Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search
Journal : TEKNO

Analisis Geoteknik Ruas Jalan Rurukan Sebagai Daerah Agrowisata Pada Penambahan Beban Timbunan Legrans, Roski R. I.; Rondonuwu, Steeva G.; Sompie, Oktovian B. A.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.59414

Abstract

Kegiatan timbunan pada kawasan rest area daerah agrowisata yang terletak di jalan Tomohon-Rurukan memerlukan suatu kajian geoteknik sehingga diperoleh informasi mengenai kestabilan timbunan dan konstruksi pengaman timbunan. Penelitian ini bertujuan melakukan analisis geoteknik terhadap pekerjaan timbunan pada kawasan rest area daerah agrowisata, yang meliputi: i) kestabilan daya dukung tanah asli akibat timbunan, pada kondisi jangka pendek dan jangka panjang; ii) kestabilan lereng timbunan, pada kondisi jangka pendek dan jangka panjang dan iii) kestabilan konstruksi pengaman lereng timbunan, yang berupa dinding penahan tanah dangkal. Analisis ini menggunakan data yakni potongan lereng alami, potongan rencana timbunan dan data tanah yang diperoleh dari penyelidikan tanah lapangan melalui uji CPT/sondir. Parameter tanah yang digunakan dalam analisis adalah hasil korelasi terhadap hasil uji CPT/sondir. Hasil analisis memberikan kesimpulan yakni lereng alami pada kawasan rest area di jalan Tomohon-Rurukan berada dalam kondisi cenderung stabil dan rentan terhadap kelongsoran saat terjadi gempa dan lereng timbunan pada kondisi jangka panjang memiliki faktor keamanan yang tidak memenuhi persyaratan faktor keamanan minimum. Untuk mengamankan lereng timbunan, digunakan dinding penahan tanah dangkal tipe gravity wall. Analisis kestabilan dinding penahan tanah tersebut menunjukkan bahwa dinding penahan tanah stabil terhadap guling, geser local, daya dukung tanah, gempa dan kestabilan global. Kata kunci: Rurukan, agrowisata, timbunan, geoteknik
Minimalisir Pendangkalan Danau Tondano Melalui Pemanfaatan Material Kerukan Sebagai Bahan Timbunan - Suatu Uji Geoteknik Pada Perbaikan Tanah Lunak Dengan Memanfaatkan Water Hyacinth Sompie, Oktovian B. A.; Rondonuwu, Steeva G.; Legrans, Roski R. I.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.59576

Abstract

Pembangunan infrastruktur yang pesat di wilayah Indonesia membutuhkan ketersediaan lahan yang memadai. Ketersediaan tanah lempung lunak di beberapa wilayah di Indonesia, memungkinkan pelaksanaan konstruksi tidak dapat dihindari pada kondisi tanah tersebut. Walaupun karakteristik lempung lunak yang memiliki daya dukung yang rendah, kuat geser yang rendah, kemampumampatan tinggi, rendahnya permeabilitas dan tingginya kemampuan mengikat air (Liquid Limit tinggi) menjadikan lempung lunak sebagai tanah yang sangat jelek untuk struktur. Karena itu upaya perbaikan tanah banyak dilakukan untuk maksud tersebut. Salah satu usaha untuk menstabilkan tanah lunak adalah dengan percepatan konsolidasi yaitu proses pemampatan tanah akibat terdisipasinya air pori. Dengan demikian kepadatan relatif tanah dapat ditingkatkan, dan kuat geser tanah meningkat pula. Konsolidasi pada tanah dengan kadar air yang sangat tinggi dapat dilakukan dengan dua tahap. Pertama dengan konsolidasi akibat berat tanah sendiri, dimana partikel padat akan turun ke bawah melalui proses sedimentasi. Selanjutnya setelah kadar air menjadi normal (w < 150%), peristiwa konsolidasi dilakukan baik secara mekanik maupun dengan bahan tambahan.Penelitian ini memberikan solusi, pemanfaatan tanah dasar dengan material lempung lunak untuk memenuhi tersedianya lahan. Metode yang akan digunakan yaitu dengan memanfaatkan bahan tambahan yang banyak terdapat di Sulawesi Utara dalam hal ini arang eceng gondok (charcoal water hyacinth). Kata kunci: Danau Tondano, self-consolidation, tanah lunak, water hyacinth
Analisis Kestabilan Turap PVC (Polyvinyl Chloride) Sebagai Alternatif Konstruksi Pengendali Banjir Pada Sungai Pulisan Di Desa Pulisan Kecamatan Likupang Timur Rogaga, Mikhael O.; Legrans, Roski R. I.; Manaroinsong, Lanny D. K.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60575

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas turap dari material PVC (Polyvinyl Chloride) sebagai alternatif konstruksi pengendali banjir pada Sungai Pulisan di Desa Pulisan. Analisis ini meliputi analisis terhadap kestabilan guling, kapasitas penampang, deformasi, kestabilan lereng dan kestabilan pada dasar galian. Beban yang bekerja pada turap adalah akibat tekanan tanah lateral aktif dan pasif, tekanan hidrostatis dan beban konstruksi permukiman di sisi sungai yang dianalogikan sebagi beban permukaan merata. Data yang digunakan dalam analisis adalah data sekunder berupa data hasil penyelidikan tanah CPT/sondir yang dikorelasikan untuk mendapatkan parameter-parameter tanah yang digunakan dalam analisis dan penampang melintang Sungai Pulisan yang melintas di area permukiman Desa Pulisan. Analisis kestabilan mengacu pada kode SNI 8460:2017 tentang Persyaratan Perancangan Geoteknik. Perangkat lunak Finesoftware GEO5 dan Rocscience SLIDE digunakan untuk membantu proses analisis. Hasil analisis menunjukkan bahwa untuk desain optimum menggunakan PVC tipe VPA VNZ–324 menghasilkan panjang turap teoritis sebesar 3.68 m, dengan momen lentur maksimum 5.98 kN.m/m yang menghasilkan defleksi sebesar 6.5 mm. Faktor keamanan lereng minimun yang dihasilkan adalah 5.53 (statis) dan 1.87 (gempa). Faktor keamanan pada kestabilan terhadap piping adalah 3.86 dan terhadap heave adalah 7.37. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa turap PVC tipe VPA VNZ-324 dapat digunakan sebagai konstruksi pengendali banjir pada Sungai Pulisan. Kata kunci: turap PVC (Polyvinyl Chloride), kestabilan, Sungai Pulisan
Studi Kestabilan Tanggul Pengaman Danau Tondano Dengan Perkuatan Geosintetik Adisulung, Natallia; Legrans, Roski R. I.; Sarajar, Alva N.
TEKNO Vol. 23 No. 91 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i91.60739

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kestabilan tanggul pengaman Danau Tondano dengan perkuatan geosintetik jenis geogrid sebagai alternatif penanganan untuk pekerjaan timbunan di atas tanah lunak. Berdasarkan hasil penyelidikan tanah ditemukan bahwa tanah lunak mendominasi area tersebut hingga kedalaman 6 meter dari permukaan tanah. Analisis ini meliputi analisis terhadap daya dukung tanah dasar, stabilitas geser rotasional, stabilitas lateral, kestabilan lereng, penurunan dan displacement. Data yang digunakan adalah hasil penyelidikan tanah SPT (Standar Penetration Test) yang dikorelasikan untuk mendapatkan parameter-parameter tanah yang digunakan dalam analisis. Dari penelitian ini didapatkan faktor keamanan untuk daya dukung tanah pada kondisi jangka pendek sebelum diberi perkuatan adalah 1.23 (£ 1.5) dan setelah diberi perkuatan meningkat menjadi 1.92. Faktor keamanan untuk stabilitas geser rotasional timbunan sebelum diberi perkuatan adalah 0.81 (£ 1.3) dan setelah diberi perkuatan meningkat menjadi 1.56 (³ 1.3). Untuk kestabilan lateral terdapat dua perhitungan yang dilakukan yaitu kestabilan terhadap tahanan putus dan kestabilan terhadap tahanan cabut. Dengan menggunakan 2 lapis perkuatan, geogrid yang digunakan memenuhi terhadap kestabilan tahanan putus dan tahanan cabut. Lereng timbunan yang diberi perkuatan memiliki faktor keamanan pada beban statis sebesar 3.31 dan pada beban gempa sebesar 1.62. Hasil analisis penurunan menunjukkan bahwa penurunan sebelum diberi perkuatan adalah 1.5 m dan setelah diberi perkuatan adalah 0.423 m. Kata kunci: tanggul pengaman, danau Tondano, geosintetik, stabilitas lereng, daya dukung tanah, penurunan
Analisis Kualitas Udara Pada Ruangan Interna Wanita Rumah Sakit Umum Daerah Noongan Sumolang, Jeierra F.; Legrans, Roski R. I.; Tungka, Aristotulus E.
TEKNO Vol. 23 No. 91 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i91.60844

Abstract

Kualitas udara dalam ruangan rumah sakit menjadi faktor penting yang memengaruhi kesehatan pasien, terutama mereka yang memiliki kondisi rentan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas udara di Ruangan Interna Wanita Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Noongan dengan mengukur konsentrasi partikulat PM 2.5 dan PM10 menggunakan alat Haz-Dust EPAM 5000. Pengukuran dilakukan selama dua minggu pada 10 titik di dalam ruangan untuk memperoleh gambaran kualitas udara yang representatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata konsentrasi PM2.5 dan PM10 berada dalam ambang batas aman sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan No. 7 Tahun 2019 dan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Namun, ditemukan bahwa dua ruangan, yaitu Kelas 1A dan Kelas 3B, memiliki nilai ISPU mendekati kategori sedang, yang berarti terdapat sedikit peningkatan polutan dibandingkan ruangan lainnya. Analisis ventilasi juga menunjukkan bahwa desain ventilasi alami di ruangan ini telah memenuhi standar SNI 03-6572-2001, tetapi pemanfaatannya masih dapat dioptimalkan untuk meningkatkan sirkulasi udara. Selain itu, faktor lingkungan seperti vegetasi di sekitar rumah sakit juga berperan dalam menjaga kualitas udara di dalam ruangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas udara di Ruangan Interna Wanita RSUD Noongan secara umum tergolong baik, tetapi perlu perhatian lebih pada ruangan dengan ISPU mendekati kategori sedang. Peningkatan pemanfaatan ventilasi alami serta pemantauan berkala direkomendasikan untuk memastikan kualitas udara tetap dalam kondisi optimal sesuai peraturan yang mengacu pada SNI 03-6572-2001 tentang tata cara perancangan sistem ventilasi dan pengkondisian udara pada bangunan gedung. Kata kunci: kualitas udara, PM 2.5, PM 10, rumah sakit
Desain Lereng Timbunan Dengan Perkuatan Geogrid Untuk Konstruksi Reservoir Kawasan Perumahan Pinaria, Ryan Y. M.; Sarajar, Alva N.; Legrans, Roski R. I.
TEKNO Vol. 23 No. 91 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i91.60847

Abstract

Pada Kawasan Perumahan di Jl. Ringroad Manado terdapat lereng galian dimana di atas lereng galian tersebut direncanakan akan dibangun reservoir. Permasalahannya ada pada ketinggian lereng yang mencapai 14 meter sehingga dicara penanganannya dengan perancangan timbunan menggunakan perkuatan geogrid dan dinding penahan tanah. Dari analisis daya dukung tanah pada lereng timbunan tanpa perkuatan diperoleh hasi Faktor Keamanan sebesar 2.28>2 sedangkan dengan perkuatan diperoleh 4.49>2. Analisis juga dilakukan terhadap analisis peremasan (squeezing) diperoleh Faktor Keamanan 7.16>1.3. Untuk analisis bidang keruntuhan rotasional pada timbunan yang tidak diperkuat diperoleh Faktor Keamanan 0.913<FK=1.3 sedangkan dengan perkuatan diperoleh FK=1.56>1.3. Analisis penurunan yang dilakukan untuk mengetahui yang terjadi akibat beban timbunan di dapatkan penurunan yang terjadi sebesar 0.04536 m. Selanjutnya dari analisis stabilitas pergerakan lateral pada timbunan dengan perkuatan telah memenuhi dimana untuk Tahanan Pututs diperoleh FK>1 dan untuk Tahanan Cabut FK>2. Pada lereng timbunan digunakan gabion sebagai dinding penahan tanah. Analisis stabilitas gabion telah memenuhi faktor keamanan terhadap guling dan geser, serta kapasitas daya dukung tanah yang aman (qu=7863.42 kN/m2≥Pheel=2352.84 kN/m2). Selanjutnya dari analisis dengan software slide 6.0, kestabilan lereng pada kondisi setelah selesai konstruksi (End of Construction) dan keadaan pasca-gempa (Short term condition-Post Earthquake Stability) baik tanpa perkuatan juga dengan perkuatan sudah memenuhi nilai FK. Sedangkan kondisi pasca-gempa (Long term condition- Post Earthquake Stability) tanpa perkuatan FK=0.913<1.1 dan dengan perkuatan FK=1.250>1.1. Untuk analisis Total Displacement dilakukan terhadap lereng timbunan dengan menggunakan PLAXIS 2D didapatkan hasil 0.0197 m. Kata kunci: gabion, geosintetik, stabilitas lereng, daya dukung tanah, penurunan
Desain Cerucuk Bambu Sebagai Perkuatan Timbunan Pada Tanah Lunak Untuk Konstruksi Bangunan Kantor Hosang, Friendly; Legrans, Roski R. I.; Sarajar, Alva N.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.65777

Abstract

Pembangunan infrastruktur pada tanah lunak, seperti di lokasi rencana pembangunan kantor di Desa Pentadu Timur, Kabupaten Boalemo, menghadapi kendala utama berupa daya dukung rendah dan kompresibilitas tinggi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas dua metode perkuatan timbunan—penimbunan bertahap dan Geosynthetic Reinforced Piled Embankment (GRPE)—dengan memanfaatkan cerucuk bambu sebagai material lokal. Parameter tanah diperoleh melalui korelasi data uji sondir. Analisis dilakukan melalui perhitungan analitis mengacu pada BS 8006-1:2010, serta pemodelan numerik menggunakan Settle3D untuk penurunan, SLOPE/W untuk stabilitas lereng, dan PLAXIS 2D untuk validasi deformasi. Hasil analisis penimbunan bertahap setinggi 3 m menunjukkan derajat konsolidasi yang sangat rendah (8,20%) dengan total penurunan 393,19 mm (manual) dan 362,54 mm (Settle3D). Faktor keamanan lereng menurun signifikan dari 2,812 pada tahap pertama menjadi 1,516 pada tahap ketiga. Sebaliknya, penerapan sistem GRPE dengan cerucuk bambu (panjang 8 m, diameter ekuivalen 0,21 m, spasi 1,04 m) mampu meningkatkan stabilitas dan mereduksi penurunan secara signifikan. Analisis numerik menunjukkan faktor keamanan akhir sebesar 1,512, memenuhi kriteria SF > 1,5. Cerucuk bambu juga efektif mentransfer beban ke lapisan tanah yang lebih dalam sehingga membatasi deformasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa GRPE berbasis cerucuk bambu lebih unggul dibandingkan penimbunan bertahap konvensional, karena mampu mempercepat waktu konstruksi sekaligus menjaga stabilitas dan penurunan dalam batas yang diizinkan. Kata kunci: tanah lunak, timbunan, Geosynthetic Reinforced Piled Embankment (GRPE), cerucuk bambu
Performa Dinding Penahan Tanah Tipe GRS Akibat Konstruksi Fondasi Dangkal Pada Pembebanan Statis Mangare, Jenofer Y.; Legrans, Roski R. I.; Manaroinsong, Lanny D. K.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66161

Abstract

Dinding penahan tanah tipe Geosynthetic Reinforced Soil (GRS) merupakan sistem rekayasa geoteknik yang memanfaatkan interaksi antara tanah dan material geosintetik untuk meningkatkan stabilitas dan kapasitas dukung massa tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja dinding GRS akibat keberadaan fondasi dangkal yang dibebani secara statis, dengan fokus pada respons deformasi, stabilitas sistem, serta perubahan kapasitas dukung fondasi. Analisis dilakukan melalui pemodelan numerik berbasis metode elemen hingga menggunakan perangkat lunak Plaxis 2D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi jarak fondasi terhadap dinding, yang direpresentasikan melalui rasio D/B, memberikan pengaruh signifikan terhadap penurunan, pergeseran lateral, dan kapasitas dukung fondasi. Pada rasio D/B kecil (0,5–1,5), deformasi mencapai nilai maksimum akibat interaksi intensif antara fondasi dan dinding. Kondisi optimum dicapai pada rasio D/B sekitar 2–3, di mana fondasi berada dalam zona perkuatan yang paling efektif sehingga deformasi minimum dan kapasitas dukung maksimum. Pada rasio D/B > 3, performa sistem menurun karena fondasi berada di luar area perkuatan. Temuan ini menegaskan pentingnya penentuan posisi fondasi terhadap dinding GRS dalam perencanaan geoteknik. Kata kunci: dinding GRS, fondasi dangkal, metode elemen hingga, penurunan, pergeseran lateral, kapasitas dukung
Studi Kestabilan Lereng Galian Dengan Perkuatan Geocell Di Kawasan Perumahan Koka, Kabupaten Minahasa Ladi, Alsetya D.; Legrans, Roski R. I.; Ticoh, Jack H.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66210

Abstract

Permasalahan kestabilan lereng pada pekerjaan galian dan timbunan merupakan aspek krusial dalam proyek konstruksi, karena ketidakstabilan lereng dapat menimbulkan risiko keselamatan, peningkatan biaya, serta gangguan terhadap keberlanjutan struktur di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas lereng galian yang diperkuat menggunakan geocell pada lokasi Perumahan Koka, Kabupaten Minahasa, yang didominasi oleh tanah berbutir berupa pasir bersih hingga pasir berlanau (clean sands to silty sands). Analisis dilakukan menggunakan metode Bishop Simplified dan pemodelan numerik PLAXIS 2D untuk mengevaluasi kinerja lereng setelah pemasangan geocell. Variasi kondisi muka air tanah (MAT) diterapkan pada kedalaman 1 m dan 2 m dari permukaan tanah untuk menilai pengaruh tekanan air pori terhadap kestabilan lereng. Model lereng memiliki tinggi 12 m dengan kemiringan 19°, dan diperkuat menggunakan tiga tipe geocell, yaitu MG100‑660‑HDPE, MG125‑700‑HDPE, dan MG150‑740‑HDPE. Evaluasi dilakukan pada kondisi statis dan dinamis, baik drained maupun undrained. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan geocell mampu meningkatkan faktor keamanan (FK) lereng pada kondisi drained sebesar 3,66% hingga 4,69%. Selain itu, deformasi lereng mengalami penurunan signifikan dengan persentase reduksi antara 4,19% hingga 63,45%. Peningkatan FK dan penurunan deformasi paling besar terjadi pada kondisi dinamis‑drained dengan MAT 0 m ketika menggunakan geocell tipe MG150‑740‑HDPE. Secara umum, ketiga tipe geocell menunjukkan performa yang relatif serupa. Variasi MAT terbukti memengaruhi kestabilan lereng, di mana posisi muka air tanah yang lebih tinggi menyebabkan penurunan FK dan peningkatan deformasi akibat bertambahnya tekanan air pori dan berkurangnya tegangan efektif tanah. Kata kunci: kestabilan lereng, geocell, muka air tanah, deformasi, faktor keamanan
Analisis Rembesan Terhadap Kestabilan Lereng Pada Tanggul Kolam Retensi Tirayoh, Gabriel K.; Legrans, Roski R. I.; Manaroinsong, Lanny D. K.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66374

Abstract

Banjir bandang yang melanda Kota Manado pada tahun 2020 mendorong pemerintah merencanakan pembangunan kolam retensi di kawasan Kleak, dekat Stadion Klabat, sebagai upaya mitigasi struktural untuk mengendalikan limpasan air perkotaan. Kolam retensi tersebut dirancang dengan tanggul tanah setinggi 5 meter dan muka air rencana 4 meter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kestabilan lereng tanggul pada berbagai kondisi kritis, meliputi kondisi tanpa air, steady state, rapid drawdown, serta pengaruh beban gempa. Selain itu, penelitian ini juga mengevaluasi efektivitas penanganan struktural berupa toe drain dan filter drain dalam meningkatkan faktor keamanan lereng. Analisis kestabilan dilakukan menggunakan Metode Bishop Simplified secara manual dan diverifikasi dengan perangkat lunak Geostudio (modul SLOPE/W). Garis freatik pada kondisi steady state ditentukan melalui metode Kozeny untuk menghasilkan flownet, sedangkan analisis rapid drawdown dan gempa dilakukan berdasarkan prinsip tegangan efektif. Geometri tanggul memiliki kemiringan lereng hulu 1:3 dan hilir 1:2,5, serta dilengkapi dengan filter drain dan toe drain sebagai elemen perkuatan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan faktor keamanan antara perhitungan manual Bishop Simplified (FK = 2,28) dan Geostudio (FK = 2,53) sebesar 0,3. Pada kondisi steady state, faktor keamanan tertinggi sebesar 2,04 diperoleh dengan penggunaan filter drain. Pada kondisi rapid drawdown, faktor keamanan tertinggi sebesar 3,48 dicapai dengan toe drain. Sementara itu, pada kondisi gempa steady state, faktor keamanan sebesar 1,21 masih memenuhi kriteria minimum stabilitas. Kesimpulannya, tanggul kolam retensi dengan penanganan struktural filter drain memenuhi seluruh kriteria stabilitas pada kondisi statis, rapid drawdown, maupun gempa. Oleh karena itu, filter drain direkomendasikan sebagai penanganan struktural utama untuk menjamin kestabilan dan keamanan tanggul kolam retensi di lokasi penelitian. Kata kunci: kestabilan lereng tanggul, Geostudio, filter drain, toe drain, rapid drawdown, steady state