Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search
Journal : Koneksi

Proses Kreativitas Komunikasi Pada Gerakan Dasar Kungfu Wing Chun (Gerakan Siu Lim Tao) Alvin Hendrawan; Gregorius Genep Sukendro
Koneksi Vol 2, No 1 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i1.2423

Abstract

Kungfu terdiri dari dua jenis bentuk gerak, yaitu gerak tarung dan gerak jurus. Namun, gerakan dasar Wing Chun Siu Lim Tao ini bisa dilihat dari perspektif kreativitas. Penelitian ini menjelaskan tentang meditasi dan bagaimana manfaatnya bagi proses kreativitas komunikasi dalam Gerakan Wing Chun (Gerakan Dasar Siu Lim Tao). Penelitian ini menunjukkan bahwa gerakan dasar Siu Lim Tao memberikan manfaat seperti ketenangan dan fokus kepada praktisi. Bentuk penelitian ini adalah deskripsi kualitatif. Kesimpulannya adalah gerakan bela diri ini mampu memberikan keuntungan secara psikologis kepada konsep diri para praktisi, kemudian dieksekusi dalam bentuk komunikasi kreatif verbal maupun non-verbal dalam bentuk karya yang telah mereka ciptakan dalam kategori hiburan. 
Kreativitas Seorang Pelatih dalam Membangun Motivasi Berlatih pada Pemain Futsal (Studi Kasus Conan Futsal Academy) Vicky Finley Sutirta; Gregorius Genep Sukendro
Koneksi Vol 4, No 2 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v4i2.8198

Abstract

Creativity is a person's ability to produce new compositions or anything that is a new foundation and previously unknown by the creator. Creativity is the ability to think to achieve varied and new results and the ability to be applied both in the fields of science, sports, literature and other fields of life can be used with creativity. Development of creativity to develop skills to combine creative power with experience, insight, and relationships with the environment for the better. Interpersonal communication theory that discusses the stages of interpersonal relationships, factors that influence interpersonal relationships. The purpose of interpersonal communication is to create motivation. This motivation is the ability of a coach in building the motivation of the players at Conan Futsal Academy. By using interpersonal communication, coaches use personal assistance to build players so they can help in training. The methodology in this study uses qualitative case study methods. Data collection obtained by interview, observation and literature study.Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menghasilkan komposisi baru atau gagasan apa saja yang menjadi dasarnya baru dan sebelumnya tidak dikenal oleh pembuatnya. Kreativitas adalah kemampuan berpikir untuk meraih hasil yang variatif dan baru serta memungkinkan untuk diaplikasikan baik dalam bidang keilmuan, keolahragaan, kesusastraan maupun bidang kehidupan yang lain dapat berkaitan dengan kreativitas. Pengembangan kreativitas proses untuk mengembangkan kemampuan untuk mengkombinasikan daya kreatif dengan pengalaman, wawasan, maupun hubungan dengan lingkungan menjadi lebih baik. Teori komunikasi interpersonal mencakup tahapan hubungan interpersonal, faktor yang mempengaruhi hubungan interpersonal. Tujuan komunikasi interpersonal tersebut untuk menciptakan motivasi. Motivasi ini merupakan kemampuan dari seorang pelatih dalam membangun motivasi para pemain yang ada di Conan Futsal Academy. Dengan menggunakan komunikasi interpersonal pelatih menggunakan pendekatan secara personal untuk membangun motivasi pemain agar dapat semangat dalam berlatih. Metodologi dalam penelitian ini menggunakan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data yang didapat yaitu dengan wawancara, observasi dan studi kepustakaan.
Representasi Ketakutan dalam Foto Jenazah Covid-19 Karya Joshua Irwandi Tiyo Sajdahfath; Gregorius Genep Sukendro
Koneksi Vol 6, No 1 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i1.10672

Abstract

Photography is something to convey ideas, thoughts, ideas, stories and events. Photos can be conveyed in the form of embodiment or expression of ideas in the form of beauty. This photo of the corpse of Covid-19 taken by Joshua Irwandi raises a social message in it regarding the current pandemic conditions, this photo uploaded on Instagram social media has received many responses so that the photo is misinterpreted by some people after this photo was criticized by a public figure. This research will discuss the representation of fear in Joshua Irwandi's Covid-19 photo. This study used a descriptive qualitative research method with the semiotic analysis of Ferdinand de Saussure. There are several theories that the author uses in this study, namely journalistic photography theory, representation, Ferdinand de Saussure's semiotics and fear theory. Based on the results of the analysis and the author's findings about the representation of fear in the photo of the corpse of Covid-19 taken by Joshua Irwandi, it means sadness, deep fear, limited motion, breath, point of view and there is great hope for new life in the future.Fotografi ialah sesuatu untuk menyampaikan gagasan, pikiran, ide, cerita dan peristiwa. Foto dapat disampaikan berupa perwujudan atau pengungkapan ide dalam bentuk keindahan. Foto jenazah Covid-19 karya Joshua Irwandi mengangkat pesan sosial didalamnya yang berhubungan dengan kondisi pandemi saat ini. Foto yang diunggah di media sosial Instagram menuai banyak tanggapan sehingga foto tersebut disalahartikan oleh beberapa masyarakat setelah foto tersebut dikritik oleh seorang figur publik. Penelitian ini membahas tentang representasi ketakutan dalam foto jenazah Covid-19 karya Joshua Irwandi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan analisis semiotika Ferdinand de Saussure. Ada beberapa teori yang penulis gunakan dalam penelitian ini, yaitu, fotografi jurnalistik, representasi, semiotika Ferdinand de Saussure, dan ketakutan. Berdasarkan hasil analisis dan temuan, foto jenazah Covid-19 karya Joshua Irwandi memiliki makna sebuah kesedihan, ketakutan yang mendalam, keterbatasan gerak, nafas, sudut pandang dan adanya sebuah harapan besar untuk kehidupan baru di kemudian hari.
Makna Ritual Perayaan Mapag Sri bagi Warga Desa Segeran Kidul Indramayu Ega Rifa Lifiani; Gregorius Genep Sukendro
Koneksi Vol 5, No 1 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i1.10148

Abstract

Segeran Kidul is a village in Indaramayu area, West Java Province. Segeran Kidul  Villagers are mostly working  as a farmers. Segeran Kidul Village has traditional rituals related to farmers, it is called “Mapag Sri”, Mapag means welcoming and Sri is the goddess of rice, Mapag Sri is a sacred activity for local community, this activity is carried out to welcome the arrival of the big harvest. The purpose of this research is to find out more about the meaning in the Mapag Sri ritual which is carried out once a year. The meaning contained in the Mapag Sri ritual is the gratitude of villagers of Segeran Kidul Village to God Almighty who gives bountiful harvests. The ritual is usually performed using an offering or “sesajen” as well as the Mapag Sri ritual which uses sesajen and tumpeng rice. The symbol attached to the Mapag Sri ritual is sharing activities for  people in need and always be grateful to God by giving the bountiful harvest result. This   research uses the symbolic interaction theory popularized by George Herbert Mead. This theory explains how the meaning that comes from the human mind about oneself at a social level which aims to interpret it in society.Desa Segeran Kidul merupakan desa yang berada di Daerah Indaramayu Provinsi Jawa Barat, Desa Segeran Kidul memiliki mayoritas masyarakatnya sebagai petani. Desa Segeran Kidul memiliki ritual adat yang berkaitan dengan petani yaitu ritual Mapag Sri, Mapag berarti menyambut dan Sri adalah dewi padi, Mapag Sri adalah ucapara adat atau kegiatan sakral bagi masyarakat setempat, kegiatan ini dilaksanakan untuk menyambut datangnya panen raya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih jauh lagi makna yang ada didalam ritual Mapag Sri yang dilakukan satu tahun sekali. Makna yang terdapat didalam ritual Mapag Sri adalah rasa syukur masyarakat Desa Segeran Kidul kepada Tuhan Yang Maha Esa yang memberikan hasil panen yang melimpah. Ritual biasanya dilakukan dengan menggunakan sebuah sesajen sama halnya dengan ritual Mapag Sri yang menggunakan sesajen dan juga nasi tumpeng. simbol yang melekat pada ritual Mapag sri yaitu melakukan kegiatan saling berbagi kepada orang yang membutuhkan dan selalu berterima kasih kepada Tuhan dengan memberikan hasil yang diingkan. Penelitian menggunakan teori interaksi simbolik yang dipopulerkan oleh George Herbert Mead. Teori ini menjelaskan bagaimana makna yang berasal dari pikiran manusia mengenai diri sendiri yang tengah berinteraksi sosial yang bertujuan untuk menginterpretasikan ditengah masyarakat. 
Persepsi terhadap Perempuan Bertato (Analisis Deskriptif Remaja di Banda Aceh) Nathasia Nathasia; Gregorius Genep Sukendro
Koneksi Vol 6, No 1 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i1.15481

Abstract

Nowadays, the point of view of tattoos has begun to change, tattoos are starting to become a popular culture that is a trend among young people, not only for men, but also for women. especially teenagers in Banda Aceh, Indonesia, who have a negative perception of the phenomenon of women with tattoos that occur. There are 3 aspects that can influence a person's perception, namely cognitive aspects, affective aspects and conative aspects. The theory used is the theory of perception. This research will use phenomenology methods. The purpose of this study was to find out and understand the perspective of Banda Aceh teenagers towards women with tattoos. The results of the study show how teenagers in Banda Aceh explained their perceptions of women with tattoos and the aspects they believed could influence the formation of perceptions. Of the three aspects of perception, the affective aspect is the most prominent aspect in the formation of teenagers' perceptions in Banda Aceh. Affective aspects that influence the perception of teenagers in Banda Aceh are based on cultural values, and the existing value system.Pada masa kini, pandangan terhadap tato sudah mulai berubah, tato mulai menjadi sebuah budaya populer yang tren di kalangan muda, bukan hanya untuk laki-laki saja, namun juga bagi kalangan perempuan, Namun tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini, masih ada masyarakat di daerah khususnya remaja di Banda Aceh, Indonesia yang memiliki persepsi negatif terhadap fenomena perempuan bertato yang terjadi. Terdapat tiga aspek yang dapat mempengaruhi persepsi seseorang yaitu aspek kognitif, aspek afektif dan aspek konatif. Teori yang dipakai yakni Teori Persepsi. Metode penelitian ini adalah fenomenologi. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengerti pandangan remaja Banda Aceh terhadap perempuan bertato. Hasil penelitian yakni, remaja di Banda Aceh menjelaskan persepsi mereka terhadap perempuan bertato serta aspek-aspek yang dipercayai dapat mempengaruhi pembentukan persepsi. Dari tiga aspek persepsi tersebut, aspek afektif merupakan aspek yang paling menonjol dalam pembentukan persepsi remaja di Banda Aceh. Aspek afektif yang mempengaruhi persepsi remaja di Banda Aceh didasari oleh nilai-nilai kebudayaan, dan sistem nilai yang ada.
Evolusionisme Budaya Okomama Sebagai Strategi Kampanye Politisi Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur Clara Claudia Matara; Gregorius Genep Sukendro
Koneksi Vol 1, No 2 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i2.1980

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai evolusi budaya okomama sebagai strategi kampanye politisi di kabupaten Kupang provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui mengapa budaya okomama digunakan sebagai salah satu strategi kampanye para politisi di kabupaten Kupang menjelang Pilkada. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Responden yang diwawancarai dalam penelitian ini merupakan empat  orang politisi kabupaten Kupang dan satu antropolog budaya yang memahami budaya Timor. Penulis menggunakan teori komunikasi antar budaya yang meliputi evolusionisme budaya dan komunikasi politik yang meliputi kampanye. Hasil dari penelitian ini adalah politisi di kabupaten Kupang menggunakan okomama sebagai strategi kampanye. Pasalnya, di kabupaten Kupang yang mendominasi adalah orang suku Timor. Dengan menggunakan okomama sebagai strategi kampanye, politisi dianggap menghargai budaya orang Timor dan menghormati masyarakat yang ada. Selain itu, dengan menggunakan budaya okomama sebagai salah satu strategi kampanye juga dinyatakan efektif dengan bukti terpilihnya para politisi kabupaten Kupang yang telah penulis wawancara. Bahkan, para politisi tersebut  menggunakan strategi ini berulang kali untuk memenangkan peperangan politik.
Proses Kreatif dalam Komik (Studi Komik Indie Dagingtumbuh dan Komik Industri Juki) Mariana Martha; Gregorius Genep Sukendro
Koneksi Vol 1, No 2 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i2.2026

Abstract

Komik telah menjadi salah satu media cetak yang cukup populer di kalangan masyarakat. Peredaran komik tersebut terbagi menjadi dua jenis, yakni komik indie dan komik industri. Objek penelitian yang dipilih adalah komik indie Dagingtumbuh dan komik industri Juki. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode studi kasus dimana penulis harus memahami persoalan lapangan atau lokasi penelitian di internet yang juga didukung dengan melakukan wawancara mendalam dilakukan terhadap dua narasumber, yakni Eko Nugroho, pencetus komik Dagingtumbuh dan Faza meonk, pencetus komik Si Juki. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan proses kreatif yang dilakukan oleh komik indie dan komik industri dengan menggunakan teori komik dan kreativitas. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat cukup banyak perbedaan dari proses kreatif yang dilakukan, baik mulai dari pencarian ide, pembuatan komik, makna yang ingin disampaikan, hingga strategi promosi. Namun ternyata terdapat kesamaan persepsi akan kreativitas dan sumber inspirasi komik, yaitu fenomena yang terjadi di masyarakat. Keduanya memakai budaya urban di masyarakat untuk menjadi ide cerita. Adanya persamaan dan perbedaan tersebut membuat masing-masing genre komik mempunyai keunikannya sendiri.
Representasi Identitas Etnis Tionghoa-Indonesia dalam Video Klip Tipikal Chinese Indonesia (Analisis Semiotika Roland Barthes) Chriswira Chaylis; Gregorius Genep Sukendro
Koneksi Vol 1, No 1 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i1.1348

Abstract

Penelitian ini membahas dan berfokus pada topik tentang identitas etnis Tionghoa-Indonesia yang terdapat pada video klip ‘Tipikal Chinese Indonesia’. Video klip ini merupakan sebuah hasil karya dari LastDay Production (LDP). LDP merupakan sebuah channel yang ada di YouTube dan aktif beroperasi di Indonesia. Penelitian dengan metode kualitatif deskriptif ini menggunakan analisis semiotika Roland Barthes sebagai teknik penelitian. Berdasarkan hasil analisis mengenai identitas etnis Tionghoa-Indonesia, membawa peneliti kepada bagaimana sejarah awal-awalnya identitas orang-orang Tionghoa di Indonesia hingga dalam konteks masa kini, yang juga membawa peneliti kepada referensi lainnya juga. Beberapa contoh identitas yang terkuak mengenai orang-orang Tionghoa yang terdapat dalam video antara lain sebagai golongan yang superior dalam hal perekonomian, golongan yang eksklusif, dan golongan yang terdiskriminasi dalam ciri-ciri fisik. Identitas-identitas itu juga menimbulkan beberapa stereotip etnis Tionghoa yang bersifat negatif seperti pelit, licik, tidak mau membaur, dan sifat-sifat negatif lainnya. Topik seperti inilah yang membuat penelitian ini menjadi menarik untuk diteliti.
Pemaknaan Fanatisme Bagi Pengguna Vespa di Kota Tangerang Adhimas Ario Bimo; Gregorius Genep Sukendro
Koneksi Vol 2, No 2 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i2.3886

Abstract

Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode deskriptif dengan data kualitatif. Penulis tertarik dengan pemaknaan fanatisme para pengguna Vespa di Kota Tangerang. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi untuk melihat fenomena yang terjadi. Sesuai dengan tujuan penelitian ini maka penulis ingin melihat pandangan pengguna Vespa yang ada di Kota Tangerang mengenai fanatisme itu sendiri. Dengan menggunakan Teori Iklan dan Teori Fanatisme maka penulis memilih objek penelitian yaitu member komunitas Moca Vespa, pengguna Vespa extreme dan Marketing Piaggio Cabang Tangerang.  Hasil analisis dari wawancara yang telah penulis lakukan dengan informan yaitu bahwa kefanatikan membuat member tetap setia menggunakan Vespa di era kemajuan teknologi dan transportasi. Selain itu, Vespa dianggap sebagai sahabat, kekasih bahkan istri. Piaggio sudah beriklan sejak dulu sebelum sempat vakum. Oleh karena itu, Piaggio sudah mendapat nama besar dan pengguna yang fanatik. Faktor komunitas juga sangat mempengaruhi promosi dari produsen dan dealer Vespa yang ada di Tangerang. Seperti yang kita ketahui bahwa di era saat ini sudah jarang dan bahkan tidak ada iklan tentang motor Vespa, namun masih banyak peminat produk tersebut.
Digitalisasi Komunikasi Penggiat Backpacker (Studi Kasus Terhadap Komunitas Backpacker) Nadya Febylia; Gregorius Genep Sukendro
Koneksi Vol 5, No 1 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i1.10130

Abstract

Along with the times, technology is something that we often encounter around us, including in the world of backpackers. In this digital era, backpakers are divided into two types, namely backpackers who use traveling applications and backpakers who don't. This study aims to determine the positive and negative impacts of digitizing communication on backpacker activists. The formulation of the problem is to determine the positive and negative impacts of new media on the backpacker community, therefore researchers will conduct research on the Jakarta backpacker community. Therefore, the researcher wanted to examine the impact resulting from the use of digital media on the backpacker community by using a qualitative descriptive method and using a phenomenological approach to find out firsthand the experiences of backpacker activists, the research location through zoom from their respective homes. From the results of the research that the researchers have done, the researcher can draw the conclusion that the use of technology in the backpaker world is more positive because the informants whom the researchers interviewed through zoom felt very helped by the current travel applications.Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi merupakan sesuatu hal yang sering kita jumpai disekitar kita, termasuk kedalam dunia backpacker. Pada era digital seperti ini, para backpaker menjadi dua tipe yaitu backpacker yang menggunakan aplikasi traveling dan backpaker yang tidak menggunakan aplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak positif dan dampak negatif dari digitalisasi komunikasi terhadap penggiat backpacker. Rumusan masalahnya adalah untuk mengetahui dampak positif dan dampak negatif dari media baru yang masuk ke dalam komunitas backpacker, oleh karena itu peneliti akan melakukan penelitian terhadap komunitas backpacker Jakarta. Maka dari itu peneliti ingin meneliti tentang dampak yang dihasilkan dari penggunaan media digital terhadap komunitas backpacker dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan menggunakan pendekatan fenomenologi untuk mengetahui secara langsung pengalaman yang dilakukan oleh para penggiat backpacker, lokasi penelitian melalui zoom dari rumah masing-masing. Dari hasil penelitian yang telah peneliti lakukan, peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa penggunaan teknologi pada dunia backpaker lebih mengarah postif karena dari informan yang peneliti wawancarai melalui zoom merasa sangat terbantu dengan aplikasi traveling yang ada saat ini.