Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search
Journal : TEKNO

ANALISA TURAP KANTILEVER PADA TANAH PASIR MENGANDUNG BELERANG Legrans, Roski R. I.
TEKNO Vol 9, No 55 (2011): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Turap (sheet pile) adalah salah jenis konstruksi yang digunakan dalam pekerjaan teknik sipil yang secara garis besar konstruksi turap dibagi menjadi 2 (dua) jenis, yakni turap kantilever (cantilever sheet pile walls) dan turap penjangkaran (anchored sheet pile walls). Untuk turap kantilever, analisanya adalah untuk menentukan kedalaman pemancangan dan momen maksimum yang berguna untuk penentuan panjang turap yang dibutuhkan dan profil dan bahan yang akan digunakan pada turap tersebut. Dengan menggunakan komponen geser tanah pasir murni dan pasir mengandung belerang yang telah diteliti di laboratorium, dihitung kedalaman pemancangan teoritis dan momen maksimum turap dinding kantilever yang dipancang pada tanah pasir. Dari hasil perhitungan disimpulkan bahwa pasir mengandung belerang yang menambah nilai sudut geser dalam  memberikan nilai Dteoritis dan Mmax masing-masing sebesar 11,17 % dan 16,04 % lebih kecil dari hasil pada pasir murni. Pada tanah pasir yang terdiri atas 2 (dua) lapisan, kondisi 1 < 2 memberikan nilai Dteoritis sebesar 0,43 % lebih kecil dari hasil pada kondisi 1 > 2, dan kondisi 1 > 2 memberikan nilai Mmax sebesar 10,5 % lebih kecil dari hasil pada kondisi 1 < 2.Kata kunci : turap kantilever, pasir, belerang
PENGARUH PENAMBAHAN KAPUR TERHADAP KUAT GESER TANAH LEMPUNG Haras, Melisa; Turangan, Arens Emilie; Legrans, Roski R. I.
TEKNO Vol 15, No 67 (2017): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah secara umum terdiri dari tiga unsur yaitu butiran tanahnya sendiri serta air dan udara. Kekuatan tanah untuk memikul beban sangatlah menunjang dalam kestabilan suatu struktur bangunan dimana tanah sebagai dasar perkuatan dari struktur bangunan harus memiliki kapasitas dukung dan kuat geser yang tinggi. Sehingga apabila ada kondisi tanah yang buruk maka dapat melakukan stabilisasi tanah. Stabilisasi tanah dapat memperbaiki sifat-sifat fisik tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kadar kapur terhadap nilai kuat geser tanah lempung yang ada di area jalan Tinoor-Tomohon. Percobaan ini dilakukan dengan cara mencampurkan tanah asli dan tanah kering udara dengan kadar kapur yang bervariasi dari 0%, 2%, 4%, 6%, 8%, 10%, 12% terhadap berat kering tanah kemudian sampelnya di uji dengan menggunakan alat Direct Shear (geser langsung) untuk mendapatkan nilai parameter kuat geser tanah yaitu kohesi (c) dan sudut geser dalam (ϕ). Dari hasil penelitian pemadatan yang dilakukan menunjukkan bahwapenambahan kadar kapur terhadap tanah, semakin besar prosentase kapur semakin meningkat kadar air optimum tanahsebaliknya berat isi kering tanah menurun. Kadar air optimum tertinggi terdapat pada porsentase campuran 8% Kapur yaitu sebesar = 31,8 % sedangkan berat isi kering tanah tertinggi terdapat pada prosentase 0% Kapur yaitu sebesar = 1,265 gr/cm³. Sedangkan hasil uji geser langsung menunjukan bahwa persentase penambahan kapur padam akan menghasilkan peningkatan nilai sudut geser dalam. Nilai sudut geser dalam tertinggi terdapat pada persentase 12% kapur dengan nilai sebesar = 43,84ᴼ. Dan juga dapat dilihat bahwa persentase penambahan kapur padam pada persentase 6% menhasilkan penurunan nilai kohesi. Nilai kohesi tertinggi sebesar =2,08 (t/m²). Berdasarkan hasil penelitian bahwa penggunaan bahan kapur yang berlebihan terhadap tanah khususnya untuk tanah lempung tidak begitu baik karena kadar kapur yang efektif terhadap tanah lempung yaitu pada variasi campuran 6% dalam peningkatan nilai kuat geser tanah.
PENURUNAN KONSOLIDASI PONDASI TELAPAK PADA TANAH LEMPUNG MENGANDUNG AIR LIMBAH INDUSTRI Legrans, Roski R. I.
TEKNO Vol 9, No 55 (2011): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efek samping dari produk yang dihasilkan suatu industri adalah limbah industri. Dalam bidang teknik sipil, limbah cair yang mengandung sejumlah zat kimia yang masuk ke dalam tanah dapat memberikan pengaruh terhadap kemampumampatan/kompresibilitas tanah yang pada akhirnya berpengaruh terhadap besarnya penurunan yang terjadi. Dengan menggunakan hasil penelitian yang memanfaatkan air limbah industri dalam pengujian konsolidasi di laboratorium, dilakukan perhitungan penurunan konsolidasi pada pondasi telapak. Perhitungan penurunan konsolidasi menggunakan persamaan penurunan konsolidasi pada tanah lempung terkonsolidasi normal. Perhitungan pertambahan tegangan pada lapisan tanah lempung jenuh di bawah pondasi telapak menggunakan metode 2:1. Dari hasil perhitungan disimpulkan bahwa semakin bertambah prosentase kandungan air limbah semakin besar penurunan konsolidasi yang terjadi, dimana nilai maksimumnya mendekati nilai maksimum penurunan yang disyaratkan. Prosentase kandungan air limbah 25 % menghasilkan penurunan konsolidasi sebesar 11,8 % lebih kecil dari penurunan konsolidasi pada tanah asli.Kata kunci : penurunan konsolidasi, limbah industri, pondasi telapak, lempung jenuh
TINJAUAN DAYA DUKUNG PONDASI TIANG PANCANG PADA TANAH BERLAPIS BERDASARKAN HASIL UJI PENETRASI STANDAR (SPT) (Studi Kasus Lokasi Pembangunan Jembatan Lahar Naha) Legrans, Roski R. I.; Imbar, Sesty
TEKNO Vol 9, No 56 (2011): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengujian Penetrasi Standar (SPT) adalah salah satu metode penyelidikan tanah yang hasilnya dapat dipakai sebagai pendugaan dalam menentukan jenis pondasi pada pekerjaan teknik sipil. Pondasi tiang pancang adalah salah satu jenis konstruksi pondasi yang digunakan apabila lapisan tanah keras dan padat terletak jauh dari permukaan tanah sehingga fungsinya adalah mendukung dan menyalurkan beban bangunan melalui lapisan tanah lunak ke lapisan tanah keras dan padat di bawahnya. Kapasitas daya dukung tiang pancang dapat dihitung melalui rumus empiris dari hasil pengujian di laboratorium maupun dari hasil pengujian di lapangan. Nilai N dari hasil uji SPTdapat dipakai dalam perhitungan kapasitas tiang pancang. Pada lokasi pembangunan jembatan Lahar Naha dilakukan pengujian SPT pada 3 titik yang akan diletakan pondasi jembatan. Nilai Nrata-rata terkoreksi dimasukkan dalam persamaan daya dukung tiang hasil uji SPT dan metode Meyerhof sebagai pembanding, untuk menghitung kapasitas tiang tunggal dari material baja dan beton. Dari hasil perhitungan diperoleh kesimpulan bahwa dengan panjang pipa yang sama dan ukuran penampang yang sama, tiang pipa dari material beton memberikan nilai daya dukung terbesar dibandingkan tiang pipa baja. Ini disebabkan karena ketebalan pipa beton yang lebih besar dari pipa baja sehingga memberikan nilai Ap yang besar yang berpengaruh pada nilai daya dukung Qu. Hasil perhitungan daya dukung dengan menggunakan hasil uji SPT maupun metode Meyerhof menunjukkan bahwa semakin besar ukuran penampang maka semakin besar pula daya dukung tiang tunggal. Nilai Nrata-rata hanya berpengaruh pada daya dukung kulit tiang (skin resistance). Dengan ukuran penampang yang sama, semakin besar nilai Nrata-rata semakin besar pula daya dukung kulit pondasi tiang. Nilai N pada lapisan terakhir menentukan besarnya daya dukung ujung tiang. Semakin besar nilai N pada lapisan terakhir maka semakin besar pula daya dukung ujung tiang (Qp).Kata kunci : tiang pancang, daya dukung, SPT
STUDI POTENSI LIKUIFAKSI BERDASARKAN UJI PENETRASI STANDAR (SPT) DI PESISIR PANTAI BELANG MINAHASA TENGGARA Legrans, Roski R. I.
TEKNO Vol 14, No 65 (2016): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Likuifaksi adalah suatu peristiwa dimana pasir jenuh pada suatu waktu tertentu selama terjadi gempa mengalami kehilangan kekuatan geser sebagai akibat dari pertambahan tekanan air pori. Berbagai metode telah dikembangkan oleh para ahli untuk menganalisis potensi likuifaksi, baik melalui penyelidikan di laboratorium maupun penyelidikan di lapangan, diantaranya adalah uji penetrasi standard (SPT). Studi ini menggunakan hasil uji penetrasi standar di pesisir pantai Belang untuk mengevaluasi potensi likuifaksi yang terjadi di lokasi tersebut. Perhitungan potensi likuifaksi menggunakan persamaan-persamaan yang disarankan oleh National Center For Earthquake Engineering Research (NCEER) USA, percepatan maksimum muka tanah terkecil berdasarkan Peta Hazard Gempa Indonesia 2010, dan pada gempa 5, 6 dan 7 pada skala Richter. Hasil perhitungan menunjukan bahwa likuifaksi pada pesisir pantai Belang terjadi pada kedalaman sampai dengan 7 m dari permukaan tanah saat gempa. Kata kunci : likuifaksi, SPT, pantai Belang
Strength Improvement of Soft Ariake Creek Clay Through Solidification by PFBC Coal Ash-based Geopolymer Legrans, Roski R. I.
TEKNO Vol 13, No 63 (2015): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research has used the Pressurized Fluidized Bed Combustor (PFBC) coal ash as the prime material of geopolymer to solidify the soft Ariake creek clay. The objective of the research is to study the effect PFBC coal ash-based geopolymer for strength improvement of soft Ariake creek clay through the relationship between the unconfined compressive strength (qu) and both the curing period (t) and the mixture ratio (d). The results of the research give conclusions that mixture ratio provides a significant effect to the strength improvement of treated soil (p<0.01) compared to curing period (p>0.05), where the highest strength is achieved at ratio of 40 % among designated mixture ratio as the typical strength of very stiff soil (200-400 kPa). Keywords : PFBC, geopolymer, Ariake creek clay
Analisis Kestabilan Lereng Di Ruas Jalan Raya Manado – Tomohon Km 15 Nggebu, Yemima Yosica; Ticoh, Jack H.; Legrans, Roski Rolans Izack
TEKNO Vol 17, No 71 (2019): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Raya Manado – Tomohon adalah jalan yang ramai dilalui oleh kendaraan, sehingga tergolong jalan dengan tingkat lalu lintas yang cukup tinggi. Lereng disekitar lokasi penelitian pernah terjadi longsor yang mengakibatkan kerugian material dan kemacetan lalu lintas yang berdampak pada perekonomian. Oleh karena itu lereng tersebut dianalisis agar kekuatan geser dari lereng dan faktor keamanannya dapat diketahui. Analisis kestabilan dilakukan dengan menggunakan metode keseimbangan batas (Fellenius dan Bishop) yang diaplikasikan pada program komputer Rocscience Slide v6.0. Berdasarkan hasil analisis lereng di lokasi tinjauan penelitian didapat nilai faktor kemanan dengan 3 kondisi, adalah: adanya pengaruh muka air tanah (FK = 1.394), akibat gempa (FK = 1.381), dan kombinasi keduanya (FK = 1.157). Hasil analisis kestabilan dari pemodelan lereng di Jalan Raya Manado - Tomohon Km 15 menunjukkan bahwa lereng dalam keadaan kritis pada kondisi dengan adanya pengaruh gempa dan muka air tanah pada elevasi tertinggi di lereng dengan kemiringan 75°.
Analisa Kestabilan Lereng Dengan Perkuatan Rumput Vetiver Studi Kasus Daerah Rawan Longsor Kelurahan Winangun Dua Tumbel, Cornelius D. H.; Rondonuwu, Steeva G.; Legrans, Roski R. I.
TEKNO Vol 18, No 74 (2020): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menguji faktor keamanan dan parameter geser tanah (c, ϕ dan γ) sebelum dan sesudah menggunakan rumput vetiver, pengujian di laboratorium untuk mendapatkan sifat fisik tanah pada lereng dan dilakukan pengujian dengan triaxial Unconsolidated Undrained (UU test/quick test) pengujian pada tanah asli dan pada tanah yang telah ditanami rumput vetiver. Hasil pemeriksaan didapat nilai parameter  kuat geser tanah asli adalah c = 1.35 t/m2, ϕ = 5.65º, dan γ = 1.370 gr/cm3  sedangkan nilai parameter tanah yang telah ditanami  rumput vetiver  adalah c = 1.51 t/m2, ϕ = 4.61º, dan γ = 1.360 gr/cm3  dengan kemirinan lereng 24º. Dari hasil di atas menunjukan bahwa nilai parameter geser naik setelah menggunakan rumput vetiver. Analisa perkuatan lereng menggunakan software Rockscience Slide 6.0 dengan metode Bishop Simpilified dan Ordinary/ Fellinius. Hasil analisa yakni nilai FK = 1.975 dan 1.950 untuk tanah tanpa rumput, dengan rumput vetiver FK meningkat menjadi 2.082 dan 2.057 untuk kondisi akar dengan panjang terdalam yaitu 50 cm. Hal ini menujukan lereng dalam keadaan stabil karena FK > 1.5 Kondisi kritis lereng di dapat pada kemiringan 70º dengan FK = 1.017 dan 1.049 untuk tanah asli dan untuk tanah dengan rumput vetiver FK = 1.021 dan 1.051. Pada kondisi kritis lereng faktor keamanan meningkat sebesar 0.39 %. Kemudian untuk variasi dengan kedalaman panjang akar 50 cm, 75 cm, 100 cm, 125 cm dan 150 cm pada lereng eksisting yang di terapkan pada keseluruhan bidang longsor, terjadi peningkatan pada setiap  kedalaman panjang akar. Kenaikan signifikan dapat dilihat pada panjang kedalaman akar 150 cm dengan nilai FK = 2.123 dan 2.097. Penelitian ini menguatkan beberapa teori sebelumnya bahwa pemakaian rumput vetiver dapat meningkatkan nilai Faktor Keamanan pada lereng dangkal. Selain itu rumput vetiver yang banyak tersebar di Negara - negara yang berada di Asia Tenggara sehingga mudah didapat. Keuntungan lain dari metode vegetasi seperti adalah ramah lingkungan. Hasil penelitian ini menjadi referensi dan rekomendasi pada pelaku pekerjaan geoteknik khususnya untuk kestabilan lereng yang mudah dan ekonomis.
PENGERASAN JALAN DENGAN PROBASE Waani, Joice E.; Elisabeth, Lintong; Legrans, Roski R. I.
TEKNO Vol 11, No 58 (2013): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stabilisasi tanah untuk perkerasan adalah untuk memperbaiki satu atau beberapa sifat-sifat teknis tanah agar menjadi lebih baik untuk memikul dan menyebarkan beban lalu-lintas. Salah satu cara stabilisasi tanah adalah dengan menambahkan bahan kimia tertentu sebagai bahan stabilisasi untuk menaikkan daya dukung tanah. Probase TX-55 merupakan salah satu jenis bahan stabilisasi tanah yang dapat menaikkan daya dukung tanah yang ditunjukkan dengan nilai California Bearing Ratio (CBR) tanah. Dengan bahan stabilisasi tambahan Probase TX-55 akan diteliti apakah ada peningkatan nilai daya dukung tanah yang ditunjukan dengan nilai California Bearing Ratio (CBR) tanah apabila material tanah pondasi bawah dipadatkan tanpa menggunakan Probase TX-55 dan dengan menggunakan Probase TX-55, dan apakah ada peningkatan nilai California Bearing Ratio (CBR) jika kandungan mineral pada tanah tersebut ditambah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan Probase TX-55 sebesar 0,5 % memberikan nilai CBR maksimum jika digunakan sebagai bahan tambahan stabilisasi. Nilai ini menghasilkan CBR sebesar 6,82 % atau 39,38 % lebih tinggi dari nilai CBR tanah asli yakni 4,89 %. Dengan kandungan yang sama yakni sebesar 0,5 %, Probase TX-55 yang dicampur pada tanah asli mengandung bebatuan menghasilkan nilai CBR sebesar 22,89 % atau meningkat sebesar 235,85 % terhadap nilai CBR tanah asli mengandung 0,5 % Probase TX-55, dan meningkat sebesar 368,12 % terhadap nilai CBR tanah asli tanpa campuran Probase TX-55.Kata kunci : CBR, TX-55, perkerasan
Solidification of Sand for Strength Improvement Legrans, Roski R. I.
TEKNO Vol 13, No 64 (2015): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Several investigations have used geopolymer to increase the strength of soft clay. This research has used the Electric Arc Furnace (EAF) slag, a byproduct from the process of producing steel, as the prime material of geopolymer and activator to make the geopolymer paste to solidified the sand. Two types of treatment were used which were distinguished by the type activator. Its objective is to study the effect of EAF slag-based geopolymer of solidified sand through the relationship between the strength (qu) and both the curing period (t) and the mixture ratio (d). The results of the research give conclusions that the mixture ratio provides a significant effect to the strength of improvement solidified sand (p<0,01 and p<0,05) than the curing period(p>0,05). The highest strength is obtained at the ratio of 50 % among designated mixture ratio, which also delivers the strength of hard soil (over 400 kPa).   Keywords : solidification, sand, geopolymer, EAF slag