Anak dengan spektrum autisme seringkali memiliki hambatan dalam mengekspresikan emosi, sehingga guru di SLBN Taruna Mandiri Kuningan kesulitan memberikan respons pembelajaran yang tepat secara real time. Kondisi ini jika dibiarkan dapat menghambat efektivitas transfer materi dan perkembangan psikologis anak. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan guru melalui peningkatan literasi digital dalam penerapan teknologi pengenalan emosi berbasis deep learning. Bahan yang digunakan mencakup perangkat lunak deteksi emosi dan modul panduan literasi digital yang dirancang secara inklusif. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap sosialisasi, pelatihan penggunaan aplikasi berbasis model MobileNetV2, implementasi langsung dalam proses belajar mengajar, serta pendampingan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengoperasikan teknologi kecerdasan buatan untuk mengenali emosi siswa (senang, sedih, marah, takut, netral, dan terkejut) secara otomatis melalui kamera dengan tingkat akurasi yang tinggi. Pembahasan menekankan bahwa integrasi teknologi ini mampu mengurangi hambatan komunikasi antara guru dan siswa serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih adaptif dan berpusat pada kebutuhan khusus anak. Kesimpulannya, penerapan teknologi deep learning efektif membantu guru dalam memantau kondisi emosional anak autisme secara objektif. Program ini berhasil menjembatani kesenjangan antara teknologi AI dengan kebutuhan pendidikan luar biasa. Disarankan agar pihak sekolah melakukan pembaruan data secara berkala dan memperluas penggunaan aplikasi pada jenjang kelas yang berbeda untuk menjaga akurasi deteksi emosi pada berbagai karakteristik siswa.