Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : JURNAL PHOTON

DETERMINAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI PUSKESMAS RAWAT INAP SIMPANG TIGA KOTA PEKANBARU Megawati, Astria -; Lapau, Buchari -; Alamsyah, Agus -
Sistem Informasi Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Photon
Publisher : Fakultas MIPA dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.641 KB)

Abstract

Diare ialah buang air besar dengan konsistensi yang lebih encer/cair dari biasanya sebanyak lebih dari 3 kali per hari yang dapat/tidak disertai dengan lendir atau darah yang timbul secara mendadak dan berlangsung kurang dari 2 minggu. Di Puskesmas Rawat Inap Simpang Tiga tahun 2016 proporsi kejadian diare pada balita sebesar 6,3%. Jumlah ini meningkat dibandingkan proporsi kejadian diare pada balita tahun 2015 yaitu sebesar 4,1%. Tujuan penelitian adalah diketahuinya determinan kejadian diare pada balita di Puskesmas Rawat Inap Simpang Tiga Kota Pekanbaru Tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian Studi Kasus Kontrol. Populasi kasus adalah seluruh balita penderita Diare dari bulan Januari 2017 s/d bulan April 2018 yang berjumlah 262 balita dan populasi kontrol adalah seluruh kasus bukan Diare pada tahun yang sama yang berjumlah 5.760 balita dengan jumlah sampel 195 kasus dan 195 kontrol. Analisis data yang dilakukan adalah analisis univariat, bivariat dan multivariat. Berdasarkan hasil analisis multivariat, variabel yang paling berpengaruh dengan kejadian diare pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Simpang Tiga Kota Pekanbaru Tahun 2018 adalah kebiasaan cuci tangan pakai sabun (OR = 7,9 CI 95% = 4,755-13,179), pekerjaan ibu (OR = 2,6 CI 95% = 1,600-4,408) dan pendapatan (OR = 2,9 CI 95% = 1,723-4,973). Disarankan kepada seluruh petugas kesehatan agar selalu melakukan penyuluhan rutin tentang pencegahan diare pada balita dan pentingnya cuci tangan pakai sabun terutama kepada ibu yang bekerja dan keluarga dengan pendapatan rendah.
DETERMINAN KEJADIAN DEMAM BREDARAH DENGUE (DBD) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS HARAPAN RAYA Ardianti, Wenni -; Lapau, Buchari -; Dewi, Oktavia -
Sistem Informasi Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Photon
Publisher : Fakultas MIPA dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.35 KB)

Abstract

Penyakit DBD adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti, dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Di wilayah kerja Puskesmas Harapan Raya pada tahun 2017 terjadi sebanyak 98 kasus ( IR = 85,0 per 100.000 penduduk) dan sudah melebihi batas endemisitas Indonesia yaitu ≤ 49 per 100.000 penduduk. Tujuan penelitian adalah diketahuinya determinan kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Harapan Raya tahun 2015-2017. Desain penelitian adalah Studi Kasus Kontrol Unmatch. Populasi kasus adalah seluruh penderita DBD dari tahun 2015-2017 yang berjumlah 228 orang dan populasi kontrol adalah seluruh kasus yang bukan DBD pada bulan yang sama saat terjadi penyakit DBD tahun 2017 yang berjumlah 8.529 orang. Jumlah sampel 180 kasus dan 180 kontrol. Data dianalisis secara univariat, bivariat dan multivariat. Hasil analisis multivariat, variabel yang paling berpengaruh adalah umur (CI 95% = 7,889– 38,224), keberadaan sampah (CI 95% = 1,750-5,069), tidak melakukan 3M berisiko (CI 95% = 2,226-6,243), kebiasaan tidur pagi/sore (CI 95% = 1,019- 2,877), tidak memiliki kawat kasa pada ventilasi (CI 95% = 1,268– 3,571). Disarankan masyarakat memakai obat anti nyamuk, menyediakan tempat sampah yang tertutup, menggunakan kawat kasa dan melakukan 3M minimal 1x seminggu. Pihak puskesmas untuk melakukan penyuluhan cara mengolah sampah yang padat dengan baik dan benar serta pentingnya melakukan 3M sekali seminggu.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN ISPA NON PNEUMONIA PADA ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS HARAPAN RAYA KOTA PEKANBARU Nahabila, T. Sy Rafni; Lapau, Buchari; -, Herniwanti -
Sistem Informasi Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Photon
Publisher : Fakultas MIPA dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.94 KB)

Abstract

ISPA Non pneumonia is a symptom of cough that does not show symptoms of an increase in the frequency of breath and does not also show the pull of the lower chest wall towards the inside. The purpose of this study was to find out the factors associated with the incidence of ISPA non-pneumonia in children under five in the working area of Harapan Raya Community Health Center in Pekanbaru City in 2018. This research was quantitative observational analytic with the type of Analytical Cross-sectional Study design. This study was conducted from June to July 2018. Data analysis was carried out in stages which included univariate analysis, bivariate analysis and multivariate analysis. The sampling procedure was carried out by systematic random sampling with a sample of 212 toddlers. The results of the study showed that toddlers who suffered from ISPA non-pneumonia in the sample were 60.44%. And in the population is 60.44% ± 5% = 55.44% -65.44%. Variables related to cause and effect are mosquito coils, the presence of smokers and room temperature. Variables are inversely correlated, namely natural lighting variables. Counfounding variable is the variable of ventilation against natural lighting variables. Unrelated variables are humidity, ventilation, house walls, density of house occupancy, cooking fuel usage, age, and sex.
DETERMINAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI PUSKESMAS RAWAT INAP SIMPANG TIGA KOTA PEKANBARU Astria - Megawati; Buchari - Lapau; Agus - Alamsyah
Sistem Informasi Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v9i1.1050

Abstract

Diare ialah buang air besar dengan konsistensi yang lebih encer/cair dari biasanya sebanyak lebih dari 3 kali per hari yang dapat/tidak disertai dengan lendir atau darah yang timbul secara mendadak dan berlangsung kurang dari 2 minggu. Di Puskesmas Rawat Inap Simpang Tiga tahun 2016 proporsi kejadian diare pada balita sebesar 6,3%. Jumlah ini meningkat dibandingkan proporsi kejadian diare pada balita tahun 2015 yaitu sebesar 4,1%. Tujuan penelitian adalah diketahuinya determinan kejadian diare pada balita di Puskesmas Rawat Inap Simpang Tiga Kota Pekanbaru Tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian Studi Kasus Kontrol. Populasi kasus adalah seluruh balita penderita Diare dari bulan Januari 2017 s/d bulan April 2018 yang berjumlah 262 balita dan populasi kontrol adalah seluruh kasus bukan Diare pada tahun yang sama yang berjumlah 5.760 balita dengan jumlah sampel 195 kasus dan 195 kontrol. Analisis data yang dilakukan adalah analisis univariat, bivariat dan multivariat. Berdasarkan hasil analisis multivariat, variabel yang paling berpengaruh dengan kejadian diare pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Simpang Tiga Kota Pekanbaru Tahun 2018 adalah kebiasaan cuci tangan pakai sabun (OR = 7,9 CI 95% = 4,755-13,179), pekerjaan ibu (OR = 2,6 CI 95% = 1,600-4,408) dan pendapatan (OR = 2,9 CI 95% = 1,723-4,973). Disarankan kepada seluruh petugas kesehatan agar selalu melakukan penyuluhan rutin tentang pencegahan diare pada balita dan pentingnya cuci tangan pakai sabun terutama kepada ibu yang bekerja dan keluarga dengan pendapatan rendah.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN ISPA NON PNEUMONIA PADA ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS HARAPAN RAYA KOTA PEKANBARU T. Sy Rafni Nahabila; Buchari Lapau; Herniwanti - -
Sistem Informasi Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v9i1.1053

Abstract

ISPA Non pneumonia is a symptom of cough that does not show symptoms of an increase in the frequency of breath and does not also show the pull of the lower chest wall towards the inside. The purpose of this study was to find out the factors associated with the incidence of ISPA non-pneumonia in children under five in the working area of Harapan Raya Community Health Center in Pekanbaru City in 2018. This research was quantitative observational analytic with the type of Analytical Cross-sectional Study design. This study was conducted from June to July 2018. Data analysis was carried out in stages which included univariate analysis, bivariate analysis and multivariate analysis. The sampling procedure was carried out by systematic random sampling with a sample of 212 toddlers. The results of the study showed that toddlers who suffered from ISPA non-pneumonia in the sample were 60.44%. And in the population is 60.44% ± 5% = 55.44% -65.44%. Variables related to cause and effect are mosquito coils, the presence of smokers and room temperature. Variables are inversely correlated, namely natural lighting variables. Counfounding variable is the variable of ventilation against natural lighting variables. Unrelated variables are humidity, ventilation, house walls, density of house occupancy, cooking fuel usage, age, and sex.
DETERMINAN KEJADIAN DEMAM BREDARAH DENGUE (DBD) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS HARAPAN RAYA Wenni - Ardianti; Buchari - Lapau; Oktavia - Dewi
Sistem Informasi Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v9i1.1057

Abstract

Penyakit DBD adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti, dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Di wilayah kerja Puskesmas Harapan Raya pada tahun 2017 terjadi sebanyak 98 kasus ( IR = 85,0 per 100.000 penduduk) dan sudah melebihi batas endemisitas Indonesia yaitu ≤ 49 per 100.000 penduduk. Tujuan penelitian adalah diketahuinya determinan kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Harapan Raya tahun 2015-2017. Desain penelitian adalah Studi Kasus Kontrol Unmatch. Populasi kasus adalah seluruh penderita DBD dari tahun 2015-2017 yang berjumlah 228 orang dan populasi kontrol adalah seluruh kasus yang bukan DBD pada bulan yang sama saat terjadi penyakit DBD tahun 2017 yang berjumlah 8.529 orang. Jumlah sampel 180 kasus dan 180 kontrol. Data dianalisis secara univariat, bivariat dan multivariat. Hasil analisis multivariat, variabel yang paling berpengaruh adalah umur (CI 95% = 7,889– 38,224), keberadaan sampah (CI 95% = 1,750-5,069), tidak melakukan 3M berisiko (CI 95% = 2,226-6,243), kebiasaan tidur pagi/sore (CI 95% = 1,019- 2,877), tidak memiliki kawat kasa pada ventilasi (CI 95% = 1,268– 3,571). Disarankan masyarakat memakai obat anti nyamuk, menyediakan tempat sampah yang tertutup, menggunakan kawat kasa dan melakukan 3M minimal 1x seminggu. Pihak puskesmas untuk melakukan penyuluhan cara mengolah sampah yang padat dengan baik dan benar serta pentingnya melakukan 3M sekali seminggu.
Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Siak Hulu I Dan III Tahun 2018 Elvanita Nita; Buchari Lapau; Oktavia Dewi
Sistem Informasi Vol 9 No 2 (2019): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v9i2.1306

Abstract

Anemia in pregnancy is a condition where hemoglobin (Hb) levels in pregnant women in trimester I and III <11 grams%, while in trimester II Hb levels <10.5%. Normal hemoglobin levels in pregnant women> 11 grams%. UPTD Siak Hulu Health Centers I and III were the health centers that had the highest anemia cases in kampar regency in two consecutive years, namely 14.60% and 67.68% in 2016, while in 2017 were 63.63% and 85.83%. This study aims to determine the factors associated with the incidence of anemia in pregnant women in the work area of ​​the UPTD Puskesmas Siak Hulu I and III in 2018. The research method uses design cross sectional. The population is pregnant women in the third trimester of 2018. The number of samples is 211. Sampling is done by simple random sampling. Data analysis was carried out by univariate, bivariate and multivariate with multiple logistic regression. The results showed that the variables related to cause and effect on the incidence of anemia in pregnant women in the work area of ​​the Siak Hulu I and III UPTD Puskesmas were adherence to Fe tablet consumption OR = 2,74 (95% CI=1.043-7.210). Recommended to health workers to conduct KIE activities and promotions for prospective pregnant women, pregnant women and communities in the region.