Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

EDUKASI DESAIN PERMUKIMAN TANGGUH TERPADU PADA KAWASAN AGROPOLITAN DI DESA BRENGGOLO DAN DESA DONGANTI KECAMATAN PLOSOKLATEN KABUPATEN KEDIRI Widjajanti, Retno; Susanti, Retno; Wungo, Grandy Loranessa
Jurnal Pasopati Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/alj.v%vi%i.625 – 632

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bermitra dengan Pemerintah Kecamatan Plosoklaten. Lokasi mitra berada Kecamatan Kabupaten Kediri. Latar belakang dari kegiatan ini di mana berdasarkan Rencana Tata Ruang Kabupaten Kediri, Kecamatan Plosoklaten merupakan kawasan pengembangan agropolitan. Pada kawasan memiliki produktivitas utama pada sektor pertanian sebagaimana isu utama yang mendasari kegiatan ini adalah pengembangan kawasan agropolitan yang tanggap bencana dan terintegrasi antar unit ruangnya. Adapun kerentanan pada kawasan perencanaan adalah lokasi kawasan yang terletak di lereng Gunung Kelud sehingga menjadi area rawan bencana ketika terjadi erupsi gunung berapi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan melakukan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat Kecamatan Plosoklaten khususnya Desa Brenggolo DAN Desa Donganti dengan mensoosialisasikan potensi aktivitas dan hasil analisis perancangan kota yang sebelumnya telah dianalisis oleh tim pengabdian. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat menjadi acuan dan dapat menciptakan permukiman yang tangguh dan terintegrasi dengan ruang aktivitas lainnya sehingga dapat mengoptimalkan produktivitas pertanian dan perkebunan yang ada
Pengembangan Bisnis Berkelanjutan Agrowisata Kembang Desa di Desa Dawung, Kabupaten Karanganyar Dewi, Santy Paulla; Dewi, Diah Intan Kusumo; Widjajanti, Retno; Ekowati, Titik; Setiawan, Alfian Nur
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i4.1413

Abstract

Desa Dawung merupakan salah satu desa di Kabupaten Karanganyar yang memiliki potensi wisata agro, yaitu wisata Kembang Desa. Namun, wisata ini kurang berkembang sehingga belum berkontribusi terhadap pendapatan desa. Disisi lain, kompetisi dalam pengembangan wisata cukup tinggi yang mengharuskan pemerintah desa perlu melakukan inovasi. Hal ini yang mendasari kegiatan pengabdian masyarakat untuk mendampingi pemerintah desa dalam mengembangkan wisata. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan selama enam bulan dimana pada tahap awal dilakukan pertemuan dengan Kepala Desa dan perangkat Desa Dawung untuk mendiskusikan teknis kegiatan pengabdian dan potensi wisata yang dimiliki. Selanjutnya dilakukan penyusunan rencana bisnis pengembangan Kembang Desa yang hasilnya dipaparkan dan mendapat masukan dari perangkat desa, bumdes, dan kepala dusun terkait. Output dari pengabdian masyarakat berupa kerangka logis pengembangan wisata, tahapan pembangunan wisata, dan masterplan telah disetujui oleh semua pemangku kepentingan yang terkait. Hal ini tercermin dari kegiatan sosialisasi, bimbingan dan praktik, serta finalisasi yang selalu dihadiri oleh pemerintah desa, pokdarwis, dan bumdes. Kesimpuan dari kegiatan pengabdian ini adalah rencana bisnis pengembangan Kembang Desa telah dipahami oleh semua pihak yang terkait, dimana implementasi pengembangan integrated agro-edu tourism ini dilaksanakan secara bertahap yaitu program jangka pendek, menengah, dan panjang.
KARAKTERISTIK AKTIVITAS PEDAGANG KAKI LIMA PADA KAWASAN KOMERSIAL DI PUSAT KOTA Studi Kasus: Simpang Lima, Semarang Retno Widjajanti
TEKNIK Vol 30, No 3 (2009)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.441 KB) | DOI: 10.14710/teknik.v30i3.1892

Abstract

The characteristic of street vendors in Simpang Lima should be recognized. It is connected with spatial region’sactivity so that both of the formal and informal activities can exists harmonically. The characteristics of thestreet food vendors activity are follows: the activity space (street vendor’s trading location is at the mall/office/school/mosque/ in Pancasila square and they are selling in the sidewalk at the edge of the Pancasila square);their distribution pattern is agglomeration; they are more settle; their activities (type of food/beverage,accessories, clothing, grocery, cigarettes, and their facilities are tent, wagon, carpet, table/rack; the time ofstreet vendors trading is following the formal activities of the region; goals and motivations of visitor’s vendorsis that most of them are visiting street vendors, and the motivational visits are to buy food/drinks and othertypes of merchandise).