Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Takhrij and Syarah Hadith about Chemistry: Prohibition of Wearing Gold for Men in Islam Arief Iyustiana; Irsyad Nugraha; Tety Sudiarti; Ali Masrur; Wahyudin Darmalaksana
Gunung Djati Conference Series Vol. 5 (2021): Proceedings Conference on Chemistry and Hadith Studies
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.219 KB)

Abstract

The purpose of this study is to discuss the hadith of the Prophet SAW. about the use of gold jewelry for men. This research method is qualitative through takhrij and syarah hadith approaches with chemical analysis. The results and discussion of this study are the dangers of wearing gold jewelry for men. The conclusion of this research is takhrij and syarah hadith of the Prophet. about the dangers of using gold for men that have a negative or harmful impact on health
Takhrij and Syarah Hadith of Chemistry: The Benefits of Siwak and Chemical Ingredients for Dental Health Rizky Dinda Islami; Raodatul Jannah; Wawan Hernawan; Mujiyo Mujiyo; Tety Sudiarti
Gunung Djati Conference Series Vol. 5 (2021): Proceedings Conference on Chemistry and Hadith Studies
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to discuss the hadith of the Prophet. about the benefits of miswak for dental health. This research method is qualitative through the takhrij and sharah hadith approaches with chemical analysis. The results and discussion of this of this study are the benefits of siwak content for maintaining healthy teeth. The conclusion of the research is takhrij and syarah hadith of the Prophet about the siwak plant which contains a lot of chemical substances in maintaining healthy teeth which has been done by the Prophet. This study recommends chemists to develop miswak content that is applied to maintain healthy teeth and gums.
Takhrij and Syarah Hadith about Chemistry : The Study of the Uniqueness of Iron in a Scientific Perspective Fathimah Az-Zahra; Resti Widianengsih; Tety Sudiarti; Didin Komarudin; Etin Etin
Gunung Djati Conference Series Vol. 5 (2021): Proceedings Conference on Chemistry and Hadith Studies
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.966 KB)

Abstract

This research discusses the hadith about the privileges of iron. This research method is qualitative through literature study with the approach of takhrij and sharah hadith and chemical analysis. The result and discussion of this research is that iron was popular during the Rosulloh Saw era, because of its special iron content that other metals do not have, although iron can rust and corrosive behind it. The conclusion of this research is takhrij and syarah hadith of the Prophet. about the specialty of iron by chemical analysis has experimental opportunities as well as various benefits for living things.
Pengaruh Surfaktan pada Sintesis Nikel(II) Oksida (NiO) dengan Metode Presipitasi untuk Penanganan Metilen Biru Secara Fotokatalisis Diani Kusumaningrum; Eko Prabowo Hadisantoso; Tety Sudiarti
Gunung Djati Conference Series Vol. 7 (2022): Seminar Nasional Kimia 2021
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.51 KB)

Abstract

Takhrij and Syarah Hadith of Chemistry: Prohibition of Wearing Gold Rings for Men Ahmad Syaefa Fadilah; Wahyudin Darmalaksana; Dadang Kahmad; Tety Sudiarti
Gunung Djati Conference Series Vol. 5 (2021): Proceedings Conference on Chemistry and Hadits Studies
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to discuss the hadith of the Prophet Muhammad SAW. regarding the Prohibition of Wearing Gold Rings for Men. This research method is qualitative through the approach of takhrij and sharah hadith with chemical analysis. The results of this study are the reasons why men are prohibited from wearing gold rings, and the reasons why women are safe to wear gold jewelry from a medical perspective. The conclusion of this research is takhrij and syarah hadith of Rasulullah SAW. regarding the Prohibition of Wearing Gold Rings for Men in a medical view that has pros and cons, as well as a social and economic perspective. Then it is compared with other types of preparations, namely cosmetics from gold extracts regarding the safety and Islamic views regarding the use of these cosmetics.
Besi dalam Qur'an dan Sains Kimia (Analisis Teoritis dan Praktis Mengenai Besi dan Upaya Mengatasi Korosi pada Besi) Tety Sudiarti; Gina Giftia A. Delilah; Rohmanur Aziz
al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan Vol 5, No 1 (2018): al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ak.v5i1.3720

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh istimewanya besi disebutkan dalam alQur’an dan dinyatakan bahwa besi memiliki kekuatan yang hebat. Dalam pemanfaatannya, ternyata besi memiliki kelemahan salah satunya adalah sifatnya yang mudah mengalami korosi. Maka tujuan dari penelitian ini adalah menggali tafsir ilmi dari ayat-ayat yang berkaitan dengan besi dan menganalisis bagaimana mengatasi korosi pada besi secara kimiawi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan kajian laboratorium. Hasil penelitian selain terungkap realitas ilmiah bahwa besi ‘diturunkan’, juga terungkap kekuatan dan kehebatan besi yang melindungi makhluk bumi bersama nikel dengan perisai elektromagnetik. Hasil analisis kimia ditemukan bahwa senyawa 2,3-difenil-imidazo[1,2-a]piridin merupakan inhibitor campuran. Aktivitas inhibitor korosi senyawa 2,3-difenil-imidazo[1,2-a]piridin meningkat dengan naiknya konsentrasi inhibitor kemudian menurun kembali dan mencapai maksimum pada konsentrasi 8 ppm. Naiknya suhu dari 25-55ºC menyebabkan aktivitas inhibisi menurun sehingga efisiensi inhibisi maksimum konsentrasi 8 ppm terdapat pada suhu 25 ºC dengan efisiensi inhibisi 88,6%. Aktivitas inhibitor menunjukkan kesesuaian dengan isoterm Langmuir yaitu dengan membentuk lapisan monolayer pada permukaan baja.
Studi Penurunan Kadar Ion-ion Logam (Cr3+, Cu2+, dan Pb2+) dengan Metode Elektrokoagulasi Menggunakan Elektroda Aluminium dan Karbon Ahmad Koharruddin; Vina Amalia; Tety Sudiarti
al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan Vol 6, No 1 (2019): al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ak.v6i1.4740

Abstract

Elektrokoagulasi pada prinsipnya berdasarkan pada proses sel elektrolisis. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan mempelajari penurunan kadar ion-ion logam (Cr3+, Cu2+, dan Pb2+) sebelum dan sesudah elektrokoagulasi, serta untuk mengetahui dan mempelajari penurunan kadar ion-ion logam (Cr3+, Cu2+,dan Pb2+) terhadap variasi waktu pada setiap jenis elektroda aluminium dan karbon. Metode pada penelitian  ini, 100 mL limbah logam buatan ditambah 10 mL larutan NaCl 1% dielektrokoagulasi dengan menggunakan dua jenis elektroda aluminium dan karbon dengan jarak antar elektroda 3 cm dan dialiri arus listrik searah (DC) sebesar 2 ampere, setiap penggunaan jenis elektroda menggunakan variasi waktu 0, 15, 45, 60, 90 menit. Larutan dari setiap waktu disaring dan dianalisis kadar logamnya menggunakan instrumen Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Penurunan kadar dari ketiga ion logam yang sangat baik, yaitu pada penggunaan elektroda aluminium dengan penurunan ion logam Cr3+ 99,85%; Cu2+ 98,76%; dan Pb2+ 99,85% pada waktu 90 menit. Hal tersebut disebabkan tereduksinya sebagian besar ion-ion logam membentuk logamnya, serta terbentuknya Al(OH)3 yang bereaksi lebih lanjut membentuk ion Al(OH)4- yang akan mengikat sebagian kecil ion-ion logam (Cr3+, Cu2+, dan Pb2+). Penurunan kadar ion-ion logam (Cr3+, Cu2+, dan Pb2+) pada penggunaan elektroda karbon, selain tereduksinya sebagian besar ion-ion logam membentuk logamnya, terbentuk pula ion OH- di anoda yang akan bereaksi dengan ion-ion logam membentuk hidroksi logamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada elektroda aluminium dan karbon semakin lama waktu saat elektrokoagulasi semakin banyak pula penurunan ion-ion logam. Hal tersebut terbukti pada interval waktu 30 menit (15-45 menit dan 60-90 menit), mengalami penurunan hampir dua kali lipat dari interval waktu 15 menit (0-15 menit dan 45-60 menit).
Perbandingan Sifat Koligatif Campuran Larutan Garam (NaCl, KCl, dan Na-Benzoat) dengan Air Zamzam Berdasarkan Berat Jenisnya Susi Rusdiani; Dede Suhendar; Tety Sudiarti
al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan Vol 4, No 1 (2017): al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ak.v4i1.5078

Abstract

Sifat koligatif merupakan sifat larutan yang ditentukan oleh jumlah molekul atau ion yang terdapat di dalam larutan. Hubungan antar sifat koligatif dapat dikaji berdasarkan berat jenis larutan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara berat jenis dengan sifat koligatif dari campuran larutan (NaCl, KCl, Na-Benzoat) dan air zamzam. Tahap-tahap penelitian ini terdiri atas preparasi sampel, variasi berat jenis, pengukuran berat jenis (ρ), dan pengukuran tekanan osmosis (π) dengan menggunakan osmometer. Data hasil pengukuran tekanan osmosis kemudian digunakan untuk menghitung penurunan titik beku dan kenaikan titik didih dari rumus yang sudah diturunkan. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa jumlah molekul zat terlarut dalam campuran larutan garam (NaCl, KCl, dan Na-Benzoat) akan mempengaruhi sifat koligatif pada larutan tersebut, sehingga pada hubungan sifat koligatif (tekanan osmosis, penurunan titik beku, dan kenaikan titik didih) terhadap berat jenis menunjukkan hasil yang linier. Akan tetapi penentuan sifat koligatif berdasarkan berat jenis (ρ) tidak dapat diberlakukan terhadap air zamzam karena pada air zamzam terdapat ion-ion yang mudah terdekomposisi jika variasi berat jenis dilakukan dengan cara penguapan.
Studi Keadaan Oksidasi Besi pada Air Hujan Hidayah Hidayah; Dede Suhendar; Tety Sudiarti; Emay Maesaroh
al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan Vol 6, No 1 (2019): al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ak.v6i1.4685

Abstract

Air hujan merupakan sumber air permukaan dan air tanah. Air hujan terbentuk melalui beberapa proses yakni kondensasi, presipitasi, evaporasi, dan transpirasi. Air hujan memiliki kandungan besi dalam bentuk partikulat dan terlarutnya seperti ferro (Fe2+) dan ferri (Fe3+). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan kandungan Fe total, Fe(II) dan Fe(III) dalam air hujan serta perbandingannya dengan air hujan dari tiga tempat yang berbeda dan untuk mempelajari kandungan air hujan yang dapat mereduksi Fe(III). Fe total dianalisis dengan menggunakan instrumen Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Ion Fe(II) dan Fe(III) dianalisis dengan instrumen Spektrofotometer UV-Vis menggunakan ligan Fenantrolin dan KSCN sehingga membentuk senyawa kompleks [Fe(C12H8N2)3]2+ dan [Fe(SCN)6]3-. Derajat keasaman air hujan dianalisis menggunakan pH meter sedangkan keadaan oksidasi besi pada air hujan dianalisis menggunakan Spektrofotometer UV-Vis dengan pelarutan aqua dm dan air hujan yang turun di kawasan industri, pegunungan dan pemukiman. Hasil analisis menunjukkan kandungan Fe total, Fe(II) serta Fe(III) dalam air hujan yang turun sekitar industri, pegunungan dan pemukiman secara berturut-turut yaitu Fe total 0,5655; 1,6854; dan 2,4232 ppm, Fe(II) 0,0867; 0,2232 dan 0,0731 ppm, dan Fe(III) 0,5198; 0,4994 dan 0,5672 ppm. Dari perbandingan geseran panjang gelombang maksimum sinar tampak larutan FeSO4.7H2O teknis dan pro analisis dengan pengompleks fenantrolin diperoleh bahwa air hujan memiliki daya reduksi terhadap ion Fe3+.
Sintesis Cu(II)-Imprinted Polymers untuk Ekstraksi Fasa Padat dan Prakonsentrasi Ion Cu(II) dengan Ligan Pengkhelat 4-(2-Pyridylazo)resorcinol Lingga Rizal Harera; Tety Sudiarti; Meyliana Wulandari
al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan Vol 2, No 1 (2015): al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ak.v2i1.350

Abstract

ABSTRAKKontaminasi logam berat pada lingkungan perairan merupakan masalah besar dunia saat ini. Logam berat tidak dapat diurai atau dimusnahkan dan merupakan zat pencemar kimiawi. Cu(II) adalah logam berat yang bersifat racun jika masuk kedalam tubuh. Metode analisis Cu(II) sudah banyak dikembangkan salah satunya dengan teknik injeksi alir. Metode analisis ini memiliki waktu analisis yang singkat namun menggunakan pelarut yang mahal, faktor prakonsentrasi yang rendah, dan memiliki selektivitas yang rendah pula untuk ion Cu(II). Oleh karena itu, untuk meningkatkan selektivitas dilakukan pengembangan metode ekstraksi fasa padat menggunakan polimer pengkelat yaitu Ion Imprinted polymer (IIPs). Pada penelitian ini, Cu-IP berhasil disintesis melalui polimerisasi thermal menggunakan asam salisilat dan formaldehida dengan ligan pengkelat 4-(2-pyridylazo)recorcinol dengan pemanasan selama 10 jam pada temperatur 500C , menggunakan HCl sebagai katalis. Perbandingan stoikiometri kompleks biner Cu(II):PAR dibuat dengan perbandingan mol 1:1 yang dihitung dengan metode job. Kapasitas adsorpsi maksimum teramati pada konsentrasi 10 ppm dengan pH 6 dan waktu kontak 80 menit. IIP digunakan untuk prakonsentrasi adsorpsi dan desorpsi dengan persen perolehan kembali sebesar 97,09 % untuk IIP dan 53,11 % untuk NIP. Faktor prakonsentrasi yang diperoleh pada sampel lingkungan sebesar 1,85. Dengan hasil percobaan tersebut Cu-IP terbukti sebagai polymer fungsional dengan selektivitas dan regenerasi tinggi.