah lembar jawab angket motivasi belajar matematika sebanyak 180 lembar. Jenis penelitian ini adalah penelitian Research and development (RnD) yang mengikuti tahapan model Plomp dengan dimodifikasi sesuai kebutuhan penelitian . Tahapan model Plomp terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) tahap investigasi awal; (2) tahap perancangan; (3) tahap realisasi/konstruk ; (4) tahap tes, evaluasi dan revisi. Analisis data secara rasional berbantuan para ahli, sedangkan analisis data secara empiric menggunakan teori respon butir model Rasch dengan bantuan program R versi 3.1.2 dan SPSS versi 17.0 Hasil penelitian menunjukan bahwa , (1)  Penyusunan tes motivasi belajar matematika yang terstandarisasi dilakukan dengan, (a) menganalisis teori yang mendukung dalam penyusunan skala motivasi belajar matematika; (b) pendefinisian konsep dan operasional; (c) menetukan dimensi dan indikator; (d) menyusun butir-butir tes; (e) butir tes divalidasi secara rasional; (f) uji coba lapangan; (g) data divalidasi secara empiric menggunakan teori respon butir model Rasch dengan bantuan program R versi 3.1.2 dan SPSS versi 17.0  (2) Validitas tes motivasi belajar matematika dengan penerapan model Rasch dilihat dari aspek isi, substantif, struktur, eksternal dan konsekuensi terbukti bahwa tes motivasi belajar matematika valid. Kata Kunci: Motivasi Belajar Matematika, Model Rasch, Validitas Messick
UJI VALIDITAS TES ULANGAN AKHIR SEMESTER GASAL MATA PELAJARAN MATEMATIKA(STUDI DESKRIPTIF ANALISIS DOKUMENTER DI SMP NEGERI SLAWI TAHUN PELAJARAN 2016/2017) Nusdatul Imaroh; Purwo Susongko; Isnani Isnani
JPMP Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/jpmp.v1i1.792

Abstract

Selama ini SMP Negeri Slawi menggunakan soal-soal bersama yang belum divalidasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan validasi terhadap item-item tes Matematika yang digunakan sebagai  tes dalam Ulangan Akhir Semester Gasal Mata Pelajaran Matematika sehingga didapatkan butir tes yang cukup valid dengan penerapan model Rasch. Model validasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas model  Messick yang meliputi aspek – aspek validitas : (1) conten , (2) substantif , (3) Struktural, (4) Eksternal dan (5) Konsekuensial. Populasi dalam Penelitian ini adalah seluruh lembar jawaban UAS gasal peserta didik kelas VII di SMP Negeri Slawi tahun ajaran 2016/2017. Dalam pengambilan sampel penelitian ini mengambil 288 sampel yang merupakan lembar jawaban peserta didik kelas VII di SMP Negeri 1 Slawi. Metode mengumpulkan data yang digunakan adalah dokumentasi. Teknik analisis data dengan menggunakan analisis kualitatif pada soal matematika untuk soal pilihan ganda, sedangkan analisis kuantitatif menggunakan Program R 3.3.3 paket ltm dan eRm. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa jumlah keseluruhan soal pilihan ganda adalah 40 soal. Semua soal telah sesuai dengan materi yang diujikan yaitu sebanyak 4 materi pokok. Materi pokok yang di ujikan meliputi: (1) Bilangan (14 soal); (2) Himpunan (9 soal); (3) Bentuk Aljabar (10 soal); dan (4) Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel (7 soal). Konstruksi soal pilihan ganda terdiri dari satu item dan empat optios. Salah satu dari option tersebut merupakan kunci jawaban. Soal Matematika yang digunakan dalam UAS gasal terbukti valid dengan penerapan Model Rasch. Hasil Validitas menunjukkan  bahwa Tes UAS gasal telah memenuhi validitas konstruk menurut Messick (2006) yang meliputi aspek – aspek: (1) conten , (2) substantif , (3) Struktural, (4) Eksternal dan (5) Konsekuensial. Kata Kunci: Analisis Tes, Validitas, Messick, program R versi 3.3.3
PENGEMBANGAN INSTRUMENTASI KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII SEMESTER II SMP NEGERI 1 WARUREJA PADA MATERI POKOK SEGI EMPAT DENGAN PENDEKATAN TEORI RESPONS BUTIR TAHUN AJARAN 2016/2017 Ulfiana Dewi; Purwo Susongko; Eleonora Dwi Wahyuningsih
JPMP Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/jpmp.v1i1.793

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1)  mengetahui prosedur pengembangan tes diagnostik kesulitan belajar matematika materi pokok segiempat dengan pemodelan Teori Respons Butir, (2) mengetahui kualitas butir tes diagnostik kesulitan belajar matematika materi pokok segiempat yang telah dikembangkan, (3) memperoleh informasi kesulitan-kesulitan belajar matematika siswa SMP Negeri 1 Warureja materi pokok segiempat yang dimunculkan dalam tes diagnostik yang telah dikembangkan. Metode pada penelitian ini menggunakan metode Research and Development dengan tahapan yang dilakukan yaitu observasi awal, studi pendahuluan, penyusunan produk I, validasi desain, perbaikan produk I, Uji Coba Produk I, Desain Produk II, Validasi Produk II, Uji Coba Produk II, Analisis Produk II, Penyusunan Produk III, dan Penggunaan Produk III untuk mengetahui profil kesulitan belajar siswa. Analisis tes yang dilakukan menggunakan teori respons butir model dua parameter, dengan tingkat kesukaran berkisar antara – 8,985 sampai 2,326 dan daya beda butir soal berkisar antara – 0,662 sampai 10,945. Hasil tes diagnostik memberikan informasi presentase kesulitan belajar tertinggi yaitu (1) kesalahan konsep dengan rata-rata 16,99 %, (2) kesalahan teknis 16,09 %, (3) kesalahan interprestasi bahasa 12,74 %, (4) kesalahan konsep dan teknis 8,82 %,(5) kesalahan konsep dan interprestasi bahasa 7,19 %, (6) kesalahan interprestasi bahasa dan teknis 5,88 %, (7) kesalahan data 4,12 %, dan (8) kesalahan konsep dan data dengan presentase rata-rata 2,94 %. Kata Kunci: Pengembangan Instrumentasi, Kesulitan Belajar, Teori Respons Butir
Keefektifan Model Pembelajaran Make A Match terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik Tri Yunita; Purwo Susongko; Wikan Budi Utami
JPMP Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/jpmp.v2i2.1044

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran make a match terhadap prestasi belajar peserta didik. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPA semester 2 SMAN 1 Dukuhwaru Kabupaten Tegal tahun pelajaran 2017/2018 sebanyak 140 peserta didik. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan non tes (dokumentasi). Teknik analisis data pada uji prasyarat sebelum penelitian menggunakan uji normalitas (uji liliefors), uji homogenitas (uji bartlett) dan uji kesetaraan sampel (anava satu arah). Pengujian validitas instrumen menggunakan rasch model, pengujian hipotesis pertama menggunakan uji proporsi satu pihak kanan, pengujian hipotesis kedua menggunakan uji-t dua pihak dan pengujian hipotesis ketiga menggunakan uji-t satu pihak kanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran make a match lebih dari 40% mencapai KKM 75. Terdapat perbedaan prestasi belajar peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran make a match dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Selain itu diketahui juga bahwa model pembelajaran make a match lebih baik dari model pembelajaran konvensional dalam meningkatkan prestasi belajar peserta didik.
Keefektifan Model Pembelajaran Make A Match Berbantu Lembar Kegiatan Peserta Didik Terhadap Prestasi Dan Motivasi Belajar Matematika Nur Azizah; Ponoharjo Ponoharjo; Purwo Susongko
JPMP Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/jpmp.v2i2.1045

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan apakah: (1) Prestasi belajar matematika peserta didik yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran make a match berbantu lembar kegiatan peserta didik (LKPD) mencapai target / kriteria ketuntasan minimum (KKM). (2) Ada perbedaan prestasi dan motivasi belajar antara peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran make a match berbantu LKPD dengan peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran konvensional berbantu LKPD. (3) Model pembelajaran make a match berbantu LKPD lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional berbantu LKPD terhadap prestasi dan motivasi belajar matematika peserta didik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP N 2 Kramat Kabupaten Tegal Tahun Ajaran 2017 / 2018 yang terdiri dari 321 peserta didik. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 142 peserta didik.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, tes prestasi dan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah Anava satu arah untuk sebelum penelitian.Uji Proporsi satu pihak kanan, Uji manova serta Uji hotelling untuk setelah penelitian. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Prestasi belajar matematika peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran Make A Match berbantu LKPD mencapai target / KKM. (2) Ada perbedaan prestasi dan motivasi belajar matematika peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran Make A Match berbantu LKPD dengan peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran konvensional berbantu LKPD. (3) Prestasi dan motivasi belajar matematika peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran  Make A Match berbantu LKPD lebih baik daripada yang diajar menggunakan model pembelajaran konvensional berbantu LKPD.
Keefektifan Model Pembelajaran Think Pair Share (TPS) dengan Penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) terhadap Prestasi Belajar Matematika Rizki Nurhidayah; Ponoharjo Ponoharjo; Purwo Susongko
JPMP Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/jpmp.v2i2.1046

Abstract

Penelitian dengan judul Keefektifan Model Pembelajaran Think Pair Share (TPS) dengan Penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Terhadap Prestasi Belajar Matematika bertujuan untuk mendeskripsikan (1)prestasi belajar matematika peserta didik menggunakan model pembelajaran TPS dengan penggunaan LKPD mencapai target (2)adanya perbedaan prestasi belajar matematika peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran TPS dengan penggunaan LKPD dengan ekspositori dengan penggunaan LKPD (3)prestasi belajar matematika peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran TPS dengan penggunaan LKPD lebih baik dibandingkan model pembelajaran ekspositori dengan penggunaan LKPD. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VII semester II SMP Neger 1 Ampelgading tahun pelajaran 2017/2018 sebanyak 283 peserta didik yang terbagi dalam 9 kelas. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sample dan cluster random sampling. Sampel yang diambil sebanyak 1 kelas eksperimen, 1 kelas kontrol, dan 2 kelas uji coba. Uji validitas menggunakan model rasch. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa tes dengan taraf signifikansi 5%. Teknik analisis data menggunakan uji proporsi satu pihak kanan, uji-t dua pihak, dan uji-t satu pihak kanan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) prestasi belajar matematika peserta didik menggunakan model pembelajaran TPS dengan penggunaan LKPD mencapai target (2)terdapat perbedaan prestasi belajar matematika peserta didik menggunakan model pembelajaran TPS dengan penggunaan LKPD dengan ekspositori dengan penggunaan LKPD (3)prestasi belajar matematika peserta didik menggunakan model pembelajaran TPS dengan penggunaan LKPD lebih baik dibandingkan model ekspositori dengan penggunaan LKPD.
Pengaruh Sumber Daya Teknologi Informasi dan Kenyamanan di Sekolah Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Indonesia Berdasarkan Survey PISA Tahun 2015 Lidya Citra Divantari; Purwo Susongko; Rizqi Amaliyakh Solikhah
JPMP Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/jpmp.v2i2.1047

Abstract

Penelitian ini bertujuan : (1) Mendeskripsikan pengaruh sumber daya teknologi  informasi di rumah terhadap prestasi belajar matematika pada siswa Indonesia survey PISA tahun 2015. (2) Mendeskripsikan pengaruh kenyamanan di sekolah terhadap prestasi belajar matematika pada siswa Indonesia survey PISA tahun 2015. (3) Mendeskripsikan pengaruh sumber daya teknologi  informasi dan kenyamanan di sekolah terhadap prestasi belajar matematika pada siswa Indonesia survey PISA tahun 2015. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Indonesia yang mengikuti survey PISA tahun 2015. Sampel dalam penelitian ini menggunakan sampel jenuh yaitu semua populasi dijadikan sampel atau penelitian populasi. Pada survey PISA tahun 2015 Indonesia melibatkan 6315 data siswa dari 519.334 respon siswa. Data Siswa diperoleh dari survey PISA tahun 2015 yang dipublikasikan situs resmi yang bersumber dari laman OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi. Analisis data menggunakan uji regresi sederhana X1, uji regresi sederhana X2 dan uji regresi ganda X1 X2 .Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1)  Terdapat pengaruh yang signifikan antara sumber daya teknologi informasi terhadap prestasi belajar matematika. (2) Terdapat pengaruh yang signifikan antara kenyamanan di sekolah terhadap prestasi belajar matematika (3) Tidak dapat medeskripsikan pengaruh yang signifikan antara sumber daya teknologi informasi dan kenyamanan di sekolah secara bersama-sama terhadap prestasi belajar matematika karena keterbatasan penelitian yang menunjukkan ketidakmemenuhinya asumsi klasik pada analisis regresi linear berganda.
Model Pembelajaran Problem Based Learning dengan Metode Discovery Learning terhadap Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Joko Purnomo; Purwo Susongko; Yuni Arfiani
JPMP Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/jpmp.v3i2.1414

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap Aktivitas dan Hasil Belajar pada mata pelajara IPA. Uji validitas instrumen dengan uji validitas isi dan uji validitas konstruk. Analisis dengan uji perbedaan sampel independen test sebelum analisis dalam penelitian data diuji dengan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukan pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) metode Discovery Learning terhadap aktivitas siswa dengan tingkat pengaruh sebesar 85.67% dengan kriteria keaktivan siswa sangat baik lebih tinggi dibandingkan dengan model pembelajaran ekspositori sebesar 79.76%. Pada hasil belajar siswa pada aspek kognitif pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) metode Discovery Learning nilai pos-test 79.87 lebih tinggi dibandingkan dengan nilai post-test model pembelajaran ekspositori 73.00. Hasil analisis uji-t independent sampel test diperoleh hasil thitung = 2.30 > ttabel = 2.02 untuk ? 0.05 sehingga ada pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan motode Discovery Learning terhadap hasil belajar kognitif siswa dengan pengaruh sebesar 10%. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh antara model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) motode Discovery Learning terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa.
Pembelajaran Model Double Loop Problem Solving Berbantuan Alat Peraga untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Sains Peserta Didik Windi Widiawati; Purwo Susongko; Bayu Widiyanto
JPMP Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/jpmp.v3i2.1415

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan literasi sains peserta didik setelah diterapkan pembelajaran model double loop problem solving berbantuan alat peraga pada sub materi pemanasan global. Jenis penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan rancangan penelitian yang digunakan ialah “matching pretest posttest comparation group design”. Penelitian ini dilakukan di kelas VII-A SMPN 01 Suradadi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dapat meningkatkan kemampuan literasi sains peserta didik setelah menggunakan model pembelajaran double loop problem solving berbantuan alat peraga. Hal tersebut terlihat dari nilai signifikansi uji t paired sample t-test sebesar 0,000 yang mempunyai arti bahwa terdapat perbedaan peningkatan kemampuan literasi sains peserta didik sesudah dan setelah dilaksanakan pembelajaran menggunakan double loop problem solving berbantuan alat peraga. Perbedaan tersebut terbukti dari hasil posttest yang meningkat. Berdasarkan analisis peningkatan kemampuan literasi sains peserta didik sebesar 72,61% berkategori tinggi. Kesimpulan penelitian ini yaitu penerapan model double loop problem solving berbantuan alat peraga pada sub materi pemanasan global dapat meingkatkan kemampuan literasi sains peserta didik.
Uji Validitas Konstruk Tes Prestasi Belajar dengan Penerapan Model Persamaan Struktural Purwo Susongko
Cakrawala: Jurnal Pendidikan Vol 4 No 8 (2010)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.687 KB) | DOI: 10.24905/cakrawala.v4i8.32

Abstract

Validitas konstruk adalah sejauh mana hasil pengukuran dianggap mencerminkankonstrak (construck) dalam suatu teori. Uji validitas konstruk pada tes prestasi belajardiperlukan untuk konfirmasi antara validitas konten/isi yang telah dibuat dan data empirik.Model analisis yang cukup komprehensif untuk uji validitas konstrak adalah analisis faktoryang terdiri dari analisis faktor eksplanatori dan analisis faktor konfirmatori. Analisis faktorkonfirmatori dapat dilakukan dengan model persamaan struktural (structural equationmodeling, SEM). Dengan Analisis konfirmatori peneliti dapat memodifikasi model untukdisesuaikan dengan data yang dimilikinya, sesuatu yanag tidak dapat dilakukan pada analisiseksplanatori. Dengan menggunakan data empirik, terbukti model persamaan struktural sangattepat digunakan untuk menguji validitas konstruk tes prestasi belajar di sekolah.