Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

ANALISIS SPASIAL PERGERAKAN MASSA AIR DI LAUT HALMAHERA DAN LAUT BANDA MENGGUNAKAN METODE EMPIRICAL ORTHOGONAL FUNCTION (EOF) Fachrudy, Muhammad Adi; Munir, Rahmawati; Mandang, Idris
GEOSAINS KUTAI BASIN Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Geophysics Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/geofisunmul.v1i1.159

Abstract

The movement of water masses that occurred in the Indonesian Sea is the result of the interaction of two ocean, Pacific and Indian Ocean demonstrated by the change in salinity and temperature levels. Oceanographic research in Halmahera and Banda Sea have been carried out by analyzing changes in the level of temperature, salinity and currents on the surface of each season, West Monsoon and East Monsoon in 2010 by using Empirical Orthogonal Function (EOF). The verification of the data was done by comparing the temperature and salinity data were obtained from output of HYCOM model (Hybrid Coordinate Ocean Model) + NCODA Global 1/12 Reanalysis to observation data for 8 days in the Halmahera and Banda Sea. The results of the research showed changes in temperature and salinity that occurred in Halmahera Sea and have ranged between 28.5 ºC - 29 ºC and 34.1 psu - 34.6 psu was strongly influenced by water masses from the Pacific Ocean. The range of temperature and salinity have occurred during the West Monsoon, these water masses comes from the South Pacific moved towards Halmahera Sea brought by the New Guinea Coastal Current and that current was strong (1.06 m/s) at the time of East Monsoon took place in Indonesia. Unlike the Halmahera Sea, Banda Sea has a tendency to have temperature changes (26.9 ºC – 29.8 ºC) during the period of seasonal cycles that caused by its large region and the confluence of the water masses that come from Java Sea, Makassar Strait and affected by the temperature of Arafura Sea which has strong interaction from Indian Ocean.
IDENTIFIKASI LAPISAN AKUIFER AIR TANAH DENGAN MENGGUNAKAN METODE GEOELEKTRISITAS KONFIGURASI SCHLUMBERGER DI TAMAN SALMA SHOFA SAMARINDA, KALIMANTAN TIMUR Rezky, Bayu; Mandang, Idris
GEOSAINS KUTAI BASIN Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Geophysics Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/geofisunmul.v2i2.472

Abstract

The geoelectric method is one of the geophysical methods. It studies the electrical properties on earth and detects on the surface of the earth. In this case includes the measurement of potential, currents and electromagnetic fields that occur either naturally or due to injection of current into the earth. This research was conducted at Salma Shofa garden. Geographically, the location of Salma Shofa Garden is located at 117° 12' 43.0326" E, 0° 28' 40.0238" S to 117° 13' 14.1068" E, 0° 29' 06.5236" S. In the two line was measured to obtain the values of apparent resistivity (ρa) this using the Schlumberger array. These values are processed by the IPI2win program to obtain 1-D from each line. The results of geoelectric modeling indicate the deep of ground water. The resistivity values in line 1 is 49.2Ω.m-51.8 Ω.m. and 49.2Ω.m-51.8Ω.m in line 2.
Studi Perubahan Fase Bulan Terhadap Nilai Tunggang Pasang Surut dan Slack Water dari Penanggalan Hijriah Rizqi, Puteri Buana; Perwitasari, Devina Rayzy; Mandang, Idris
GEOSAINS KUTAI BASIN Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : Geophysics Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/geofisunmul.v4i2.716

Abstract

Penanggalan hijriah atau biasa disebut sebagai penanggalan islam adalah sistem penanggalan yang menggunakan pergerakan bulan sebagai acuannya. Dalam ilmu Oseanografi, pergerakan bulan mempengaruhi dinamika pasang surut. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah mengetahui hubungan fase bulan terhadap tunggang pasang surut dan slack water. Penelitian ini berlokasi di Dermaga Pantai Mutiara Muara Badak pada tanggal 29 Januari – 17 Februari 2107. Penelitian ini menggunakan metode Least Square untuk menganalisis konstanta pasang surut dan algoritma Fast Fourier Transform untuk tipe pasang surut. Hasil yang didapatkan adalah pasang tertinggi terjadi saat masuknya bulan purnama dikarenakan posisi bumi dan bulan sejajar dengan matahari sehingga gaya tariknya lebih besar. Penelitian ini diharapkan dapat memberi informasi tentang penentuan penanggalan hijriah menurut nilai tunggang pasang surut.
SOSIALISASI PERUBAHAN DAN PENGELOLAAN GARIS PANTAI DI PESISIR KECAMATAN SAMBOJA, KAB. KUTAI KARTANEGARA Khoirunisa, Nanda; Sihotang, Zetsaona; Riza, Muhammad; Mandang, Idris; Yusuf, Mustaid; Fajar Hermawan, Qori
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.21061

Abstract

Perubahan garis pantai terjadi secara dinamis seiring waktu yang berdampak buruk terhadap wilayah pesisir. Kabupaten Kutai Kartanegara merupakan daerah pengembangan IKN yang beberapa wilayahnya berada di pesisir salah satunya adalah Kecamatan Samboja. Terdapat 8 Desa/Kelurahan di Kecamatan Samboja yang memiliki wilayah pesisir dan berbatasan langsung dengan laut yaitu Desa/Kelurahan Kampung Lama, Handil Baru, Sanipah, Teluk Pemedas, Samboja Kuala, dan Tanjung Harapan. Tujuan dari pengabdian ini yaitu mensosialisasikan hasil monitoring perubahan garis pantai dan laju luasan akresi dan abrasi pada periode Tahun 2000-2022 serta tindakan-tindakan preventif dalam menejemen pesisir kepada pemerintah setempat. Penggunaan metode pengeinderaan jauh adalah salah satu cara memonitoring perubahan garis pantai dan telah diterapkan sebelumnya. Data yang digunakan yaitu data sekunder berupa data citra satelit Tahun 2000 dan 2022. Pengolahan data garis pantai dilakukan dengan memanfaatkan citra Landsat 8-9 OLI/TIRS dan citra Landsat 7 ETM+. Teknik yang digunakan untuk penentuan garis pantai pesisir Kecamatan Samboja yaitu teknik analisis overlay. Adapun proses pemisahan antara wilayah permukaan bukan air (daratan) dengan wilayah badan air (laut) menggunakan metode Normalized Difference Water Index (NDWI). Pengabdian ini diharapkan mampu memberikan informasi kepada masyarakat di wilayah pengabdian sehingga dapat mengantisipasi bencana/kerusakan pesisir pantai serta dapat dijadikan acuan dalam pengembangan dan perencanaan yang berkelanjutan khususnya dalam pembangunan wilayah pengembangan IKN baru wilayah pesisir.
Pemodelan Sebaran dan Waktu Tinggal Limbah Panas di Teluk Bontang Suprijo, Totok; Romawan, Francis Seravino; Nur, Ashadi Arifin; Mandang, Idris; Napitupulu, Gandhi
Jurnal Teknik Sipil Vol 31 No 3 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2024.31.3.9

Abstract

Abstract The water mass exchange process between a bay and an open sea can flush effluents or pollutants that enter the bay. This paper describes a two-dimensional numerical modelling study on thermal water dispersion due to hydrodynamic processes in The Bontang Bay and the bay flushing capability. The numerical model used is Delft3D. Model input data was including bathymetry, water elevation, discharge of seawater intake and outfall, wind speed, and temperature of the thermal water effluent discharged into Bontang Bay. The modelling results were verified with observation data. Verification results shows that error of water elevation is 0.07 m, while current speed error is 0.26 m/s. Dispersion modeling results indicate that 40°C thermal water discharged at a rate of 24.6 m³/s into Bontang Bay has increased the water temperature in the bay by 1°C to 2°C. This increase in temperature potentially has a negative impact on aquatic ecosystems. An increase in water temperature of 1°C and 2°C covers areas of 19.32 km² and 7.26 km² in the bay, respectively. The residence time of thermal water in Bontang Bay is 3 days and 12 hours before flushing. Keywords: Thermal dispersion, exchange process, residence time, flushing time
Studi Identifikasi Ketebalan Sedimen Menggunakan Metode Ground Penetrating Radar (Gpr) Di Waduk Benanga, Samarinda Kalimantan Timur Arifin, Muhammad Syahrul; Mandang, Idris
GEOSAINS KUTAI BASIN Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Geophysics Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/geofisunmul.v8i1.1415

Abstract

Ketebalan sedimen merupakan jarak antara permukaan tanah dan lapisan batuan dasar bawah permukaan dari sedimen yang menumpuk di suatu tempat. Terbentuk lapisan sedimen dipengaruhi oleh arus yang membawa material dari arah hulu sungai. Penelitian ini menggunakan metode Ground Penetrating Radar (GPR) untuk memprediksi lapisan sedimen di Waduk Benanga dengan melalui beberapa proses filter, yaitu move starttime filter, subtract-mean (dewow filter), background removal filter, band pass butterworth filter, dan fk-filter. Hasil dari penelitian ini didapatkan lima lintasan dengan total kedalaman lapisan sedimen masing-masing, yaitu 2,7 meter yang merupakan hasil sedimentasi akibat erosi lahan disebabkan oleh arus yang mengalir dari hulu Sungai Pampang Kanan dan Sungai Pampang Kiri di Waduk Benanga.
Upaya Peningkatan Minat Belajar Sains Fisika di SDN 022 Samarinda Utara Melalui Pelatihan Pengukuran Dasar Munir, Rahmawati; Mislan, Mislan; Zarkasi, Ahmad; Putri, Erlinda Ratnasari; Wahidah, Wahidah; Mandang, Idris
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 4 (2023): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i4.11119

Abstract

Upaya peningkatkan minat siswa terhadap sains fisika harus dari usia karena selama ini bidang fisika masih dianggap pelajaran yang sulit . Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah melaksanakan pembelajaran pengukuran dasar di SDN 022 Samarinda Utara. Khalayak sasaran merupakan siswa kelas 4-6 berjumlah 25 orang yang dipilih secara acak. Alat ukur dasar yang digunakan adalah mistar, jangka sorong, mikrometer, gelas ukur dan bahan-bahan yaitu kertas, batu, pasir, telur dan gelas. Tahapan pelaksanaan kegiatan penjelasan nama dan fungsi alat ukur, contoh penggunaan alat ukur dan praktek oleh siswa. Pemantauan dan dievaluasi dilakukan terhadap: pengalaman dan pemahaman alat ukur, ketrampilan penggunaan alat, apakah kegiatan menarik bagi peserta, saran/masukan kegiatan praktek di sekolah dan saran/masukan untuk kampus. Hasil menunjukkan, dari seluruh alat ukur yang familiar adalah mistar, sedangkan yang lain sebatas tahu dari gambar dan tidak pernah mempraktekan. Sebaiknya kegiatan praktikum di sekolah dapat dilaksanakan secara rutin dan berhubungan dengan kehidupan sehari-hari, dan untuk mendukung hal tersebut sekolah dan Universitas Mulawarman berkolaborasi secara berkelanjutan dalam bentuk kesepakatan sekolah mitra.
Analysis of the Seawater Quality Index in the Marine Waters of Bontang City, East Kalimantan Kurniawan, Burhan; Rizal, Samsul; Mandang, Idris; Pagoray, Henny; Sitorus, Saibun; Hamdhani, Hamdhani
Jurnal Ilmu Perikanan Tropis Nusantara (Nusantara Tropical Fisheries Science Journal) Vol. 4 No. 2 (2025): Nusantara Tropical Fisheries Science
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/gz5bk083

Abstract

Seawater quality is a key factor in determining the health of coastal ecosystems and the sustainability of marine resources. Anthropogenic activities such as the discharge of industrial and domestic waste, marine transportation, and intensive fishing practices can influence the physical, chemical, and biological parameters of seawater. Research on seawater quality in the marine waters of Bontang City has been conducted, but remains very limited in number. This study aims to analyze the Seawater Quality Index (IKAL) in the marine waters of Bontang City. The analytical method employed refers to the Regulation of the Minister of Environment and Forestry of the Republic of Indonesia No. 27 of 2021. The results indicate that the average Seawater Quality Index (IKAL) in Bontang City during the second semester of 2023 was 72.69, which is categorized as good condition.