Lahay, Ratna Rosanty
Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, USU, Medan

Published : 30 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Pengaruh Waktu Pemberian dan Konsentrasi Paklobutrazol Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) Asyriani Syahfithri Pulungan; Ratna Rosanty Lahay; Edison Purba
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.602 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i3.16360

Abstract

Ubi jalar sebagai salah satu tanaman penghasil karbohidrat yang keempat setelah padi, jagung dan ubi kayu. Ubi jalar dengan pertumbuhannya merambat panjang maka perlu diatur seefisien dengan pemberian zat penghambat tumbuh. Paklobutrazol adalah ZPT memperpendek masa vegetatif dan mempercepat masa generatif. Penelitian ini bertunjuan untuk mendapatkan pengaruh waktu pemberian dan konsentrasi paklobutrazol terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman ubi jalar., menggunakan rancangan acak kelompok dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah waktu pemberian paclobutrazol (21 HST; 28 HST; 35 HST; 42 HST) dan faktor kedua adalah konsentrasi paclobutraol (0.025 %; 0.050 %; 0.075 %; 0,1 %). Perlakuan waktu pemberian paclobutrazol berpengaruh nyata terhadap parameter pengamatan biomassa serasah. Perlakuan konsentrasi paclobutrazol berpengaruh nyata terhadap bobot biomassa serasah dan jumlah umbi. Interaksi waktu pemberian dan konsentrasi paclobutazol berpengaruh nyata terhadap bobot biomassa serasah, dan jumlah umbi. Bobot biomassa tanaman tertinggi terdapat pada waktu pemberian paklobutrazol pada umur 28 HST deengan konsentrasi 0,075 %.   Kata kunci : konsentrasi, paklobutrazol,  ubi jalar, waktu pemberian
Respons Pertumbuhan Dan Produksi Kedelai (Glycine max (L. Merril) Terhadap Pemberian Biochar Sekam Padi Dan Pupuk P Dieni Annisa Siregar; Ratna Rosanty Lahay; Nini Rahmawati
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.513 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i3.16362

Abstract

Tujuan penelitian yakni untuk mengetahui respons pertumbuhan dan produksi kedelai terhadap pemberian biochar sekam padi dan pupuk P. Penelitian dilaksanakan di UPT Balai Benih Induk (BBI) Palawija Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Sunggal, pada Juli – September 2016, menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan dua faktor yaitu dosis Biochar : 0, 6, 12, 18 t/ha dan dosis Pupuk P : 0, 75, 150 Kg/ha SP36. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biochar berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 2,5 dan 6 MST, diameter batang, jumlah cabang produktif, bobot biji kering per tanaman. Perlakuan pemberian pupuk P berpengaruh nyata terhadap jumlah polong/tanaman, jumlah polong/tanaman, bobot kering biji per tanaman, bobot kering biji per plot. Interaksi perlakuan pemberian biochar dan pupuk P berpengaruh tidak nyata pada setiap parameter. Bobot kering biji per tanaman tertinggi terdapat pada pemberian 6 ton biochar sekam padi /ha dan bobot kering biji per plot tertinggi terdapat pada pemberian 150 kg SP36/ha.
Respon Pertumbuhan dan Produksi Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt) Terhadap Metode Pengolahan Tanah dan Pemberian Pupuk Kandang Sapi Octario Damazta Otniel Ginting; Jonatan Ginting; Ratna Rosanty Lahay
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.82 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i4.16547

Abstract

Penelitian ini  bertujuan  untuk mengetahui respon pertumbuhan  dan produksi tanaman jagung terhadap metode pengolahan tanah dan pemberian pupuk kandang sapi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang, Medan, Sumatera, pada bulan Februari-Agustus 2016 menggunakan Rancangan Petak Terpisah (RPT) dengan menggunakan dua faktor perlakuan yaitu faktor petak utama adalah metode pengolahan tanah yang terdiri dari : T0 (tanpa olah), T1 (satu kali olah) dan T2 (dua kali olah) dan faktor anak petak adalah pemberian pupuk kandang sapi yang terdiri dari : K1 (pupuk buatan), K2 (10 ton/ha), K3 (20 ton/ha), dan K4 (30 ton/ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perlakuan pengolahan tanah berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 4 Minggu Setelah Tanaman (MST), bobot segar tongkol berklobot, bobot segar tongkol tanpa klobot, bobot segar tongkol berklobot per plot, bobot segar tongkol tanpa klobot per plot. Perlakuan pupuk kandang sapi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 3-8 MST, diameter batang, luas daun, indeks luas daun, umur berbunga, bobot segar akar, bobot segar tongkol berklobot, bobot segar tongkol tanpa klobot, bobot segar tongkol berklobot per plot dan bobot segar tongkol tanpa klobot per plot. Interaksi antara kedua perlakuan berpengaruh tidak nyata pada semua paramameter pengamatan. Produksi bobot segar tongkol berklobot per plot terbaik terdapat pada perlakuan pengolahan tanah dua kali dan pemberian pupuk buatan atau pupuk kandang sapi 30 ton/ha.   Kata Kunci : Jagung Manis, Pengolahan Tanah, Pupuk Kandang Sapi.
Pengaruh Waktu Pemberian dan Konsentrasi Paklobutrazol Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) Asyriani Syahfithri Pulungan; Ratna Rosanty Lahay; Edison Purba
Jurnal Agroekoteknologi Vol 6, No 1, Januari (2018)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.575 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v6i1, Januari.16570

Abstract

Sweet potato as the fourth sources of carbohydrate after rice, maize, and cassava. Sweet potato grows creeping, it needs to be regulated efficiently by providing growth retardants. Paclobutrazol is a plant hormone which can short the vegetative stages and increase the generative stages.. This research have held in Desa Marindal II Kec. Patumbak, Medan with the altitude ± 25 meters above sea level from May 2016 until September 2016, using a randomized block design with 2 factors. The first factor is Time Application of paclobutrazol with 4 kind those are 21 DAP; 28 DAP; 35 DAP; 42 DAP and the second factor is the concentration of paclobutraol with 4 levels those are 0.25 g / l of water; 0.50 g / l of water; 0.75 g / l of water; 1.00 g / l of water. The result of this research showed that time application of paclobutrazol were significantly effect to the weight of plant biomass per sample. Concentration of paclobutrazol were significantly effect to the weight of plant biomass per sample andthe number of tubers per sample. Interaction of time application and concentration of paclobutrazol were significantly effect to the weight of plant biomass per sample and the number of tubers per sample. The weight of plant biomass is the highest in the application time of paclobutrazol 28 DAP and concentration of 0,75 g/L water. Key words: concentration,  paclobutrazol, sweet potato, time application   ABSTRAK Ubi jalar sebagai salah satu tanaman penghasil karbohidrat yang keempat setelah padi, jagung dan ubi kayu. Ubi jalar dengan pertumbuhannya merambat panjang maka perlu diatur seefisien dengan pemberian zat penghambat tumbuh. Paklobutrazol adalah ZPT memperpendek masa vegetatif dan mempercepat masa generatif. Penelitian ini dilaksanakan Lahan masyarakat Desa Marindal II Kecamatan Patumbak, Medan dengan ketinggian tempat ±25 m dpl pada bulan Mei 2016 sampai dengan september 2016, menggunakan rancangan acak kelompok dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah waktu pemberian paclobutrazol dengan 4 taraf yaitu 21 HST; 28 HST; 35 HST; 42 HST (Hari Setelah Tanam) dan faktor kedua adalah konsentrasi paclobutraol dengan 4 taraf yaitu 0,25 g/l air; 0,50 g/l air; 0,75 g/l air; 1,00 g/l air. Perlakuan waktu pemberian paclobutrazol berpengaruh nyata terhadap parameter pengamatan biomassa serasah. Perlakuan konsentrasi paclobutrazol berpengaruh nyata terhadap bobot biomassa serasah dan jumlah umbi. Interaksi waktu pemberian dan konsentrasi paclobutazol berpengaruh nyata terhadap bobot biomassa serasah, dan jumlah umbi. Bobot biomassa tanaman tertinggi terdapat pada waktu pemberian paklobutrazol pada umur 28 HST deengan konsentrasi 0,75 g/L air. Kata kunci : konsentrasi, paklobutrazol,  ubi jalar, waktu pemberian
Pengaruh waktu aplikasi paclobutrazol terhadap pertumbuhan dan produksi tiga varietas padi sawah (Oryza sativa L.) Heprando Barus; Ratna Rosanty Lahay; Meiriani Meiriani
Jurnal Agroekoteknologi Vol 6, No 1, Januari (2018)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.955 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v6i1, Januari.17004

Abstract

Tujuan penelitian yakni untuk mengetahui pengaruh waktu aplikasi paclobutrazol terhadap pertumbuhan dan produksi tiga varietas padi sawah. Penelitian dilaksanakan di desa Tanjung Slamat, Medan pada September sampai Desember 2016, menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama dengan tiga varietas (Ciherang, Inpari 3, Inpari 10) dan faktor kedua adalah waktu aplikasi paclobutrazol dengan empat aplikasi, yaitu (tanpa aplikasi, aplikasi 5 hari sebelum inisiasi malai, saat inisiasi malai, 5 hari setelah inisiasi malai). Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Inpari 10 memiliki jumlah malai terbanyak. Waktu aplikasi paclobutrazol 5 hari setelah inisiasi malai nyata memperpendek panjang ruas 2,3,4. Interaksi penggunaan varietas Inpari 10 dengan waktu aplikasi paclobutrazol 5 hari setelah inisiasi malai nyata memperpendek tinggi tanaman.Kata kunci : paclobutrazol, padi,  varietas, waktu aplikasi paclobutrazol.
Pengaruh Pupuk Kandang Sapi dan Jarak Tanam Pada Pertumbuhan dan Produksi Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt.) juna rezekinta s; ferry ezra t sitepu; ratna rosanty lahay
Jurnal Agroekoteknologi Vol 6, No 1, Januari (2018)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.243 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v6i1, Januari.17014

Abstract

This study aims to know the effect of cow manure and plant spacing on the growth and yield of sweet corn (Zea mays saccharata Sturt.). This research was conducted in Desa Asam Kumbang, Medan Selayang, Medan, North Sumatra, in January - April 2016 with Split Plot Design (SPD) with the two factors, namely a spacing consists of; 70 cm x 20 cm; 70 cm x 25 cm; 70 cm x 30 cm, and treatments consisted cow manure anorganic fertilizers; 7.500 kg/ha; 15.000 kg/ha; 22.500 kg/ha. The results showed that the treatment plant spacing effect significant effect on plant height, stem diameter, number of leaves, leaf area, flowering days,  fresh weight of roots, fresh weight of shoot, fresh weight of cobs with husk sweet corn plants per plot and without husk sweet corn plants per plot. The treatment of cow manure dose significantly affected plant height, stem diameter, leaf area, leaf area index, fresh weight of roots, fresh weight of shoot, fresh weight of cobs with husks, fresh weight of cobs with husks per plot and without husks per plot. The interaction between the treatment effect is not significant for all paramameters. Hight production of fresh weight of cobs without husks per plot in anorganic fertilizers or 22.5 ton cow manure per ha and namely a plant spacing consists of 70 cm x 20 cm.Keywords: Cow Manure, Plant Spacing, Sweet Corn
Pengaruh Lama Penyimpanan Setek dan Konsentrasi Growtone Terhadap Pertumbuhan Bibit Buah Naga Merah (Hylocereus costaricensis (Web) Britton & Rose) Chaidir Azhari Tanjung; Ratna Rosanty Lahay; T . Irmansyah
Jurnal Agroekoteknologi Vol 6, No 1, Januari (2018)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.366 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v6i1, Januari.17017

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan dan konsentrasi Growtone yang dapat meningkatkan pertumbuhan bibit buah naga merah. Penelitian ini dilakukan di lahan percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara dengan ketinggian ±25 m dpl, yang dilaksanakan pada bulan Juni sampai September 2016. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 2 faktor yaitu, lama penyimpanan yang terdiri dari, tanpa penyimpanan, 10 hari, 20 hari dan konsentrasi Growtone yang terdiri dari 0 g/l air, 15 g/l air, 30 g/l air, 45 g/l air yang diulang tiga kali. Hasil menunjukkan bahwa lama penyimpanan setek berpengaruh tidak nyata terhadap seluruh parameter pengamatan. Konsentrasi Growtone berpengaruh nyata terhadap parameter bobot segar akar. Interaksi antara lama penyimpanan setek dengan konsentrasi Growtone berpengaruh tidak nyata terhadap seluruh parameter pengamatan. Bibit setek tanaman buah naga dapat disimpan hingga 20 hari sebelum ditanam dengan menggunakan Growtone dengan konsentrasi 7,75 g/l air untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman buah naga.
The Influence Length of Heating and Concentration of Giberelin on the Viability of Arabica Coffee Seeds (Coffea arabica L.) Muhammad Sakti Harahap; Haryati Haryati; Ratna Rosanty Lahay
Jurnal Agroekoteknologi Vol 6, No 4,Okt (2018)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.485 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v6i4,Okt.18684

Abstract

ABSTRACT The coffee germination process needed a relatively long time it because the coffee seed has a hard seed shell that is impermeable to water. To maximize the germination of coffee seeds need to be treated before planting. This research was conducted at Seed Technology Laboratory of the Agriculture Faculty, Universitas Sumatera Utara, Medan with height + 25 meter above sea level, from April to June 2017, using randomized block design with 2 factors of treatment. The first factor was the heating time with temperature 40°C with 4 levels i.e. 0, 5, 10 and 15 minutes, the second with gibberellin concentration with 4 levels i.e. 0, 250, 500 and 750 ppm. Parameter observed were growthpotential, germination rate, dead seed, vigor index, leaf appearance, hypocotyl length and root length. The results showed that the heating treatment had  no significant effect on all parameter observed. Gibberellin concentration significantly affected of growth potential, dead seed and vigor index. The interaction between heating time and gibberellin concentration had no significant effect on all parameter observed. Keywords: arabica coffee seed, gibberellin, length of heating, viability
Effect of coconut water concentration and the duration of true shallot seed soaking on growth and production of shallot (Allium ascalonicum L.) of Tuk-Tuk varieties Beatrix Sofranes Napitupulu; Ratna Rosanty Lahay; Asil Barus
Jurnal Agroekoteknologi Vol 6, No 4,Okt (2018)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.311 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v6i4,Okt.19148

Abstract

This research was conducted to find out the effect of coconut water concentration and the duration of true shallot seed soaking on the growth and production of shallot. This research was conducted on community farm at Jalan Bunga Rampai II Gang Saudara, Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan, Medan, began from April to August 2017. The research used a Factorial Randomized Block Design with 2 treatment factors: coconut water concentration at 5 levels: 0; 25; 50; 75; 100 %, and duration of seed soaking at 3 levels: 60; 120; 180 minutes. The parameters observed were number of plant height at 2 to 7 weeks after transplanting (WAT), bulb diameter, and dry bulb weight. The result of this research showed that coconut water concentration had no significant effect on all observation parameter. The duration of seed soaking treatment had significant effect on plant height and dry bulb weight. The highest dry bulb weight was obtained at 120 minutes of seed soaking. The interaction of coconut water concentration and the duration of true shallot seed soaking treatment had no significant effect on all observation parameters.Keywords: coconut water concentration, duration of seed soaking, true shallot seed
Pengaruh Pemberian Pupuk KCl dan Kompos Jerami pada Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Andika Leorensius Situmeang; T Irmansyah; Ratna Rosanty Lahay
Jurnal Pertanian Tropik Vol. 6 No. 2 (2019): JURNAL PERTANIAN TROPIK
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.184 KB) | DOI: 10.32734/jpt.v6i2.3186

Abstract

Produksi tanaman bawang merah tahun 2015 menurun dibandingkan tahun 2014 sebesar 0,39 %. Dan produktifitas lahan menurun sebesar 1,56 % sehingga perlu dilakukan usaha untuk menaikkan produksi. Salah satu caranya yaitu dengan melakukan pemupukan baik organik maupun anorganik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi bawang merah (Allium ascalonicum L.) terhadap pemberian pupuk KCl dan kompos jerami padi. Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Setiabudi Gang Rambutan no.11 Tanjung Sari Medan, mulai bulan Juli sampai dengan September 2017 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor perlakuan yaitu pupuk KCl pada 4 taraf : 0; 50; 100; 150 kg/ha dan kompos jerami padi pada 4 taraf : 0; 10; 20; 30 ton/ha. Parameter yang diamati adalah panjang tanaman 2 sampai 6 minggu setelah tanam (MST), jumlah siung, bobot basah tajuk per sampel, dan bobot kering umbi/m2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk KCl berpengaruh tidak nyata terhadap semua peubah amatan. Perlakuan kompos jerami padi berpengaruh nyata terhadap peubah amatan bobot basah tajuk per sampel dan bobot kering umbi/m2 namun berpengaruh tidak nyata terhadap peubah amatan lainnya. Bobot kering umbi /m2 diperoleh pada pemberian kompos jerami padi 20 ton/ha. Interaksi antara pupuk KCl dan kompos jerami padi berpengaruh tidak nyata terhadap semua peubah amatan.